ADVERTORIAL
Al Haris: Pramuka Membentuk Karakter Generasi Muda
detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi, Dr.H. Al Haris,S.Sos.,M.H, selaku Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka (Kamabida) Jambi mengemukakan, gerakan pramuka menjadi garda terdepan pembentukan karakter generasi muda, dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup.
Hal tersebut dikemukakannya pada Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Jambi Tahun 2022, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jum’at 13 Mei 2022.
Musda Gerakan Pramuka Jambi Tahun 2022 mengangkat tema “Mengabdi Tanpa Batas untuk Membentuk Karakter Generasi Muda Jambi Yang Simpatik.”
Al Haris mengungkapkan, pendidikan kepramukaan merupakan jalur pendidikan non formal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup.
“Pemerintah Provinsi Jambi secara konsisten dan berkelanjutan akan terus melaksanakan peran dan fungsi sebagai Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Jambi sebagai amanah Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka guna memberikan bantuan dan bimbingan serta perhatian terhadap perkembangan Pendidikan Kepramukaan di Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.
Al Haris sangat mengapresiasi kepegurusan Pramuka Tahun 2017/2022, banyak prestasi yang diperoleh dan untuk selanjutnya diharapkan kepada pengurus yang baru nanti harus mempunyai nilai lebih, agar prestasi Pramuka Jambi bisa meningkat.
“Saya mengharapkan pengurus dapat memberikan dampak positif bagi Pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Jambi dalam melaksanakan Program Kerja, baik yang bersifat rutin maupun yang bersifat partisipasi skala Regional, Nasional dan Internasional,” kata Al Haris.
Al Haris menuturkan, Pemerintah Provinsi Jambi dalam kaitannya sebagai Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka bersama Forkompinda Provinsi Jambi dalam perjalanan masa bakti 5 tahun ini telah memberikan perhatian dan bantuan yang cukup besar bagi perkembangan Gerakan Pramuka di Provinsi Jambi baik secara moril, materiil termasuk anggaran.
“Besarnya perhatian ini tentu berdampak positif pula bagi terlaksananya program dan kegiatan Kepramukaan Kwartir Daerah Jambi dan Kwartir Cabang dalam jajaran Kwarda Jambi. Daya dukung yang penuh itu juga dapat terlihat dari aktifnya Kwarda Jambi dalam melaksanakan kiprah di tengah masyarakat, termasuk membantu program pemerintah Provinsi Jambi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan pendidikan nonformal di lingkungan Gerakan Pramuka,” ujar Al Haris.
Lebih lanjut Al Haris menjelaskan, Musda tahun 2022 sebagai sarana evaluasi pelaksanaan program dan penyusunan langkah-langkah strategis organisasi, penyusunan program unggulan yang sejalan dengan program pemerintah dan kegiatan yang berdampak besar bagi masyarakat luas.
Ketua Kwarda Jambi, H.Sudirman,S.H.,M.H., menerangkan, perjalanan masa bakti kepengurusan Kwarda Jambi yang telah melaksanakan amanah organisasi selama lima tahun ini berjalan dengan baik dan berhasil.
“Keberhasilan ini dibuktikan dengan berjalannya kinerja organisasi, terselenggaranya kegiatan yang telah menjadi program serta suksesnya Provinsi Jambi ketika ditunjuk sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan berskala Nasional antara lain Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) tahun 2018 dan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) tahun 2021,” kata Sudirman.
“Pencapaian dan keberhasilan dalam menjalankan amanah organisasi tentu bukanlah hasil kerja seorang diri, melainkan atas hasil kerja bersama dengan seluruh pengurus dan jajaran dengan menerapkan prinsip organisasi yaitu kolektif dan kolegial,” ujar Sudirman.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Lobi Kemensos Soal Bansos dan Disabilitas
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) mendatangi Kementerian Sosial RI pada Rabu, 23 September 2026.
Kedatangan rombongan Pemkab Jember ini bertujuan membereskan persoalan kuota bantuan sosial yang belum terpenuhi sekaligus memperjuangkan bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas.
Kepala Dinsos PPPA Jember, Lingga Diputra, memimpin langsung koordinasi tersebut mendampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Akhmad Helmi Luqman.
Tim Pemkab Jember menggelar pertemuan khusus bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos.
Data evaluasi Pusdatin Kemensos per Agustus 2026 mengungkapkan adanya under kuota sebanyak 9.815 data penerima manfaat di Kabupaten Jember.
Menyikapi selisih angka tersebut, Pemkab Jember mengajukan penyesuaian data agar keterisian kuota bansos di wilayahnya dapat digenjot hingga di atas 80 persen.
“Kami mendorong agar penambahan kuota ini tidak dilakukan secara bertahap, melainkan bisa diselesaikan sekaligus. Namun, pelaksanaannya tentu tetap menyesuaikan dengan kebijakan dan kondisi pembagian kuota bersama kabupaten lain,” kata Lingga.
Di samping pembenahan data bansos, Lingga memaparkan kebutuhan 49 unit alat bantu berupa tangan dan kaki palsu bagi warga kurang mampu.
Dari total usulan tersebut, Kemensos telah memasukkan 20 permohonan ke dalam prioritas desil penerima.
Adapun 29 permohonan alat bantu lainnya masih perlu melewati tahapan pemutakhiran data administratif.
Langkah ini wajib dilakukan agar alokasi bantuan fisik dari kementerian tidak salah sasaran.
“Namun sejumlah 29 usulan sisanya memerlukan perbaikan dan pemutakhiran data administratif agar tepat sasaran, mengingat penerima manfaat berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu,” ucapnya.
Dalam dialog itu, Pemkab Jember juga menyampaikan kebutuhan kaki palsu berbahan carbon bagi atlet sepak bola disabilitas asal Jember yang bertanding di tingkat internasional.
Lantaran pengadaan alat bantu olahraga tersebut memerlukan biaya tinggi dan spesifikasi khusus, Kemensos menyarankan Pemkab Jember untuk turut menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga. (*)
ADVERTORIAL
Bupati Batanghari Fadhil Arief Sambut Kunjungan Pangkogabwilhan I, Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla di Tahura
Batanghari – Bupati Batanghari Fadhil Arief menerima kunjungan dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo didampingi Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, pada Selasa, 22 September 2026.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu berlangsung di rumah dinas Bupati Batanghari.
Pertemuan tersebut digelar setelah Letjen Kunto mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Batanghari.
Di mana, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan karhutla berjalan secara terpadu, cepat dan terukur.
Pada pertemuan di rumah dinas Bupati Batanghari, Pangkogabwilhan I melanjutkan pembahasan bersama Bupati Batanghari dan seluruh unsur terkait mengenai perkembangan Karhutla di kawasan Tahura Batanghari.
Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi untuk mengevaluasi langkah yang telah dilakukan sekaligus menyatukan strategi penanganan berikutnya, baik melalui operasi darat maupun dukungan unsur lainnya.
Dalam pembahasan tersebut, sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Batanghari, BPBD Kabupaten Batanghari, Manggala Agni dan Damkar Kabupaten Batanghari menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan Karhutla berlangsung efektif.
Sebelumnya, Pangkogabwilhan I menekankan, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pencegahan, patroli, pemadaman, pendinginan hingga pemulihan, dengan memperkuat koordinasi seluruh stakeholder.
“Jangan hanya berpikir bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana persoalan ini dikerjakan, diselesaikan dan dicegah sejak awal. Semua unsur harus bergerak bersama dan memahami kondisi lapangan,” katanya.
Letjen Kunto bilang, karakteristik kawasan yang terbakar harus menjadi perhatian dalam menentukan metode penanganan.
Sementara, Bupati Batanghari Fadhil Arief mengatakan, Pemerintah Kabupaten Batanghari terus memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri dan seluruh unsur terkait dalam menangani karhutla, khususnya di kawasan Tahura Sultan Thaha Saifuddin.
Menurutnya, penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan dan pengawasan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Fadhil Arief menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi karhutla, terutama dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik wilayah di lapangan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Siapkan Langkah Strategis Tata Penataan Pasar Tanjung
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan sejumlah langkah konkret guna membenahi Pasar Tanjung sebagai pusat perekonomian rakyat.
Kebijakan ini dirumuskan usai Bupati Jember, Gus Fawait, menemui ratusan pedagang yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Pasar Tanjung serta elemen mahasiswa di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa, 22 September 2026.
Massa aksi yang semula berada di luar gedung diarahkan masuk ke aula pendopo untuk menggelar dialog terbuka secara lesehan.
Dalam forum tersebut, perwakilan pedagang menyampaikan keluhan terkait kondisi penataan lapak di area bawah yang dinilai semrawut hingga berdampak pada kelangsungan usaha pedagang lama.
Bupati Jember menyatakan pembenahan dan pengembalian fungsi pasar tradisional menjadi agenda prioritas pemerintah daerah.
Langkah ini diambil usai dirinya meninjau langsung kondisi lapangan setelah menerima masukan dari para mahasiswa.
“Pasar tradisional adalah benteng ekonomi warga dan tempat wong cilik mengadu nasib. Apa yang menjadi harapan para pedagang dan mahasiswa, itu pula yang menjadi komitmen kami di Pemkab Jember,” kata Gus Fawait.
Dari dialog terbuka tersebut, Pemkab Jember menawarkan solusi yang disepakati bersama oleh seluruh peserta forum.
Rencana aksi tersebut mencakup uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi, pembentukan Satgas Gabungan Penataan Pasar, serta pengaturan jadwal waktu berjualan bagi para pedagang.
Skema hasil kesepakatan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu, 23 September 2026, dengan membuka peluang evaluasi jika dalam pelaksanaannya masih membutuhkan penyesuaian.
Pertemuan ini sekaligus merealisasikan kesanggupan pemkab kepada pedagang sepekan sebelumnya untuk merumuskan pembenahan jangka panjang.
“Saya bangga dengan pemikiran kritis teman-teman mahasiswa. Semua gagasannya, mulai dari rekayasa lalu lintas, Satgas, sampai penataan trotoar kami akomodasi. Mari kawal bersama prosesnya di lapangan,” ujar Gus Fawait.
Selain di Pasar Tanjung, program penataan dan penyerapan aspirasi pedagang secara bertahap juga akan diterapkan pada pasar-pasar tradisional lain yang tersebar di wilayah Jember. (*)



