Connect with us
Advertisement

DAERAH

Sekolah Ini Paling Jauh di Merangin Tapi Kualitasnya Tak Kalah Saing

Published

on

Wajah baru SMAN 9 Merangin, Makin hijau dan tertata rapi.(detail/Daryanto)

Merangin – SMAN 9 Merangin yang berada di Desa Madras bagi sebagian besar masyarakat Kecamatan Jangkat memang menjadi pilihan untuk para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Apalagi dalam dua tahun ini, SMAN 9 Merangin banyak mengalami peningkatan baik dari sisi pembangunan dan terobosan sistem pembelajaran.

Bahkan sekolah yang awalnya tidak memiliki sarana dan prasarana saat ini sudah memiliki dua lokal OSIS dan ruang BK yang berasal dari bantuan DAK.

Sekolah ini juga telah membangun gapura sekolah, lapangan voli, podium dan tiang bendera, turap, tangga penghubung antar kelas, tempat wudhu, pembuatan sumur, penampungan air, lapangan futsal

Yang tak kalah penting, sekolah ini juga membangun taman. Mereka terus menerus berbenah. Untuk memastikan anak-anak sekolah bisa belajar nyaman. Bila siswa hendak jajan, tak perlu lagi keluar sekolah. Pihak sekolah telah menyediakan kantin yang tertata rapi.

Hal ini tidak terlepas dari dukungan sekolah, dan juga dukungan wali murid dan komite sekolah yang ikut tangung jawab untuk memajukan sekolah.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun, sekolah ini bisa berubah baik dari segi pembangunan. Bukan itu saja, jumlah siswa barunya juga setiap tahunnya terus meningkat,” kata Kepala SMAN 9 Merangin, Wiji pada Kamis, 20 Juli 2023.

Menurut Wiji, faktor penyebabnya adalah kenyamanan siswa saat belajar. Faktor lain adalah beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang menambah semangat para siswa.

“Kalau dulu anak-anak sekolah masih sering bolos saat jam belajar, sekarang tidak. Dengan pendekatan dan cara belajar diterapkan seperti apel pagi dan kultum setiap hari Jumat membuat siswa nyaman belajar di kelas,” ujarnya.

Wiji bercerita, awal dia menjabat Kepsek, jumlah murid hanya 165 orang. Seiringnya waktu, jumlah siswa menjadi 185 orang. Ia mengatakan, pada tahun ini jumlah siswa baru mencapai 205 siswa.

“Alhamdulillah, makin tahun makin banyak yang sekolah di sini. Target kita bersama dengan komite sekolah kita akan berusaha untuk membangun musala sekolah sehingga nilai-nilai keagamaan bisa diterapkan dari sekolah juga,” ucapnya.

Yang membanggakan Wiji, dengan pembinaan olimpiade sains, kegiatan ekstrakurikuler pembinaan pramuka, beladiri, bola volly, seni tari, atletik, futsal membuat para siswa terus berkembang. Untuk pertama kalinya, tahun ini, SMAN 9 berhasil meloloskan 2 siswa pada seleksi mahasiswa undangan jalur SNBP di Universitas Jambi.

Sementara itu, Suci salah satu alumni SMAN 9 Merangin mengakui kemajuan itu.

“Saya alumni ke-18 SMAN 9 Merangin, saya kagum dan bangga sekarang sekolahnya bisa sebagus dan semaju ini,” kata Suci melalui akun medsosnya.

Rasa kagum juga disampaikan oleh Wandi, wali murid SMAN 9 Merangin.

“Saya melihat dari sistem administrasi sudah tertata dengan baik. Sekolah sudah makin hijau dengan semua penataan baik ruang dan juga bangunan. Dan, hal kecil seperti anak-anak sekolah tidak ada lagi yang menggunakan knalpot racing. Ini sangat luar biasa. Semoga sekolah ini makin maju,” ujar Wandi.

Reporter: Daryanto

Advertisement

Uncategorized

Kades Susilo Tak Menyangka Korban Dibawa ke Jawa Tengah, Baru Tahu Saat Baca Berita

DETAIL.ID

Published

on

Kades Bukit Beringin, Susilo. (ist)

DETAIL.ID, Merangin – Polemik pemulangan M korban cabul ketua RT di Desa Bukit Beringin Kecamatan Bangko Barat mulai terkuak. Dari perbincangan dengan Susilo, Kades Bukit Beringin mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka saat keluarga pelaku menemui dirinya dan perangkat desa di Kantor Desa pada medio 28 Mei lalu, dan bermohon untuk mengambil M yang masih berada di rumah kades untuk diajak pulang ke rumah pelaku ternyata malah dibawa pulang ke Jawa tengah.

“Awalnya saat itu kami tengah mempersiapkan kunjungan ibu Ketua Penggerak PKK Kabupaten Merangin, disaat bersamaan keluarga pelaku mendatangi kami di kantor desa, bersama dengan dua orang oknum wartawan yang mendampingi,” kata Susilo.

Susilo menjelaskan bahwa kedatangan mereka, untuk mengambil M untuk diajak pulang ke rumah istri pelaku yang tak lain adalah keluarga dekat korban.

“Mereka datang menemui kami, mau membawa korban pulang ke rumah karena kami tau istri pelaku juga keluarga korban. Dua orang oknum wartawan yang mendampingi mereka, juga mengatakan bahwa diberikan kuasa untuk menyelesaikan masalah yang sedang berjalan, dan kami menjelaskan kalau mau bahas masalah ini, nanti tanggal 30 Mei saja datang ke kantor desa,” ujar Kades.

Pada tanggal 30 Mei 2026 usai kunjungan Ketua Penggerak PKK Kabupaten Merangin, sekitar pukul 17.00 WIB istri pelaku dan dua orang oknum wartawan yang mengaku mendapat kuasa dari istri pelaku untuk menyelesaikan kasusnya meminta agar korban M diserahkan kepada istri pelaku.

“Mereka bertiga datang untuk mengambil korban M yang masih bersama saya, namun sempat terjadi perdebatan dengan dua orang oknum wartawan yang mengaku mendapatkan kuasa dari istri pelaku, sebab kami bersikukuh tidak mau mengembalikan dan tidak mau menyerahkan korban untuk dikembalikan ke keluarganya, apalagi proses hukumnya masih berjalan, saat itu masih ada Camat Bangko Barat, orang Dinas UPTD PPA Dinsos, dan juga Sekdes,” ucapnya.

Di tengah perdebatan anak pelaku menangis dan mau ikut bersama korban M, demi rasa kemanusiaan maka Kades kemudian meminta agar istri pelaku dan dua oknum wartawan membuat permohonan pengambilan korban.

“Anak pelaku yang ikut, tiba-tiba nangis dan mau ikut bersama korban M, karena rasa kemanusiaan dan demi keselamatan korban, saya menyarankan agar istri pelaku membuat permohonan, tetapi dengan syarat yang kami ajukan agar istri pelaku menjamin keselamatan korban, dan jika terjadi sesuatu maka istri pelaku wajib bertanggung jawab secara penuh, surat permohonan juga dibubuhi materai dan ditandatangani istri pelaku dan satu orang oknum wartawan, dan saya juga membuat surat serah terima korban kepada istri pelaku,” katanya.

Namun dirinya sangat kaget saat membaca berita media online bahwa korban M ternyata bukan dibawa pulang ke rumah istri pelaku, namun korban M dibawa pulang ke Jawa Tengah, padahal sudah dijelaskan bahwa kasusnya masih berjalan.

“Saya tidak menyangka kalau korban tidak ikut tinggal dengan istri pelaku seperti yang kami bayangkan, sebab sudah kami jelaskan bahwa kasusnya masih berjalan, dan korban masih di perlukan dalam persidangan, saya baru tau korban M sudah di Jateng dan sekolah di sana. Sementara itu ada berita dari keluarga pelaku menyebutkan bahwa informasi negatif yang beredar tidak benar, jujur saja kami tidak menduga jika korban dibawa ke Jateng disaat proses hukumnya belum selesai, dan kami menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini, jika ada pihak-pihak yang menghalangi kasus ini silahkan ditindak demi masa depan korban,” ujarnya.

Reporter: Daryanto

Continue Reading

DAERAH

Dua Atlet Kota Pasuruan Raih Medali Perunggu di Kejurda Kapolda Jatim Cup 2026

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Pasuruan – Dua atlet karate Kota Pasuruan berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kapolda Jatim Cup 2026 yang digelar di GOR Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya pada 20–21 Juni 2026.

‎Dari delapan atlet yang diturunkan mewakili Kota Pasuruan, Aline Mizaluna sukses meraih Juara III kategori Kata U-21 Putri. Sementara itu, Lysia Abyta juga berhasil menempati posisi ketiga pada kategori Kumite Junior Putri kelas-53 Kilogram.

‎Capaian tersebut menjadi hasil positif bagi kontingen Kota Pasuruan di tengah persaingan ketat yang melibatkan atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

‎Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.

‎”Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang para atlet selama menjalani proses latihan. Kami mengapresiasi atlet, pelatih, dan official yang telah berjuang maksimal. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang,” ujar Titus.

‎Ketua Official Tim, Senpai Bayu mengatakan hasil yang diraih menunjukkan program pembinaan atlet yang dijalankan selama ini berjalan sesuai target.

‎”Alhamdulillah dua atlet berhasil naik podium dalam ajang yang sangat kompetitif. Ke depan kami akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan program latihan agar mampu meraih hasil yang lebih baik,” katanya.

‎Keberhasilan dua atlet meraih podium pada Kejurda Kapolda Jatim Cup 2026 sekaligus memperlihatkan hasil pembinaan olahraga prestasi yang dijalankan melalui sinergi antara KONI Kota Pasuruan dan Polres Pasuruan Kota.

‎Reporter: Tina

Continue Reading

DAERAH

Aliansi Perempuan Merangin Kecewa, Korban Pulang ke Jawa Tengah Sebelum Kasusnya Diproses Hukum Secara Tuntas

DETAIL.ID

Published

on

(ist)

DETAIL.ID, Merangin – Aliansi Perempuan Merangin (APM) kecewa korban pencabulan M yang dipulangkan sementara kasusnya belum diproses hukum hingga tuntas.

“Kecewa sekali. Dari awal saya diajak kades untuk ikut memberikan pendampingan,dan penguatan secara psikologis kepada korban, tapi saat tahu dari media kalau korban dibawa pulang ke Jawa sebelum selesai kasusnya tentu kecewa sekali,” kata Anggota KPM yang akrab disapa Rum pada Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, korban masih perlu pendampingan psikolog, sebab selama ini dirinya ikut mendampingi korban setiap konsultasi dengan psikolog agar mental korban makin kuat dan memiliki rasa optimisme dalam melanjutkan cita-citanya.

“Dari mulai korban divisum sampai dengan pendampingan dari Dinas UPTD PPA Dinsos dan ngantar ke psikolog, saya ikut dampingi. Ini yang membuat saya tidak mengerti kenapa bisa korban diserahkan dan dibawa pulang ke Jawa Tengah sebelum kasusnya selesai,” ucapnya.

Dirinya tidak menyangka jika korban sudah dibawa keluarganya ke Jawa padahal banyak pihak sudah meminta agar selama kasusnya belum selesai korban masih di rumah kades.

“Kepada keluarga korban sudah diberi tahu, selama kasusnya belum selesai korban untuk tinggal di sini, dan jika akan melanjutkan pendidikannya silakan saja, ada apa dengan pemulangan korban ke Jawa Tengah,” ujarnya.

DETAIL.ID berusaha mengonfirmasi Kades Bukit Beringin Susilo untuk mendapatkan penjelasan. Namun sayangnya nomor yang bersangkutan dihubungi bernada aktif tetapi tidak pernah diangkat dan saat dikirim pesan WhatsApp juga tidak pernah dibalas.

Reporter: Daryanto

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs