DAERAH
RSUD Chatib Quzwain Sarolangun Uji Swab Ratusan Tenaga Kesehatan
detail.id/, Sarolangun – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr H M Chatib Quzwain Sarolangun, Jambi mengambil langkah cepat dengan melakukan uji swab terhadap 434 tenaga kesehatan. Alhasil, 434 tenaga kesehatan dinyatakan negatif alias bebas dari COVID-19.
“Ini kita lakukan untuk menciptakan sterilisasi tenaga kesehatan terhadap penularan wabah Corona Virus Disease (COVID-19) dalam melayani kesehatan masyarakat,” kata Direktur RSUD Chatib Quzwain Sarolangun, dr H Bambang Hermanto, ketika dikonfirmasi, Kamis, 27 Agustus 2020.
Ia mengatakan, pengujian swab yang dilakukan terhadap 434 tenaga kesehatan tersebut dilakukan di laboratorium biomedik (Riset Terpadu) pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (UNAND) Padang.
Menurut Direktur RSUD CQ Sarolangun, uji swab yang dilakukan atas arahan Bupati Sarolangun, H Cek Endra. Dalam hal ini RSUD CQ menjalin kerja sama dengan FK UNAND Padang, laboratorium biomedik (Riset Terpadu) pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi.
“Hasil uji swab yang kami terima merujuk pada surat resmi dari FK Kedokteran UNAND Padang, yang mana pemeriksaan dilakukan pada tanggal 25 Juli 2020 dan tanggal 07 Agustus 2020 ditandatangani oleh Dekan FK UNAND, Dr dr Rika Susanti, Sp.FM(K) dan ditandatangani oleh Kepala pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi, Dr dr Andani Eka Putra, M.Sc,” katanya.
Dijelaskan dr H Bambang Hermanto, tujuan dilakukan uji swab terhadap tenaga kesehatan RSUD CQ, yakni untuk menumbuhkan rasa kenyamanan dan kepercayaan terhadap masyarakat di Negeri Sepucuk Adat Serumpun Peseko Kabupaten Sarolangun dalam sisi pelayanan kesehatan, sehingga tidak ada keraguan dan rasa takut bagi masyarakat ketika ingin berkunjung, berobat atau menjalani proses perawatan di RSUD CQ.
“Sebagai pimpinan RSUD CQ, tentu saja tidak mau mendengar adanya isu miring yang berhembus di tengah masyarakat yang menyatakan adanya salah satu tenaga dokter yang bekerja di RSUD CQ terkonfirmasi dengan penularan wabah Covid-19, itu adalah tidak benar. Buktinya, hasil uji swab yang sudah kami terima dari FK UNAND Padang,” ujarnya.
Diakui dr Bambang, jika uji swab yang dilakukan terhadap 434 tenaga kesehatan, itu kesemuanya yang senantiasa berinteraksi langsung dengan pasien dan berkaitan dengan pelayanan masyarakat, mulai dari Dokter Umum, Dokter Spesialis, Perawat, Satpam, Cleaning Servis, medis di UGD, medis di Poli, medis pada masing-masing ruangan zaal dan lainnya.
“Memang ada pegawai yang belum dilakukan uji swab, tapi mereka itu bekerja di bagian Sekretariat dan TU, dimana mereka tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat atau risiko terhadap penularan wabah COVID-19 sangat kecil, adapun jumlahnya tinggal sedikit. Insya Allah dalam waktu dekat ini mereka tersebut juga akan dilakukan uji swab,” katanya.
Tak tanggung-tanggung, dr H Bambang Hermanto tetap optimal menekan penularan wabah COVID-19 di lingkungan RSUD, misalkan di pintu masuk Poli dan UGD telah disiapkan tenaga kesehatan melakukan skrining terhadap para pengunjung rumah sakit, mewajibkan para pengunjung rumah sakit untuk memakai masker, sebaliknya juga menyediakan air kran untuk pencuci tangan pengunjung yang disertai dengan sabun pembersih dan hand sanitizer, bahkan pada semua lini pintu masuk dan ruangan juga disediakan hand sanitizer.
“Proses skirining yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit dilakukan secara non stop satu kali 24 jam dengan menerapkan sistem pembagian shift,” ucapnya.
Di samping itu, kata Direktur RSUD setiap tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD Sarolangun selalu dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) COVID-19 dengan mematuhi ptotokol kesehatan sesuai dengan SOP, bahkan minimal satu kali dalam seminggu di semua ruangan dilakukan penyemprotan disenfektan.
“Seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit selalu berhati-hati dalam melaksanakan perkerjaannya, selain menggunakan APD lengkap COVID-19, tenaga kesehatan juga selalu menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Reporter: Warsun Arbain
DAERAH
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Bupati M. Syukur Ingatkan Pentingnya Menjaga Identitas Bangsa di Era Digital
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Merangin pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Merangin M. Syukur, Wakil Bupati Merangin A. Khafidh, Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin Zulhifni, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, Sekdin/Sekban, Kabag, hingga jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Merangin.
Turut hadir pula Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Merangin serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Merangin.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati M. Syukur menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momen penting untuk memperkuat tali persaudaraan dan mengingatkan kembali nilai-nilai luhur bangsa.
“Hari ini seluruh jajaran pemerintah, unsur Forkopimda, dan masyarakat melaksanakan upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Mudah-mudahan kegiatan ini mengingatkan kita kembali akan pentingnya keberagaman, persatuan, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati M. Syukur.
Menanggapi tantangan era modern, Bupati M. Syukur menekankan agar pesatnya perkembangan teknologi tidak mengikis identitas dan budaya bangsa.
Menurutnya, Pancasila harus tetap menjadi benteng utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila adalah dasar kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah perkembangan teknologi yang luar biasa saat ini, ciri khas dan budaya kita jangan sampai hilang. Yang paling penting adalah menjaga semangat persatuan dan kesatuan Indonesia. Meski dalam keberagaman dan kebinekaan, kita harus tetap menjadi bangsa yang utuh, menyatu, dan berlandaskan Pancasila,” katanya.
Upacara berlangsung secara tertib dan ditutup dengan sesi foto bersama serta silaturahmi antarunsur pimpinan daerah dan peserta upacara. (*)
DAERAH
Dana Rp30 Miliar untuk Karhutla Jambi Dibagi ke 4 OPD, BPBD Terima Rp18 Miliar
DETAIL.ID, Jambi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi telah mengalokasikan dana bantuan pemerintah pusat sebesar Rp30 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke empat organisasi perangkat daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi penerima alokasi terbesar, yakni lebih dari Rp18 miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman mengatakan, anggaran tersebut telah dimasukkan dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2026 setelah sebelumnya melalui pergeseran anggaran mendahului perubahan.
”Sudah, sudah masuk dalam APBD-P, sudah dimasukkan dari pertama diawali dengan pergeseran mendahului perubahan. Kemudian kita bawa lagi ke APBD Perubahan dan sudah diketok palu,” kata Sudirman usai rapat paripurna pada Rabu kemarin, 30 September 2026.
Selain BPBD, dana bantuan tersebut dialokasikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kehutanan (Dishut), serta RSUD Raden Mattaher Jambi.
Berdasarkan rincian alokasi, BPBD Provinsi Jambi mendapat Rp18 miliar, Dinkes Rp2,8 miliar, Dishut Rp1,8 miliar, dan RSUD Raden Mattaher Rp6,5 miliar.
Sudirman mengatakan, seluruh anggaran telah terbagi ke masing-masing OPD dan kini tinggal direalisasikan melalui program serta kegiatan yang telah direncanakan hingga Desember 2026.
”Dana bantuan itu sudah terbagi habis. Artinya dananya sudah terbagi habis di situ, nanti tinggal dijalankan. Yang sudah jalan ya jalan, yang silakan jalankan, masih ada rentang waktu sampai Desember 2026,” ujarnya.
Ia berharap anggaran bantuan pemerintah pusat tersebut digunakan secara optimal, terutama untuk mendukung penanganan karhutla, pelayanan kesehatan masyarakat, dan pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah mengatakan, pihaknya mengusulkan pengadaan sejumlah peralatan dan kebutuhan operasional untuk mendukung penanganan karhutla.
Menurut Bachyuni, kebutuhan tersebut mencakup personel, peralatan, serta kendaraan untuk menunjang mobilitas petugas di lapangan.
”Saya kalau arahan Bapak Gubernur, yang pertama untuk personel, untuk alat dan untuk mobilitas kendaraan,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan anggaran juga diarahkan untuk mendukung mobilitas kendaraan sesuai ketentuan dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Di sisi lain, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi mengusulkan pengadaan peralatan pemadaman serta pembangunan sumur bor, terutama di kawasan lahan gambut yang rawan terbakar.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Andri Yushar Andria mengatakan, usulan tersebut telah disesuaikan dengan arahan dalam surat edaran Mendagri.
Peralatan yang diusulkan meliputi kendaraan roda dua, mesin nozzle untuk mendukung masyarakat peduli api, selang, dan sepatu bot. Dishut juga mengusulkan pembangunan 12 hingga 14 sumur bor.
”Untuk pembuatan sumur bor akan diprioritaskan di lahan gambut, yang memang lahan gambut ini rawan terbakar,” kata Andri Selasa lalu, 29 September 2026.
Menurut Andri, pembangunan sumur bor diperlukan untuk mengatasi kendala ketersediaan air yang kerap dihadapi petugas saat memadamkan kebakaran di lahan gambut.
”Karena selama ini kendala kami ketika pemadaman api di lahan gambut itu sumber air yang susah. Sehingga kita prioritaskan di lahan gambut dan apabila kembali karhutla di lokasi yang sama, kita sudah memiliki sumber air,” katanya.
Sebelumnya, DPRD Provinsi Jambi juga meminta agar dana bantuan tersebut digunakan secara akuntabel dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak karhutla.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi Ansori mengatakan, pihaknya telah membahas penggunaan anggaran bersama OPD mitra kerja, termasuk Dinas Kesehatan.
”Kemarin kita sudah bahas bersama sesuai dengan mitra kerja OPD. Kita minta agar bantuan itu dipastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Fauzi, Minggu, 27 September 2026.
Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi itu juga meminta agar anggaran diarahkan untuk mengatasi dampak karhutla, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Ia menyebut Dinkes Provinsi Jambi telah mengusulkan pengadaan obat-obatan dan bahan habis pakai, termasuk masker, sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Reporter: Juan Ambarita
DAERAH
Pengukuran Terjadwal, Warga Kota Bengkulu Rasakan Presisi Waktu Jadwal Ukur Tanah
DETAIL.ID, Bengkulu – Kesibukan sehari-hari menuntut setiap orang cermat dalam membagi waktu, termasuk untuk mengurus urusan pertanahan. Jadwal yang jelas menjadi kunci mengatur jalannya berbagai keperluan agar tidak saling berbenturan waktu. Dalam proses pendaftaran tanah, masyarakat kini bisa mengetahui secara pasti kapan tanahnya akan diukur sehingga waktu untuk aktivitas lain dapat diatur dengan lebih baik. Pengalaman ini dirasakan Rahmat Irianto (64), pensiunan yang sedang menjalani proses pendaftaran tanahnya di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bengkulu dengan layanan Pengukuran Terjadwal.
“Dalam pengukuran sebelumnya, yang terbayang oleh kami, banyak sekali waktu yang terbuang dan tidak terjadwal. Semenjak ada Pengukuran Terjadwal, jadi lebih presisi waktunya, ketepatan dan kepastian jadwal pengukuran,” kata Rahmat Irianto, saat ditemui di Kantah Kota Bengkulu.
Kejelasan jadwal ukur membuatnya bisa menyisihkan waktu tepat di hari petugas ukur akan datang ke tanahnya. “Yang pasti lebih tenang karena jadwalnya sudah tahu kapan. Jadinya aktivitas kita yang lain tidak terganggu. Hari ini dimasukkan, nanti dikonfirmasi paling lama 3-4 jam, kapan pengukuran bisa dilakukan,” ujar Rahmat Irianto.
Manfaat layanan Pengukuran Terjadwal juga dirasakan Rahmat Irianto dari sisi kepastian penyelesaian pekerjaan. Menurutnya, proses yang ia jalani kini lebih transparan. Perubahan dalam pelayanan di Kantah membuatnya sebagai masyarakat makin antusias untuk mengurus sendiri urusan tanahnya.
“Kami sebagai masyarakat sangat puas. Alhamdulillah setelah adanya Pengukuran Terjadwal, ya masyarakat mulai antusias dan sangat ingin mengurus tanahnya,” ucap Rahmat Irianto.
Ia berharap, transformasi pelayanan pertanahan terus dikembangkan dan diikuti dengan peningkatan layanan lainnya di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/badan Pertanahan (ATR/BPN). “Semoga program ini bisa ditindaklanjuti dengan program-program yang lain. Jangan sampai berhenti di program pengukurannya saja,” tutur Rahmat Irianto.
Pengukuran Terjadwal merupakan satu dari tiga transformasi layanan pertanahan yang tengah dijalankan Kementerian ATR/BPN. Transformasi lainnya dilakukan lewat layanan Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS) 10 Hari dan Transformasi Organisasi Berbasis Kewilayahan. Ketiganya resmi diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, pada 17 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pertanahan yang lebih cepat, pasti, dan terukur bagi masyarakat. (*)



