ADVERTORIAL
Pemkab Batanghari Jalin Kerjasama Dengan UNAND Sumbar
detail.id/, Batanghari – Dalam upayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Kabupaten Batanghari dan peningkatan pelayanan ke masyarakat khususnya bidang kesehatan dan bidang pendidikan, Bupati Batanghari M. Fadhil Arief menjalin kerjasama dengan Universitas Andalas (UNAND) Padang Sumatera Barat (Sumbar).
Penandatangan kerjasama ini dilaksanakan di Gedung Autorium Universitas Andalas pada hari Jum’at 15 Juli 2022 oleh Prof. Yuliandri, SH, MH, selaku Rektor Universitas Andalas dan Bupati Batanghari.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh wakil Rektor, Sekretaris Rektor dan Dekan Fakultas serta jajaran pimpinan yang ada di Universitas Andalas, sedangkan Fadhil di dampingi Kadis PDK, Kadis Kesehatan, Kadis Kominfo, Kabag Kerjasama dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup.
Niat baik Fadhil, disambut baik oleh Rektor dan jajaran kepemimpinan di Universitas dengan jumlah mahasiswa melebihi 30.000 orang ini.
Dalam sambutannya Rektor Unand mengatakan bahwa Unand siap berkontribusi untuk peningkatan kualitas SDM dan pelayanan kepada masyarakat khususnya bidang kesehatan dan pendidikan.
“Dengan sumber daya yang ada pada kami, ada 30.000 lebih mahasiwa yang ada di sini dan ada puluhan fakultas dengan berbagai bidang study dan keilmuan, potensi yang ada ini di harapkan mampu memberikan kontribusi kepada Batanghari, selain itu kerjasama ini juga membuka peluang untuk para generasi mudah yang ingin melanjutkan pendidikan di Unand, melalui program tes mandiri jalur khusus kerjasama daerah, dengan ketentuan tetap harus memenuhi standar tes akademis yang di tetapkan oleh pihak Unand,” ujar rektor
Dalam sambutannya Fadhil mengatakan, melihat potensi yang berbeda yang ada di Universitas Andalas, diharapkan mampu berkontribusi untuk mewujudkan visi misi dari 36 program yang telah canangkan.
“Universitas Andalas sejak jaman dulu sudah di kenal sebagai Universitas yang berintegritas tinggi, dan menjadi pilihan terfavorit seluruh anak muda di Indonesia, melihat hal ini kita ingin Generasi Muda Batanghari berkesempatan menimba ilmu di sini melalui program kerjasama daerah yang nantinya akan kita support melalui program beasiswa untuk anak kurang mampu dan beasiswa berprestasi, seperti kita ketahui ada anak yang punya minat belajar tinggi tapi kurang mendukung secara ekonomi dan ada anak- anak kita yang memiliki prestasi baik juga harus kita dukung, tapi sesuai kata Rektor harus mengikuti ketentuan yang ada, tetap melalui jalur tes akademik dan demi kualitas terbaik wajib kita memenuhi standar tes yang telah di tetapkan pihak Unand,” ujar fadhil
Selain itu, tegas fadhil di unand banyak para dokter yang saat ini sedang menambah keilmuan spesialis.
“Kita juga melihat potensi lainnya di Unand, terutama untuk calon dokter Spesialis yang sekarang lagi mengambil keilmuan spesialis, apabila tidak terikat dengan beasiswa kedinasan daerah lain, akan menjadi target kita untuk di tawarkan berdinas di RSUD Madjid Batoe milik kita, tentang salarynya yang akan mereka terima akan kita komunikasikan, sehingga kita harapkan kedepannya RSUD kita lebih kuat dengan memiliki semua dokter spesialis untuk semua penyakit, hingga masyarakat kita tidak perlu lagi berobat ke daerah lain,” tegas Fadhil
Selain pelayanan kesegatan, untuk bidang Pendidikan, dilakukan kerjasama peningkatan kompetensi guru, terutama guru berserifikasi, sehingga ke depan kita bisa melihat perbedaan antara guru sertifikasi dan tidak bersertifikasi.
