NASIONAL
Misi Mengayuh Mimpi ke Tanah Suci
Aksinya tergolong tak biasa. Menempuh ribuan kilometer dan melintasi benua hanya menggunakan sepeda? Yang benar saja? Misinya menuju tanah suci menggunakan alat transportasi ini barangkali tak pernah terbersit di benak orang kebanyakan.
TEKAD Fauzan berangkat ke tanah suci tak terbendung lagi. Terhitung sejak November 2021 ia mulai kayuhkan sepedanya menuju Mekkah. Tak lain tak bukan, tujuannya untuk ibadah.
Pemuda 28 tahun asal Dusun Plikon, Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini berangkat sendirian. Ia berhasil meyakinkan istri dan keluarganya agar mendukung aksi nekatnya ini.
“Meyakinkan istri, orang tua dan mertua sekitar 1 bulanan sambil berlatih sepeda, bagi saya ini yang paling berat,” kata Fauzan pada detail Selasa 11 Januari 2022.
Belum lagi harus meninggalkan M Huzaifah, anaknya yang masih berusia 2 tahun. Keputusan ini memang berat, tapi tekad terlanjur bulat.
Dian Ayu Rizki pun membantu suaminya, Muhammad Fauzan untuk menjelaskan pada keluarga. Hingga pada akhirnya sang suami mendapat restu oleh keluarga untuk melakukan perjalanan itu.
“Selama perjalanan pernah ban pecah dan tanjakan panjang yang susah sekali terpaksa harus turun di tengah tanjakan. Sempat sakit di Tulang Bawang, Lampung. 2 hari memang tidak bisa bergerak. Kami tinggal di Pengurus Muhammadyah,” ungkapnya.
Meski begitu, ia tak ingin terjatuh karena berhenti mengayuh. Begitulah pepatah bijak tentang sepeda. Ia tetap meneruskan cita-cita mulianya itu.
“Saya menargetkan sampai Mekkah 8 bulan lebaran haji, mudah-mudahan sampai,” katanya.
Lebih gila lagi, ternyata baru kali ini ia melakukan perjalanan jauh pakai sepeda. Ia mengaku, baru berlatih selama 1 bulan dengan rute perjalanan sekitar 50 km setiap harinya.
“Saya kan mengajar di sekolah di Muhamadiyah di Magelang. Di sela-sela itu saya berlatih,” jelasnya.
Fauzan menyebut, selama perjalanan selalu bertemu orang dari berbagai pihak. Pemuda yang juga kader dari Pemuda Muhamadiyah Magelang ini mengaku bertemu dengan komunitas sepeda dan Pengurus Pemuda Muhamadiyah di berbagai daerah.
“Selalu koordinasi dengan teman teman Organisasi bisa singgah di setiap daerah dan silaturahmi,” ujarnya.
Dalam menyukseskan perjalannya ke tanah suci. Ia membawa sejumlah perbekalan dan perlengkapan sepeda. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
“Ada kunci-kunci, jari-jari ban dalam dan sejenisnya,” sebutnya.
Selain peralatan itu, ia juga membawa perlengkapan medis dan pakaian yang dibawanya di tas kanan kiri sepeda. “Ada matras, tenda dan peralatan masak khusus,” ujarnya.
Selama perjalanan dirinya tidak pernah melakukan perjalanan di malam hari. Hal itu ia lakukan untuk menjaga keselamatan di perjalanan. Sebab, jika malam hari sepeda yang minim penerangan bisa membahayakan.
“Kalau malam istirahat, baru pagi lanjut perjalanan biasa dari pagi. Seperti dari Kota Jambi ke Kualatungkal ia berangkat sekitar 08.30 WIB dan sampai di Kualatungkal selepas magrib,” ujarnya.
Hafiz 27 juz ini menyebutkan, sudah menyiapkan sejumlah opsi perjalanan untuk bisa ke Mekkah. Salah satunya dari Kualatungkal ini. Ia memprediksi ada sejumlah kesulitan yang akan dialaminya di Negara Myanmar yang tengah konflik.
“Dari Batam nanti bisa ke Malaysia atau Singapura kita lihat kondisi nanti di sana. Kalau masuk dari Singapura nantinya ke Malaysia langsung ke Thailan, Myanmar dan seterusnya. Nanti kalau di Myanmar sulit karna posisi konflik opsi-nya naik pesawat ke India,” bebernya.
Dia menyebutkan dari koordinasi yang dirinya lakukan jika di Myanmar tengah konflik. Jika tetap melintasi negara ini kata dia perlu ada uang keamanan.
“Nanti kIta lihat dulu, dananya yang mana yang lebih murah naik pesawat ke India atau jalur darat di Myanmar. Jalur darat keamanan dan tempat tinggal semuanya biayanya di sana cukup mahal sekitar Rp 24 jutaan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan alasannya lebih menggunakan sepeda dari pada penggunaan motor atau kendaran lainnya. Sebab, sepeda lebih mudah masuk negara yang dilintasinya.
“Kalau motor atau mobil membuat SIM Internasional mahal, bisa seharga harga motor itu sendiri. Jadi kalau pakai sepeda lebih aman dan bisa dinaikan kendaraan kalau kondisi tertentu,” ungkapnya.
Dia menargetkan paling cepat Akhir Ramadhan bisa sampai di Saudi. Tetapi, jika tidak ia menargetkan Idul Adha sudah di tanah suci. “Mudahan lancar, mohon doa semua pihak,” jelasnya
Hari ini, dirinya kembali melanjutkan perjalanan menuju Batam dari Kuala Tungkal dengan menggunakan sepeda melalui Pelabuhan Roro dengan manggunakan kapal KM Sembilang ke Batam. Selajutnya, ia menyebrang ke Malaysia.
“Nanti dari Malaysia, Thailand, Myanmar India dan seterusnya,” tandasnya.
Ketua Pemuda Muhamadyah Tanjungjabung Barat, Yeri Andullah mengatakan semoga kader Pemuda Muhamadyah ini sampai tujuan yang diinginkan. “Semoga sampai tujuan, tujuan yang mulai ini,” jelasnya.
Ketua Pemuda Myhamadiya ini berharap agar ke depannya ada penerus lainnya yanng menginspirasi seperti pemuda Asal Magelang ini.
“Semoga bisa dan ada yang menyusul dari temen temen pemuda Muhamadiyah.” Tandasnya.
Reporter: EKO
NASIONAL
Koalisi Sumatera Terang Desak Prabowo Hentikan Dominasi PLTU Batubara
DETAIL.ID, Jambi – Koalisi Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB) kembali mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghentikan dominasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama krisis iklim dan berbagai persoalan lingkungan di Sumatera.
Desakan itu disampaikan melalui Surat Perintah Rakyat Sumatera (SPRS) keempat yang dikirim kepada Presiden Prabowo pada 11 Juni 2026. Surat tersebut memuat hasil pemantauan terhadap sejumlah PLTU batubara di delapan provinsi di Sumatera sepanjang Mei 2026.
STuEB menilai keberadaan PLTU batubara tidak hanya berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, tetapi juga memicu pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, hingga kerugian ekonomi.
”Krisis iklim bukan sekadar seremonial, tetapi nyata dirasakan masyarakat. Rakyat korban di Sumatera harus terus bergerak mendesak negara. Sudah saatnya pemerintah mengubah sikap dan menjalankan agenda transisi energi yang menjadikan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama,” kata Konsolidator STuEB, Ali Akbar, dalam keterangan tertulis, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut STuEB, sembilan PLTU batubara di Sumatera masih menjadi sumber pencemaran lingkungan. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan target Net Zero Emission Indonesia, komitmen dalam Perjanjian Paris, serta agenda pensiun dini pembangkit listrik berbasis energi fosil.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Presiden, STuEB menyoroti dugaan berbagai pelanggaran lingkungan di sejumlah PLTU, antara lain pencemaran limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), pembuangan air bahang ke perairan, serta emisi udara yang berdampak terhadap permukiman warga.
Beberapa PLTU yang menjadi objek pemantauan antara lain PLTU Nagan Raya di Aceh, Ombilin di Sumatera Barat, Pangkalan Susu di Sumatera Utara, Tenayan Raya di Riau, Semaran di Jambi, Keban Agung dan Sumsel 1 di Sumatera Selatan, serta Teluk Sepang, Sebalang, dan Tarahan.
Di Bengkulu, Kanopi Hijau Indonesia melaporkan pengelolaan air bahang PLTU diduga menyebabkan peningkatan sedimentasi di alur Pelabuhan Pulau Baai. Berdasarkan penelitian bersama ahli kelautan Universitas Bengkulu, sedimentasi mencapai 3.667 meter kubik per hari.
Aktivis Kanopi Hijau Indonesia, Cimbyo Layas Ketaren mengatakan pendangkalan pelabuhan berdampak terhadap aktivitas ekspor dan distribusi komoditas unggulan daerah.
”Pelabuhan Pulau Baai merupakan satu-satunya pelabuhan besar di Bengkulu. Pendangkalan menyebabkan sejumlah komoditas tidak dapat dikirim dan berdampak pada perekonomian daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Rahmad Syukur dari Apel Green Aceh menyebut masih ditemukan persoalan dalam pengelolaan limbah dan pembuangan air bahang PLTU. Berdasarkan temuan mereka, suhu air bahang yang dibuang ke laut mencapai rata-rata 33,4 derajat Celsius dan dialirkan langsung ke perairan melalui pipa pembuangan.
Di Riau, LBH Pekanbaru menerima keluhan warga terkait keberadaan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang terhubung dengan PLTU Tenayan Raya. Warga mengaku sejumlah peralatan elektronik mengalami kerusakan dan khawatir terhadap kondisi menara listrik yang berada di kawasan rawan longsor.
”Temuan robohnya SUTT yang terhubung dengan PLTU Tenayan Raya pada Mei 2026 menunjukkan sistem keamanan yang rendah,” kata Wilton Amos Panggabean dari LBH Pekanbaru.
Temuan serupa juga disampaikan oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Mereka melaporkan dugaan pencemaran limbah FABA, konflik lahan, hingga kerusakan sumber-sumber air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar.
Diki Rafiki dari LBH Padang mengatakan pengelolaan limbah FABA di PLTU Ombilin masih menjadi persoalan yang dikeluhkan warga. Debu abu disebut mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan, serta berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Menurut Diki, surat yang dikirim kali ini merupakan surat keempat yang ditujukan kepada Presiden Prabowo. Namun hingga kini belum ada tanggapan dari pemerintah pusat.
”Jika presiden tidak peduli dengan situasi di Sumatera, maka ini akan menjadi preseden buruk bagi pengelolaan lingkungan dan agenda transisi energi yang sedang dilaksanakan,” katanya. (*)
NASIONAL
Pilihan yang Membentuk Masa Depan
DETAIL.ID, Yogyakarta – Membentuk karakter generasi muda bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan secara instan. Akan tetapi membutuhkan proses, pendampingan, pengalaman, dan ruang refleksi yang terus menerus. Kesadaran inilah yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pembinaan Karakter bagi siswa kelas VIII SMP Santo Aloysius Turi, Sleman, Yogyakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.
Mengusung tema “My Life, My Choice, My Responsibility”, kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan SMA Kolese De Britto Yogyakarta sebagai bentuk nyata kolaborasi antar lembaga pendidikan Katolik dalam mendampingi tumbuh kembang generasi muda.
Program ini menjadi bukti konkret komitmen SMA Kolese De Britto untuk terus berbagi praktik baik kepada sekolah-sekolah feeder sebagai tindak lanjut semangat Sinode Pendidikan Keuskupan Agung Semarang (KAS). Selain itu, kegiatan ini juga merupakan implementasi Program 3B SMA Kolese De Britto, yaitu “Berkolaborasi, Berkontribusi, dan Berprestasi”, yang semakin digiatkan sebagai upaya menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat luas.
Berlandaskan spiritualitas Ignasian, pembinaan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia yang utuh, pribadi yang mampu mengenali dirinya, membuat pilihan secara bijaksana, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.
Tiga fasilitator dari SMA Kolese De Britto, yaitu Filipus Dimas Darumurti, M.Pd., Yoga Jati Kusuma, S.Pd., dan Chr. Danang Wahyu P., S.Or., M.M., hadir mendampingi para peserta melalui berbagai dinamika yang dirancang secara interaktif, menyenangkan, sekaligus reflektif.
Kegiatan diawali dengan sesi sharing disposisi batin yang sudah dituliskan para peserta sebelumnya, rangkaian ini mengajak para peserta mempersiapkan diri secara utuh sebelum mengikuti seluruh rangkaian pembinaan. Dalam suasana yang hangat dan penuh keterbukaan, para peserta diajak menyadari bahwa masa remaja merupakan fase penting untuk mengenali diri, menemukan nilai-nilai yang diyakini, dan mulai belajar mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Berikutnya dilanjutkan masuk dalam kelompok dan menyampaikan yel-yel, dimana suasana kebersamaan perlahan tumbuh dan mengakar diantara peserta. Tidak hanya itu, berbagai ice breaking dan trivia game yang dipandu secara kreatif membuat para peserta terlibat aktif sekaligus menikmati proses dinamika. Tawa dan semangat yang memenuhi ruangan menjadi tanda bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus berlangsung dalam suasana yang kaku, melainkan dapat hadir melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan remaja.
Memasuki sesi inti, para peserta diajak memahami pentingnya menentukan prioritas dalam hidup. Berbagai refleksi tentang pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian membuka kesadaran bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi dan berpengaruh terhadap masa depan. Dinamika “Koran Ajaib” menjadi media pembelajaran yang menarik sekaligus menantang. Melalui aktivitas tersebut, para peserta belajar mengenai komunikasi, kerja sama, fokus, ketekunan, daya juang, serta kemampuan menyelesaikan persoalan bersama.
Pengalaman tidak berhenti pada permainan semata, setiap dinamika dimaknai secara mendalam sehingga para peserta mampu melihat pesan yang tersembunyi di balik aktivitas yang dilakukan. Peserta diajak menyadari bahwa hidup adalah anugerah yang perlu disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab. Pilihan-pilihan yang dibuat setiap hari, sekecil apa pun, perlahan akan membentuk karakter dan menentukan arah kehidupan yang dijalani.
Puncak refleksi terjadi ketika para peserta diminta menulis surat untuk diri sendiri yang akan dibuka enam bulan mendatang. Dalam keheningan, para peserta menuangkan harapan, cita-cita, dan komitmen pribadi mengenai perubahan kecil yang ingin diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Surat tersebut menjadi simbol keberanian untuk bertumbuh, sekaligus pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kegiatan ini, peserta belajar bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Lebih dari itu, keberhasilan sejati lahir dari kemampuan mengenal diri, memilih yang baik, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, penghargaan terhadap sesama, kesungguhan dalam menjalankan tugas, serta keberanian mengambil keputusan yang benar menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan.
Bagi peserta didik SMP Santo Aloysius Turi, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan karakter. Melainkan ruang refleksi yang membantu untuk memahami bahwa masa depan tidak dibangun oleh keputusan-keputusan besar semata, melainkan oleh pilihan-pilihan kecil yang dibuat setiap hari. Melalui semangat “My Life, My Choice, My Responsibility”, para peserta diajak menyadari bahwa hidup adalah anugerah yang harus dimaknai, pilihan menentukan arah perjalanan, dan tanggung jawab merupakan kunci untuk meraih masa depan yang bermakna.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pembinaan karakter seperti ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya membentuk peserta didik yang cerdas, tetapi juga pribadi-pribadi yang memiliki hati nurani, keberanian memilih yang baik, dan kesediaan bertanggung jawab atas hidupnya. Dari kesadaran itulah lahir generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga mampu memberi makna bagi dunia di sekitarnya. (*)
NASIONAL
A Journey, Kontingen Pesparawi Provinsi Jambi Siap Berkompetisi
DETAIL.ID, Jambi – Paduan Suara Kontingen PESPARAWI Provinsi Jambi menggelar konser pra-kompetisi bertajuk “A Journey” sebagai bagian dari persiapan menuju Pesta Paduan Suara Gerejawi Tingkat Nasional ke-14 tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Konser yang diselenggarakan pada Senin, 1 Juni 2026 di Gedung Pertunjukan Taman Budaya Jambi (TBJ) ini menjadi wadah bagi para anggota untuk menampilkan hasil latihan dan persiapan yang telah dilakukan selama hampir 2 tahun.
Acara dibuka dengan penampilan Paduan Suara Musik Gerejawi Nusantara (MGN) yang membawakan lagu berjudul ‘Bagaikan Sungai Batanghari’ buah karya Slamat Siregar salah satu konduktor muda LPPD Provinsi Jambi yang juga adalah pelatih dan dirigen. Lagu ini dibuat khusus untuk dinyanyikan pada tangkai lomba Musik Gerejawi Nusantara. Persembahan choir acappela ini semakin apik karena juga diiringi oleh tarian penari-penari latar.
Ketua Panitia Keberangkatan Kontingen, Djokas Siburian menyampaikan bahwa “A Journey” bukan sekadar konser, melainkan representasi dari perjalanan panjang yang penuh proses, latihan, tenaga, dan cerita di balik persiapan menuju Pesta Iman umat Kristus dari seluruh penjuru nusantara yang digelar mulai 18 sampai 29 Juni 2026. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya konser tersebut.
Konser dibagi menjadi tiga sesi utama. Sesi pertama Michelle Valerie Siahaan dengan lagu ‘Puji Tuhan Selalu’ dan Kathryn Elisa Butarbutar dengan lagu ‘Puji Dia, Haleluya’. Mereka berdua mendapat kepercayaan sebagai peserta Solo Anak usia 7-10 tahun dan 11-14 tahun. Sesi ini ditutup dengan penampilan energik Tim Vokal Grup yang membawakan lagu ‘Pujianku BagiMu’. Tim yang dilatih oleh Steven Siagian ini benar-benar menyajikan pujian yang full colour baik dari sisi aransemen maupun komposisi.
Tidak hanya menampilkan penampilan lagu-lagu lomba saja, konser Journey juga dimeriahkan oleh sejumlah pengisi acara lainnya. Salah satunya adalah penari-penari dari GBI MHCC dan penampilan teatrikal dari Bengkel Sastra Resentra dan Sanggar Cemara by Limaniart. Mereka ikut membuat suasana pujian menjadi semakin hidup dan bermakna.
Pada sesi kedua tampil Paduan Suara Wanita yang dipimpin oleh Tony Tunggul Wirawan Siahaan membawakan lagu ‘Pujilah Tuhan’ dilanjutkan dengan penampilan Boy Simanungkalit dengan ‘Slalu PujiMu’ dan Abigail Parhusip membawakan lagu ‘Ku Mau MemujiMu’. Lagu-lagu tangkai lomba kategori solo ini dinyanyikan dengan gaya seriosa diiringi oleh Putri Simbolon sebagai pianis.

Sesi ketiga ditutup dengan penampilan Paduan Suara Pria dengan dirigen Tony Tunggul Wirawan Siahaan membawakan lagu berjudul ‘Haleluya’. Lagu ini merupakan lagu pilihan terikat yang dinyanyikan di lomba nanti.
Sesi terakhir konser menyajikan 3 lagu, diawali dengan penampilan Paduan Suara Remaja/Pemuda Campuran dengan lagu ‘Petrus’. Slamat Siregar dan tim berhasil membuat emosi penonton masuk dalam lagu karya Z Randall Stroope ini.
Sebelum diakhiri dengan lagu penutup, panitia sepertinya sengaja meletakkan Paduan Suara Dewasa Campuran pada bagian akhir sesi ketiga. Tim yang dikondukteri oleh Hasudungan Tambunan ini membawakan lagu ‘Dies Irae’ karya Michael John Trota. Lagu ini cukup sukses dibawakan ditandai dengan tepuk tangan penuh antusias dari penonton yang berjumlah lebih kurang 300 orang. Sebelum ditutup penonton diberikan ‘bonus’ lagu daerah Jambi ‘Biduk Sayak.’
Melalui konser pra-kompetisi ini, Ketua LPPD Provinsi Jambi, Abraham Tambun menyampaikan bahwa tujuan Konser ini meliputi kesiapan teknis, musikalitas serta membangun kepercayaan diri seluruh anggota kontingen sebelum tampil di ajang Pesparawi Nasional. (*)



