ADVERTORIAL
Anggota DPRD Jambi Gelar Reses, Masyarakat Mengeluhkan Kerusakan Jalan dan Kesulitan Ekonomi
Jambi – Para anggota DPRD Provinsi Jambi selama sepekan ini melakukan reses (kunjungan kerja) ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing mengisi luangnya masa persidangan.
Selama reses tersebut, para anggota dewan menyerap aspiraswi warga masyarakat. Keluhan-keluhan masyarakat yang disampaikan kepada para anggota dewan sebagian besar menyangkut kerusakan infrastruktrur, khususnya jalan dan kesulitan ekonomi.Pada pertemuan anggota DPRD DPRD Provinsi Jambi, Wartono Triyan Kusumo di Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Rabu, 8 Maret 2023, warga masyarakat menyampaikan masalah-masalah kerusakan jalan dan bantuan subsidi upah (BSU).
Selain itu, warga masyarakat juga menyampaikan masalah bantuan bibit tanaman, pupuk dan pembinaan.
Wartono Triyan Kusumo mengatakan, reses ke beberapa desa dan kelurahan di Rimbo Bujang, Tebo tersebut dimanfaatkan menjaring aspirasi masyarakat. Berbagai aspirasi dan usulan masyarakat nantinya akan dikaji dan kemudian dimasukkan dalam program dan pokok-pokok pikiran anggota DPRD.
“Beberapa usulan masyarakat yang kami terima, yakni perbaikan jalan lingkungan, jalan produksi dan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Aspirasi tersebut kami tampung. Aspirasi yang paling sesuai akan diterima dan dimasukkan dalam pokok pikiran anggota dewan,” katanya.
Dikatakan, warga masyarakat di Tebo juga banyak mengusulkan perbaikan kerusakan jalan dan peningkatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pembinaan dan pemberian modal usaha. Selain itu warga masyarakat dari kelompok wanita tani mengusulkan pembinaan dan peternak meminta bantuan usaha ternak sapi.
Sementara itu, pada reses anggota DPRD Provinsi Jambi, Faizal Riza di beberapa desa di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Rabu, 8 Maret 2023, warga masyarakat juga mengeluhkan masalah normalisasi sungai, kerusakan jalan dan anjloknya harga pinang. Harga pinang sendiri di Tanjungjabung Barat anjlok dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 2.000/kg.
“Pada pertemuan di beberapa desa, kami menerima berbagai aspirasi masyarakat mengenai normalisasi sungai, perbaikan kerusakan jalan dan anjloknya harga pinang. Kami berupaya agar aspirasi masyarakat tersebut nanti bisa masuk program pembangunan,” katanya.
Dikatakan, warga masyarakat meminta normalisasi sungai an parit (saluran air) di permukiman dan areal pertanian guna mengatasi banjir yang sering terjadi. Kemudian warga mengeluhkan kerusakan jalan yang mengganggu kelancaran transportasi orang dan barang ke perkotaan atau ke luar desa.
“Normalisasi sungai di daerah ini sangat dibutuhkan karena tanaman sering mati akibat terendam banjir pasang surut. Selain itu aliran air dari kanal perusahaan perkebunan sawit menyebabkan banyak tanaman milik rusak dan puso. Sedangkan masalah anjloknya harga pinang juga menjadi bahan perhatian kami karena sebagian besar warga masyarakat Tanjabbar mengandalkan pinang sebagai sumber mata pencaharian,” katanya.
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



