ADVERTORIAL
Zakaria Anshori Dilantik Jadi Ketua Pengadilan Agama Kualatungkal
detail.id/, Tanjung Jabung Barat – Bupati Dr. Ir. H. Safrial MS menghadiri sidang istimewa pelantikan sekaligus pengambilan Sumpah Jabatan Ketua Pengadilan Agama Kualatungkal.
Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati ini juga sekaligus Pengantar Tugas Kepala Pengadilan Agama yang lama, Imam Masduqi, S. Ag, SH, M.Hes yang dipromosikan sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Rembang Kelas 1B Jawa Tengah.
Acara prosesi pelantikan dipimpin oleh Kepala Pengadilan Tinggi Agama Jambi Dr. Drs. H. Busri Harun SH, M. Ag. Dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Pemerintah Daerah Tanjung Jabung Barat atas partisipasi bantuan kepada Pengadilan Agama Kualatungkal dalam rangka pembinaan fisik dan mental.
Busri Harun juga berharap kerja sama yang terbina selama ini antara Pengadilan Agama Kualatungkal dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dapat menjadi inspirasi dan pengalaman yang positif dalam memberikan sumbangsih dan ikut memajukan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Kualatungkal yang baru Zakaria Ansori SHI, MH. Didampingi Istrinya Siti Suryani, dalam sambutannya Zakaria Ansori menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia juga berharap dapat melanjutkan prestasi baik Ketua Pengadilan Agama terdahulu.
“Sekali lagi saya mohon doa dan dukungan. Ini amanah semoga saya mampu mengembannya,” ujarnya.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical”]
Dalam salam perpisahannya, Imam Masduqi S.Ag, SH, M.HES mengatakan selama bekerja menjadi Ketua Pengadilan Agama di Kualatungkal mengucapkan telah mengambil pelajaran yang banyak bersama Pemkab Tanjung Jabung Barat dan dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tanjung Jabung Barat atas bimbingan dan kerja samanya selama bertugas di Kualatungkal.
Sementara itu, Bupati Dr. Ir. H. Safrial MS atas nama Pemkab Tanjung Jabung Barat menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Zakaria Ansori SH. I, MH sebagai Ketua Pengadilan Agama Kualatungkal. Safrial meyakini Zakaria Anshori yang merupakan putra daerah, dapat bersinergi dengan Pemkab dalam membangun Tanjung Jabung Barat.
“Saya yakin dan percaya, sebagai putra asli daerah, tentunya memiliki tekad yang kuat untuk bersinergi dengan membantu pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan Tanjung Jabung Barat yang maju, adil, bermartabat dan berkualitas,” ujarnya.
Tak lupa, Bupati Safrial juga menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang tinggi atas pengabdian, dedikasi dan kerja sama Ketua Pengadilan Agama yang lama, Imam Masduqi.
“Semua ini adalah merupakan sumbangsih mulia dalam rangka mewujudkan kemajuan di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke tujuan,” ujar Safrial.
Ia berharap kebersamaan yang telah kita bina dapat menjadi inspirasi motivasi atau semangat pengalaman positif yang berharga, serta bakal berguna dalam menunaikan tugas, memberikan pengayoman dan mencari solusi baik dari aspek hukum, keagamaan sosial budaya, ekonomi serta aspek lainya yang berkaitan.
Turut Hadir dalam Acara ini, Hakim Tinggi Jambi, Sekretaris Pengadilan Agama Jambi, Unsur Forkompimda, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Sekda, Staf Ahli, para Kepala OPD, Para Kabag di lingkup sekretariat Daerah, Ketua Dharma Wanita, serta tamu undangan lain. (advertorial)
ADVERTORIAL
Rawat Tradisi Gus Miek, Bupati Jember Siap Bumikan Majelis Moloekatan
DETAIL.ID, Jember – Halaman Pemkab Jember kembali bergetar oleh lantunan ayat suci dan selawat dalam agenda Majelis Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek, Sabtu, 23 Mei 2026.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya sejak 2025, agenda spiritual yang digagas oleh waliyullah KH. Moch. Hamim Jazuli (Gus Miek) ini sukses menyedot ratusan jamaah, tokoh agama, kiai, dan gus dari berbagai penjuru Jember.
Langkah Pemkab Jember memfasilitasi majelis akbar ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam merawat tradisi religi sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di bumi pendalungan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengawal penuh syiar Al-Qur’an dan pembumian majelis dzikir semacam ini demi keberkahan daerah.
Sebagai pemimpin yang tumbuh dari kultur pesantren, Gus Fawait juga menyampaikan pesan menyentuh mengenai ketakzimannya kepada garis keturunan (dzurriyah) para ulama besar.
