Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Wagub Abdullah Sani Bersama Wamen Dikdasmen RI Luncurkan Aplikasi Bungo Pintar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Jambi

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA dalam acara Launching Aplikasi Bungo Pintar yang digelar di Ruang Cempaka Kuning, Kantor Bappeda, Kabupaten Bungo pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Wamen Dr. Fajar menyatakan bahwa peluncuran Bungo Pintar sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital. “Inovasi digital ini sangat cocok dan sejalan dengan apa yang kami upayakan di Kementerian, yaitu memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital,” ujar Wamen Dikdasmen.

Wamen menjelaskan pentingnya integrasi aplikasi pendidikan dalam satu ekosistem. Ketika pejabat baru memasuki Kementerian Pendidikan pada 2 Oktober 2024, ditemukan lebih dari seribu aplikasi yang berfungsi membantu proses pembelajaran dan mengelola data guru serta murid. Atas arahan Menteri Pendidikan, semua aplikasi tersebut kemudian diintegrasikan menjadi satu super app bernama Rumah Pendidikan.

“Rumah Pendidikan adalah super app yang menggabungkan ratusan aplikasi yang selama ini diproduksi dan dipakai di Kementerian Pendidikan. Kami mendorong agar aplikasi-aplikasi daerah, seperti Bungo Pintar, dapat terintegrasi atau mendukung ekosistem Rumah Pendidikan,” kata Wamen.

Dalam kesempatan tersebut Wamen Dikdasmen mengajak para guru dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mengunduh dan memanfaatkan Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital utama. Ia juga memuji tim pengembang Bungo Pintar atas desain dan fungsionalitasnya yang dinilai selaras dengan super app kementerian.

Wamen Dr. Fajar juga menyampaikan kabar gembira terkait capaian nasional, aplikasi Rumah Pendidikan yang diluncurkan Kementerian tahun lalu berhasil meraih juara pertama pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) di Swiss. “Penghargaan ini diberikan oleh satu badan khusus di bawah PBB. Kita berhasil mengungguli aplikasi dari 122 negara dan lebih dari 1.500 aplikasi yang diperlombakan,” ujarnya.

Menurut Wamen Dikdasmen, pengakuan internasional tersebut membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan di Indonesia berjalan baik dan dapat menjadi model bagi dunia. Ia menyebutkan bahwa capaian ini juga pernah diumumkan oleh Presiden.

Wamen Dikdasmen Dr. Fajar juga menegaskan dukungan Kementerian terhadap inisiatif-inisiatif digital yang dikembangkan di daerah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan inovasi yang sesuai dengan konteks lokal. “Kami sangat mendukung dan senang dengan adanya aplikasi Bungo Pintar ini, karena inovasi digital daerah yang sesuai konteks lokal akan memperkaya sumber belajar bagi peserta didik,” katanya.

Ia memberi contoh lokal, seperti keberadaan Akademi Al-Qur’an setempat, yang menjadi bagian dari kekayaan pendidikan lokal di Bungo dan dapat diintegrasikan menjadi sumber belajar di aplikasi.

Wamen Dikdasmen mengimbau kepada guru agar segera mengunduh sumber-sumber pembelajaran berbasis aplikasi, terutama Rumah Pendidikan, terutama bila sekolah menerima bantuan papan interaktif digital.

“Saya sering menyarankan kepada guru ketika sekolahnya mendapatkan bantuan papan interaktif digital untuk segera mengunduh sumber-sumber pembelajaran yang berbasis aplikasi, terutama Rumah Pendidikan. Itu wajib, karena semua materi ajar ada di sana,” tutur Wamen.

Pada sesi wawancara Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, mengapresiasi peluncuran Aplikasi “Bungo Pintar” sebagai inovasi pembelajaran digital yang membantu pemerataan akses materi ajar berkualitas di Kabupaten Bungo.

“Pemerintah sangat mengapresiasi ini. Inovasi ini sejalan dengan komitmen kami memperkuat transformasi pembelajaran digital,” ujar Wamen.

Menurutnya, kehadiran sumber ajar alternatif dari daerah seperti Bungo Pintar akan memperkaya guru dan siswa dengan bahan ajar yang lebih variatif dan kontekstual. Salah satu muatan lokal yang disorot adalah “Akademi Al-Qur’an” yang digagas Bupati Bungo.

Sementara itu, Wagub Sani menyampaikan, dengan kehadiran Wamen Dikdasmen RI beserta rombongan di Provinsi Jambi ini sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Jambi.
“Pertama-tama kami sampaikan selamat datang di Provinsi Jambi kepada Bapak Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta rombongan. Ini suatu kehormatan bagi kami. Kehadiran Bapak Wamen merupakan wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah untuk kemajuan pendidikan,” ujar Wagub Sani.

Wagub Sani menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pembangunan pendidikan berjalan merata dan program prioritas dapat dipercepat penyelesaiannya.

“Pemerintah Provinsi Jambi menyadari pendidikan berkualitas yang merata adalah kunci utama membangun SDM yang unggul, berdaya saing, dan adaptif. Karena itu kami fokus pada penguatan kompetensi guru, pemenuhan sarana prasarana, kurikulum yang relevan, serta perluasan akses bagi kelompok rentan dan daerah tertinggal,” ucap Wagub Sani.

Terkait peluncuran Aplikasi Bungo Pintar, Wagub Sani menyebut inovasi digital ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi komitmen nyata untuk memotong birokrasi dan membuka akses informasi pendidikan yang transparan.

“Hadirnya Bungo Pintar membuka pintu lebar-lebar bagi transparansi pendidikan, kemudahan akses informasi, dan percepatan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Bungo. Kami mengapresiasi Pemkab Bungo atas langkah ini. Semoga aplikasi ini berkontribusi bagi terwujudnya pendidikan yang inklusif, inovatif, berkualitas, dan berdaya saing,” tutur Wagub Sani.

Ia berharap peluncuran ini semakin mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang berkualitas di Provinsi Jambi, serta melahirkan generasi Bungo yang cerdas, unggul, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Sementara itu juga, Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa aplikasi Bungo pintar termasuk dalam salah satu visi misi Bungo baru yaitu Menjadikan Bungo sebagai pusat pendidikan Jambi barat, Meningkatkan kualitas pendidikan agar semua bisa akses.

“Program Bungo Pintar juga akan diajarkan kepada anak-anak tingkat SD membaca Al-Qur’an sampai tingkat SMA, Pemerintah Kabupaten Bungo terus menggalakkan program keagamaan dan pendidikan, termasuk peluncuran program pendukung lainnya,” ujar Bupati.

Usai Launching Aplikasi Bungo Pintar Wamen, Wagub dan Bupati Bungo langsung mengunjungi Sekretariat Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Sekolah SMA Negeri 1 Bungo dan peninjauan SD no.107/II Danau Buluh Kecamatan Pasar Muara Bungo.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Bungo serta Unsur Forkopimda Kabupaten Bungo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar, para OPD Kabupaten Bungo, serta para guru dan undangan lainnya. (*)

Advertisement

ADVERTORIAL

Bupati Jember Perjuangkan Ribuan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawancarai media, Senin (7/9/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memastikan pemerintah daerah memperjuangkan pengalihan status ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.

Langkah tersebut disiapkan untuk memberikan kepastian status kepegawaian sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan publik di Kabupaten Jember.

Data Pemerintah Kabupaten Jember mencatat sebanyak 8.190 dari 8.334 PPPK Paruh Waktu mendapatkan perpanjangan masa kerja.

Sementara 144 tenaga lainnya tidak diperpanjang karena sejumlah alasan, di antaranya meninggal dunia dan telah memasuki batas usia pensiun.

Gus Fawait mengatakan, Pemkab Jember telah menyiapkan proses pengalihan status tersebut sejak dini, termasuk membebaskan biaya tes kesehatan bagi para peserta.

Pemkab Jember memproyeksikan pengalihan status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu dapat terealisasi pada awal 2027.

Dalam skema yang disiapkan, PPPK Penuh Waktu juga memiliki peluang untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Melalui skema ini, P3K Paruh Waktu diproyeksikan beralih menjadi P3K Penuh Waktu, sedangkan P3K Penuh Waktu berkesempatan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” tutur Gus Fawait.

Pemkab Jember juga memastikan proses tersebut tidak dibatasi berdasarkan bidang atau sektor tertentu.

Seluruh tenaga PPPK yang memenuhi persyaratan akan difasilitasi dalam proses pengalihan status kepegawaian.

Menurut Gus Fawait, keputusan memperpanjang masa kerja ribuan PPPK Paruh Waktu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan kepastian kepada para pegawai yang selama ini menopang pelayanan kepada masyarakat.

“Sementara itu, sisa tenaga kerja yang tidak diperpanjang disebabkan oleh faktor-faktor seperti meninggal dunia dan telah memasuki batas usia pensiun,” ujar Gus Fawait. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

DETAIL.ID

Published

on

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, menerima penghargaan CX126. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Surabaya – BPJS Kesehatan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta JKN melalui Customer eXcellence 126 (CX126), yang dirancang untuk mengukur implementasi customer excellence di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Selain itu, juga mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat menjadi pembelajaran dan diterapkan secara lebih luas.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, mengatakan bahwa perkembangan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik membuat pengalaman peserta menjadi bagian penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik.

Baginya di era keterbukaan informasi, customer experience adalah pilar utama pembentuk reputasi dan kepercayaan publik.

“Oleh karena itu, kita harus adaptif dalam memahami ekspektasi peserta serta tanggap memberikan solusi. Peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang dapat diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten, baik ketika berinteraksi melalui Kantor Cabang maupun kanal layanan seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, dan kanal digital lainnya,” kata Pujo, Jumat, 4 September 2026.

CX126 menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk membangun standar pelayanan yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif.

Menurut Pujo, CX126 tidak sekadar mencari Kantor Cabang dengan performa terbaik, tetapi juga melihat faktor yang membentuk keunggulan pelayanan agar dapat direplikasi di Kantor Cabang lainnya.

“Keberhasilan di satu Kantor Cabang harus menjadi inspirasi bagi Kantor Cabang lainnya. Best practice yang telah teruji harus kita replikasi, sehingga pelayanan terbaik menjadi standar kolektif kita bersama,” ujar Pujo.

Pujo menjelaskan, CX126 menggunakan pendekatan penilaian yang komprehensif melalui delapan pilar, yaitu Customer Experience, Operational Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture.

Selain itu, penilaian juga melibatkan Voice of Customer untuk memastikan pengalaman peserta menjadi bagian dari pengukuran kualitas pelayanan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menyatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan wujud nyata kehadiran Program JKN yang langsung dirasakan oleh peserta.

Menurutnya, kemudahan akses, kejelasan informasi, keamanan proses, serta kepastian solusi akan menentukan pengalaman peserta sekaligus membangun kepercayaan terhadap Program JKN.

“Pelayanan unggul hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur bergerak dalam satu arah, bekerja dengan standar yang sama, serta menempatkan kebutuhan peserta sebagai orientasi utama. CX126 perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan organisasi yang berkelanjutan,” kata Stevanus.

Hasil asesmen tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang konkret, terukur, dan dapat dipantau keberlanjutannya.

Stevanus mengatakan bahwa melalui CX126, BPJS Kesehatan mendorong agar praktik pelayanan terbaik dapat direplikasi dan menjadi standar bersama di seluruh Kantor Cabang.

“Dengan demikian, keberhasilan Program JKN tidak hanya dilihat dari capaian masing-masing Kantor Cabang, tetapi dari kemampuan organisasi menghadirkan pengalaman pelayanan yang semakin konsisten bagi seluruh peserta JKN. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika setiap peserta JKN, di mana pun berada, merasakan layanan yang semakin mudah, cepat, setara, dan dapat diandalkan,” kata Stevanus.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menambahkan, keunggulan pelayanan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Kantor Cabang, lokasi, maupun tingkat tantangan yang dihadapi.

Keunggulan lahir ketika kepemimpinan, proses, teknologi, sumber daya manusia, dan budaya pelayanan bergerak dalam satu arah.

