ADVERTORIAL
Gubernur Al Haris Teken MoU dengan Universitas Negeri Padang Dalam Meningkatkan SDM
Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Negeri Padang (UNP) yang diwakili Rektor UNP Ganefri, P.Hd. Ia mengemukakan bahwa tujuan penandatanganan MoU tersebut untuk berkerjasama dalam peningkatan SDM bagi kemajuan Provinsi Jambi.
Pernyataan ini diungkapnya saat kuliah umum dan Penandatanganan MoU antara UNP dengan Pemerintah Provinsi Jambi, di Ruang Senat Lantai 4 Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu, 10 Juni 2023.
“Melalui MoU dengan universitas ini kita bisa mengirimkan anak anak Jambi bisa masuk di universitas yang mereka inginkan sesuai dengan jurusan yang mereka inginkan, yang tidak ada jurusannya di Jambi. Selain itu MoU dengan UPN penting untuk Jambi sebab indeks sumber daya manusia Sumatera Barat termasuk tinggi di Sumatera,” ujar Al Haris.
UNP, lanjut Al Haris memiliki standar pengelolaan perguruan tinggi sudah luar biasa, banyak jurusan yang tidak dimiliki kampus lain, salah satunya SLB.
“Kedepannya bagi jurusan guru SLB ini perlu kita perbanyak, sebab ini langka, selain akademik yang tidak ada di Jambi, bisa lanjut di sini,” ucapnya.
Di kesempatan ini Gubernur Al Haris menjelaskan potensi alam, pariwisata, dan isu strategis Provinsi Jambi. Menurutnya, isu strategis Provinsi Jambi yaitu penerapan tata kelola pemerintah, daya saing ekonomi masih rendah sementara daya dukung lingkungan semakin menurun, juga kualitas SDM belum baik dan merata.
Al Haris juga memaparkan, program unggulan pemerintah Provinsi Jambi dalam upaya peningkatan pendidikan dan enterpreneu rship, bantuan biaya pendidikan siswa SMA, SMK, dan SLB bagi keluarga miskin; bantuan beasiswa S1 dan S3 pemerataan jangkauan internet di wilayah Provinsi Jambi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu Rektor UNP, Prof Ganefri Ph.D juga menyambut baik kerja sama UNP dengan pemerintah Provinsi Jambi.
“Saya sangat mengapresiasi Pak Gubernur Jambi karena visi beliau di bidang pendidikan ini sangat luar biasa, beliau sangat peduli terhadap pengembangan SDM di Jambi itu menjadi prioritas pertama, karena kuncinya membangun daerah itu dimana-mana pendidikan, indek pembangunan manusia dipengaruhi disamping pendidikan, ekonomi dan kesehatan tapi induknya pendidikan, kalau kualitas pendidikan naik otomatis yang lain ikut naik, terutama perekonomian suatu daerah dan pembangunan di segala bidang, sangat sesuai dengan visi misi Jambi mantap memajukan SDM yang berkualitas,” ujarnya.
Rektor UNP juga menyampaikan, UNP yang sebelumnya adalah IKIP Padang, UNP saat ini sedang giat meningkatkan kualitas mahasiswa yang berasal dari Provinsi Jambi lebih kurang 3000 mahasiswa.
“UNP ini termasuk universitas yang tua di Sumbar ini, dulunya IKIP, sekarang ini UNP mewisuda mahasiswa, satu tahun empat kali, nantinya kami akan undang pak Gubernur Jambi untuk menghadiri wisuda yang akan datang untuk penyemangat mahasiswa Jambi di UNP ini,” ujar Ganefri.
Selain itu Rektor sangat mengapresiasi langka Gubernur Jambi mempunyai rencana akan mendirikan asrama bagi mahasiswa Jambi di Sumbar ini.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Serukan Toleransi dan Persatuan Warga Jember di Momen HUT ke-81 RI
DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melebur perbedaan suku, agama, dan golongan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Imbauan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Alun-Alun Jember, Senin, 17 Agustus 2026.
Gus Fawait menyatakan bahwa pengisian kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni belaka, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan rasa persatuan di tengah masyarakat.
“Salah satu bentuk penjelmaan dari menjaga kemerdekaan tersebut adalah dengan menghormati kepemimpinan nasional sebagai simbol negara,” ujar Gus Fawait.
Ia juga mengingatkan pengorbanan para pahlawan dari beragam latar belakang dalam merebut kemerdekaan.
Menurutnya, menghargai keberagaman dan menjaga kerukunan antarwarga menjadi fondasi utama dalam melanjutkan pembangunan daerah.
Sebagai wujud komitmen pelayanan yang merata tanpa membeda-bedakan warga, Pemkab Jember pada momentum tersebut turut meluncurkan armada Home Care untuk masyarakat kurang mampu serta unit Pemadam Kebakaran (Damkar) baru khusus pemukiman padat jalan sempit.
“Layanan ini disiapkan untuk menjamin akses kesehatan dasar bagi warga kurang mampu di seluruh kawasan Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.
ADVERTORIAL
Bupati Jember Tinjau Homecare Puger, Targetkan 25 Ribu Lansia dan Kelompok Rentan Terjangkau Medis
DETAIL.ID, Jember — Keterbatasan fisik dan akses ekonomi masih menjadi pengganjal bagi warga kelas bawah di Kabupaten Jember untuk menjangkau fasilitas kesehatan.
Kondisi tersebut mendorong pemantauan langsung pelaksanaan program layanan kesehatan jemput bola Homecare di Kecamatan Puger oleh Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam tinjauan lapangan itu, Gus Fawait mendapati sejumlah warga lanjut usia yang tinggal sebatang kara dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk datang berobat ke puskesmas maupun rumah sakit.
Penemuan ini mengonfirmasi masih adanya celah dalam pemenuhan hak kesehatan warga di tingkat akar rumput.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Tidak hanya mereka yang punya kendala untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, ketersediaan program berobat gratis belum menjadi solusi tunggal jika warga yang sakit tidak memiliki sarana atau kemampuan untuk mendatangi pusat layanan kesehatan.
Pemerintah daerah mencatat pentingnya penanganan langsung ke kediaman warga rentan, termasuk perbaikan tempat tinggal yang dinilai tak layak huni.
“Kesehatan yang gratis sudah, ternyata masih ada beberapa pihak yang tidak bisa mengakses karena keterbatasan fisik dan ekonomi. Kami akan terus berikhtiar untuk memastikan bahwa meeka tidak menanggung sakitnya sendirian. Pemerintah dan negara harus hadir,” ujar Gus Fawait.
Program Homecare ini dirancang menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus, meliputi lansia, ibu hamil berisiko tinggi, anak terindikasi stunting, penyandang disabilitas, hingga penderita penyakit berkepanjangan.
Operasional di lapangan mengintegrasikan peran tenaga medis puskesmas, jajaran kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Bukan cuma tugas nakes saja, tapi tugas kita bersama,” kata Gus Fawait.
Pada tahap awal, pelaksanaan program difokuskan pada pendataan uji coba terhadap 25.000 keluarga sasaran yang akan menerima penanganan medis berkala setiap bulan.
Pemerintah Kabupaten Jember bakal melakukan evaluasi bertahap sebelum memperluas daya jangkau program tersebut ke seluruh wilayah Jember.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Kukuhkan Paskibraka 2026, Dorong Pemuda Jadi Pelopor Cinta NKRI
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi mengukuhkan 70 pelajar terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jember 2026.
Prosesi berlangsung khidmat di Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Momen tersebut menjadi tonggak menyongsong Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, serta disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), dan para orang tua anggota Paskibraka.
Melalui agenda tahunan ini, Pemkab Jember menegaskan komitmennya dalam mengapresiasi sekaligus membina potensi generasi muda daerah.
Gus Fawait menyampaikan bahwa para pelajar terpilih merupakan generasi berprestasi yang berhak mendapatkan dukungan keberlanjutan pendidikan dari pemerintah daerah.
“Mereka yang terpilih adalah pelajar berprestasi. Prestasi itu nantinya menjadi salah satu indikator untuk memperoleh beasiswa saat melanjutkan kuliah,” ujar Fawait.
Dukungan beasiswa tersebut menunjukkan perhatian nyata Pemkab Jember terhadap masa depan pemuda yang berdedikasi.
Lebih dari sekadar tugas seremonial mengibarkan Sang Saka Merah Putih, para anggota Paskibraka diposisikan sebagai teladan pembawa semangat nasionalisme di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Momentum 17 Agustus harus membuat kecintaan kepada NKRI semakin kuat. Kebanggaan terhadap simbol negara dan pemimpin harus terus dipupuk,” kata Fawait.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memfokuskan energi pada upaya menjaga kebersamaan dan memajukan daerah.
Seluruh perbedaan pandangan harus dilebur demi kepentingan yang lebih besar, yakni keutuhan dan kemajuan bangsa.
Melalui program pembinaan Paskibraka yang berkelanjutan, Pemkab Jember optimistis dapat melahirkan sumber daya manusia yang disiplin, berkarakter kuat, serta siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Jadilah pionir yang mengajak teman-teman sebaya untuk memupuk cinta NKRI, dimulai dengan bangga kepada pemimpin Republik Indonesia,” tuturnya. (*)



