Connect with us
Advertisement

DAERAH

Usai Mengikuti Pelatihan Las dan Bengkel Motor, SAD Berharap Punya Bengkel Sendiri 

Published

on

detail.id/, Tebo – Pelatihan las dan bengkal sepeda motor bersama Suku Anak Dalam (SAD) di pemukiman SAD kelompok Temenggung Apung, Simpang Stop Desa Muara Kilis Kacamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, telah selesai dilaksanakan, Minggu, 29 November 2020.

Pelatihan yang digelar selama lima  hari empat malam ini, dirasa sangat bermanfaat bagi SAD di sana. Selain mendapatkan keterampilan mengelas dan memperbaiki sepeda motor, SAD bisa bangkit dari pandemi.

“Alhamdulillah, pelatihan bersama SAD telah selesai dilaksanakan. Mereka semangat mengikuti semua materi pelatihan,” kata Ketua Yayasan Orang Rimbo kito (ORIK), Ahmad Firdaus.

[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]

Firdaus berkata, beberapa bulan yang lalu SAD kelompok Temenggung Apung sempat melangun (berpidah) karena takut tertular virus Corona atau COVID-19. Sebab tidak jauh dari pemukiman mereka ada warga yang meninggal dunia dengan status positif COVID-19.

“Warga positif tersebut dimakamkan tidak jauh dari lokasi pemukiman SAD kelompok Temenggung Apung. Jadi mereka ketakutan tertular virus tersebut, makanya semua pergi meninggalkan rumahnya,” ujar Firdaus.

Sesuai tradisi SAD kata Firdaus lagi, jika ada musibah atau ada penyakit menular yang membahayakan, mereka langsung menjaga jarak. Ini mereka namakan dengan istilah sesandingan atau sesadingon.

Tidak itu saja, jika kondisi semakin parah dan sangat mengancam, mereka langsung meninggalkan lokasi tersebut untuk beberapa bulan ke depan. Dalam tradisi mereka, itu disebut melangun.

“Kalau dahulu sampai bertahun-tahun. Kalau sekarang hanya beberapa bulan saja, bahkan ada yang cuma beberapa minggu saja. Sebab hutan tempat mereka melangun sudah sangat sempit,” ucap Firdaus.

Awal kembali dari melangun, SAD kelompok Temenggung Apung sempat bingung. Sebab mereka harus mengawali hidup tanpa ada kegiatan.

“Makanya kita gelar kegiatan pelatihan ini agar mereka kembali bersemangat. Alhamdulillah, mereka semua semangat, bahkan minta pelatihan ini diperpanjang,” kata Firdaus lagi.

[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]

Diakuinya, memang tidak cukup waktu lima hari empat malam untuk pelatihan las dan bengkel motor hingga mahir. Namun setidaknya dengan pelatihan yang dilaksanakan bisa membangkitkan kembali gairah SAD untuk kembali beraktivitas.

“Paling tidak jika ada kerusakan ringan, mereka sudah bisa memperbaiki sepeda motor mereka sendiri,” ujarnya.

Anak Temenggung Apung, Malenggang mengaku banyak pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama mengikuti pelatihan, terutama pengetahuan dan keterampilan merawat dan memperbaiki sepeda motor.

Selama ini kata dia, jika ada sepeda motor yang rusak terpaksa harus diperbaiki ke luar. Jarak dari pemukiman mereka ke luat (bengkel motor) sekitar 3 jam perjalanan.

“Sekarang kami mulai sedikit mengerti cara merawat dan memperbaiki motor yang rusak. Mudah-mudahan kami tidak bisa lagi dibodoh-bodohi jika memperbaiki motor di luar,” kata Malenggang yang ikut langsung dalam pelatihan itu.

Malenggang berharap ke depan bisa dibangun bengkel motor di kawasan pemukiman mereka. Tujuannya, selain tempat untuk berkreasi juga sebagai tempat untuk berusaha.

“Jika ada bengkel sendiri paling tidak kalau ada motor yang rusak bisa diperbaiki sendiri. Mana tahu ini juga bisa jadi pekerjaan baru bagi kami di sini,” kata dia berharap.

