Connect with us
Advertisement

PENJURU

Dicap Penjahat Politik, Ini Perlakuan Korea Utara Kepada Pelanggar Prokes COVID-19

Published

on

Kim Jong Un

detail.id/, Pyongyang – Korea Utara dilaporkan telah membuka kamp-kamp penjara baru bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan COVID-19. Fasilitas itu diklaim brutal, dengan beberapa sekarat hanya “sehari setelah memasuki” kamp tersebut.

Rezim Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah memperkenalkan peraturan karantina yang ketat di provinsi Sungho-ri dan Hwanghae Utara yang dilaporkan terpukul oleh pandemi COVID-19.

Sebagai langkah penanganan, mereka menempatkan para pelanggar aturan COVID-19 ke kamp-kamp penjara politik garis keras, menurut laporan surat kabar tabloid Inggris Express, Sabtu 2 Januarai 2021.

Kebijakan baru Partai Pekerja Korea Utara lainnya untuk para pelanggar protokol COVID-19 itu adalah mencap mereka sebagai “penjahat khusus” yang bersalah atas kejahatan politik.

Berita tentang kamp-kamp penjara baru datang hanya beberapa minggu setelah Kim yang paranoid dilaporkan memerintahkan eksekusi seorang pria karena melanggar pembatasan protokol kesehatan COVID-19.

Pria itu dilaporkan ditembak mati di depan kerumunan warga yang ketakutan dalam upaya untuk menakut-nakuti mereka agar mengikuti aturan pandemi COVID-19 rezim Kim Jong-un yang ketat.

Kamp Penjara Korut untuk Para Pelanggar Protokol COVID-19

Pada Rabu 30 Desember 2020, seorang sumber Daily NK mengatakan jumlah pelanggar karantina di Korea Utara dilaporkan telah “sangat meningkat” dalam beberapa pekan terakhir.

Sebuah kamp penjara politik baru dibuka di Hwachon untuk mengakomodasi apa yang disebut “penjahat khusus”.

Kementerian Sosial juga telah menciptakan tempat bagi para pelanggar, yang dikenal sebagai Camp 17.

Sumber Korea Utara itu mengatakan: “Pihak berwenang membuka fasilitas di salah satu tambang batu bara di mana dulu ada tempat kerja untuk Kamp Penjara Politik Hwachon.

“Mereka menciptakan kamp baru dengan dinding dari tambang dan menggunakan bangunan yang ada.”

Ada juga Camp 26, yang terletak di distrik Sungho, Hwachon-dong, Provinsi Hwanghae Utara yang ditutup pada tahun 1991.

Fasilitas ini kemudian dibuka kembali sebagai Pusat Tenaga Kerja Disiplin Sungho, dan dapat digunakan sebagai kamp bagi mereka yang melanggar aturan karantina.

Sumber Korea Utara telah mengatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang serius sedang terjadi di dalam kamp.

Sumber itu berkata: “Jika Anda pingsan saat berlari, mereka membuat Anda berlari lebih 10 kali lipat dari jumlah waktu Anda berada di tanah.”

“Pada awal Desember, enam dari 53 tahanan baru meninggal sehari setelah memasuki kamp karena perlakuan kejam” melansir liputan6.com.

Kim Jong-un dan Pejabat Korea Utara Telah Divaksin COVID-19

Dalam laporan lain, disebutkan bahwa Kim Jong-un diam-diam telah diberi vaksin COVID-19 dari China.

Pemimpin Korea Utara dan “beberapa pejabat tinggi lainnya dalam keluarga Kim dan jaringan kepemimpinan” juga telah divaksinasi, kata pakar keamanan nasional, dikutip dari the Telegraph dalam laporannya pada 1 Desember 2020.

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.

Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.

Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.

Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.

Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.

Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.

“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.

Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)

Continue Reading

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.

Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.

“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.

Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.

Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.

Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)

Continue Reading

PENJURU

Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.

Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.

Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.

Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.

Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.

Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.

‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs