ADVERTORIAL
Ketua Komisi II DPRD Tanjungjabung Timur Melaksanakan Peninjauan Terkait Jalan Opril Jembatan Bagian Timur
Tanjungjabung Timur – Ketua Beserta Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) melaksanakan peninjauan lapangan terkait Peningkatan Jalan Opril Jembatan bagian timur di Kecamatan Muara Sabak Timur. Peninjauan ini merupakan bagian dari tugas pengawasan Komisi II DPRD Tanjungjabung Timur dalam memastikan pelaksanaan proyek infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat, Senin, 22 Mei 2023.
Dalam kunjungan ini, anggota Komisi II DPRD Tanjungjabung Timur turut serta Ariandi selaku Ketua Komisi II DPRD Tanjungjabung Timur beserta beberapa anggota komisi lainnya dan didampingi Kadis PUPR serta Kabid Bina Marga PUPR. Mereka tiba di lokasi pada pukul 09.00 pagi dan langsung memulai peninjauan.
Jembatan bagian timur di Kecamatan Sabak Timur adalah salah satu jalur vital yang menghubungkan berbagai wilayah di Tanjabtim. Melihat kondisi jalan yang sudah cukup tua dan sering mengalami kerusakan, Komisi II DPRD Tanjabtim merasa penting untuk memastikan peningkatan yang dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Selama peninjauan, anggota Komisi II DPRD Tanjungjabung Timur berdialog dengan pihak terkait, termasuk kontraktor yang bertanggung jawab atas peningkatan jalan opril tersebut. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat setempat untuk mendapatkan masukan dan umpan balik mengenai proyek ini.
“Kami sangat mengapresiasi upaya peningkatan jalan opril di Jembatan bagian timur ini. Namun, kami ingin memastikan bahwa proyek ini dilaksanakan dengan baik dan sesuai standar,” ujar Ketua Komisi II DPRD Tanjungjabung Timur, Ariandi.
Selain memeriksa kondisi fisik jalan, anggota Komisi II DPRD Tanjungjabung Timur juga meninjau dokumentasi proyek dan melakukan pemeriksaan kualitas pekerjaan yang telah dilakukan. Mereka berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di wilayah mereka.
Tanggapan Ketua DPRD Tanjungjabung Timur, “Kepada Kepala Dinas/ Kabid, harap mengawas Pekerjaan jalan sebagaimana mestinya”. Ia berpesan kepada Konsultan pengawasan “tolong selalu meninjau pekerjaan, harap disesuaikan antara pencairan dengan Implementasinya di Lapangan”, tutur Mahrup.
Usai peninjauan, Ketua beserta Anggota Komisi II DPRD Tanjungjabung Timur akan menyusun laporan yang objektif dan detail mengenai peningkatan jalan opril Jembatan bagian timur. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi mereka dalam memberikan rekomendasi kepada pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan kelancaran proyek dan kepuasan masyarakat.
ADVERTORIAL
IPM Jember Tembus 71,57, Kemiskinan Turun ke Level Terendah 10 Tahun
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyampaikan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember yang mencapai 71,57, Jumat, 3 April 2026.
Angka tersebut naik 3,42 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di posisi 69,20, seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.
Selain itu, Kabupaten Jember juga mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi 8,67 persen atau sekitar 216.760 jiwa, yang menjadi capaian terendah dalam sepuluh tahun terakhir dan berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 9,50 persen.
“Alhamdulillah, ikhtiar kita bersama membuahkan hasil nyata. Fokus kami jelas, mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus menggenjot pendapatan per kapita melalui 43 kegiatan lintas sektor yang menyasar hampir dua juta individu,” ujar Gus Fawait.
Kenaikan IPM didorong oleh peningkatan daya beli masyarakat sebesar 4,18 persen, didukung penguatan sektor UMKM dan perluasan lapangan kerja di daerah.
“Kita tidak hanya membangun fisik, tapi membangun manusianya. Dimensi pengetahuan juga kita genjot melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang pertumbuhannya melompat dari 0,31 persen menjadi 1,53 persen tahun ini,” katanya.
Pada sektor kesehatan, penurunan stunting tercatat dari 30,4 persen pada 2024 menjadi 20,1 persen pada 2025, dengan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,46 persen.
“Kesehatan adalah fondasi. Dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) yang signifikan serta UHC yang hampir 100 persen, kami ingin memastikan tidak ada warga Jember yang takut berobat karena kendala biaya,” tutur Gus Fawait.
ADVERTORIAL
Investasi Jember Melonjak 70 Persen di Tengah Inflasi 3,84 Persen
DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember mencatatkan performa ekonomi yang solid sepanjang tahun 2025 dengan lonjakan investasi yang signifikan di tengah tekanan inflasi yang tetap terkendali.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026 menunjukkan inflasi tahunan Jember berada di angka 3,84 persen.
Meski sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen dan Jawa Timur 3,79 persen, kondisi tersebut masih dalam kategori stabil.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan bahwa pengendalian inflasi terus diperkuat melalui strategi 4K yang dijalankan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.
“Kami terus bergerak cepat di lapangan melalui operasi pasar rutin dan penguatan sinergi lintas instansi. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan stok BBM, LPG, serta bahan pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Gus Fawait, Kamis, 2 April 2026.
Tekanan inflasi terjadi pada sejumlah komponen pengeluaran, terutama perawatan pribadi yang mengalami kenaikan hingga 13,66 persen.
Namun demikian, kondisi tersebut tertahan oleh deflasi pada sektor teknologi informasi dan jasa keuangan sebesar 2,56 persen.
Di sisi lain, realisasi investasi Jember pada 2025 menunjukkan lonjakan tajam.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, nilai investasi mencapai Rp2,57 triliun atau meningkat 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun.
Capaian tersebut bahkan melampaui target RPJMD 2025–2029 yang ditetapkan sebesar Rp1,85 triliun.
Investasi tersebut berasal dari 457 unit usaha, dengan sektor properti dan kawasan industri menjadi kontributor utama, disusul industri makanan, kimia dan farmasi, mineral non-logam, serta perdagangan dan reparasi.
“Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal sebesar Rp 2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru. Fokus kami adalah memastikan investasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
ADVERTORIAL
UHC Jadi Andalan, Pemkab Jember Fokus Turunkan AKI/AKB dan Stunting
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengoptimalkan program Universal Health Coverage (UHC) sebagai langkah nyata dalam menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) serta stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di tahun 2026.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menegaskan bahwa layanan kesehatan yang merata menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Ia menyebut, UHC menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan akses kesehatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Gus Fawait mengingatkan agar data kesehatan tidak dibaca secara parsial.
Menurutnya, perbandingan data harus dilakukan secara menyeluruh dalam satu tahun anggaran agar menghasilkan kesimpulan yang tepat.
“Membandingkan angka tidak bisa hanya per tiga bulan dengan data setahun penuh. Namun, kami pastikan bahwa UHC adalah instrumen utama untuk menurunkan AKI dan AKB. Salah satu faktor ketimpangan saat pertumbuhan ekonomi naik adalah akses kesehatan. Dengan UHC, kita meminimalisir hambatan bagi warga tidak mampu untuk mendapatkan layanan medis berkualitas,” kata Gus Fawait.
Sebagai langkah percepatan, Pemkab Jember menyiapkan program pemeriksaan kesehatan intensif bagi ibu hamil di seluruh wilayah.
Pemerintah menargetkan seluruh ibu hamil sudah menjalani pemeriksaan USG pada akhir April 2026.
“Kita punya target, akhir April ini seluruh ibu hamil di Jember harus sudah di-USG. Ini adalah deteksi dini untuk memastikan kesehatan janin dan ibu, sehingga risiko saat persalinan bisa kita minimalisir sejak awal,” tuturnya.



