ADVERTORIAL
Resmikan Pasar dan Jembatan, Wabup Amir Sakib Sampaikan Capaian Pembangunan
detail.id/, Tanjungjabung Barat – Wakil Bupati Tanjungjabung Barat, Drs. Amir Sakib meresmikan penggunaan pasar dan jembatan gantung Desa Muara Danau, Kecamatan Renah Mendaluh pada Jumat, 5 Februari 2021.
Wakil Bupati Amir Sakib dalam sambutannya, menyampaikan kembali visi Kabupaten Tanjungjabung Barat, yaitu “Terwujudnya Kabupaten Tanjungjabung Barat yang maju, adil, makmur, bermartabat dan berkualitas”.
“Infrastruktur sebagai salah satu sarana yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanjungjabung Barat di mana pelaksanaannya terus meningkat setiap tahunnya guna membuka isolasi dan konektivitas antar wilayah dengan membangun jembatan dan jalan,” kata Amir Sakib.
Amir Sakib menyampaikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Tanjungjabung Barat terhadap air bersih selama periode 2016–2020 telah dibangun Intake IPA 150 liter/detik sebanyak 1 unit, pembangunan IPA 200 liter/detik sebanyak 1 unit, pemasangan pipa sepanjang 63.478 meter dan Sambungan Rumah (SR) sebanyak 10.129 unit.
Selain memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk menunjang peningkatan perekonomian masyarakat, kami juga fokus dalam peningkatan sumber daya manusia melalui program beasiswa.
“Kita telah mengirimkan putra-putri terbaik Kabupaten Tanjungjabung Barat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat,” ujarnya.
Pada kesempatan ini juga, dalam sambutannya, Amir Sakib mengucapkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah turut serta dalam pelaksanaan pembangunan selama ini.
“Saya secara pribadi mohon maaf sebesar-besarnya jika selama ini Saya dan Bapak Safrial selaku Bupati Tanjungjabung Barat memimpin, ada salah dalam perbuatan dan perkataan. Kami juga berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih dapat melanjutkan program kegiatan kami yang berdampak positif untuk percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanjungjabung Barat,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Amir Sakib juga mengucapkan selamat atas pembangunan dan meresmikan pasar dan jembatan di Desa Muara Danau.
”Semoga pasar dan jembatan gantung ini dapat menjadi salah satu sarana dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Desa Muara Danau,” katanya.
Turut hadir Camat Renah Mendaluh Bambang Hermanto; Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Martunis; Kadis Koperindag, Syafriwan; Bagian Pemerintahan dan Otda; Kades Muara Danau; Anggota DPRD Tanjungjabung Barat, BPD Desa, dan tokoh masyarakat Desa Muara Danau. (**)
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



