PENJURU
Laporan Terbaru MoEngage: 74 Persen Konsumen Indonesia Jarang Dapatkan Berita dan Informasi yang Relevan
DETAIL.ID, Jakarta – MoEngage, platform keterlibatan pelanggan berbasis wawasan untuk brand konsumen baru-baru ini meluncurkan laporan data terbaru – Customer Engagement Benchmark (CEB) Report.
Laporan ini mencakup 6 edisi untuk berbagai lokasi di seluruh dunia, seperti Amerika Utara dan Asia Tenggara, dan mencakup tolok ukur saluran komunikasi terbaru di empat vertikal utama yaitu: belanja, media & hiburan, perbankan, dan perjalanan.
Menurut laporan terbaru, ekonomi internet Asia Tenggara bernilai US$174 miliar tahun lalu dan diperkirakan akan mencapai US$363 miliar di tahun 2025. Pada tahun tersebut, lebih dari 80% koneksi di kawasan ini akan didominasi oleh smartphone.
“Dengan demikian, perusahaan merasakan adanya urgensi merangkul transformasi digital untuk mengikuti konsumen saat ini di mana Asia Tenggara sedang bergerak menuju jaringan 5G,” demikian rilis pers yang diterima detail.id/ pada Kamis, 20 Oktober 2022.
Di sisi lain, banyak pihak yang mengkhawatirkan risiko perlambatan ekonomi akibat resesi global pada 2023. Saat brand konsumen menavigasi jalan mereka dalam melalui resesi, mayoritas perusahaan meningkatkan upaya mereka untuk mendorong keterlibatan dan retensi Pelanggan dengan lebih berfokus pada membangun loyalitas brand dengan pelanggan yang sudah ada.
Dengan memanfaatkan data pihak pertama, brand dapat memahami pola dan preferensi perilaku pelanggan untuk melayani rekomendasi yang relevan dan tepat waktu dengan lebih baik pada waktu yang tepat dan pada saluran komunikasi yang tepat.
Laporan MoEngage akan membantu tim pemasaran di berbagai industri memahami strategi Customer Engagement digital terbaru dalam melibatkan pelanggan yang sudah ada menggunakan data.
Laporan ini juga menyediakan kumpulan studi kasus tentang bagaimana tim pemasaran perusahaan global melibatkan pelanggan dengan menggunakan platform keterlibatan berbasis wawasan seperti MoEngage. Di Asia Tenggara, laporan tersebut mengungkapkan dampak pada pengalaman pelanggan di berbagai industri, salah satunya di Indonesia:
- 74% konsumen di Indonesia jarang dapatkan berita dan pembaruan olahraga yang relevan
- 33,2% orang Indonesia menginginkan pengingat pembaruan langganan dan peringatan melalui notifikasi push di handphone, sementara 25,20% lebih memilih pesan dalam aplikasi seluler dan spanduk situs web pesan dalam aplikasi
- mobile in-app message masih menjadi cara yang paling diminati konsumen Indonesia untuk mendapatkan pembaruan dan peringatan pengiriman dengan 28,8%, diikuti oleh notifikasi push di handphone dengan 25,6% dan WhatsApp dengan 18,4%
- 20,4% konsumen di Indonesia ingin mendapatkan penawaran pinjaman dan pembaruan dari bank melalui WhatsApp, sementara 18,8% konsumen di Indonesia mengandalkan notifikasi push untuk mendapatkan pembaruan terkini tentang pasar saham atau portofolio investasi
“Laporan kami menunjukkan bahwa untuk meningkatkan loyalitas brand dan menumbuhkan LTV ke depan, perusahaan di Asia Tenggara harus menganalisis perilaku pelanggan dan perjalanan mereka untuk lebih memahami cara mempersonalisasi dan meningkatkan pengalaman brand secara keseluruhan,” kata Saurabh Madan, General Manager Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru, MoEngage.
“Inilah sebabnya kami mengembangkan platform keterlibatan pelanggan yang memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dan memungkinkan perusahaan untuk membuat kampanye di beberapa titik kontak. Untuk brand, mengetahui saluran komunikasi apa yang bekerja untuk tujuan yang berbeda adalah langkah pertama dalam memahami preferensi pelanggan mereka,” ucapnya.
Laporan Customer Engagement Benchmark (CEB) 2022, dengan 62 tolok ukur yang menyoroti dampak segmentasi dalam lingkungan konsumen tersedia di sini.
PENJURU
Ada di Penampungan KBRI Hingga di Penjara Sihanoukville, Pemprov Jambi Bakal Upayakan Kepulangan Warga Jambi Usai Lebaran
DETAIL.ID, Jambi – Andri Budi Sanjaya dan Chilva Shety Priyanka Elwani serta belasan warga Jambi lainnya kini masih harus menunggu kepulangannya. Namun terhadap 2 warga Jambi yang korban penipuan online (scam) tersebut, Kadisnakertrans Provinsi Jambi, Bestari mengaku bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah berkoordinasi dengan BP4MI Jambi hingga KBRI di Kamboja.
”Hasil koordinasi kami dengan BP4MI Jambi, pemulangan secara mandiri baru bisa paling cepat habis lebaran, karena sudah masuk masa cuti lebaran,” kata Bestari pada Rabu, 18 Maret 2026.
Pada prinsipnya, kata Bestari, Gubernur Al Haris siap untuk membantu kepulangan warga Jambi korban penipuan online yang kini berada di tempat penampungan KBRI Kamboja.
Namun ia menekankan bahwa terdapat proses administrasi yang mesti dilalui. “Jadi masalahnya bukan cuma tiket tok. Karena ini di luar negeri, perlu diplomasi segala macam. Bicara luar negeri ini kan sebenarnya juga enggak ada kewenangan daerah. Jadi kita mendorong saja,” ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Bestari, Gubernur Jambi telah bersurat ke Dubes Indonesia di Kamboja, meminta agar warga-warga Jambi yang tengah berada di tempat penampungan KBRI Kamboja bisa segera difasilitasi untuk kembali ke tanah air.
”Pak Gubernur sudah bikin surat langsung ke Dubes lho. Mohon ini diurus.
Alhamdulillah penelurusan kita terhadap 2 orang ini administrasinya lengkap. Insya Allah habis lebaran nanti baru kita sambil koordinasi, sambil kita cari jalan keluarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Andri Budi Sanjaya mengaku sudah 2 bulan berada di tempat penampungan KBRI Kamboja pasca melarikan diri dari tempat kerja penipuan online.
Andri tak sendirian, ada ribuan warga negara indonesia yang bernasib serupa dengannya. Di tempat penampungan Pochentong, Kamboja, Andri bersama dengan korban lain yakni Syekhidi.
Sementara Chilva disebut-sebut berada di Guest House sekitar Phnom Penh. Selain itu ada pula yang berada di penjara Sihanoukville, atas nama Riski.
”Kami berharap betul bantuan dari Pemerintah khususnya Pak Gubernur, Bang. Udah enggak tahan kami di sini,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)


