Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Gubernur Jambi Dukung Reformasi Agraria Guna Kesejahteraan Masyarakat Jambi

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Gubernur Jambi yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH sangat mengapresiasi dan mendukung menyukseskan Program Reforma Agraria, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketimpangan/kesenjangan serta meningkatkan pemerataan pembangunan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi dan dukungan tersebut disampaikanya saat membuka Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Jambi Tahun 2025. Kegiatan yang bertema “Reformasi Agraria Mekanisme dan Strategi Percepatan Pelepasan Kawasan Hutan Dalam Rangka Mewujudkan Keadilan Di Provinsi Jambi” ini diselenggarakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Selasa, 12 Agustus 2025.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Provinsi Jambi memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, masih dihadapkan pada permasalahan agraria, seperti konflik lahan, ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan untuk kesejahteraan rakyat. “Reforma Agraria hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut, bukan sekadar program, melainkan amanah konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat,” ujar Gubernur Al Haris.

“Sejak pelaksanaan GTRA Provinsi Jambi pada Tahun 2018, yang saat ini memasuki tahun ke-8 dengan perjalanan yang panjang, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penataan aset, penataan akses, hingga mediasi penyelesaian konflik agraria. Namun, tantangan besar masih kita hadapi, terutama dalam hal penyediaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA),” ujarnya.

Dikatakan Gubernur Al Haris, salah satu sumber Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang perlu terus didorong di Provinsi Jambi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria adalah TORA yang berasal dari pelepasan kawasan hutan. “Pada tahun 2024 melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) telah dilakukan berbagai upaya identifikasi dan koordinasi lintas sektor guna mempercepat penetapan TORA,” kata Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menjelaskan, hasil pembahasan dan kajian yang dilaksanakan menghasilkan sejumlah rekomendasi potensi lokal TORA yang sebagian besar berasal dari pelepasan kawasan hutan serta tanah-tanah transmigrasi yang belum bersertifikat. Provinsi Jambi mempunyai potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dari Pelepasan Kawasan Hutan (PKH) yang cukup besar bersumber dari Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (Inver PPTKH) seluas 901,293 Ha, Adendum IUPHHK seluas 874,721 Ha, Tata Batas Lama seluas 50,445 Ha, dan Revisi RTRW Provinsi Jambi Tahun 2012 seluas 8.846,097 Ha.

“Hingga tahun 2025, sebagian besar dari lokasi tersebut telah ditindaklanjuti persertifikatan tanahnya melalui Redistribusi Tanah. Namun demikian, masih diperlukan upaya strategis untuk menyelesaikan lahan-lahan yang bermasalah pada lahan pelepasan Kawasan Hutan yang belum dapat dilaksanakan legalisasi asetnya,” ujar Gubernur Al Haris.

“Selain penataan aset, Provinsi Jambi juga memiliki potensi penataan akses dalam Reforma Agraria yang perlu mendapat perhatian, terutama pada sektor unggulan daerah yaitu pertanian dan perkebunan. Potensi tersebut antara lain terdapat di Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, serta di Desa Bukit Telago, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo,” tuturnya.

Lebih lanjut Gubernur Al Haris mengungkapkan, Potensi Aset dan Potensi Akses yang telah disebutkan sebelumnya telah dituangkan dalam Rekomendasi Potensi TORA untuk ditindaklanjuti melalui penataan aset dan Rekomendasi Penataan Akses GTRA Tahun 2024 yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 ini.

“Rekomendasi ini menjadi pijakan penting bagi kita semua dalam membangun kolaborasi dan merumuskan langkah-langkah strategis, khususnya dalam menyinergikan program dan anggaran bersama pemerintah daerah setempat, dan demi mendukung pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Jambi yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Al Haris.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menyampaikan bahwa dalam RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2025-2029, terdapat 4 (empat) isu strategis, salah satunya Produktivitas Ekonomi dan Ketimpangan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jambi sangat mengapresiasi dan mendukung menyukseskan Program Reforma Agraria, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketimpangan/kesenjangan serta meningkatkan pemerataan pembangunan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Gugus Tugas Reforma Agraria, kita memiliki forum kolaboratif yang kuat antara pusat dan daerah. Oleh karena itu, dalam rapat koordinasi ini saya mengajak kita semua untuk: 1. Mengidentifikasi permasalahan agraria di setiap kabupaten/kota, merumuskan solusi inovatif dan strategis yang tepat sasaran, 2. Memperkuat koordinasi antara seluruh anggota Gugus Tugas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, 3. Mendorong percepatan redistribusi tanah dan legalisasi aset. Melalui forum ini, mari jadikan tahun 2025 sebagai tahun percepatan Reforma Agraria di Provinsi Jambi. Kita harus memastikan bahwa setiap jengkal tanah dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

