Connect with us
Advertisement

PENJURU

Valentino Rossi Resmi Umumkan Pensiun Dari Dunia MotoGP

Published

on

detail.id/, Italia – Pembalap Valentino Rossi mengumumkan pensiun dari dunia olahraga MotoGP. Dalam konferensi pers jelang GP Styrian pada Kamis 5 Agustus 2021, Rossi secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya tersebut.

Ia mengumumkan di tempat yang bersejarah untuknya, karena GP Styrian adalah tempat Rossi meraih podium grand prix pertamanya di kelas 125cc, 25 tahun silam.

“Saya memutuskan untuk berhenti di akhir musim, jadi sayangnya ini akan menjadi musim terakhir sebagai pembalap MotoGP,” kata Rossi.

Pembalap asal Italia itu mengaku keputusannya untuk pensiun adalah keputusan yang menyedihkan karena ia telah melakoni dunia yang melambungkan namanya itu selama lebih dari dua dasawarsa.

“Sulit, ini momen yang sangat menyedihkan karena sulit untuk mengatakan dan mengetahui bahwa tahun depan saya tidak akan balapan dengan motor,” ujarnya seperti diunggah MotoGP.

“Saya telah melakukan ini selama kurang lebih 30 tahun sehingga tahun depan hidup saya akan berubah,” sambungnya.

Meski demikian, Rossi mengaku sangat menikmati perjalanan kariernya selama ini.

“Tapi bagaimanapun, ini adalah perjalanan yang sangat panjang dan itu sangat, sangat menyenangkan,” tuturnya.

Membentang selama 26 musim, Rossi adalah salah satu pesaing paling berprestasi di dunia motorsport, pembalap asal Italia itu memenangkan tujuh gelar kelas utama yang menyamai rekor dan sembilan secara keseluruhan di MotoGP, 250cc dan 125cc.

Dilansir dari laman Autosport, dari total 414 start, Rossi telah meraih 115 kemenangan Grand Prix. Sebanyak 89 di antaranya di kelas utama, sementara total podiumnya mencapai 235.

Setelah kehilangan slot pabrikan Yamaha untuk tahun 2021, Rossi memilih untuk melanjutkan karirnya ke musim ini dengan dukungan dari Yamaha di Petronas SRT, namun rupanya ini menjadi perjalanan terburuknya.
Rossi hanya mencetak 19 poin dari sembilan balapan pertama. Akibatnya, pensiun tampak pasti sejak liburan musim panas.

“Ini 25 atau 26 tahun di kejuaraan dunia. Itu hebat dan saya memiliki momen yang tak terlupakan dengan semua tim saya, dengan semua orang yang bekerja untuk saya,” kata Rossi dalam pernyataannya.

Reporter: Juan Ambarita

Advertisement Advertisement

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.

Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.

Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.

Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.

Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.

Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.

“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.

Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)

Continue Reading

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.

Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.

“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.

Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.

Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.

Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)

Continue Reading

PENJURU

Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.

Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.

Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.

Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.

Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.

Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.

‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs