ADVERTORIAL
Pesan Al Haris Kepada Siswa SMA Nusantara: Miliki Karakter Cerdas dan Berakhlak Mulia
detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi, Dr. Al Haris, S. Sos, M.H., menyambut baik kedatangan para Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang Asal Pengiriman Provinsi Jambi di dalam ruang VIP rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu 20 Oktober 2021 sore.
Dalam pertemuan tersebut Gubernur menekankan pentingnya generasi muda memiliki karakter yang cerdas dan berakhlak mulia.
“Ketika ananda telah memiliki sebuah karakter yang baik, maka ananda tidak akan pernah goyah, walau banyak godaan karakter yang baik adalah pondasi yang kuat, ketika nanti ananda punya bekal yang kuat, seperti saya bilang tadi masuk ke mana pun kita nggak bisa goyang. Zaman boleh berubah tapi kita tetap punya karakter yang baik dan itu harus tertanam di hati,“ ujar Gubernur.
Gubernur meminta siswa SMA Taruna Nusantara Magelang asal Provinsi Jambi yang saat ini telah duduk di kelas 10 ini, dapat mengharumkan nama Jambi di tingkat nasional dengan memberikan nilai terbaik di bidang pendidikan dan tetap menjaga akhlak mulia.
Gubernur menunjukkan kebanggaan terhadap keberhasilan anak anak Jambi yang berhasil meraih pendidikan di Magelang tersebut diharapkannya anak anak ini akan menjadi penerus bangsa yang akan memajukan Provinsi Jambi di masa yang akan datang.
“Setiap tahun ada saja siswa kita yang berhasil untuk masuk sekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang, ini tentunya menjadi semangat dan bangga, bagi kita karena ini berarti anak anak kita banyak yang cerdas dan diharapkan dapat bersaing dan belajar bersama dengan Pesan Al Harris Kepada Siswa SMA Nusantara: Miliki Karakter Cerdas dan Berakhlak Mulia.
“Ketika ananda telah memiliki sebuah karakter yang baik, maka ananda tidak akan pernah goyah, walau banyak godaan karakter yang baik adalah pondasi yang kuat, ketika nanti ananda punya bekal yang kuat, seperti saya bilang tadi masuk ke mana pun kita nggak bisa goyang. Zaman boleh berubah tapi kita tetap punya karakter yang baik dan itu harus tertanam di hati,“ ujar Gubernur.
Gubernur meminta siswa SMA Taruna Nusantara Magelang asal Provinsi Jambi yang saat ini telah duduk di kelas 10 ini, dapat mengharumkan Jambi di tingkat nasional dengan memberikan nilai terbaik di bidang pendidikan dan tetap menjaga akhlak mulia.
Gubernur menunjukkan kebanggaan terhadap keberhasilan anak anak Jambi yang berhasil meraih pendidikan di Magelang tersebut diharapkannya anak anak ini akan menjadi penerus bangsa yang akan memajukan Provinsi Jambi di masa yang akan datang.
“Setiap tahun ada saja siswa kita yang berhasil untuk masuk sekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang, ini tentunya menjadi semangat dan bangga bagi kita karena ini berarti anak anak kita banyak yang cerdas dan diharapkan dapat bersaing dan belajar bersama dengan siswa lain dari seluruh Indonesia.
Adapun siswa SMA Taruna Nusantara yang turut hadir diantaranya Saifan Kasyifil Aziz asal Kota Jambi, Alexandra Putri Anisa Sabrina asal pengiriman Kota Jambi, Bintang Jearmaneo Alrycab asal pengiriman Kab. Batanghari, Nurudin Gibran William Setiawan asal pengiriman Kota Jambi, Zaim Dhifullah Arqan asal pengiriman Kabupaten Batanghari dan Galih Satria Priagung asal pengiriman Kota Jambi, Rizki Amanda Febrina, asal Sarolangun.
Dalam audiensi yang berlangsung hangat itu, Gubernur Jambi menceritakan secara singkat riwayat hidupnya sebagai motivasi dan semangat kepada para siswa.
Gubernur berharap dari cerita singkat riwayat hidupnya dan riwayat kedinasannya bisa memotivasi para siswa SMA Taruna Nusantara agar bisa memahami satu sama lain untuk saling menguatkan dalam meraih cita-cita dan masa depan yang mereka harapkan.
“Saya tidak pernah bermimpi atau bercita- cita yang muluk- muluk, karena saya berasal dari keluarga miskin. Saya waktu itu kan sekolah apa adanya, tinggal di kampung, orang tua saya sakit-sakitan, tapi saya punya harapan yang kuat dengan semangat yang tinggi mesti mengubah hidup saya. Jangan lupa berdoa dan doa orang tua, serta hidup dengan hati yang tulus, ikhlas dan terbuka,” pesannya.
ADVERTORIAL
Pemkab Bondowoso Perluas Jangkauan Layanan Cek Kesehatan Gratis, Target 365 Ribu Warga
DETAIL.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mencapai target pelayanan bagi 365 ribu warga, atau sekitar 46 persen dari total penduduk kabupaten.
Langkah percepatan ini dibahas dalam rapat evaluasi yang dipimpin langsung Bupati Bondowoso di Ruang Sabha Bina Praja, Selasa, 28 Juli 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Moch Jasin, menyampaikan hingga akhir Juli 2026, capaian pemeriksaan telah menjangkau sekitar 166 ribu warga atau setara 45,53 persen dari target.
“Masih tersisa sekitar 200 ribu warga yang menjadi sasaran dalam lima bulan ke depan. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Masyarakat tidak perlu datang ke puskesmas untuk mendapatkan layanan.
Pemerintah menerapkan sistem jemput bola, di mana petugas kesehatan akan hadir langsung ke lokasi kegiatan: mulai dari pondok pesantren, posyandu, majelis pengajian, kegiatan sosial, hingga lingkungan RT dan masjid.
“Siapa saja yang ingin mengadakan pemeriksaan secara kolektif, cukup sampaikan permohonan ke Dinas Kesehatan atau puskesmas terdekat. Kami siap turun ke lokasi. Tujuannya tentu agar semakin banyak warga yang mudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada puskesmas dengan capaian pelayanan tertinggi.
Puskesmas Sempol menempati urutan pertama dengan capaian di atas 90 persen, disusul sejumlah puskesmas lain yang telah melampaui angka 70 persen.
Sementara itu, puskesmas dengan capaian terendah akan mendapatkan pendampingan khusus.
Pihaknya akan mengevaluasi strategi, menyusun jadwal pelayanan baru, hingga menentukan titik layanan di lapangan agar target akhir tahun dapat tercapai.
Jasin menambahkan, program ini mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Bondowoso.
Pemeriksaan kesehatan dipandang sebagai langkah awal yang krusial untuk melahirkan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai kebiasaan, bukan hanya dilakukan saat sakit.
“Jangan menunggu sakit baru memeriksakan diri. Yang kami dorong adalah kesadaran hidup sehat lewat upaya promotif dan preventif sejak dini,” ucapnya.
Pemerintah juga akan terus memperkuat sosialisasi agar masyarakat paham bahwa kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus dijaga bersama.
Dengan tumbuhnya kesadaran tersebut, diharapkan kualitas sumber daya manusia Bondowoso semakin meningkat. (*)
ADVERTORIAL
Luncurkan Gerakan ‘Mas Bocil’, Pemkab Bondowoso Ajak Semua Pihak Bangun Budaya Literasi Bersama
DETAIL.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso meluncurkan gerakan ‘Mas Bocil’ (Masyarakat Bondowoso Cinta Literasi).
Program ini diharapkan mampu menjadi penggerak budaya membaca yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari peserta didik hingga masyarakat umum.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengatakan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, masyarakat dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi secara bijak serta terus belajar sepanjang hayat.
“Budaya membaca adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan tetap berlandaskan nilai-nilai moral. Karena itu, literasi harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah,” ujar Bupati dalam acara pembukaan pameran Festival Literasi di Dinas Perpus dan Kearsipan pada Senin, 27 Juli 2026.
Bupati menegaskan, Pemkab Bondowoso terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan budaya literasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pameran Literasi, Festival Literasi, Ngobrol Literasi Bersama Bupati dan Bunda Literasi Daerah Tahun 2026, yang menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas literasi, dan masyarakat.
Bupati Hamid menuturkan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, masyarakat dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi secara bijak serta terus belajar sepanjang hayat.
Budaya membaca, kata Bupati, adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan tetap berlandaskan nilai-nilai moral.
“Karena itu, literasi harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah,” katanya.
Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, komunitas literasi, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem literasi yang kuat di Bondowoso.
“Rumah, sekolah, perpustakaan, dan ruang publik harus menjadi tempat tumbuhnya budaya membaca. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat melahirkan generasi Bondowoso yang semakin cerdas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Kepada para pelajar dan generasi muda, Bupati mengajak agar memanfaatkan Festival Literasi yang berlangsung pada 27–31 Juli 2026 sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan kecintaan terhadap membaca.
Reporter: Rehan
ADVERTORIAL
Komisi VII DPR RI Apresiasi JFC, Gus Fawait Perjuangkan Bandara Jember Demi Wisata Internasional
DETAIL.ID, Jember – Dukungan terhadap pengembangan Jember Fashion Carnaval (JFC) datang dari Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jember.
Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendorong percepatan pembangunan sektor penunjang pariwisata, termasuk peningkatan kapasitas Bandara Jember.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menyebut JFC sebagai salah satu contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, ajang berskala internasional itu mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas, mulai dari industri fesyen, UMKM, kuliner, hingga sektor perhotelan.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan penuh sekaligus mendorong agar atensi terhadap JFC semakin meluas. Kami ingin memastikan mitra kerja kami, baik Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Ekonomi Kreatif, dapat terus mengawal acara ini agar menjadi patokan kalender pariwisata, tidak hanya bagi wisatawan domestik tetapi juga mancanegara,” kata Rahayu Saraswati, Sabtu, 25 Juli 2026.
Ia menambahkan, JFC juga menjadi wadah bagi para desainer dan pelaku industri kreatif untuk menunjukkan kualitas karya mereka kepada dunia.
Kehadiran ribuan pengunjung dinilai menjadi peluang besar untuk memperkenalkan produk unggulan Jember, seperti edamame dan cerutu, yang telah memiliki pasar internasional.
Sara juga berharap penyelenggaraan JFC terus berkembang menjadi festival yang semakin inklusif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menilai besarnya potensi JFC harus dibarengi dengan peningkatan akses transportasi menuju Jember.
Menurutnya, kemudahan konektivitas menjadi salah satu kunci untuk menarik lebih banyak wisatawan, khususnya dari luar negeri.
Karena itu, Pemkab Jember mengusulkan peningkatan kapasitas Bandara Jember kepada Komisi VII DPR RI sebagai salah satu prioritas pembangunan yang diharapkan mendapat dukungan pemerintah pusat.
“Artinya ke depan mudah-mudahan nanti bandara kita bisa besar, sehingga nanti banyak pengunjung yang gampang datang ke Jember, tidak harus turun di Surabaya atau di tempat yang lainnya. Itu salah satu permohonan kami ke depan,” ujar Gus Fawait.