“Sebagai ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Jambi saya harus memastikan pada rapat ini bahwa program-program yang menjadi target nasional dan daerah apakah Reforma Agraria masih bisa dijalankan atau tidak kita reformasi lagi, kalau masih bisa kita lanjutkan ke tahun 2026. Artinya apa yang diharapkan kepada pemerintah oleh masyarakat untuk kepastian hukum hak-hak mereka terjamin, serta konflik-konflik lahan yang harus kita hindari yang harus kita jaga kepastian hukum bagi mereka hak-hak mereka untuk masyarakat termasuk juga aset-aset daerah yang belum terselesaikan, seperti sertifikat tanah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jambi Humaidi, A.Ptnh.,M.M menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua yang hadir juga melalui daring vicom pada Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Jambi Tahun 2025, dalam rangka mewujudkan amanat konsitusi tersebut untuk kesejahteraan masyarakat dalam penguasaan tanah yang lebih berkeadilan.

“Reforma Agraria bertujuan untuk penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah untuk kemakmuran rakyat Indonesia dengan melibatkan partisipasi aktif Masyarakat,” ucapnya.

“GTRA menjadi jembatan antara masyarakat dan pihak terkait untuk penyelesaian konflik dan pengembangan potensi daerah melalui kolaborasi yang sinergis antara semua pihak, seperti BPN dan pemerintah daerah,” katanya.

Humaidi juga menambahkan bahwa GTRA Provinsi Jambi fokus pada kegiatan penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan serta peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat dengan menguatkan kolaborasi dan sinergi antara stakeholders terkait.

Advertisement Advertisement

ADVERTORIAL

Sosialisasi SNPMB 2026, Rektor UNJA Dorong Calon Mahasiswa Pilih Prodi Sesuai Minat dan Bakat

DETAIL.ID

Published

on

Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) menggelar kegiatan Sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026 di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC, UNJA Mendalo pada Senin, 19 Januari 2026 .

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dan guru dari SMA dan SMK di lima kabupaten/kota terdekat, yakni Kabupaten Tanjungjabung Timur, Tanjungjabung Barat, Muarojambi, Batanghari, dan Kota Jambi. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh terkait kebijakan serta mekanisme penerimaan mahasiswa baru di UNJA.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UNJA, Helmi, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., dan Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKKS), Dr. Guspianto, S.KM., M.KM. Turut hadir Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNJA, para dekan dan wakil dekan, serta koordinator program studi dari seluruh fakultas di lingkungan UNJA.

Dalam sambutannya, Rektor UNJA menegaskan pentingnya kesesuaian pilihan program studi dengan minat, bakat, dan kemampuan calon mahasiswa.

“Universitas Jambi ingin agar sekolah dan calon mahasiswa memilih program studi yang benar-benar sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan adik-adik semua, sehingga tidak terjadi salah pilih yang berujung pada pindah program studi atau bahkan drop out,” ujar Rektor.

Sosialisasi ini membahas secara rinci mekanisme Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), termasuk strategi pemilihan program studi serta pemahaman daya tampung pada masing-masing program studi di UNJA.

Rektor juga mengingatkan bahwa penempatan pilihan program studi menjadi faktor penting dalam proses seleksi, khususnya pada program studi yang tergolong favorit.

“Jika ingin serius kuliah di Universitas Jambi, maka pilihlah UNJA sebagai pilihan pertama, baik pada jalur prestasi, UTBK, maupun mandiri, terutama untuk program studi yang tergolong favorit,” ungkap Rektor.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., serta sesi tanya jawab yang dipandu oleh Kepala BAKKS, Dr. Guspianto, S.KM., M.KM. Para guru dan siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan, terutama terkait beasiswa, pilihan lintas jurusan, dan peluang masuk perguruan tinggi.

Selain kegiatan yang dilaksanakan di Kampus Mendalo, UNJA juga akan melanjutkan sosialisasi SNPMB 2026 bagi siswa SMA dan SMK di daerah lainnya. Tim UNJA dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan sosialisasi di Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo, Kabupaten Kerinci, serta Kota Sungaipenuh.

Melalui kegiatan ini, UNJA berharap sekolah, guru, dan calon mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan SNPMB 2026, sehingga proses penerimaan mahasiswa baru dapat berjalan secara objektif, transparan, dan mampu menghasilkan mahasiswa yang sesuai dengan potensi akademiknya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gubernur Al Haris dan Kajati Jambi Tinjau Kesiapan Operasional Rumah Sakit Adhyaksa

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi melakukan peninjauan langsung ke Rumah Sakit Adhyaksa yang berlokasi di kawasan Seberang Kota Jambi, Senin, 19 Januari 2026.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan rumah sakit tersebut menjelang operasional, khususnya dari sisi sarana prasarana dan sumber daya manusia (SDM).

Gubernur Al Haris dan Kajati Sugeng Hariadi didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, serta jajaran pimpinan RSUD Raden Mattaher dan Rumah Sakit Daerah Jiwa (RSDJ). Rombongan meninjau seluruh fasilitas Rumah Sakit Adhyaksa dari lantai satu hingga lantai lima yang saat ini telah memasuki tahap finishing.

Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan rumah sakit yang dibangun oleh Kejaksaan Agung tersebut agar dapat segera melayani masyarakat Jambi. Menurutnya, bangunan yang megah dan fasilitas medis yang lengkap harus diimbangi dengan kesiapan SDM yang memadai, mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga farmasi.

“Ini rumah sakit yang sangat luar biasa. Tentu idealnya, rumah sakit sebesar ini harus kita hitung betul kebutuhan personelnya, berapa dokter, perawat, dan tenaga pendukung lainnya. Karena Pak Jaksa Agung sudah membangun rumah sakit yang megah ini, sangat sayang kalau pemerintah daerah tidak ikut mendukung,” ujar Al Haris.

Al Haris menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi siap membantu penyiapan SDM kesehatan agar Rumah Sakit Adhyaksa dapat segera beroperasi secara optimal. Ia menyebutkan, Pemprov Jambi melalui Dinas Kesehatan bersama pemerintah kabupaten/kota akan menghitung kebutuhan tenaga kesehatan, menyiapkan personel yang kompeten, dan melaporkannya ke Kejaksaan Agung.

“Intinya, rumah sakit ini dibangun untuk melayani masyarakat Jambi, terutama masyarakat kecil dan yang membutuhkan. Kita sering menghadapi kondisi rumah sakit penuh, terutama pada malam hari. Dengan adanya rumah sakit ini, masyarakat dari Tanjab Timur, Muaro Jambi, Kota Jambi, bahkan dari Kerinci yang ke Jambi bisa mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.

Gubernur Al Haris menyebutkan bahwa Pemprov Jambi siap membangun dermaga guna mendukung operasional Rumah Sakit Adhyaksa. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jaksa Agung atas pembangunan rumah sakit tersebut yang dinilainya sangat representatif dan memiliki peralatan medis yang lengkap.

Sementara itu, Kajati Jambi Sugeng Hariadi menyampaikan bahwa pihaknya saat ini fokus pada persiapan menjelang operasional rumah sakit, terutama terkait koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi sebagai salah satu pemangku kepentingan utama. Koordinasi tersebut mencakup pembagian dan pemenuhan tenaga kesehatan, baik dari daerah maupun dari pusat.

“Kami mempersiapkan semuanya sejak awal. Berapa tenaga kesehatan dari Pemprov, berapa dari pusat, itu akan kami analisa kebutuhannya dan selanjutnya kami sampaikan ke Jakarta. Kami ingin ketika rumah sakit ini beroperasi, semuanya sudah siap, sehingga tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat,” kata Sugeng.

Terkait status layanan, Sugeng menegaskan bahwa Rumah Sakit Adhyaksa diperuntukkan bagi masyarakat umum dan direncanakan menjadi rumah sakit tipe C dengan layanan berbasis BPJS Kesehatan. Ia menambahkan, penggunaan rumah sakit untuk kepentingan internal Kejaksaan hanya sekitar 3 persen atau 12 kamar, yang diperuntukkan bagi pembantaran, rehabilitasi narkotika, serta perawatan tahanan yang sakit.

“Dari sekitar 100 kamar yang ada, hampir seluruhnya akan digunakan untuk masyarakat umum. Ini adalah bentuk komitmen kami agar Rumah Sakit Adhyaksa benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat Jambi,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Batik Jambi Memukau di Jambi Fashion Trend, Gubernur Al Haris Bangga Karya Desainer Jambi

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Malam Apresiasi Perancang Busana “Jambi Elok Nian” 2026 yang dikemas dalam ajang Jambi Fashion Trend (JFT) berlangsung meriah dan penuh pesona di Anjungan Provinsi Jambi, Sabtu malam, 17 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi etalase kebanggaan daerah, sekaligus panggung prestisius bagi para desainer putra-putri Jambi dalam menampilkan keindahan batik khas daerah.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama istri Hesti Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafizh Fattah beserta istri, Wakapolda Jambi, para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, di antaranya Bupati Merangin M. Syukur, Bupati Sarolangun Hurmin, Bupati Bungo Dedy Putra, Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari, Wakil Wali Kota Jambi Diza, serta pimpinan Forkopimda, Kepala OJK, Kepala BI, dan para kepala OPD.

Keunikan malam apresiasi ini terlihat dari konsep peragaan busana yang melibatkan para pejabat daerah. Peragaan dibuka dengan penampilan Gubernur Jambi Al Haris bersama istri dan putri bungsunya yang melangkah percaya diri di atas catwalk mengenakan batik Jambi rancangan desainer lokal.

Selanjutnya, pimpinan Forkopimda turut tampil, disusul sesi kedua peragaan busana oleh para bupati dan wali kota, dan ditutup dengan penampilan kepala OPD.

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Provinsi Jambi dan menjadi langkah strategis untuk terus menghidupkan industri kreatif daerah, khususnya batik Jambi.

Al Haris menyampaikan rencana agar ke depan kegiatan fashion dan budaya dapat ditata lebih baik dan berkelanjutan, termasuk mendorong partisipasi seluruh kabupaten/kota untuk menampilkan motif-motif batik baru khas daerah masing-masing.

“Alhamdulillah, sekarang kalau kita lihat di acara-acara kondangan, sudah sangat jarang masyarakat memakai batik dari luar Jambi. Ini artinya batik Jambi sudah populer, sudah diterima, dan layak digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Al Haris.

Menurutnya, event seperti JFT tidak hanya mengangkat nilai budaya, tetapi juga memberi dampak langsung pada perputaran ekonomi daerah. Desainer, penjahit, hingga pelaku UMKM dan home industry ikut merasakan manfaatnya, seiring tumbuhnya gairah ekonomi kreatif di Jambi.

Gubernur Al Haris juga menekankan pentingnya etika dan nilai adat Melayu Jambi dalam setiap karya busana yang ditampilkan. Ia mengapresiasi para desainer Jambi yang dinilainya tidak kalah bersaing dengan desainer nasional bahkan internasional, namun tetap diminta menjaga karakter budaya lokal.

“Buatlah busana yang tetap dalam etika Melayu Jambi, yang adem, sopan, dan mencerminkan adat kita. Itulah Jambi yang sebenarnya,” katanya.

Malam Apresiasi Perancang Busana “Jambi Elok Nian” 2026 pun menjadi bukti bahwa batik dan fesyen Jambi terus berkembang, semakin percaya diri menatap panggung nasional, bahkan internasional, dengan tetap berakar kuat pada budaya dan jati diri daerah.

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs