Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Wagub Jambi Berharap Melalui Kegiatan Sedekah Jambi Senantiasa Jadi Aman dan Nyaman

Published

on

Jambi –  Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pdi mengharapkan, melalui kegiatan sedekah negeri ini, Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi menjadi daerah atau negeri yang senantiasa diberkahi, aman, nyaman dan sejahtera.

Harapan ini dikatakan Wagub saat menghadiri Sedekah Negeri Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Provinsi Jambi, bertempat di Balairung Sari LAM Jambi Provinsi Jambi, Jum’at, 5 Januari 2024.

“Melalui kegiatan sedekah negeri ini, Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi menjadi daerah atau negeri yang senantiasa diberkahi, aman, nyaman, dan sejahtera, Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur, dan Allah SWT senantiasa meridhoi dan memudahkan setiap langkah serta upaya kita semua. Aamiin,” ujar Wagub Sani.

Dalam kesempatan Sedekah Negeri ini, Ketua Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Provinsi Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) yang bergelar Datuk Temenggung Putro Jayo Diningrat menganugerahkan anggota kehormatan Lembaga Adat Melayu Jambi kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Hadi Tjahjanto yang ditandai pemasangan penutup kepala lacak Jambi dan penyematan pin kehormatan LAM dan dilanjutkan dengan penyematan keris Jambi oleh Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.PdI yang bergelar Paduko Agungmulyo Agamo.

Dalam kata sambutannya Wagub Sani mengucapkan selamat kepada Hadi Tjahjanto menjadi anggota kehormatan LAM Jambi, dengan adanya Bapak Hadi Tjahjanto menjadi anggota kehormatan LAM Jambi, akan memberikan semangat dalam menjalankan tugas negara sebagai Menteri ATR/Kepala BPN RI.

“Selamat datang dan selamat atas diberikannya anggota kehormatan pengurus lembaga adat Melayu Provinsi Jambi. Dan Kami yakin, namanya anggota kehormatan, adanya bapak sebagai anggota kehormatan, semakin terhormat, semakin eksis, semakin dapat menjalankan tugas,” ujar Wagub Sani.

Wagub Sani juga mengatakan ucapan terima kasih kepada Ketua dan segenap pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Provinsi Jambi atas rangkaian kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi Jambi.

“Saya menyambut baik tradisi baik yang dilakukan oleh LAM Jambi ini, dan saya meyakini bahwa acara ini digelar sebagai wujud ungkapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan bumi dan negeri tempat kita berpijak dengan segala rezeki, kesejahteraan, kenyamanan serta hasil bumi yang berlimpah untuk keberlangsungan hidup kita semua,” ujar Wagub Sani.

“Rasa syukur kita semua adalah dengan senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, menjaga dan merawat negeri yang beragam, serta saling bersinergi antara pemerintah, pemangku adat dan seluruh stakeholder dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Makna dan filosofis yang didapatkan disini selain menjaga solidaritas sosial juga untuk menciptakan suasana rukun dan harmonis antar masyarakat, menciptakan kedamaian dan menjauhkan diri dari perselisihan, rasa permusuhan dan prasangka dan merayakan peristiwa yang membahagiakan,” tutur Wagub Sani.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI Hadi Tjahjanto menyampaikan, sejak menjabat Panglima TNI hingga sekarang menjadi Menteri ATR/Kepala BPN RI, dirinya telah enam kali menginjakkan kakinya ke Provinsi Jambi. Istimewanya, kedatangannya yang keenam ini menjadi kebanggan tersendiri baginya karena kedatangan ini tidak saja menghadiri HUT Provinsi Jambi, juga diangkat menjadi anggota kehormatan Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Provinsi Jambi. Dengan demikian, didepan namanya bertambah menjadi Datuk Hadi Tjahjanto.

“Malam ini saya sangat berbahagia sekali, di momen istimewa ini saya dapat bertamu dan bersilaturahmi dengan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian pengurus Lembaga Adat Melayu Jambi, yang secara turun menurun telah menjaga keseluruhan adat istiadat Melayu di Provinsi Jambi. Kehadiran saya di Jambi mungkin sudah yang ke-6,” ucap Hadi Tjahjanto.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada jajaran Pemerintah Provinsi Jambi serta ketua dan pengurus Lembaga Adat Melayu LAM Jambi yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk ditetapkan sebagai anggota kehormatan LAM Jambi. Insya Allah anugerah gelar ini akan lebih mendorong, memotivasi, memberikan semangat dan bermanfaat kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta, khususnya Provinsi Jambi,” katanya.

Advertisement

ADVERTORIAL

Keterbatasan Anggaran Daerah, Gus Fawait Ajak DPRD Jember Lobi Pemerintah Pusat

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawancarai media. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027 resmi bergulir melalui Rapat Paripurna I di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jember, Senin, 28 September 2026.

Rapat tersebut diikuti 32 dari total 49 anggota dewan.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa seluruh program dalam APBD 2027 wajib berpatokan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati eksekutif dan legislatif.

“Program-program yang dirancang untuk APBD tahun 2027 tidak akan lepas dari Perda RPJMD yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif,” tutur Gus Fawait.

Mengingat kemampuan fiskal daerah yang terbatas untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan, ia meminta para legislator ikut bergerak mengupayakan suntikan dana dari pemerintah pusat.

“Saya mengajak anggota DPRD untuk terus melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat. Kita ketahui bersama, Jember kalau hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara APBD dan APBN sangat krusial, terlebih dukungan dana pusat untuk Jember pada tahun ini tergolong signifikan.

“Alhamdulillah, tahun ini anggaran APBN yang masuk ke Kabupaten Jember jumlahnya cukup besar dan perlu kita syukuri,” katanya.

Selain persoalan fiskal, Gus Fawait memaparkan penurunan angka pasien di puskesmas maupun rumah sakit daerah.

Kendati grafik kesehatan membaik, warga diimbau tetap menjalankan perlindungan diri sederhana.

“Tidak perlu panik karena kondisinya sudah menurun, tetapi tetap jaga kesehatan. Anak-anak sekolah yang mengalami gejala flu dianjurkan memakai masker,” tuturnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Pasar Tradisional dan Ritel Tak Lampaui HET

DETAIL.ID

Published

on

Tim Satgas Saber Pangan gabungan saat sidak pasar tradisional, Senin (28/9/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Tim Satgas Saber Pangan gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjung dan ritel modern di Kabupaten Jember untuk mengecek harga serta ketersediaan pasokan komoditas pangan, Senin, 28 September 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pedagang menjual beras sesuai ketentuan pemerintah sekaligus mengantisipasi gejolak harga di pasaran.

Sidak ini menerjunkan personel gabungan dari Polres Jember, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perdagangan, Dinas Pasar, hingga Perum Bulog.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Iptu Harry Sasono, mengatakan pemeriksaan di Pasar Tanjung berfokus pada dua toko besar, yakni UD Utama Sari dan UD Sumber Pangan Barokah.

Di lokasi tersebut, beras premium merek Gokar tercatat dijual Rp14.900 per kilogram dan beras SPHP seharga Rp11.800 per kilogram.

Tim Satgas Pangan selanjutnya melakukan peninjauan ke ritel modern di Lippo Mall Jember.

Di pusat perbelanjaan ini, beras premium merek Punokawan, Be Food Setra Ramos, dan Santap dipatok Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras SPHP dijual Rp12.500 per kilogram.

“Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah lokasi, harga beras yang ditemukan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Tidak ditemukan adanya penjualan beras yang melampaui batas harga tersebut,” kata Harry.

Meskipun tingkat harga terpantau stabil, petugas menemukan ganjalan pada ketersediaan stok.

Pasokan beras medium di ritel modern mulai mengalami keterbatasan, sementara stok beras premium di sejumlah pedagang pasar tradisional menyusut akibat lonjakan harga gabah di tingkat petani yang memicu kenaikan biaya produksi penggilingan.

“Kondisi harga dan pasokan beras perlu terus dipantau untuk mencegah terjadinya gejolak. Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap harga jual, tetapi juga ketersediaan stok,” ujarnya.

Demi menjaga kelancaran distribusi, Polres Jember mengintensifkan koordinasi bersama Pemkab Jember, Bulog, serta pengelola pasar, sembari rutin memberikan sosialisasi kepada pedagang agar tetap patuh terhadap aturan HET.

“Melalui pengawasan ini, kami berupaya memastikan kebutuhan beras masyarakat Jember tetap aman dengan harga sesuai ketentuan. Pemantauan berkelanjutan ini juga untuk mendeteksi lebih awal jika ada gangguan pasokan di pasaran,” tutur Harry. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Lobi Kemensos Soal Bansos dan Disabilitas

DETAIL.ID

Published

on

Kepala Dinsos PPPA dan Kepala Diskominfo Jember saat berkunjung ke Kementerian Sosial RI, Rabu (23/9/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) mendatangi Kementerian Sosial RI pada Rabu, 23 September 2026.

Kedatangan rombongan Pemkab Jember ini bertujuan membereskan persoalan kuota bantuan sosial yang belum terpenuhi sekaligus memperjuangkan bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Kepala Dinsos PPPA Jember, Lingga Diputra, memimpin langsung koordinasi tersebut mendampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Akhmad Helmi Luqman.

Tim Pemkab Jember menggelar pertemuan khusus bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos.

Data evaluasi Pusdatin Kemensos per Agustus 2026 mengungkapkan adanya under kuota sebanyak 9.815 data penerima manfaat di Kabupaten Jember.

Menyikapi selisih angka tersebut, Pemkab Jember mengajukan penyesuaian data agar keterisian kuota bansos di wilayahnya dapat digenjot hingga di atas 80 persen.

“Kami mendorong agar penambahan kuota ini tidak dilakukan secara bertahap, melainkan bisa diselesaikan sekaligus. Namun, pelaksanaannya tentu tetap menyesuaikan dengan kebijakan dan kondisi pembagian kuota bersama kabupaten lain,” kata Lingga.

Di samping pembenahan data bansos, Lingga memaparkan kebutuhan 49 unit alat bantu berupa tangan dan kaki palsu bagi warga kurang mampu.

Dari total usulan tersebut, Kemensos telah memasukkan 20 permohonan ke dalam prioritas desil penerima.

Adapun 29 permohonan alat bantu lainnya masih perlu melewati tahapan pemutakhiran data administratif.

Langkah ini wajib dilakukan agar alokasi bantuan fisik dari kementerian tidak salah sasaran.

“Namun sejumlah 29 usulan sisanya memerlukan perbaikan dan pemutakhiran data administratif agar tepat sasaran, mengingat penerima manfaat berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu,” ucapnya.

Dalam dialog itu, Pemkab Jember juga menyampaikan kebutuhan kaki palsu berbahan carbon bagi atlet sepak bola disabilitas asal Jember yang bertanding di tingkat internasional.

Lantaran pengadaan alat bantu olahraga tersebut memerlukan biaya tinggi dan spesifikasi khusus, Kemensos menyarankan Pemkab Jember untuk turut menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs