DAERAH
ORIK: Suku Anak Dalam Butuh Rumah Singgah
detail.id/, Tebo – Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) berpendapat, sudah selayaknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membangun rumah singgah untuk Suku Anak Dalam (SAD). Ini dikatakan langsung oleh Ketua ORIK, Ahmad Firdaus pada Jumat, 10 Juni 2022.
Rumah singgah tersebut menurut Ahmad Firdaus, nantinya dijadikan tempat tinggal anak-anak Suku Anak Dalam yang ingin melanjutkan sekolah baik tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA atau perguruan tinggi (kuliah).
Tidak itu saja, rumah singgah tersebut juga dapat digunakan sebagai tempat inap Suku Anak Dalam yang tengah berurusan di Tebo. “Misal ada yang ingin mengurus KTP dan KK, kasihan kalau mereka harus bolak-balik dari tempat mereka ke Dinas Dukcapil. Kalau ada rumah singgah paling tidak mereka bisa tinggal disitu hingga urusan KTP dan KK selesai,” kata dia.
Selain itu, lanjut Ahmad Firdaus, rumah singgah juga bisa digunakan bagi keluarga Suku Anak Dalam yang tengah dirawat di rumah sakit. Biasanya, kalau ada Suku Anak Dalam yang dirawat di rumah sakit, keluarganya banyak yang berdatangan. Karena tidak ada rumah singgah, mereka terpaksa berkumpul dan tidur di pelataran rumah sakit. Kalau sudah seperti ini, bukan saja pasien umum yang terganggu, saya rasa dokter dan petugas kesehatan lainnya juga terganggu,” ujarnya.
Contohnya lanjut Ahmad Firdaus, baru-baru ini ada 3 orang pasien Suku Anak Dalam yang dirawat di RSUD Tebo. Masing-masing pasien paling tidak ditunggu atau dijaga oleh 10 orang keluarganya, bahkan ada juga anak-anak yang ikut menjaga.
“Bisa dibayangkan seperti apa mereka berkumpul di rumah sakit kemarin. Dimana duduk dan berkumpul, di situ puntung rokok dan sampah berserakan. Jadi sudah waktunya Pemkab Tebo menyediakan rumah singgah untuk Suku Anak Dalam,” kata dia lagi.
Saat ini menurut pria berambut gondrong tersebut, pihak Dinsos belum begitu masif memperhatikan Suku Anak Dalam. Bahkan kata dia, belum ada program yang signifikan terkait pendampingan dan pemberdayaan terhadap masyarakat adat terpencil tersebut.
“Kalau Bidang KAT di Dinas Sosial Tebo memang ada, kalau program yang menyentuh langsung ke Suku Anak Dalam boleh dikatakan belum ada. Kemarin saja, tiga orang Suku Anak Dalam dirawat di RSUD Tebo, tidak satupun pegawai dari Dinsos Tebo yang menjenguk,” ucapnya.
Hal ini dibenarkan oleh Malenggang, anak Temenggung Apung pemimpin Suku Anak Dalam Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo. “Iya, kalau ada rumah singgah paling tidak jika orang dalam (Suku Anak Dalam) yang hendak berurusan ke Tebo, ada yang dituju,” kata dia dan mengaku selama bapaknya (Temenggung Apung) dirawat di RSUD Tebo, belum ada pegawai pemerintah yang menjenguk.
Reporter: Syahrial
DAERAH
Canangkan Zona Integritas, Kantor Imigrasi Jember Perkuat Komitmen Raih WBBM
DETAIL.ID, Jember — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jember mencanangkan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Aula Kantor Imigrasi Jember, Rabu, 11 Februari 2026.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pegawai, pejabat struktural, serta para pemangku kepentingan.
Pencanangan tersebut menjadi komitmen institusi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jember bersama seluruh pejabat struktural dan pegawai menandatangani Piagam Pencanangan Zona Integritas dan Komitmen Bersama sebagai penanda dimulainya pembangunan ZI secara menyeluruh di lingkungan kerja.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jember menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar agenda seremonial.
“Pencanangan Zona Integritas ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Seluruh jajaran harus memiliki semangat perubahan dan konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip integritas,” ujarnya.
Setelah meraih predikat Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) pada tahun 2024, Kantor Imigrasi Jember melanjutkan komitmen melalui inovasi dan perbaikan berkelanjutan guna menghadirkan pelayanan keimigrasian yang cepat, mudah, transparan, dan bebas dari pungutan liar.
Masyarakat juga dapat memberikan masukan serta melaporkan apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pelayanan.
Melalui pencanangan ini, Kantor Imigrasi Jember optimistis meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagai bentuk pelayanan publik yang berintegritas dan profesional.
Penulis: Dyah Kusuma
DAERAH
Pemkab Merangin Resmi Tetapkan Lokasi Pasar Bedug dan Bazar Ramadhan 1447 Hijriah
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin secara resmi menetapkan lokasi pelaksanaan Pasar Bedug dan Bazar Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Melalui rapat koordinasi lintas sektoral pada Selasa, 10 Februari 2026, pemerintah memutuskan untuk memusatkan seluruh kegiatan niaga musiman tersebut di kawasan Pasar Bawah, Bangko.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kolonel H.M. Syukur, Kantor Bupati Merangin ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kadis DKUKMPP Andrie Fransusman, Kadis Perhubungan Shobraini, Kasat Pol PP M. Sayuti, serta jajaran kepala dinas terkait lainnya.
Berdasarkan hasil kesepakatan, operasional Pasar Bedug akan menempati jalur eks pedagang yang baru saja direlokasi. Sementara itu, Bazar Ramadhan akan membentang di sepanjang jalan depan Bank Jambi hingga ke ujung Tanjung.
Untuk mengantisipasi kesemrawutan lalu lintas, pemerintah telah menetapkan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Masjid Agung Al-Istiqomah sebagai titik sentral parkir kendaraan pengunjung.
Sekretaris Daerah Merangin, Zulhifni, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah tahun ini adalah menciptakan kenyamanan baik bagi pedagang maupun pembeli. Ia menginstruksikan jajaran Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk mengawal ketat tata letak di lapangan.
“Kami akan menata lokasi ini serapi mungkin. Tujuannya jelas, agar tidak ada penumpukan kendaraan yang memicu kemacetan. Semuanya harus tertib sesuai plot yang sudah ditentukan,” ujar Zulhifni usai memimpin rapat.
Selain masalah kemacetan, Sekda juga memberikan peringatan keras terkait pengelolaan sampah selama bulan suci Ramadhan. Ia meminta para pedagang, terutama yang menempati lapak Bazar, untuk proaktif menjaga sanitasi di lingkungan tempat mereka berjualan.
“Kami memprioritaskan pedagang lokal untuk mengisi stan yang ada. Namun, kami minta komitmennya. Tolong jaga kebersihan. Jangan sampai setelah berjualan, sampah dibiarkan berserakan. Mari kita jaga wajah kota kita agar tetap asri meskipun aktivitas ekonomi meningkat,” tuturnya.
DAERAH
Pasar Rakyat Merangin Bakal Dipercantik
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin akan melakukan penataan besar-besaran terhadap infrastruktur publik, termasuk Pasar Rakyat.
Bupati Merangin, M. Syukur, berencana mempercantik wajah Pasar Rakyat agar terlihat lebih representatif dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Rencana renovasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati saat meninjau kondisi pasar pada Selasa, 10 Februari 2025.
Dalam tinjauan tersebut, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi lisan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama kepala daerah beberapa waktu lalu.
Dalam hal ini, Pemkab Merangin akan membangun akses jalan menuju kios dibelakang Pasar Rakyat guna mempermudah akses kendaraan dan pengunjung menuju blok kios yang berada di bagian belakang pasar.
Seluruh kios dibelakang Pasar Rakyat juga tak luput dari perhatian. Kata Bupati M. Syukur, atap kios yang sudah usang akan diganti menggunakan genteng.
Pemilihan material ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap kebijakan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang juga disampaikan oleh Presiden Prabowo saat Rakor.
“Kita ingin menghidupkan kembali ekonomi di bagian belakang pasar dengan membuka akses jalan. Selain itu, penggunaan genteng tanah liat adalah wujud dukungan kita terhadap produk lokal sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Bupati M. Syukur.
Selain fokus pada pembangunan fisik, Bupati M. Syukur menitipkan pesan mendalam bagi seluruh warga Merangin, khususnya para pengguna pasar. Pembangunan yang megah tidak akan berarti tanpa kesadaran kolektif untuk merawatnya.
“Pemerintah membangun, namun masyarakatlah yang menjaga. Saya berharap jika pasar ini sudah cantik, tolong kebersihan lingkungannya dijaga ketat. Jangan buang sampah sembarangan,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya ketertiban pasar. Ia meminta para pedagang dan pengunjung untuk tetap mengikuti aturan tata ruang yang ada agar pasar tidak terlihat semrawut.
Dengan pasar yang bersih dan tertata, diharapkan indeks kebahagiaan warga meningkat dan roda ekonomi berputar lebih cepat.


