ADVERTORIAL
Ketika DPRD Tanjungjabung Timur Pulang Kampung, Berharap Turun Langsung ke Sejumlah Sekolah
detail.id/, Tanjungjabung Timur – Menyusul surat edaran Ketua DPRD Tanjungjabung Timur Mahrup, SE pada tanggal 5 Juli 2022 dengan nomor 172/384/DPRD bersifat penting, terkait Kegiatan Reses Anggota DPRD Tanjungjabung Timur yang akan berlangsung dari tanggal 12-17 Juli.
Agenda Reses dimana DPRD akan pulang kampung ke daerah wilayah pemilihan masing masing menemui konstituen, bertatap muka langsung dengan masyarakat guna menampung aspirasi apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan prioritas terpenting tentang pembangunan kemaslahatan ditengah kehidupan masyarakat yang selanjutnya para Wakil Rakyat tersebut membawa aspirasi kesimpulan menjadi pembahasan di gedung DPRD, baik melalui Fraksi DPRD maupun komisi-komisi yang membidangi, berlanjut diperjuangkan kepada hasil Reses yang dapat dirasakan masyarakat pada umumnya.
Kegiatan Reses DPRD momen yang menarik dan sangat ditunggu,semoga saja hasil Reses yang dimaksud tanpa seremonial namun lebih tepat sasaran,sebagaimana yang di harapkan konstituen.
Dihimpun dari beberapa sumber Reses DPRD Tanjungjabung timur lebih populer berharap langsung turun ke sejumlah sekolah yang tentu bukan saja membahas seputar pembangunan fisik pembahasan diharapkan lebih kepada kebijakan pendidikan tentang sinkronisasi antara pemerintah pusat dalam hal ini Permendikbud dengan daerah.
Penajaman, pemahaman dan pengertian sekolah gratis harus jelas dalam aturan mana yang disebut gratis demikian juga sebaliknya.
Bagaimanapun setiap sekolah dipacu harus maju guna mencapai kemajuan sekolah tersebut pihak sekolah menggandeng Komite Sekolah dengan harapan melalui Komite sekolah nantinya sekolah akan terbantu menjawab beban permasalahan yang ada di sekolah.
Hadirnya Komite Sekolah dengan hati yang penuh ketulusan membantu sekaligus untuk memajukan sekolah namun pada prakteknya yang bersentuhan dengan dana bantuan maupun pungutan lainnya entah apa pun itu namanya berujung Ketua Komite dan Kepala Sekolah diterpa masalah baru dan bulan bulanan, menghadapi pertanyaan itu dan ini dari pihak lain yang kesannya apa yang sudah dilakukan komite tetap lah salah dan diketahui keputusan tersebut bukan lah sepihak sudah disepakati bersama dan telah dituangkan melalui hasil rapat komite dengan para wali murid.
Berharap kehadiran Wakil Rakyat terhormat nantinya dan tentu jika berkenan dalam rangka agenda Reses,permasalahan ini perlu diluruskan bagaimana tentang sekolah gratis dan bagaimana kekuatan dasar hukum Komite Sekolah yang mungkin dapat melalui Peraturan Bupati Tanjungjabung Timur yaitu tentang bagaimana uraian dan turunannya terkait peran Komite Sekolah sehingga kedepan peran serta Komite Sekolah tidak gamang melakukan tugas dan fungsinya.
Berikut peralihan SMA/ SMK yang merupakan wewenang pemerintahan Provinsi bila memungkinkan masuk memenuhi regulasi, penempatan Kantor Koordinator Wilayah ditingkat Kabupaten juga bagian yang diharapkan.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Berharap Estafet Kepemimpinan Fatmawati Bawa Perubahan Positif di DPRD Jember
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menghadiri langsung momen pelantikan Fatmawati sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember dalam agenda Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2024-2029 di Gedung Utama DPRD Jember, Jumat, 10 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait memberikan atensi besar pada penguatan kolaborasi antarlembaga.
Ia memandang keharmonisan antara dewan dan pemerintah daerah sebagai kunci utama akselerasi program kerja di lapangan.
“Kepada Ibu Fatma, saya ucapkan selamat datang. Mudah-mudahan kehadiran beliau bisa membuat sinergi antara legislatif dan eksekutif bisa lebih erat lagi, sehingga betul-betul bisa membawa Jember Baru, Jember Maju,” tutur Gus Fawait.
Gus Fawait juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dedy Dwi Setiawan atas jasa dan dedikasinya selama mengemban amanah sebagai pimpinan dewan.
Menurutnya, kerja sama yang telah dibangun oleh Dedy selama ini merupakan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Pelantikan ini merupakan respons atas instruksi restrukturisasi dari DPP Partai NasDem.
Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyatakan bahwa pengisian kekosongan kursi pimpinan ini telah dilakukan melalui tahapan yang transparan dan legal.
“Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari usulan partai dan telah sesuai dengan mekanisme perundang-undangan yang berlaku mengenai susunan pimpinan DPRD,” ucap Ahmad Halim.
ADVERTORIAL
Penerima Bantuan Pangan Jember Terendah di Jatim, Indikasi Kemiskinan Menurun
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Bulog Cabang Jember resmi meluncurkan pendistribusian bantuan pangan besar-besaran untuk periode Februari–Maret 2026.
Pelepasan logistik yang melibatkan belasan truk pengangkut ini dilakukan di Kantor Bulog Cabang Jember, Mangli, pada Jumat, 10 April 2026, dengan sasaran utama 390.744 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Data penyaluran kali ini menempatkan Kabupaten Jember pada posisi yang cukup menonjol di tingkat provinsi.
Kepala Bulog Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan agar bantuan berupa beras dan minyak goreng tersebut sampai ke tangan yang tepat.
“Jumlah tersebut menjadikan Jember sebagai daerah dengan penerima bantuan pangan terendah di Jawa Timur,” kata Ade.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, yang hadir langsung di lokasi distribusi Kelurahan Kaliwates, menyatakan bahwa status sebagai penerima bantuan terendah adalah indikasi positif bagi kondisi sosial ekonomi daerah.
Ia menilai berkurangnya jumlah penerima menunjukkan adanya tren penurunan angka kemiskinan yang nyata di tengah masyarakat Jember.
Selain bertujuan untuk meringankan beban ekonomi warga, penyaluran 8 ribu ton beras dan 1,8 juta liter minyak goreng secara bertahap ini juga dimaksudkan sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah.
Gus Fawait juga menyempatkan diri mengantar langsung bantuan ke rumah-rumah warga yang memiliki keterbatasan fisik untuk hadir di lokasi distribusi.
Dalam sela-sela penyerahan bantuan, Bupati memberikan instruksi tegas terkait pengawasan di lapangan agar bantuan tidak salah sasaran.
“Manfaatkan bantuan ini dengan baik. Jika penyalurannya tidak tepat sasaran, laporkan. Termasuk jika ada warga yang layak tapi belum menerima bantuan,” ucapnya.
Distribusi pada tahap awal ini diprioritaskan untuk tiga wilayah kecamatan, yakni Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari.
Guna meminimalisir kesalahan data, proses pembagian bantuan telah didukung oleh sistem aplikasi digital dan pengawalan ketat dari petugas di tingkat kelurahan.
ADVERTORIAL
Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jambi Tanggung Biaya Domestik Haji: Dinilai Layak Jadi Contoh Nasional
Jambi – Komisi VIII DPR RI memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas komitmennya dalam membantu seluruh biaya domestik jemaah haji. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah luar biasa dan patut menjadi contoh bagi daerah lain.
Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Panja Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, saat kunjungan kerja bersama rombongan ke Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, pada Kamis, 9 April 2026, dalam rangka meninjau kesiapan penyelenggaraan ibadah haji.
Rombongan Komisi VIII DPR RI yang hadir antara lain Wakil Ketua Ansory Siregar, Selly Andriany Gantina, Ina Ammania, Hasan Basri Agus (HBA), Derta Rosidin, M. Husni, Hidayat Nurwahid, Sudian Noor, hingga Zulfikar Achmad.
Marwan Dasopang menegaskan bahwa pelayanan terhadap jemaah haji harus terus ditingkatkan, terutama dengan adanya kementerian khusus yang menangani urusan haji dan umrah.
“Kami menemukan hal yang tidak terduga. Provinsi Jambi mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 40 miliar untuk membantu biaya domestik jemaah, mulai dari daerah ke asrama haji hingga ke embarkasi. Ini luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tanpa dukungan pemerintah daerah, beban biaya yang harus ditanggung jemaah bisa mencapai lebih dari Rp10 juta per orang hanya untuk perjalanan domestik menuju embarkasi di Batam. Hal tersebut tentu akan sangat memberatkan masyarakat.
“Kalau kepala daerah tidak respons terhadap kondisi ini, jemaah akan kesulitan. Karena itu, langkah Pemprov Jambi ini sangat patut diapresiasi,” katanya.
Selain itu, Komisi VIII DPR RI juga akan membahas kemungkinan penyesuaian embarkasi haji untuk Jambi bersama pemerintah pusat, guna memberikan kemudahan bagi jemaah di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Marwan Dasopang juga menyinggung skema tanazul sebagai solusi kepadatan di Mina. Skema ini memungkinkan jemaah tidak menginap di Mina, melainkan di hotel, namun tetap melaksanakan kewajiban melontar jumrah di Jamarat.
“Yang penting jemaah harus benar-benar paham. Kesiapan ini harus dipastikan, termasuk di Jambi. Secara umum, kami melihat Jambi sudah siap,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa seluruh persiapan pemberangkatan jemaah haji Jambi pada dasarnya telah berjalan dengan baik. Mulai dari manasik haji hingga pengurusan visa, yang kini tinggal menyisakan beberapa dokumen.
“Secara umum jemaah kita sudah siap diberangkatkan ke Tanah Suci. Tinggal beberapa hal teknis seperti visa yang belum keluar dan proses penentuan maskapai penerbangan,” ujar Al Haris.



