DAERAH
Tenaga Operator Sekolah Tuntut Legalitas dan Kesejahteraan
detail.id/, Muaro Jambi – Nasib tenaga operator dapodik yang bertugas di lingkungan Dinas Pendidikan Muaro Jambi ternyata begitu miris. Sebagai ujung tombak dan tulang punggung sekolah dalam menyiapkan dan mengupdate data, mereka hanya digaji kurang lebih sebesar Rp600 ribu per bulan.
Selain mendapat upah yang sangat rendah, para operator sekolah kerap mendapat perlakuan sewenang-wenang. Mereka sangat rentan dipecat ketika terjadi pergantian kepala sekolah.
Sarana dan prasarana pendukung untuk tenaga operator sekolah bekerja juga belum terpenuhi secara baik. Sebagian dari operator sekolah terpaksa menggunakan laptop pribadi lantaran fasilitas dari sekolah tidak tersedia.
“Kami datang ke Gedung DPRD Muaro Jambi ini untuk mengadukan nasib kami selaku tenaga operator sekolah,” kata Ketua Forum Operator Sekolah Kabupaten Muaro Jambi, Syamsul Bahri di Gedung DPRD Muaro Jambi, Rabu (5/2/2020).
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical”]
Syamsul Bahri mengatakan, kedatangan dirinya bersama beberapa rekannya ke kantor DPRD Muaro Jambi mewakili 328 tenaga operator sekolah di Muaro Jambi. Melalui forum operator sekolah mereka hendak menyampaikan aspirasi terkait nasib para operator sekolah di Muaro Jambi.
“Kami ingin menyampaikan agar kesejahteraan Kami diperhatikan. Tenaga operator yang bertugas di Dinas Pendidikan hanya digaji Rp600 ribu per bulan. Sementara, yang bertugas di sekolah lebih kecil lagi. Karena gajinya dari dana BOS,” katanya.
Selain masalah kesejahteraan, mereka turut mempertanyakan soal legalitas tenaga operator sekolah. Nasib tenaga operator seakan dianaktirikan dan tidak diprioritaskan untuk diangkat menjadi ASN atau PPPK.
“Kami menuntut legalitas kami. Status kami ini rentan dengan pemecatan. Terutama yang bertugas di sekolah. Ganti kepala sekolah, operator ikut terimbas. Karena SK-nya dari kepala sekolah,” ujarnya.
Tuntutan lainnya berupa kelengkapan sarana dan prasarana. Para tenaga operator sekolah ini mendesak agar sarana dan prasarana untuk mereka bekerja dilengkapi. “Sebagian sudah ada yang lengkap, tapi ada juga yang belum lengkap. Ada yang masih menggunakan peralatan sendiri karena fasilitas tidak tersedia,” ujarnya.
Kehadiran perwakilan tenaga operator sekolah ini diterima Wakil Ketua Komisi I DPRD Muaro Jambi, Sumarsen Purba di ruang rapat gabungan. Namun karena kedatangan perwakilan operator sekolah ini bersamaan dengan jadwal reses anggota dewan, hanya ada empat anggota dewan yang menyempatkan diri untuk hadir menerima pengaduan tersebut.
“Kebetulan kita sedang jadwal reses, tadi kita sempatkan menerima dan menampung aspirasi mereka,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Muaro Jambi, Sumarsen Purba, saat ditanya pada Rabu (5/2/2020).
Pria yang menjabat Ketua Fraksi PDI-P DPRD Muaro Jambi ini mengatakan, setidaknya ada tiga poin penting yang disampaikan forum operator sekolah kepada Komisi I. “Yang disampaikan itu soal kesejahteraan, legalitas serta sarana dan prasarana. Mereka itu digaji sangat kecil dan tidak mendapat insentif,” ujarnya.
Sumarsen menyebut aspirasi para tenaga operator sekolah untuk sementara akan ditampung dan akan di-follow up setelah jadwal reses berakhir. “Nanti akan kita jadwal rapat bersama setelah agenda reses berakhir. Kita akan rapat bersama dengan Dinas Pendidikan, BPKAD, Bappeda dan forum operator untuk mencari solusi atas keluhan-keluhan yang disampaikan,” kata Sumarsen Purba.
Reporter: Franciscus Simanjutak
DAERAH
Sekolah Rakyat Jambi Baru 70 Persen, Pemerintah Kejar Rampung Sebelum Juli
DETAIL.ID, Jambi – Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Jambi pada Jumat, 5 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul memastikan pembangunan sekolah yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto itu terus berjalan dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026.
Menurut Gus Ipul, progres pembangunan saat ini masih di angka sekitar 70 persen. Sekolah Rakyat tersebut nantinya akan menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu.
”Perkembangannya sudah sekitar 70 persen. Sesuai target, Pak Menteri PU bilang 20 Juni harus selesai sehingga proses pembelajaran dapat segera dimulai bulan Juli,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, asrama siswa, asrama guru, hingga sarana olahraga. Program ini disebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga miskin agar memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
Penerimaan siswa dilakukan berdasarkan data keluarga miskin yang telah diverifikasi pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menjadi acuan utama dalam menentukan calon peserta didik Sekolah Rakyat.
Pada tahun pertama, Sekolah Rakyat Jambi ditargetkan menerima sekitar 300 siswa, terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Secara bertahap kapasitas sekolah akan terus ditambah hingga mencapai daya tampung penuh sebanyak 1.000 siswa dalam 3 tahun mendatang.
Selain pembangunan fisik, Kementerian Sosial juga tengah mempersiapkan kebutuhan sumber daya manusia, mulai dari tenaga pendidik, wali asrama, petugas keamanan hingga tenaga pendukung lainnya. Secara nasional, Mensos mengaku bahwa saat ini telah dilakukan perekrutan sekitar 5.000 guru untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat.
”Kami berharap seluruh proses dapat selesai sesuai target sehingga pembelajaran bisa dimulai di gedung ini,” katanya.
Dengan tenggat waktu yang tinggal sedikit itu, Kepala Satuan Kerja Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum, Edia Putra mengatakan pihaknya terus mendorong pelaksana demi percepatan pembangunan agar target penyelesaian pada 20 Juni 2026 dapat tercapai.
”Kami telah menyampaikan kepada penyedia jasa bahwa tanggal 20 Juni pekerjaan harus selesai. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 70 persen,” ujarnya.
Menurut Edia, kendala utama yang sempat dihadapi dalam proyek tersebut adalah keterlambatan pekerjaan tiang pancang akibat keterbatasan material. Sehingga harus memasok dari wilayah jauh yakni Surabaya.
”Saat ini pekerjaan yang tersisa sekitar 30 persen, terutama pada tahap finishing dan akses ke dalam kawasan. Kami terus mendorong kontraktor menambah tenaga kerja, terutama untuk tahap finishng agar target penyelesaian bisa tercapai,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita
DAERAH
RSUD Abdul Manap Resmikan Layanan Cathlab, Pasien Kini Tak Perlu Dirujuk ke Rumah Sakit Lain
DETAIL.ID, Jambi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap Kota Jambi resmi membuka layanan Cathlab (Catheterization Laboratory) yang ditandai dengan acara tasyakuran dan peresmian pada Jumat, 5 Juni 2026.
Direktur RSUD Abdul Manap, Anastasya Yetti, mengatakan kehadiran fasilitas Cathlab merupakan bagian dari pengembangan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut, khususnya untuk penanganan penyakit jantung.
”Untuk pengembangan layanan kesehatan jantung, kami sudah mendapatkan alat Cathlab beserta gedung pelayanan kesehatannya. Tenaga kesehatan juga sudah siap, dan izin penyelenggaraan layanan Cathlab telah diperoleh,” ujar Anastasya.
Selain layanan jantung, RSUD Abdul Manap juga telah memiliki gedung khusus untuk pelayanan kanker, termasuk fasilitas peracikan obat bagi pasien.
Sementara itu, pengembangan layanan stroke dan neurologi masih menunggu penyelesaian renovasi ruangan yang saat ini sedang berlangsung.
”Kami mohon doa agar seluruh layanan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Pada prinsipnya, untuk pelayanan Cathlab kami sudah siap sepenuhnya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha menyambut baik hadirnya fasilitas Cathlab di RSUD Abdul Manap. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Jambi dan daerah sekitarnya.
”Ini merupakan momen yang sangat penting dan menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Selama ini banyak pasien yang harus dirujuk karena keterbatasan fasilitas. Sekarang kita sudah memiliki Cathlab sendiri,” ucap Diza.
Ia menilai keberadaan Cathlab sangat vital dalam penanganan penyakit jantung karena memungkinkan pasien mendapatkan layanan medis tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.
”Kami menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas hadirnya fasilitas ini. Mudah-mudahan ke depan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.
Diza juga mengungkapkan bahwa pengembangan layanan kesehatan di RSUD Abdul Manap akan terus berlanjut. Beberapa fasilitas tambahan yang direncanakan antara lain penguatan layanan kemoterapi, fasilitas peracikan obat, serta pengadaan alat Thorax Scan.
”Kehadiran Cathlab ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih maju dan lebih lengkap bagi masyarakat,” tuturnya.
Reporter: Juan Ambarita
DAERAH
Bulog Jember Kebut Penyaluran Sisa Bantuan Pangan, Targetkan Rampung 13 Juni
DETAIL.ID, Jember – Perum Bulog Cabang Jember bergerak cepat menuntaskan sisa penyaluran program Bantuan Pangan nasional alokasi Februari – Maret.
Pihak Bulog berkomitmen mengawal sisa distribusi komoditas pokok tersebut agar rampung seluruhnya paling lambat pada 13 Juni 2026.
Langkah percepatan ini menyasar 139.213 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang belum tersentuh dari total target keseluruhan sebesar 390.744 PBP.
Sebelumnya, pada Mei kemarin, Bulog Jember mencatatkan realisasi penyaluran sebanyak 250.901 PBP atau berkisar 64 persen dari target pagu.
Logistik pangan yang telah digelontorkan ke masyarakat pada Mei lalu mencapai 5.018.000 kg beras dan 1.003.604 liter minyak goreng.
Kepala Kantor Cabang Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, mengonfirmasi sempat ada keterlambatan pasokan pada Mei lalu.
Masalah tersebut murni dipicu oleh kendala logistik dari mitra pabrikan wadah pangan.
“Terjadinya penundaan penyaluran bantuan pangan pada Mei dikarenakan terhambatnya proses distribusi atas produksi kemasan plastik bantuan pangan dari produsen kemasan,” kata Ade Saputra.
Guna merampungkan sisa kuota pada Juni ini, Bulog Jember telah menyiapkan pasokan komoditas dalam volume besar untuk disalurkan, yakni sebanyak 2.784.260 kg beras serta 556.852 liter minyak goreng.
Ade berharap, intervensi pasar melalui pembagian pangan gratis ini dapat memberikan bantalan ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjadi instrumen pengendali inflasi di daerah.
“Harapan kami agar bantuan pangan yang telah didistribusikan bisa bermanfaat bagi para penerima PBP dan juga memiliki tujuan dalam hal pengendalian maupun stabilisasi harga beras dan minyak di tingkat konsumen,” tuturnya.