“CX126 ini bentuk tanggung jawab BPJS Kesehatan bagaimana memastikan pelayanan kesehatan yang unggul dan dapat dirasakan oleh peserta secara konsisten dimanapun berada. Oleh karena itu, semua harus bertumpu pada satu titik pengalaman peserta dan rasa percaya kepada progam JKN,” ucap Akmal.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, menyambut baik penghargaan Gold Medal yang diraih BPJS Kesehatan Cabang Jember dalam ajang CX126.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh insan BPJS Kesehatan Cabang Jember dalam menghadirkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan peserta.

“Penghargaan Gold Medal ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN. Melalui CX126, kami diingatkan bahwa layanan terbaik tidak hanya harus cepat dan tepat, tetapi juga mampu memahami kebutuhan peserta, menunjukkan empati, serta memberikan solusi yang sesuai. Program ini mendorong kami untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan semakin baik dari waktu ke waktu,” ujar Yessy.

Ia menambahkan, setiap interaksi dengan peserta merupakan kesempatan untuk membangun kepercayaan terhadap Program JKN.

Oleh karena itu, BPJS Kesehatan Cabang Jember berkomitmen menghadirkan layanan yang mudah, cepat, setara, solutif, dan berorientasi pada peserta.

“Kami memandang penghargaan ini bukan sebagai tujuan akhir, melainkan penyemangat untuk terus berinovasi dan menjaga standar layanan yang prima. Harapannya, seluruh peserta JKN dapat merasakan pengalaman layanan yang semakin baik, nyaman, dan memberikan kepastian dalam memperoleh hak atas jaminan kesehatan,” tutur Yessy. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Cara Cek Status Kepesertaan JKN dengan Mudah lewat Mobile JKN dan PANDAWA

DETAIL.ID

Published

on

Mulyono menunjukkan kartu KIS. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember – Bagi Mulyono (60), warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, memastikan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif merupakan hal yang penting.

Menurutnya, kepesertaan yang aktif memberikan kepastian penjaminan ketika dirinya maupun keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan.

Mulyono mengaku rutin memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar dapat digunakan saat dirinya maupun keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kepesertaan yang aktif memberikan ketenangan karena ia tidak perlu khawatir mengenai kepastian penjaminan ketika membutuhkan pengobatan.

“Tidak ada yang tahu kapan sakit datang. Karena itu, saya selalu memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif. Dengan begitu, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, saya merasa lebih tenang karena sudah memiliki jaminan melalui Program JKN,” ujar Mulyono.

Mulyono menjelaskan bahwa sebelumnya ia terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Setelah kepesertaannya tidak lagi aktif, ia kemudian beralih menjadi peserta mandiri dan memilih kelas perawatan I.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil agar tetap memiliki perlindungan kesehatan dan dapat mengakses pelayanan kesehatan saat dibutuhkan.

“Program JKN sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga. Karena itu, setelah tidak lagi menjadi peserta PBI JK, saya memutuskan untuk melanjutkan kepesertaan secara mandiri. Saya ingin tetap memiliki perlindungan kesehatan dan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan saat membutuhkannya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kemudahan layanan administrasi yang dikembangkan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, keberadaan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 memudahkan peserta mengecek status kepesertaan dan mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Selain menggunakan PANDAWA, Mulyono mengaku terbantu dengan keberadaan aplikasi Mobile JKN.

Ia menilai aplikasi tersebut praktis karena dapat digunakan untuk mengecek status kepesertaan, melihat data keluarga dan fasilitas kesehatan terdaftar, serta memperoleh berbagai informasi JKN secara mandiri.

“Sekarang semuanya lebih mudah. Melalui Mobile JKN, saya bisa mengecek status kepesertaan kapan saja dan di mana saja. Informasi yang saya butuhkan juga tersedia, sehingga saya tidak perlu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” ujar Mulyono.

Pada kesempatan tersebut, Mulyono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta JKN yang disiplin membayar iuran tepat waktu, khususnya sebelum tanggal 10 setiap bulan.

Ia menilai kepatuhan membayar iuran merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang menjadi fondasi Program JKN.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta JKN yang selalu membayar iuran tepat waktu sebelum tanggal 10. Selain melindungi diri sendiri dan keluarga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, iuran yang dibayarkan juga membantu saudara-saudara kita yang sedang sakit dan memerlukan layanan kesehatan. Semangat gotong royong seperti inilah yang membuat Program JKN terus berjalan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Mulyono. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs