ADVERTORIAL
Saat Gebyar Posyandu, Pj Bupati Harap Angka Stunting di Muarojambi Menurun
Muarojambi – Pemerintah Kabupaten Muarojambi secara resmi membuka Gebyar Posyandu.
Gebyar Posyandu ini berlangsung di lapangan Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Muarojambi, Rabu, 15 Maret 2023.
Ketua TP PKK Kabupaten Muarojambi, Faradilah Zaharah Bachyuni menyampaikan, tujuan dilaksanakannya Gebyar Posyandu Kabupaten Muarojambi tahun 2023 ini adalah, untuk memberikan motivasi kepada seluruh kader Posyandu yang ada di Kabupaten Muarojambi agar meningkatkan kualitas pelayanan posyandu.
“Melalui Gebyar Posyandu, diharapkan agar masyarakat memperhatikan kesehatan ibu hamil dan balita dengan rutin membawa ke Posyandu,” katanya.
Kata dia, para kader, dapat mensosialisasikan standar pelayanan Posyandu dalam menurunkan angka stunting melalui penyuluhan gizi bagi ibu hamil balita dan ibu menyusui.
Lanjutnya peserta Posyandu Kabupaten Muarojambi tahun 2023 ini, berjumlah sebanyak 1000 orang. Terdiri dari Tim Penggerak PKK Kabupaten, meliputi unsur pimpinan dan anggota, Para Camat dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Ketua Tim Penggerak PKK Desa dan Kelurahan serta kader Posyandu se-kabupaten Muarojambi.
Faradillah Zaharah menyebutkan pembiayaan penyelenggaraan Gebyar Posyandu Muarojambi tahun ini bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Sekretariat Daerah, dan Desa Se-kabupaten Muarojambi tahun anggaran 2023 dan bantuan dari Forum CSR Kabupaten Muarojambi.
Sementara itu Pj Bupati Bacyuni Deliansyah mengatakan, angka stunting di Muarojambi ada 27,2 Persen, angka stunting itu, diketahui dari rilis tahun 2022. Dengan semangat bersama-sama antara pemerintah dengan seluruh kader, angka stunting turun dari 27,2% menjadi 18,2 persen.
“Ini semua berkat dukungan kader-kader PKK yang ada di Kabupaten Muarojambi,” kata Pj Bupati Bachyuni Deliansyah.
Pj Bupati menyebutkan, alasan kenapa dilaksanakan di Kecamatan Mestong, karena dari 11 Kecamatan yang ada, Kecamatan Mestong termasuk tertinggi angka stuntingnya.
“Dari 722 anak stunting di sini, sekarang tinggal 500 anak. Jadi, perlahan tapi pasti angka stunting mengalami penutunan. Ini sesuai dengan moto Muarojambi Bergerak Mantap,” ucapnya.
“Sesuai arahan Pemerintah Pusat, jadi saya minta kepada para Camat yang hadir pada hari ini, untuk bisa memetakan berapa jumlah stunting yang ada di kecamatannya masing masing,” tuturnya.
Pj Bupati berharap jumlah angka stunting pada hari ini, nantinya pada 2 (Dua) Bulan ke depan harus dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jambi, berapa angka penurunannya.
Sehingga nanti sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat bahwa, angka tertinggi pada tahun 2024 itu, harus mencapai 14 persen.
“Saya juga mengingatkan kepada kelompok sasaran Posyandu yang masih rendah kader kesehatannya agar selalu berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat. Sehingga nantinya tumbuh kembang anak dapat dilakukan pencegahan secara serentak, secara Dini sehingga nanti pertumbuhan stuntingnya dapat kita turunkan sesuai dengan arahan pemerintah pusat yaitu 14,0% pada 2024,” ujarnya.
Sementara itu Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj Hesnidar Al Haris mengatakan, stunting tidak hanya terjadi pada orang miskin.
“Akan tetapi bisa juga terjadi pada orang yang kaya, karna bisa dipengaruhi oleh pola asuh, pola makan, pola gizi dan lain sebagainya,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Ungkap Pendidikan Agama Jadi Solusi Utama Tuntaskan Persoalan Kompleks di Jember
DETAIL.ID, Jember – Berbagai persoalan rumit di tingkat lokal hingga nasional diyakini dapat diatasi melalui penguatan sektor pendidikan dan penanaman nilai-nilai keagamaan.
Fondasi akhlak mulia ini dinilai mutlak untuk membentengi generasi penerus dari dampak buruk berbagai pengaruh negatif di era modern.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Bupati Jember, Gus Fawait, ketika menghadiri kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kantor Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, pada Selasa, 3 November 2026.
Di hadapan para guru ngaji, tokoh agama, serta masyarakat, ia menegaskan bahwa ilmu yang berlandaskan agama adalah bekal utama pembentukan karakter.
Pemerintah Kabupaten Jember memberikan atensi khusus kepada para pendidik keagamaan dari beragam latar belakang keyakinan.
Kelompok pengajian, majelis taklim, dan kegiatan rohani lintas agama dinilai memiliki peran vital dalam melahirkan generasi bangsa yang saleh, salehah, dan berkualitas.
Komitmen kuat juga disampaikan pemkab untuk terus bersinergi bersama para guru ngaji demi menyemarakkan kegiatan rohani warga.
“Dengan semakin maraknya majelis ilmu dan pengajian, diharapkan Kabupaten Jember senantiasa dilimpahi keberkahan dan kemakmuran,” kata Gus Fawait.
Di samping fokus pada pembangunan sumber daya manusia daerah, ia turut mengajak warga untuk mendoakan para pemimpin bangsa, khususnya Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintahan pusat.
Persatuan dan kesatuan antarwarga dipandang sebagai landasan kokoh untuk mencapai cita-cita bersama.
“Semangat kebersamaan yang berakar dari nilai-nilai luhur kebangsaan dan keagamaan diyakini menjadi kunci utama dalam membawa bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Jember, menjadi daerah yang semakin unggul dan disegani,” tuturnya. (*)
ADVERTORIAL
Warga Jember Rasakan Manfaat Nyata Layanan JKN, Berobat Jadi Lebih Tenang
DETAIL.ID, Jember – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai kalangan sebagai bentuk perlindungan saat membutuhkan layanan medis.
Hal tersebut dialami Fatimah (45), seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, yang telah lama terdaftar sebagai peserta JKN.
Bagi dirinya, program ini menghadirkan rasa tenang bagi keluarga manakala harus menjalani proses pengobatan di fasilitas kesehatan.
Sebagai bagian dari peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja yang mendapatkan fasilitasi dari Pemerintah Daerah, Fatimah menceritakan pengalamannya ketika menghadapi gangguan kesehatan pada saluran kemih atau urologi.
Kondisi tersebut memaruskannya memperoleh penanganan medis secara komprehensif hingga harus dirujuk ke rumah sakit.
Situasi itu membuatnya menyadari bahwa ketersediaan jaminan pembiayaan kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk mengantisipasi besarnya biaya pemeriksaan lanjutan maupun tindakan medis di rumah sakit.
“Bagi saya, Program JKN ini sangat membantu. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit dan membutuhkan pengobatan. Dengan adanya JKN yang iurannya ditanggung pemerintah, saya merasa lebih tenang karena ketika saya atau keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan, tidak perlu terlalu khawatir memikirkan biaya pengobatannya,” ujar Fatimah, Jumat, 30 Oktober 2026.
Selain aspek pembiayaan, kemudahan akses serta mutu pelayanan di fasilitas kesehatan turut mendatangkan kesan positif baginya selama menjalani rangkaian perawatan.
Ia menilai pihak fasilitas kesehatan terus berbenah memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan pasien.
“Selama menggunakan JKN, saya merasa sangat terbantu dengan pelayanan yang diberikan. Ketika membutuhkan pengobatan, kami bisa mendapatkan penanganan sesuai prosedur. Saya juga melihat rumah sakit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya agar pasien merasa lebih nyaman,” tuturnya.
Di akhir pengalamannya, Fatimah menyampaikan harapan agar Program JKN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga.
Menurutnya, program ini merefleksikan semangat gotong royong dalam memenuhi hak dasar kesehatan bagi masyarakat luas.
“Menurut saya, JKN sangat bermanfaat bagi masyarakat. Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya jaminan kesehatan ketika sudah sakit. Saya berharap program ini terus ada dan semakin baik pelayanannya, karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat seperti kami,” ucapnya. (*)
ADVERTORIAL
Dokter Puskesmas Semboro Jember Rasakan Dampak Nyata JKN Lewat Semangat Gotong Royong
DETAIL.ID, Jember – Setiap hari, Puskesmas Semboro di Kabupaten Jember kedatangan warga yang ingin berobat dengan memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satu dokter umum di puskesmas tersebut, dr. Ignatius Yuli Sugiarto (50), menyaksikan langsung bagaimana program ini membantu masyarakat memperoleh layanan medis tanpa beban biaya pengobatan yang besar.
Bagi dr. Sugiarto, kemudahan akses tersebut memberikan rasa aman bagi peserta ketika membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.
Situasi ini membuat pasien bisa lebih fokus menjalani proses pengobatan dan pemulihan tanpa dihantui kecemasan finansial.
“Setiap hari saya melayani peserta JKN di Puskesmas Semboro. Banyak masyarakat yang menyampaikan rasa syukur karena dengan adanya BPJS Kesehatan, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus khawatir dengan biaya pengobatan yang cukup besar. Sebagai dokter, saya merasa senang melihat program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dr. Sugiarto, Jumat, 30 Oktober 2026.
Komitmen untuk memberikan layanan terbaik terus dipegang teguh oleh jajaran tenaga kesehatan di puskesmas tersebut.
Melihat warga terbantu menjadi kepuasan tersendiri sekaligus dorongan untuk menjaga kualitas pelayanan tetap prima.
“Kami di Puskesmas Semboro berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta JKN. Bagi kami, melihat masyarakat terbantu dan mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan merupakan kepuasan tersendiri sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar dr. Ignatius.
Di luar aspek pembiayaan medis, ia menilai Program JKN menyimpan nilai sosial mendalam yang sejalan dengan karakter bangsa, yakni gotong royong.
Sistem iuran rutin yang dibayarkan peserta menjadi wadah kolektif untuk saling menolong tatkala ada yang jatuh sakit.
Melalui mekanisme tersebut, peserta yang berada dalam kondisi sehat turut menopang mereka yang membutuhkan pertolongan medis.
“Menurut saya, Program JKN mengajarkan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Saat ini kita sehat dan rutin membayar iuran, berarti kita ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Suatu saat ketika kita membutuhkan, sistem ini juga akan memberikan manfaat bagi kita,” katanya.
Menjelang akhir keterangannya, dr. Ignatius mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat keberlangsungan program ini dengan menjaga keaktifan kepesertaan serta memenuhi kewajiban iuran.
Kolaborasi antara kepatuhan peserta dan peningkatan mutu fasilitas kesehatan diyakini mampu menghadirkan perlindungan kesehatan yang merata.
“JKN ini merupakan program yang sangat baik karena mengedepankan kepedulian dan kebersamaan. Mari kita jaga bersama, karena melalui semangat gotong royong, kita bisa saling membantu agar semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tuturnya. (*)



