ADVERTORIAL
Ketua DPRD Provinsi Jambi Kunjungi Dua Paguyuban di Singkut
Jambi – Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto melakukan kunjungan ke Paguyuban Krida Turonggo Setto dan Paguyuban Wahyu Budoyo yang berlokasi di Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu.
Kedatangan Edi Purwanto berserta rombongan langsung disambut oleh Kepala Desa Argo Sari, Nurdin Joko Prasetyo, Kepala Desa Sendang Sari Kecamatan Singkut, Sujalmo, Ketua Paguyuban Krido Turonggo Setto Desa Argo Sari, Suparji, dan sejumlah tokoh masyarakat.
Pada kesempatan ini, Edi Purwanto memberikan bantuan alat kesenian berupa Gendang Jaipong satu set, Keyboard KORG b satu unit, Mixer Yamaha 12 chanel satu unit, kemudian Speaker Active Beta 3, satu set, microphone Wireless satu set, Mic Dynamic tiga unit, Stand Mic tiga unit serta Kabel Audio 10 meter sebanyak 2 unit. Kepada Paguyuban Krida Turonggo Setto.
Tak hanya itu Ketua DPRD Provinsi Jambi juga memberikan bantuan alat kesenian kepada pihak Paguyuban Wahyu Budoyo Desa Sendang Sari Kecamatan Singkut, diantaranya berupa Bonang 1 unit, Demung besi 1 unit, Gong besar besok 1 unit, Kabel audio 10 meter 2 unit, Kempul 1 unit,Kendang Bem dan ketipung 1 set, Kenong besi 1 unit, Saron 1 unit, Suwukan besi 1 unit, Speaker active Beta 3 sebanyak 1 set, Mixer yamaha 12 chanel ,1 unit Stand mic 5 buah dan Mic Dinamic 5 unit.
Edi Purwanto tampak senang dan gembira bisa hadir dan bersilahturahmi sekaligus menyerahkan bantuan peralatan musik langsung kepada masyarakat setempat.
“Semoga bantuan alat kesenian dari Pemerintah Provinsi Jambi dapat dimanfaatkan dalam mendukung kemajuan kesenian disini dan yang paling penting lagi kita harus menjaga kerukunan dan kekompakan dalam bermasyarakat” katanya. Kamis, 16 Maret 2023 lalu.
Sementara itu Kepala Desa Argo Sari Kecamatan Singkut, Nurdin Joko Prasetyo memberikan apresiasi dan terimakasih atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih serta penghargaan setinggi tingginya kepada Bapak Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto, berkat kerja keras dan perjuangan beliau dalam menjembatani kepada pemerintah Provinsi Jambi akhirnya peralatan musik untuk menunjang kemajuan kesenian tradisional Paguyuban Krida Turonggo Setto dan sudah diterima masyarakat Desa Argo Sari Kecamatan Singkut,” tuturnya.
Dihadapan Edi Purwanto, Ketua Paguyuban Krido Turonggo Setto Desa Argo Sari, Suparji menceritakan bahwasan Paguyuban Krido Turronggo Setto Desa Argo Sari Kecamatan Singkut didirikan kurang lebih sudah dua puluh tahunan, bahkan alat gamelan yang ada bawaan dari transmigrasi tahun 1979 yang lalu.
“Alhamdulillah berkat pak Edi Purwanto menjembatani pada pemerintah Provinsi Jambi bantuan datang kemari sehingga akhirnya apa yang menjadi harapan masyarakat selama ini dapat terkabul, sekali lagi kami sangat berterima kasih pada pihak pemerintah Provinsi Jambi atas bantuannya,” tuturnya.
Disisi lain, Kepala Desa Sendang Sari Kecamatan Singkut, Sujalmo sangat gembira dengan kehadiran Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto SHi MSi beserta rombongan.
Sujalmo dalam keterangannya kepada media, mengaku sangat berterima kasih atas bantuan peralatan musik khususnya kepada pihak pemerintah Provinsi Jambi yang membantu kemajuan dunia kesenian diwilayahnya.
“Tentu yang tak pentingnya,datangnya bantuan peralatan musik kedesanya .Tidak terlepas dari perjuangan Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto yang menyerap usulan dari masyarakat meminta bantuan peralatan musik untuk Paguyuban Wahyu Budoyo pada pemerintah Provinsi Jambi,” katanya.
Hadir bersama Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, Anggota DPRD Provinsi Jambi Akmaluddin, Ketua DPC PDIP Kabupaten Sarolangun H Hilallaltil Badri, Dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Kasi Bina SDM dan lembaga budaya, Asep Firdaus dan para staf dari pemerintah Kecamatan Singkut.
ADVERTORIAL
Inovasi Layanan Publik Jember Raih Apresiasi PWI Jatim Award 2026, Gus Fawait Persembahkan untuk Rakyat
DETAIL.ID, Jember – Langkah Pemerintah Kabupaten Jember dalam mempercepat dan mempermudah akses layanan bagi masyarakat mendapat pengakuan dari insan pers.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara resmi menerima penghargaan kategori Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT PWI Jatim ke-80 yang berlangsung di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis, 16 April 2026 malam.
Kehadiran Bupati Jember dalam acara tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka.
Penghargaan dari PWI Jawa Timur ini diberikan atas komitmen nyata Pemkab Jember dalam memangkas sekat birokrasi melalui berbagai platform inovatif.
Dalam keterangan tertulisnya, Gus Fawait menyambut baik apresiasi tersebut dan menganggapnya sebagai dorongan moral bagi seluruh jajaran birokrasi di Jember.
Ia menegaskan bahwa pengakuan ini menjadi pengingat untuk terus konsisten dalam melayani masyarakat.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada PWI Jawa Timur atas penghargaan ini. Ini adalah vitamin bagi kami semua untuk bekerja lebih giat dan lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember,” ucap Gus Fawait.
Sejumlah program unggulan yang menjadi motor penggerak perubahan di Jember di antaranya adalah UHC (Universal Health Coverage) Prioritas untuk akses kesehatan gratis, serta Peta Cinta yang memungkinkan warga mencetak KTP dan Kartu Keluarga langsung di kantor kecamatan.
Selain itu, program Wadul Gus’e juga menjadi kanal krusial bagi warga untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan secara langsung kepada pimpinan daerah.
Bupati menyatakan bahwa kelancaran program-program tersebut, terutama yang berkaitan dengan administrasi kependudukan, akan terus didukung dengan ketersediaan logistik yang memadai di tingkat akar rumput.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus proaktif memanfaatkan kanal komunikasi yang telah disediakan pemerintah.
Gus Fawait menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Oleh karena itu, ia mempersembahkan penghargaan tersebut sebagai bentuk keberhasilan kolektif seluruh warga Jember.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Jember dan elemen Pemerintah Kabupaten Jember. Mari kita melangkah bersama menuju Jember Baru, Jember Maju,” tutur.
ADVERTORIAL
Jember Jadi Poros Ekonomi Baru, Rp 207 Miliar Mengalir Setiap Bulan ke Desa-desa
DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember kini tengah bertransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi baru di Jawa Timur melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam peninjauan langsung pada Kamis, 16 April 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkap fakta bahwa program ini bukan sekadar urusan piring makan siswa, melainkan sebuah “suntikan” ekonomi yang diproyeksikan mencapai Rp4 triliun per tahun bagi rakyat Jember.
Gus Fawait menegaskan bahwa kehadiran MBG adalah jawaban nyata atas lesunya harga komoditas pertanian di tingkat bawah.
Ia mengambil contoh nyata dari para petani jeruk di Semboro yang sebelumnya menjerit karena harga anjlok di angka Rp4.000 per kilogram, namun kini setelah program MBG berjalan dan menyerap hasil panen lokal, harga melonjak stabil di angka Rp10.000 per kilogram.
Gairah ini memicu efek domino positif di mana warga kini kembali berlomba-lomba menggarap lahan mereka, sekaligus menepis isu miring di media sosial mengenai ancaman inflasi berbahaya.
“Sekarang warga di sini nanam jeruk semua,” ucap Gus Fawait sembari tersenyum dengan dampak positif program MBG.
Menurut Gus Fawait, pergerakan uang yang masif ini adalah benteng pertahanan Jember dalam menghadapi potensi krisis ekonomi global.
“Kalau ada krisis di dunia, selama MBG jalan, terutama di Kabupaten Jember, InsyaAllah tidak akan berpengaruh pada perekonomian di Kabupaten Jember,” katanya.
Untuk memastikan keberlanjutan program secara presisi, Pemkab Jember bahkan melibatkan akademisi dari Universitas Airlangga guna memantau dampak ekonomi dan pengentasan kemiskinan di setiap kecamatan secara ilmiah.
Senada dengan hal tersebut, Dadan Hindayana membeberkan angka-angka strategis yang menunjukkan betapa besarnya aliran dana yang masuk ke desa-desa.
Saat ini, Jember telah mengoperasikan 207 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 400 unit, di mana setiap satu unit mendapatkan kucuran dana sekitar Rp1 miliar setiap bulannya.
Menariknya, 70 persen dari anggaran tersebut atau setara Rp145 miliar per bulan saat ini, diwajibkan untuk belanja bahan baku kepada petani, peternak, dan UMKM setempat.
Ini berarti, uang negara benar-benar “berhenti” dan berputar di tengah masyarakat lokal, bukan terserap ke distributor besar di luar daerah.
“Uang itu berputar di Jember,” ujarnya.
Namun, di balik optimisme ekonomi tersebut, BGN tetap memasang standar disiplin yang sangat tinggi.
Dadan memberikan peringatan keras bahwa pihaknya telah menghentikan operasional 58 unit pelayanan di daerah lain yang dianggap tidak memenuhi standar fasilitas dan SOP.
Pengawasan berlapis dilakukan untuk menjamin kualitas menu harian, bahkan masyarakat diminta ikut berperan aktif sebagai pengawas melalui dokumentasi foto.
“Kami siapkan sistem pengawasan berlapis. Peran serta masyarakat juga penting untuk memantau kualitas menu harian melalui dokumentasi foto,” tutur Dadan.
ADVERTORIAL
Tekan Gejolak Harga LPG 3 Kg, Bupati Jember Minta Warga Laporkan Pangkalan Nakal
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melakukan langkah preventif guna menjaga stabilitas harga dan stok LPG 3 kilogram yang sempat memicu keresahan warga di berbagai titik.
Melalui koordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga, Pemkab Jember memastikan akan mengawal distribusi gas melon tersebut agar tetap tepat sasaran dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa persoalan di lapangan saat ini didominasi oleh praktik penjualan di atas harga resmi yang dilakukan oleh oknum pangkalan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat kecil dirugikan oleh spekulasi harga yang tidak berdasar.
“Yang membuat resah bukan sekadar stok, tapi harga. Banyak pangkalan menjual di atas HET. Kalau hanya sanksi administratif, itu terlalu ringan,” tutur Gus Fawait.
Ia juga menginstruksikan masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan mandiri.
“Kalau ada pangkalan menjual di atas Rp18.000, tolong laporkan. Itu sudah melanggar aturan pemerintah. Kami ingin memastikan harga di pangkalan sesuai ketentuan. Maksimal Rp18.000, tidak boleh lebih,” katanya.
Pihak Pertamina Patra Niaga turut memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pemerintah Kabupaten.
Pertamina memastikan tidak akan ragu untuk memutus rantai distribusi pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran berat demi menjaga integritas penyaluran subsidi energi.
“Menjual di atas HET adalah pelanggaran berat. Sanksi terberatnya pemutusan hubungan usaha atau penutupan pangkalan,” ucap Ahad Rahedi dari Pertamina Patra Niaga.



