PENJURU
Ini Tiga Kandidat Terkuat Calon Vaksin COVID-19
detail.id/, Jakarta – Peneliti di banyak negara masih terus berlomba-lomba untuk menemukan vaksin yang akan menumpas penyebaran virus Covid-19. Kabar terbaru, terdapat tiga kandidat vaksin yang dinilai paling menjanjikan.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) melalui chief scientistnya Soumya Swaninathan mengungkapkan dua kandidat vaksin terdepan saat ini adalah milik farmasi asal Inggris, AstraZeneca yang berkolaborasi dengan Universitas Oxford dan Moderna.
“Tentu saja dalam hal seberapa maju (vaksin), tahap di mana mereka berada, mereka jadi kandidat utama. Jadi mungkin saja mereka (AstraZaneca dan Moderna) akan mendapatkan hasil yang cukup awal,” kata Swaminathan, Seperti dilansir Reuters, Sabtu (4/7/2020).
Alasannya adalah, vaksin yang diproduksi oleh Moderna saat ini sudah berada dalam tahap uji klinis ketiga.
Sedangkan vaksin yang dimiliki oleh AstraZeneca sangat menjanjikan lantaran cakupan produksinya yang luas.
Namun demikian, dia menekankan bahwa tak hanya dua vaksin ini yang tengah dipantau oleh WHO. Lembaga ini juga tengah dalam diskusi bersama dengan produsen vaksin lainnya dari beberapa negara seperti produsen China, termasuk Sinovac tentang vaksin potensial. Ia pun berujar tengah mengkaji vaksin dengan peneliti India.
Tak jauh berbeda dengan WHO, pendiri Mocrosoft Bill Gates juga menyebutkan vaksin yang saat ini sedang diuji cobakan oleh AstraZeneca University of Oxford menjadi yang paling menjanjikan. Lainnya ada vaksin milik Johnson & Johnson.
Alasannya adalah kedua vaksin ini memiliki pendekatan yang sama, keduanya menggunakan vektor adenovirus dan berdasarkan data hasil uji coba ke hewan tampak menjanjikan.
“Keduanya adalah yang paling menjanjikan dan kami tahu cara untuk meningkatkan produksi,” ujar Bill Gates seperti dilansir dari CNN International.
Dia mengungkap, yayasan yang digagas dirinya dan istrinya, Bill & Melinda Gates Foundation telah berkomitmen untuk menyiapkan dana ratusan juta dolar untuk menyediakan pabrik vaksin yang tersedia bagi semua negara.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” newsticker_animation=”vertical” number_post=”8″ post_offset=”2″]
Yayasan ini telah menyiapkan dana hingga US$100 juta untuk memerangi virus corona di seluruh dunia. Dana ini dipakai untuk pengembangan vaksin.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