Seperti yang diketahui sebelum bekerjasama dengan Unand ini, pada bulan lalu Pemkab Batanghari juga melaksanakan kerjasama dengan Universitas Terbuka, dan ke depan dengan beberapa Universitas lainnya lagi, hal ini di harapkan dapat memberikan kontribusi positif untuk peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat untuk mewujudkan BatangHari Tangguh di masa depan.
ADVERTORIAL
Peluang Kerja Luar Negeri Terbuka, 1.828 Warga Jember Jadi Pekerja Migran
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mencatat sebanyak 1.828 warga daerahnya bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di berbagai negara hingga 7 Oktober 2026.
Angka tersebut disampaikan dalam kegiatan Edukasi Pelindungan dan Migran Aman untuk mendukung program SMK Go Global yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Inisiatif ini dirancang guna membuka jalan bagi para lulusan SMK negeri, swasta, hingga sekolah berbasis pondok pesantren agar mampu menembus pasar kerja internasional dengan berbekal keterampilan serta jaminan perlindungan yang memadai.
Bupati Jember Muhammad Fawait, yang hadir secara daring, menyebut peluang berkarier di mancanegara dapat menjadi opsi nyata bagi para lulusan sekolah kejuruan.
Ia menegaskan agar setiap calon PMI menempuh jalur resmi guna memastikan hadirnya perlindungan penuh dari negara selama mereka bekerja di luar negeri.
“Ketika prosedural, maka itu berangkat secara resmi. Ketika terjadi apa-apa, bisa dilakukan komunikasi antara pemerintah dengan pemerintah,” tutur Gus Fawait.
Ia menambahkan, pembekalan berupa pelatihan dan pengawalan sejak awal sangat krusial agar proses penempatan berjalan sesuai aturan hukum.
“Diberi pelatihan, bahkan dikawal sampai keberangkatan untuk menjadi PMI yang prosedural,” ujarnya.
Upaya ini dipandang tidak hanya mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja dunia dan mendongkrak kesejahteraan warga usia produktif, tetapi juga memberi rasa tenang bagi keluarga di rumah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BP3MI Jawa Timur Kombes Pol Tyas Puji Rahadi mengingatkan bahwa para lulusan harus menyiapkan kapasitas diri secara matang sebelum melangkah ke pasar global.
Penguasaan bahasa, kepemilikan sertifikasi, keahlian teknis, pemahaman kultur lokal, hingga ketaatan pada regulasi ketenagakerjaan menjadi modal utama yang wajib dimiliki setiap calon pekerja.
“Peningkatan kapasitas perlu disusun berbasis kebutuhan riil pasar kerja luar negeri agar peserta pelatihan memiliki peluang yang lebih besar untuk ditempatkan,” kata Tyas.
Data KP2MI per 7 Oktober 2026 merekam mayoritas PMI asal Jember berada di kawasan Asia dengan jumlah 1.805 orang.
Sebanyak 16 orang tercatat bekerja di Eropa, sementara sisanya tersebar di benua Australia, Afrika, serta Amerika.
Mengenai program SMK Go Global sendiri, Jember telah menyumbang 76 pendaftar yang terbagi dalam dua gelombang awal.
“Harapan kami akan bertambah secara signifikan warga Jember yang akan bergabung dengan program SMK Go Global,” ucap Tyas.
Program SMK Go Global merupakan bagian dari instruksi Presiden yang menargetkan peningkatan kapasitas 500.000 calon PMI atau PMI secara bertahap dalam rentang 2026 hingga 2029.
Khusus wilayah Jawa Timur, target sasaran pada tahun 2026 ditetapkan sebanyak 6.800 peserta.
Keberhasilan agenda ini mengandalkan sinergi erat antara pemerintah daerah, instansi pendidikan, dan lembaga pelatihan agar para lulusan tidak sekadar terserap di pasar kerja asing, namun juga mengantongi perlindungan menyeluruh sejak masa persiapan. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Dorong Hilirisasi Kopi dan Baksos Lewat Aksi Gowes Kebun Sumberwadung Jember
DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memimpin aksi gowes bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Jember pada Senin, 5 Oktober 2026.
Menempuh rute dari Kebun Sumberwadung hingga Pendopo Wahyawibawagraha, kegiatan ini menggabungkan pemantauan ekonomi daerah dengan aksi sosial masyarakat.
Sepanjang rute perjalanan, rombongan menyalurkan bantuan sembako serta menyediakan layanan pengobatan gratis bagi warga setempat.
Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan lintas sektor ini menjadi sarana mempererat kebersamaan jajaran pemerintah daerah dalam membangun Jember.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Fawait memberikan perhatian khusus pada kinerja BUMD Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan.
Beliau mengapresiasi inovasi dan langkah hilirisasi produk perkebunan yang dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi serta mendorong pengentasan kemiskinan di kawasan pedesaan.
Langkah hilirisasi ini memperkuat rencana peluncuran branding “Jember Surga Kopi Indonesia”.
Potensi komoditas unggulan seperti kopi Liberika, Robusta, cerutu, hingga produk pangan sehat edamame dan cokelat menjadi modal kuat Jember sebagai pusat kopi nasional.
Selain sektor perkebunan, Gus Fawait juga menyoroti percepatan perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan fasilitas sekolah yang rusak berat agar segera dijadikan prioritas penanganan oleh pemerintah daerah,” kata Gus Fawait. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Pastikan Kontrak PPPK Jember Aman dan Siapkan Layanan Mobil Cinta
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk tidak memutus kontrak tenaga PPPK maupun PPPK paruh waktu dalam penyusunan Rancangan APBD 2027 pada Senin, 5 Oktober 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait seusai Rapat Paripurna III DPRD Jember terkait jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menyampaikan bahwa kesamaan pandangan antara legislatif dan eksekutif menjadi modal penting untuk memperkuat ruang fiskal daerah, khususnya dalam menyokong sektor pelayanan dasar dan penanganan kemiskinan.
“Yang pertama tadi saya sampaikan bahwa hampir keseluruhannya kita mempunyai pandangan yang sama antara legislatif dan eksekutif,” kata Gus Fawait.
Jika skema pembiayaan PPPK paruh waktu nantinya ditanggung pemerintah pusat, tambahan ruang fiskal daerah akan difokuskan untuk memperluas cakupan layanan kesehatan dan pendidikan.
Pemkab Jember memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) dan Home Care, serta menghadirkan operasional armada Mobil Cinta mulai Kamis mendatang untuk mengantar pasien kurang mampu pulang dari rumah sakit secara gratis.
Di sektor pendidikan, selain memetakan sekolah rusak berat untuk diajukan revitalisasinya ke pusat, Pemkab Jember menggandeng kelompok pengajian lintas agama guna menjalankan program kejar paket demi mendongkrak rata-rata lama sekolah.
“Ini tidak bisa kita lakukan secara biasa-biasa saja. Kita harus lakukan sebuah kebijakan yang out of the box, menggandeng semua pihak termasuk kelompok-kelompok pengajian,” ujarnya.
Layanan Home Care juga diintegrasikan langsung dengan petugas Dispenduk untuk penyelesaian dokumen kependudukan warga di tempat.
Sementara untuk program rumah tidak layak huni (RTLH), Pemkab Jember menargetkan perbaikan 2.000 rumah tahun ini dari total kebutuhan 7.000 hingga 12.000 unit berbasis kriteria Kementerian Perumahan.
Pendataan warga miskin turut diperketat dengan membagi kelompok desil 1 yang didata oleh ASN dan desil 2 oleh mahasiswa KKN kolaboratif.
Pemkab Jember membedakan penanganan antara warga tidak produktif yang disokong bantuan sosial dan pangan, dengan warga usia produktif yang didorong lewat pelatihan kerja.
Salah satu program unggulan bagi warga usia produktif adalah SMK Go Global yang disosialisasikan bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk membuka jalur kerja legal bagi siswa kurang mampu tingkat SMK, MA, dan SLTA sederajat.
“Bukan cuma rumahnya saja yang kita perbaiki, kalau usia produktif kita akan beri pelatihan. Kalau usia produktif, kita akan dorong supaya mereka punya pendapatan, salah satunya melalui program SMK Go Global,” tutur Gus Fawait.
Skema ini disiapkan agar upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember dapat berdampak jangka panjang dan berkelanjutan.
“Jember tidak ingin penanganan kemiskinan hanya berhenti pada bantuan, tetapi harus membuka jalan agar masyarakat produktif bisa bekerja dan meningkatkan pendapatannya,” ucapnya. (*)



