Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Gubernur Al Haris Harap JTTS Jambi – Sumsel Segera Terealisasi

Published

on

detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris, mengharapkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan segera terealisasi, karena JTTS ini merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang merupakan program dari Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan Al Haris pada Rapat Koordinasi (Rakor) Gubenur Se Sumatera Tahun 2022, bertempat di Hotel The Premiere Pekanbaru Provinsi Riau, Kamis 30 Juni 2022.

Pertemuan Gubernur se Sumatera Tahun 2022 mengangkat tema

“Transformasi Ekonomi Sumatera dengan Lima Fokus Pembangunan,” adapun 5 fokus pembangunan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pemerataan infrastruktur dengan mendorong konektivitas jalur logistik pulau Sumatera.

2. Pembangunan wilayah Sumatera dengan hilirisasi Sumber Daya Alam.

3. Penguatan jaringan pariwisata dan ekonomi kreatif.

4. Percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim.

5. Pembangunan rendah karbon di wilayah Sumatera.

Al Haris menyampaikan fokus yang pertama terkait pemerataan infrastruktur dengan mendorong konektivitas jalur logistic di pulau Sumatera yaitu salah satunya pembangunan JTTS yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Provinsi Sumatera Selatan, dimana JTTS dapat membantu peningkatan percepatan perekonomian di Pulau Sumatera.

“Pembangunan JTTS ini merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional, karena jalur yang belum terhubung adalah jalur antara Jambi – Sumatera Selatan, untuk itu kita menginginkan Pemerintah Pusat segera membantu menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk ganti rugi lahan masyarakat, karena JTTS ini merupakan salah satu upaya peningkatan percepatan perekonomian,” ujar Al Haris.

Pada Rakor Gubernur se Sumatera Tahun 2022 ini, Al Haris memaparkan terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang saat ini kondisi harga TBS sawit terus melemah khususnya di Provinsi Jambi.

Melemahnya harga TBS sawit salah satunya adalah karena tidak adanya aktivitas ekspor, dengan alasan tidak ada kapal yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) tersebut sehingga mengakibatkan menumpuknya CPO pada pabrik pabrik.

“Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Pemerintah Pusat terkait rendahnya harga TBS sawit. Saya menginginkan adanya solusi konkrit dalam rakor ini sebagai upaya kita bersama mengangkat harga TBS sawit, dimana pulau Sumatera banyak didominasi oleh perkebunan sawit,” kata Al Haris.

Lebih lanjut, Al Haris juga mengungkapkan pelabuhan Ujung Jabung yang juga menjadi salah satu prioritas pembangunan guna memperlancar konektivitas jalur laut, dimana pelabuhan Ujung Jabung ini akan menjadi pelabuhan samudera.

“Kami menginginkan pelabuhan Ujung Jabung ini bisa cepat berfungsi dan beroperasi, karena merupakan salah satu akses transportasi laut terbaik dengan jarak terdekat dari Kepulauan Riau dan negara Singapura. Apabila pelabuhan Ujung Jabung berfungsi, maka Provinsi Jambi dan Provinsi tetangga bisa menggunakannya untuk mengekspor CPO maupun Batubara secara langsung, sektor perkebunan merupakan salah sektor ekspor terbesar di Provinsi Jambi,” ucap Al Haris.

“Rakor ini menjadi sarana dalam mengembangkan pola komunikasi antar Pemerintah Daerah di Pulau Sumatera, karena ketika kita berbicara dalam membangun Sumatera secara utuh yaitu membangun Sumatera dengan merata dan massif, harus adanya sinergi dan kolaborasi yang baik antar daerah di Pulau Sumatera guna mewujudkan itu semua,” ujar Al Haris.

Advertisement

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

DETAIL.ID

Published

on

Pemkab Jember saat berkunjung Kemendes PDT, Jumat (21/8/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.

Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.

“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.

Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.

Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.

Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.

Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.

Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.

“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Jamin Kontrak Aman, Siap Sambut Peralihan PPPK ke PNS

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember memastikan tidak pernah ada pemutusan kontrak bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun PPPK Paruh Waktu di lingkungan pemerintahan daerah.