“Saya hanya seorang santri yang tidak punya apa-apa kecuali rasa cinta kepada wali Allah, kepada Gus Miek dan dzurriyah beliau-beliau. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan majelis ini, Pemerintah Kabupaten Jember siap ikut serta membumikan majelis ini semampu kami sebagai kepala daerah. Kami berharap doa dari para kiai, para gus, dan seluruh jamaah untuk Kabupaten Jember,” kata Gus Fawait.
Melalui majelis ini, Pemkab Jember berharap kekuatan doa kolektif dari para ulama dan jamaah yang hadir mampu menjadi benteng spiritual sekaligus motor penggerak kebaikan bagi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan umat.
ADVERTORIAL
Jemaah Haji Wajib Pastikan Status BPJS Kesehatan Tetap Aktif
DETAIL.ID, Sumenep — BPJS Kesehatan mengingatkan seluruh calon jemaah haji untuk memastikan status kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mereka dalam kondisi aktif sebelum berangkat ke tanah suci.
Hal ini krusial untuk memberikan perlindungan finansial dan kesehatan bagi jemaah maupun keluarga yang ditinggal di tanah air.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari, menegaskan bahwa status aktif JKN kini menjadi salah satu syarat administrasi wajib.
Mengingat gangguan kesehatan bisa terjadi kapan saja tanpa diduga, jaminan ini akan memastikan jemaah mendapatkan layanan medis tanpa kendala biaya.
“Calon jemaah haji bisa saja mengalami gangguan kesehatan kapan saja. Oleh sebab itu, pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif agar saat membutuhkan pelayanan kesehatan, biaya pengobatan dapat dijamin sesuai ketentuan,” kata Galih.
Galih juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan digital seperti PANDAWA atau Aplikasi Mobile JKN untuk mengecek status kepesertaan mereka secara berkala demi kelancaran ibadah.
Manfaat dari kepatuhan ini diakui langsung oleh Maryamah (68), salah satu peserta JKN asal Kabupaten Sumenep.
Ia mengaku merasa jauh lebih tenang dan bisa berkonsentrasi penuh pada ibadahnya di tanah suci karena urusan perlindungan kesehatan telah terjamin.
“Menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif menurut saya memang menjadi kewajiban sebagai peserta. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, sehingga perlindungan kesehatan sangat penting dimiliki,” tutur Maryamah.
Melalui kemudahan Aplikasi Mobile JKN, Maryamah menambahkan bahwa pengecekan status kini sangat praktis karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengantre di kantor BPJS Kesehatan.
Reporter: Zainul Hasan
ADVERTORIAL
Bermasalah! Pemkab Jember Minta SPPG Al Mubarok dan Sumbersari 2 Ditutup
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember merekomendasikan penghentian operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya, yaitu SPPG Al Mubarok Kaliwates dan SPPG Sumbersari 2.
Rekomendasi tersebut disampaikan langsung melalui surat resmi Bupati Jember, Gus Fawait, kepada Badan Gizi Nasional menyusul hasil evaluasi lapangan dan aduan masyarakat melalui kanal “Wadul Guse”.
Menurut PJ Sekretaris Daerah Jember sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Achmad Imam Fauzi, surat tersebut dikirimkan pada 22 Mei 2026.
Langkah ini diambil setelah ditemukan berbagai masalah fatal terkait standar kebersihan, pengelolaan makanan, hingga keamanan kerja di kedua dapur tersebut.
Masalah serius terjadi di SPPG Al Mubarok Kaliwates yang diduga kuat menjadi penyebab keracunan makanan pada sejumlah anak PAUD dan TK.
Selain itu, petugas menemukan pelanggaran fatal berupa peletakan tabung gas di ruang tertutup yang mengancam keselamatan.
“Faktanya ada korban. Itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keselamatan penerima manfaat program harus menjadi prioritas utama,” ujar Fauzi.
Di sisi lain, SPPG Sumbersari 2 juga dinilai bermasalah setelah sempat mengalami kebakaran akibat kebocoran gas di ruang oven pengering.
Kondisi ini diperparah dengan lokasi bangunan yang berada di dekat saluran irigasi besar dan rawan terjangkit banjir.
Pemkab Jember menegaskan tidak akan main-main dengan Program MBG karena menyangkut kesehatan anak-anak.
Seluruh mitra pun diwajibkan memenuhi standar operasional yang ketat.
Walau demikian, nasib akhir dari operasional kedua SPPG ini kini sepenuhnya berada di tangan keputusan Badan Gizi Nasional.