[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]

Diketahui, pelatihan Las dan Bengkel Motor ini diikuti Suku Anak Dalam (SAD) dari tiga kelompok yakni, kelompok Temenggung Apung, kelompok Temenggung Tupang Besak dan kelompok Temenggung Ngadap.

Pelatihan ini diinisiasi oleh Yayasan ORIK binaan Kejari Tebo bekerja sama dengan Komunitas Kolaborasi. Pada pelaksanaannya melibatkan instruktur dari club motor dan sejumlah komunitas yang berada dan beraktivitas di Tebo.

Reporter: Syahrial 

DAERAH

Sekolah Rakyat Jambi Baru 70 Persen, Pemerintah Kejar Rampung Sebelum Juli

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Menteri Sosial Saifullah  Yusuf meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Jambi pada Jumat, 5 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul memastikan pembangunan sekolah yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto itu terus berjalan dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026.

‎Menurut Gus Ipul, progres pembangunan saat ini masih di angka sekitar 70 persen. Sekolah Rakyat tersebut nantinya akan menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu.

‎”Perkembangannya sudah sekitar 70 persen. Sesuai target, Pak Menteri PU bilang 20 Juni harus selesai sehingga proses pembelajaran dapat segera dimulai bulan Juli,” ujar Gus Ipul.

‎Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, asrama siswa, asrama guru, hingga sarana olahraga. Program ini disebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga miskin agar memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.

‎Penerimaan siswa dilakukan berdasarkan data keluarga miskin yang telah diverifikasi pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menjadi acuan utama dalam menentukan calon peserta didik Sekolah Rakyat.

‎Pada tahun pertama, Sekolah Rakyat Jambi ditargetkan menerima sekitar 300 siswa, terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Secara bertahap kapasitas sekolah akan terus ditambah hingga mencapai daya tampung penuh sebanyak 1.000 siswa dalam 3 tahun mendatang.

‎Selain pembangunan fisik, Kementerian Sosial juga tengah mempersiapkan kebutuhan sumber daya manusia, mulai dari tenaga pendidik, wali asrama, petugas keamanan hingga tenaga pendukung lainnya. Secara nasional, Mensos mengaku bahwa saat ini telah dilakukan perekrutan sekitar 5.000 guru untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat.

‎”Kami berharap seluruh proses dapat selesai sesuai target sehingga pembelajaran bisa dimulai di gedung ini,” katanya.

‎Dengan tenggat waktu yang tinggal sedikit itu, Kepala Satuan Kerja Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum, Edia Putra mengatakan pihaknya terus mendorong pelaksana demi percepatan pembangunan agar target penyelesaian pada 20 Juni 2026 dapat tercapai.

‎”Kami telah menyampaikan kepada penyedia jasa bahwa tanggal 20 Juni pekerjaan harus selesai. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 70 persen,” ujarnya.

‎Menurut Edia, kendala utama yang sempat dihadapi dalam proyek tersebut adalah keterlambatan pekerjaan tiang pancang akibat keterbatasan material. Sehingga harus memasok dari wilayah jauh yakni Surabaya.

‎”Saat ini pekerjaan yang tersisa sekitar 30 persen, terutama pada tahap finishing dan akses ke dalam kawasan. Kami terus mendorong kontraktor menambah tenaga kerja, terutama untuk tahap finishng agar target penyelesaian bisa tercapai,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading

DAERAH

‎RSUD Abdul Manap Resmikan Layanan Cathlab, Pasien Kini Tak Perlu Dirujuk ke Rumah Sakit Lain

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap Kota Jambi resmi membuka layanan Cathlab (Catheterization Laboratory) yang ditandai dengan acara tasyakuran dan peresmian pada Jumat, 5 Juni 2026.

‎Direktur RSUD Abdul Manap, Anastasya Yetti, mengatakan kehadiran fasilitas Cathlab merupakan bagian dari pengembangan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut, khususnya untuk penanganan penyakit jantung.

‎”Untuk pengembangan layanan kesehatan jantung, kami sudah mendapatkan alat Cathlab beserta gedung pelayanan kesehatannya. Tenaga kesehatan juga sudah siap, dan izin penyelenggaraan layanan Cathlab telah diperoleh,” ujar Anastasya.

‎Selain layanan jantung, RSUD Abdul Manap juga telah memiliki gedung khusus untuk pelayanan kanker, termasuk fasilitas peracikan obat bagi pasien.

‎Sementara itu, pengembangan layanan stroke dan neurologi masih menunggu penyelesaian renovasi ruangan yang saat ini sedang berlangsung.

‎”Kami mohon doa agar seluruh layanan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Pada prinsipnya, untuk pelayanan Cathlab kami sudah siap sepenuhnya,” katanya.

‎Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha menyambut baik hadirnya fasilitas Cathlab di RSUD Abdul Manap. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Jambi dan daerah sekitarnya.

‎”Ini merupakan momen yang sangat penting dan menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Selama ini banyak pasien yang harus dirujuk karena keterbatasan fasilitas. Sekarang kita sudah memiliki Cathlab sendiri,” ucap Diza.

‎Ia menilai keberadaan Cathlab sangat vital dalam penanganan penyakit jantung karena memungkinkan pasien mendapatkan layanan medis tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.

‎”Kami menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas hadirnya fasilitas ini. Mudah-mudahan ke depan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.

‎Diza juga mengungkapkan bahwa pengembangan layanan kesehatan di RSUD Abdul Manap akan terus berlanjut. Beberapa fasilitas tambahan yang direncanakan antara lain penguatan layanan kemoterapi, fasilitas peracikan obat, serta pengadaan alat Thorax Scan.

‎”Kehadiran Cathlab ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih maju dan lebih lengkap bagi masyarakat,” tuturnya.

Reporter: Juan Ambarita 

Continue Reading

DAERAH

Bulog Jember Kebut Penyaluran Sisa Bantuan Pangan, Targetkan Rampung 13 Juni

DETAIL.ID

Published

on

Bulog Jember menyalurkan bantuan pangan, Kamis (4/6/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Perum Bulog Cabang Jember bergerak cepat menuntaskan sisa penyaluran program Bantuan Pangan nasional alokasi Februari – Maret.

Pihak Bulog berkomitmen mengawal sisa distribusi komoditas pokok tersebut agar rampung seluruhnya paling lambat pada 13 Juni 2026.

Langkah percepatan ini menyasar 139.213 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang belum tersentuh dari total target keseluruhan sebesar 390.744 PBP.

Sebelumnya, pada Mei kemarin, Bulog Jember mencatatkan realisasi penyaluran sebanyak 250.901 PBP atau berkisar 64 persen dari target pagu.

Logistik pangan yang telah digelontorkan ke masyarakat pada Mei lalu mencapai 5.018.000 kg beras dan 1.003.604 liter minyak goreng.

Kepala Kantor Cabang Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, mengonfirmasi sempat ada keterlambatan pasokan pada Mei lalu.

Masalah tersebut murni dipicu oleh kendala logistik dari mitra pabrikan wadah pangan.

“Terjadinya penundaan penyaluran bantuan pangan pada Mei dikarenakan terhambatnya proses distribusi atas produksi kemasan plastik bantuan pangan dari produsen kemasan,” kata Ade Saputra.

Guna merampungkan sisa kuota pada Juni ini, Bulog Jember telah menyiapkan pasokan komoditas dalam volume besar untuk disalurkan, yakni sebanyak 2.784.260 kg beras serta 556.852 liter minyak goreng.

Ade berharap, intervensi pasar melalui pembagian pangan gratis ini dapat memberikan bantalan ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjadi instrumen pengendali inflasi di daerah.

“Harapan kami agar bantuan pangan yang telah didistribusikan bisa bermanfaat bagi para penerima PBP dan juga memiliki tujuan dalam hal pengendalian maupun stabilisasi harga beras dan minyak di tingkat konsumen,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs