ADVERTORIAL
Bupati Fadhil, PPNI Batanghari Harus Jadi Pemicu Perawat Tangguh
detail.id/, Batanghari – Pengurus wilayah persatuan perawat nasional Indonesia (PPNI) kabupaten Batanghari Periode 2022-2027 Dilantik. Bertempat di serambi rumah dinas Bupati Batanghari Senin 27 Juni 2022 pelantikan disaksikan Bupati Mhd Fadhil Arief, SE.
Pelantikan pengurus DPD PPNI Batanghari dihadiri lansung oleh Bupati Batanghari Mhd, Fadhil Arief, SE, Kadinkes Batanghari dr. Hj. Elfi Yennie MARS, Ketua DPW PPNI Provinsi Jambi Ns Umar,S.Kep, Ketua DPD PPNI Batanghari Ns Sumardi, S.Kep, sejumlah kepala puskesmas, perwakilan PNNI sejumlah kabupaten, serta puluhan pengurus PPNI periode 2022-2027 yang dilantik.
Ketua panitia pelaksana Herdi Novrianto, Am. Kep mengucapkan terimkasih kepada Bupati Batanghari yang berkenan hadir dalam pelantikan pengurus DPD PPNI Batanghari. Ia menyampaikan kegaitan pelantikan merupakan agenda rutin. Selain itu, Pelantikan pengurus ini juga merupakan langkah penyegaran agar PPNI Batanghari lebih maju kedepan.
Ia menyebutkan untuk jumlah perawat di Kabupaten Batanghari berjumlah lebih kurang 900 perawat. ” Untuk pelantikan hari ini hanya 250 perawat yang hadir, karena yang lain sedang menjalankan tugas pelayanan kesehatan di tempat bekerja masing- masing,” jelasnya.
Terpisah, Ketua DPD PPNI kabupaten Batanghari Ns Sumardi,S.Kep diwawancara usai kegiatan, Alhamdulillah pelantikan pengurus sudah dilakansanakan oleh ketua DPW Jambi, dengan jumlah personil 39 orang, terdiri dari 7 wakil kepala bidang. Ia memaparkan, rencana kerja PPNI Batanghari akan dilihatka dengan jangka waktu 30 hari kedepan.
Lanjutnya, Sesuai dengan arahan Bupati bahwa nanti dalam rencana kerja awal akan ada perawat tangguh, yang tergabung nantinya seperti dokter, bidan dan perawat. Langkah kerja awal itu sudah diterima Bupati dengan responsive.
“Kita masih menunggu untuk membahas lebih lanjut,” ujarnya.
Dikatakannnya, juga kepengurusan PPNI ini kedepan juga diupayakan untuk mendata rekan perawat di Batanghari yang belum tergabung di PPNI.
Tentunya ini juga menjadi pekerjaan DPD PPNI Batanghari untuk menjemput bola, agar marwah perawat dari segi kompetensi, kesejahteraan, dan pendidikan bisa dicarikan solusi.
Sedangkan, NS Umar,S.Kep Ketua DPW PPNI provinsi Jambi dalam menyampaikan, peran PPNI bagi perawat ini merupakan wadah untuk memfasilitasi, mengawal dan melindungi rekan perawat untuk meningkatkan pendidikannya. Melalui PPNI juga rekan perawat dapan tebantu unutk meningkatkan profesi pendidikan dan peningkatan kompetensi.
“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah sukses melaksanakan pelantikan pengurus DPD PNNI Batanghari periode 2022-2027 ini,” katanya.
Sementara Bupati Batanghari Mhd Fadhil Arief,SE pada saat sambutan mengucapkan selamat atas dilantik pengurus PPNI Batanghari, selanjutnya bupati menyebutkan dalam melaksanakan tugas pelayanan, perawat dapat bekerja dengna professional.
Selain itu, etika dalam mengahadapi masyarakat harus dilakukan perubahan, sesuai dengan niat dan juan awal saat bekerja.
Sambungnya, PPNI sebagai wadah perawat kedepan sesuai program kerja untuk meningkatkan kompetensi. Itu merupakan hal baik, artinya perawat yang memiliki kompetensi sudah memiliki kemampuan. Baik dari segi teknis,emosional, spiritual dan interpersonal skill.
“ Saya harap PPNI ini menjadi pemicu dalam menciptakan perawaat Tangguh di Batanghari ini, perawat yang handal dan memiliki kompetensi yang baik dalam melayani kesehatan di masyarakat,” kata Bupati.
ADVERTORIAL
Keterbatasan Anggaran Daerah, Gus Fawait Ajak DPRD Jember Lobi Pemerintah Pusat
DETAIL.ID, Jember – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027 resmi bergulir melalui Rapat Paripurna I di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jember, Senin, 28 September 2026.
Rapat tersebut diikuti 32 dari total 49 anggota dewan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa seluruh program dalam APBD 2027 wajib berpatokan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati eksekutif dan legislatif.
“Program-program yang dirancang untuk APBD tahun 2027 tidak akan lepas dari Perda RPJMD yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif,” tutur Gus Fawait.
Mengingat kemampuan fiskal daerah yang terbatas untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan, ia meminta para legislator ikut bergerak mengupayakan suntikan dana dari pemerintah pusat.
“Saya mengajak anggota DPRD untuk terus melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat. Kita ketahui bersama, Jember kalau hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara APBD dan APBN sangat krusial, terlebih dukungan dana pusat untuk Jember pada tahun ini tergolong signifikan.
“Alhamdulillah, tahun ini anggaran APBN yang masuk ke Kabupaten Jember jumlahnya cukup besar dan perlu kita syukuri,” katanya.
Selain persoalan fiskal, Gus Fawait memaparkan penurunan angka pasien di puskesmas maupun rumah sakit daerah.
Kendati grafik kesehatan membaik, warga diimbau tetap menjalankan perlindungan diri sederhana.
“Tidak perlu panik karena kondisinya sudah menurun, tetapi tetap jaga kesehatan. Anak-anak sekolah yang mengalami gejala flu dianjurkan memakai masker,” tuturnya. (*)
ADVERTORIAL
Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Pasar Tradisional dan Ritel Tak Lampaui HET
DETAIL.ID, Jember – Tim Satgas Saber Pangan gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjung dan ritel modern di Kabupaten Jember untuk mengecek harga serta ketersediaan pasokan komoditas pangan, Senin, 28 September 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pedagang menjual beras sesuai ketentuan pemerintah sekaligus mengantisipasi gejolak harga di pasaran.
Sidak ini menerjunkan personel gabungan dari Polres Jember, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perdagangan, Dinas Pasar, hingga Perum Bulog.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Iptu Harry Sasono, mengatakan pemeriksaan di Pasar Tanjung berfokus pada dua toko besar, yakni UD Utama Sari dan UD Sumber Pangan Barokah.
Di lokasi tersebut, beras premium merek Gokar tercatat dijual Rp14.900 per kilogram dan beras SPHP seharga Rp11.800 per kilogram.
Tim Satgas Pangan selanjutnya melakukan peninjauan ke ritel modern di Lippo Mall Jember.
Di pusat perbelanjaan ini, beras premium merek Punokawan, Be Food Setra Ramos, dan Santap dipatok Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras SPHP dijual Rp12.500 per kilogram.
“Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah lokasi, harga beras yang ditemukan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Tidak ditemukan adanya penjualan beras yang melampaui batas harga tersebut,” kata Harry.
Meskipun tingkat harga terpantau stabil, petugas menemukan ganjalan pada ketersediaan stok.
Pasokan beras medium di ritel modern mulai mengalami keterbatasan, sementara stok beras premium di sejumlah pedagang pasar tradisional menyusut akibat lonjakan harga gabah di tingkat petani yang memicu kenaikan biaya produksi penggilingan.
“Kondisi harga dan pasokan beras perlu terus dipantau untuk mencegah terjadinya gejolak. Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap harga jual, tetapi juga ketersediaan stok,” ujarnya.
Demi menjaga kelancaran distribusi, Polres Jember mengintensifkan koordinasi bersama Pemkab Jember, Bulog, serta pengelola pasar, sembari rutin memberikan sosialisasi kepada pedagang agar tetap patuh terhadap aturan HET.
“Melalui pengawasan ini, kami berupaya memastikan kebutuhan beras masyarakat Jember tetap aman dengan harga sesuai ketentuan. Pemantauan berkelanjutan ini juga untuk mendeteksi lebih awal jika ada gangguan pasokan di pasaran,” tutur Harry. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Lobi Kemensos Soal Bansos dan Disabilitas
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) mendatangi Kementerian Sosial RI pada Rabu, 23 September 2026.
Kedatangan rombongan Pemkab Jember ini bertujuan membereskan persoalan kuota bantuan sosial yang belum terpenuhi sekaligus memperjuangkan bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas.
Kepala Dinsos PPPA Jember, Lingga Diputra, memimpin langsung koordinasi tersebut mendampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Akhmad Helmi Luqman.
Tim Pemkab Jember menggelar pertemuan khusus bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos.
Data evaluasi Pusdatin Kemensos per Agustus 2026 mengungkapkan adanya under kuota sebanyak 9.815 data penerima manfaat di Kabupaten Jember.
Menyikapi selisih angka tersebut, Pemkab Jember mengajukan penyesuaian data agar keterisian kuota bansos di wilayahnya dapat digenjot hingga di atas 80 persen.
“Kami mendorong agar penambahan kuota ini tidak dilakukan secara bertahap, melainkan bisa diselesaikan sekaligus. Namun, pelaksanaannya tentu tetap menyesuaikan dengan kebijakan dan kondisi pembagian kuota bersama kabupaten lain,” kata Lingga.
Di samping pembenahan data bansos, Lingga memaparkan kebutuhan 49 unit alat bantu berupa tangan dan kaki palsu bagi warga kurang mampu.
Dari total usulan tersebut, Kemensos telah memasukkan 20 permohonan ke dalam prioritas desil penerima.
Adapun 29 permohonan alat bantu lainnya masih perlu melewati tahapan pemutakhiran data administratif.
Langkah ini wajib dilakukan agar alokasi bantuan fisik dari kementerian tidak salah sasaran.
“Namun sejumlah 29 usulan sisanya memerlukan perbaikan dan pemutakhiran data administratif agar tepat sasaran, mengingat penerima manfaat berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu,” ucapnya.
Dalam dialog itu, Pemkab Jember juga menyampaikan kebutuhan kaki palsu berbahan carbon bagi atlet sepak bola disabilitas asal Jember yang bertanding di tingkat internasional.
Lantaran pengadaan alat bantu olahraga tersebut memerlukan biaya tinggi dan spesifikasi khusus, Kemensos menyarankan Pemkab Jember untuk turut menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga. (*)



