ADVERTORIAL
Wakil Bupati Hairan Menyambut Silaturahmi Dirsimet Pusterad
detail.id/, Tanjungjabung Barat – Wakil Bupati Tanjungjabung Barat, Hairan menyambut silaturahmi Dirsimet Pusterad, Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta yang diwakili oleh Kolonel Arh Fachrudin Ushuluddin di pola utama Kantor Bupati Tanjungjabung Barat pada Kamis, 22 September 2022.
Wakil Bupati Hairan dalam sambutannya menyampaikan, masyarakat Kabupaten Tanjungjabung Barat terdiri berbagai kultur etnis dan agama dan masyarakat yang heterogen namun semuanya hidup saling berdampingan dengan rasa bersama yang tinggi dalam rangka kewaspadaan atau mengantisipasi tumbuhnya kerawanan dan konflik sosial, serta munculnya terorisme baik di wilayah perkotaan maupun di wilayah pedesaan.
“Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat menetapkan Kelurahan Sungai Nibung Kecamatan Tungkal Ilir sebagai kampung pedoman kerukunan umat beragama dan Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi sebagai Kampung Pancasila yang mencerminkan kerukunan masyarakat dalam keberagaman,” ujarnya.
Menutup sambutannya Wakil Bupati Hairan juga melaporkan dalam hal pencegahan dan penanganan terjadinya kebakaran hutan dan lahan Pemerintah Daerah bersama Kodim 0419/Tanjab serta Polres Tanjungjabung Barat dibantu oleh Instansi terkait lainnya juga telah melaksanakan koordinasi sosialisasi kepada Masyarakat dan mengadakan posko bersama untuk selalu memantau dan mengambil tindakan terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu dalam sambutan Dirsimet Pusterad yang disampaikan oleh Kasub Ditinjemenog Sdirsismet Pusterad Kolonel Fachrudin Ushuluddin mengatakan, Kabupaten Tanjungjabung Barat cukup bersinergi ini adalah awal yang baik yang sudah ditunjukkan Kabupaten Tanjungjabung Barat. Program kegiatan di Kodim 0419/Tanjab adalah program memberikan bimbingan teknis di bidang teritorial dan sekaligus digunakan untuk ajang silaturahmi kepada Forkopimda, Tokoh Masyarakat Kabupaten Tanjungjabung Barat.
“Terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati Tanjungjabung Barat atas fasilitas yang diberikan mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat untuk kita semua, kegiatan tujuan kami ini selain memberikan analisa kegiatan Kodim 0419/Tanjab memberikan pengetahuan kepada Kodim dan memberikan beberapa hal yang terkait dengan tugas-tugas kami selaku pusat teritorial Angkatan Darat dan Kami adalah lembaga teknis di bidang teroterial,” ujarnya.
“Pusterad harus dilaksanakan diberbagai daerah di Wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Tanjungjabung Barat adalah merupakan Badan Pusat Angkatan Darat di bawah pimpinan Bapak KASAD melakukan pembinaan teritorial dan pusat informasi lainnya dengan maksud untuk menyiapkan satuan-satuan di wilayah agar Angkatan Darat bisa melaksanakan tugas pokoknya yang memiliki fungsi membantu Pemerintah Daerah untuk penggunaan potensi Nasional terutama pertahanan Daerah,” ujarnya.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perketat Regulasi Penjualan Miras
DETAIL.ID, Jember — Praktik penjualan minuman beralkohol secara ilegal di Kabupaten Jember kian beragam.
Baru-baru ini, sebuah outlet di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, kedapatan berjualan miras secara bebas dengan mengandalkan izin dokumen yang dialamatkan di wilayah lain.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas gabungan, pemilik gerai gagal memperlihatkan dokumen izin edar yang sah khusus wilayah hukum Jember.
Pengusaha tersebut hanya menyodorkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang izin lokasi operasionalnya tercatat jauh dari Jember.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember, Isnaini Dwi Susanti, mengungkapkan ketidaksesuaian berkas usaha tersebut usai dilakukan cek silang data.
“Setelah kami cek, NIB memang ada, tetapi bukan untuk Jember. Lokasinya terdaftar di Sidoarjo atau Surabaya,” ujar Santi, Jumat, 14 Agustus 2026.
Temuan ini membongkar celah pengawasan perizinan usaha di tingkat daerah.
Banyak pemilik toko nekat mengedarkan miras hanya berbekal izin ritel toko umum, tanpa mengurus Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) khusus minuman beralkohol sesuai standar regulasi.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Jember untuk segera membongkar ulang Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018.
Langkah penyempurnaan ini dinilai mendesak guna menyesuaikan aturan perizinan daerah dengan skema kewenangan terbaru dari pusat, terutama menyangkut distribusi miras golongan A.
“Kita memang sudah punya regulasi, tetapi harus dievaluasi dan direvisi agar sesuai dengan kebijakan yang baru,” tutur Santi.
Santi menambahkan, kendala mendasar pengawasan di lapangan juga dipicu oleh ketiadaan petunjuk teknis pelaksanaan sejak perda tersebut diterbitkan delapan tahun lalu.
“Perda kita tahun 2018 belum memiliki Perbup, sehingga pengaturannya perlu dibuat lebih rinci,” katanya.
Pihak DPMPTSP kini telah mengajukan surat resmi kepada Sekretaris Daerah Jember untuk mengagenda koordinasi bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Menjelang pengesahan aturan anyar, Pemkab Jember memfokuskan penindakan langsung di lapangan melalui Operasi Pekat yang digelar rutin bersama Satpol PP dan aparat kepolisian. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Bakal Aktifkan Lagi Parkir Berlangganan demi Genjot Retribusi
DETAIL.ID, Jember – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memulihkan skema parkir berlangganan memasuki babak baru.
Setelah penerimaan retribusi parkir terperosok ke angka Rp1,5 miliar pada 2024 akibat penghentian sistem lama, pemerintah daerah kini menargetkan skema berlangganan kembali aktif paling lambat Oktober 2026 dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp23 miliar.
Besaran target tersebut dikalkulasikan dari basis data kendaraan 2023 yang mencatat 958.574 unit roda dua dan 89.327 unit roda empat, dengan asumsi kepatuhan pemilik kendaraan sebesar 60 persen.
Skema tarif yang dirancang menetapkan beban Rp40 ribu per tahun untuk sepeda motor dan Rp80 ribu per tahun untuk mobil.
Payung hukum di tingkat daerah telah diterbitkan lewat Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2026, yang merujuk pada ketentuan PP Nomor 35 Tahun 2023 terkait pemungutan retribusi secara langsung sebelum layanan diberikan.
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, menyatakan proses saat ini berfokus pada pemantapan koordinasi lintas instansi.
“Kami tinggal melakukan MoU dengan Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kepolisian,” kata Gatot.
Gatot menambahkan, regulasi tertulis juga diselaraskan melalui koordinasi bersama Komisi C DPRD Jember.
Ia menjamin masukan legislatif tidak menargetkan perombakan pada poin utama regulasi yang sudah disahkan.
Langkah pengaktifan kembali skema ini juga direspon positif oleh parlemen daerah.
“Apalagi sebelumnya sejumlah fraksi dalam beberapa sidang paripurna pandangan umum menginginkan parkir berlangganan dikembalikan,” ujar Gatot.
Rekam jejak pendapatan dari parkir berlangganan memang tercatat signifikan.
Pada 2008, penerimaan retribusi parkir Jember berada di angka Rp1 miliar, kemudian melonjak ke Rp6 miliar pada 2009, dan mencapai Rp10,6 miliar pada 2023 sebelum akhirnya anjlok saat sistem diberhentikan.
Penataan teknis dan kerja sama lintas lembaga kini menjadi penentu realisasi target anyar tersebut. (*)
ADVERTORIAL
DPRD dan Pemkab Jember Simak Pidato Kenegaraan, Gus Fawait Tekankan Pemerataan Ekonomi dan Ketahanan Pangan
DETAIL.ID, Jember – Jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD menggelar Rapat Paripurna Istimewa untuk menyimak pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, Jumat, 14 Agustus 2026.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang turut dihadiri jajaran Forkopimda tersebut menjadi ajang pemetaan ulang fokus pembangunan daerah.
Usai menyimak arahan Presiden, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa tren pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun memberikan sinyal positif.
Kendati demikian, Fawait mengingatkan bahwa capaian angka-angka statistik tidak boleh berhenti sebagai laporan formal, melainkan wajib berdampak langsung pada kesejahteraan warga di tingkat bawah.
“Kita tahu bersama bahwa optimisme ini semakin membesar berdasarkan indikator-indikator dan angka-angka yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Gus Fawait.
Gus Fawait menggarisbawahi poin penting dari pidato Presiden yang meminta agar hasil pembangunan tidak menumpuk di kelompok elite saja.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Jember menyiapkan sejumlah program intervensi publik di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Pesan Presiden jelas, bahwa pertumbuhan ekonomi ini jangan sampai dinikmati oleh segelintir orang. Ini harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” katanya. “Beberapa di antaranya yakni pelayanan kesehatan melalui program homecare, pelayanan kesehatan gratis, serta program beasiswa.”
Selain sektor pelayanan dasar, pembenahan sektor pertanian juga disiapkannya untuk mengantisipasi ketidakstabilan cuaca dan potensi fenomena El Nino.
Langkah mitigasi ini dinilai krusial mengingat Jember berhasil mencatatkan diri dalam posisi tiga besar daerah penghasil padi dan beras nasional pada 2025.
Guna mempertahankan capaian tersebut, Pemkab Jember menggandeng jajaran TNI-Polri serta instansi terkait untuk mempercepat optimalisasi lahan, penyediaan sarana irigasi pompanisasi, hingga pembangunan embung di wilayah-wilayah sentra produksi.
“Dengan perhatian pemerintah kepada Kabupaten Jember, mulai dari pembangunan embung, optimalisasi lahan, bahkan support penuh TNI-Polri, saya yakin kita lebih siap,” tutur Gus Fawait. (*)