Di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, pemkab terus berkomitmen menjaga keberlangsungan status dan kepastian nasib para pegawai.

Langkah ini beriringan dengan apresiasi yang disampaikan Pemkab Jember kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta pimpinan DPR RI atas arah kebijakan nasional.

Kebijakan tersebut membuka peluang peralihan status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu dengan pembiayaan anggaran pusat, serta rencana pengangkatan lanjutan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Gus Fawait menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk memproses seluruh kebutuhan administratif demi kelancaran transisi status kepegawaian.

“Pemerintah daerah berprinsip untuk terus mengamankan dan menjamin kepastian nasib para pegawai. Kami sangat bahagia dan bangga atas kebijakan Pak Presiden,” ujar Gus Fawait.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Umpan Balik Penilaian Kompetensi, Proses Penentuan Arah Pengembangan Pegawai Kementerian ATR/BPN

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Penilaian kompetensi dilakukan terhadap setiap pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Penilaian diambil saat Pelatihan Dasar (Latsar) bukan hanya untuk mengukur kemampuan individu, tapi menjadi pijakan untuk membaca kekuatan dan kesenjangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam organisasi. Menindaklanjuti penilaian tersebut, Kementerian ATR/BPN melaksanakan kegiatan Umpan Balik (Feedback) Pemetaan Kompetensi Pegawai pada Rabu, 19 Agustus 2026, untuk membantu jajaran memahami kompetensi yang telah dimiliki dan area yang masih perlu dikembangkan.

“Hasil penilaian kompetensi sudah kita masukkan ke dalam SINTEN (Sistem Informasi Kompetensi). Sesi  ini menjadi momentum yang baik untuk arah pengembangan ke depan Bapak/Ibu seperti apa. Bapak/Ibu juga dapat mengetahui kompetensinya seperti apa, baik kompetensi manajerial sosial kultural maupun aspek teknis, termasuk di mana kekurangannya,” ujar Kepala Pusat Penilaian Kompetensi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Heri Mulianto, di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Heri Mulianto menjelaskan, hasil Feedback akan dijadikan dasar penyusunan individual development plan (IDP), termasuk menentukan pelatihan maupun bentuk pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pegawai.

“Ini juga membantu pegawai melihat standar kompetensi yang dipersyaratkan pada jabatannya. pegawai dapat mengetahui kompetensi yang masih dimiliki dan langkah yang perlu dilakukan untuk memenuhinya. Jadi bukan hanya melihat kondisi kita saat ini, tetapi juga melihat apa yang akan kita tuju dan apa yang harus kita lakukan untuk menuju ke sana,” tuturnya.

Pada kegiatan ini, PNS yang telah melalui tahap penilaian kompetensi saat Latsar 2025, melakukan sesi one on one atau sesi tatap muka bersama asesor aparatur. Jumlah pegawai yang mengikuti sesi asesmen pada tanggal 19 Agustus 2026 sebanyak 18 orang, kemudian 13 orang lainnya akan mengikuti sesi asesmen pada 20 Agustus 2026 esok.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Budi Santosa, menyebut Feedback Penilaian Kompetensi ini jadi bagian penting dalam mendukung transformasi organisasi dan pengembangan kapasitas pegawai. Saat ini Kementerian ATR/BPN juga melakukan penguatan transformasi organisasi melalui penerapan sistem Organisasi Berbasis Wilayah yang diluncurkan pada Senin, 17 Agustus 2026, di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat.

Menurut Budi Santosa, penerapan Organisasi Berbasis Wilayah tersebut akan berdampak pada penataan jabatan dan kebutuhan kompetensi pegawai. “Ini jadinya Kepala Seksi di Kantah terbagi ke dalam 6 wilayah sesuai kapasitas dari Kantah masing-masing. Ini bisa menjadi momentum dalam mempersiapkan kebutuhan tersebut melalui penilaian kompetensi pegawai ini,” katanya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs