Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Gubernur Jambi Laksanakan Safari Ramadhan di Masjid Raya Rawang Sungai Penuh

Published

on

Sungai Penuh – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH kembali melaksanakan Safari Ramadhan 1445 H, kali ini orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut melaksanakan Safari di Kota Sungai Penuh, dan ini merupakan Safari Ramadhan kedua Gubernur Jambi beserta rombongan Pemerintah Provinsi.

Safari kedua Gubernur Jambi ini tampak dipenuhi oleh warga yang antusias menghadiri Sholat Isya dan Taraweh berjama’ah, acara tersebut dilaksanakan di Masjid Raya Rawang, tepatnya di Kecamatan Rawang, Kabupaten Kerinci, Sabtu, 16 Maret 2024.

Dalam kata sambutannya, Gubernur Al Haris juga ajak masyarakat di kawasan Rawang untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT.

“Ramadhan kali ini kita harus perbanyak bersyukur dan membuat hati bahagia, insya Allah di bulan ramadhan kali ini Allah terima segala amal ibadah dan keihklasan kita,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris mengatakan, Kerinci dan Sungai Penuh merupakan daerah paling ujung Provinsi Jambi, dan memiliki beragam potensi baik sektor pariwisata maupun pertanian.

“Kerinci dan Sungai Penuh ini merupakan branding sektor pariwisata Provinsi Jambi, Pemerintah hadir dan mendorong kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat,” ucap Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi kemarin melaksanakan launching repeater GSM di wilayah muaro hemat sekaligus meninjau Jembatan Kelok Sago.

“Alhamdulillah kemarin kita melaksanakan launching repeater dan insyaa Allah warga Muaro Hemat sudah bisa menikmati sinyal telekomunikasi. Kita juga melakukan peninjauan Jembatan Kelok Sago yang telah dimulai sejak tahun 2022 lalu, mudah-mudahan tahun ini bisa segera rampung, Jembatan Kelok Sago ini dapat memperpendek waktu tempuh dari Muaro Hemat menuju Kabupaten Kerinci sekitar 25 Km,” kata Gubernur Al Haris.

Sementara itu, Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir mengatakan, Gubernur Jambi Al Haris adalah Gubernur yang paling sering berkunjung ke Sungai Penuh dan Kerinci.

“Hampir tiap bulan beliau berkunjung ke daerah kita, ini menandakan kedekatan emosional beliau dan kepedulian beliau dengan daerah kita sangat tinggi,” ucap Ahmadi Zubir.

Selanjutnya, Walikota Sungai Penuh juga mengatakan Kecamatan Hamparan Rawang merupakan wilayah yang paling terdampak akibat meluapnya Sungai Batang Merao.

“Hamparan Rawang ini adalah daerah yang paling terkena dampak akibat meluapnya Sungai Batang Merao, banyak rumah warga yang terdampak mulai dari rusak parah, rusak sedang sampai rusak ringan. Kita juga memohon bantuannya kepada Bapak Gubernur untuk membantu masyarakat yang terdampak,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan Dana Hibah Pembangunan Masjid senilai Rp 140 Juta untuk 4 buah masjid, Dana CSR Bank 9 Jambi senilai Rp 20 Juta, dan Bantuan Tunai dari BAZNAS sebanyak 200 Amplop bagi masyarakat yang berhak menerima.

Advertisement

ADVERTORIAL

Keterbatasan Anggaran Daerah, Gus Fawait Ajak DPRD Jember Lobi Pemerintah Pusat

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawancarai media. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027 resmi bergulir melalui Rapat Paripurna I di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jember, Senin, 28 September 2026.

Rapat tersebut diikuti 32 dari total 49 anggota dewan.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa seluruh program dalam APBD 2027 wajib berpatokan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati eksekutif dan legislatif.

“Program-program yang dirancang untuk APBD tahun 2027 tidak akan lepas dari Perda RPJMD yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif,” tutur Gus Fawait.

Mengingat kemampuan fiskal daerah yang terbatas untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan, ia meminta para legislator ikut bergerak mengupayakan suntikan dana dari pemerintah pusat.

“Saya mengajak anggota DPRD untuk terus melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat. Kita ketahui bersama, Jember kalau hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara APBD dan APBN sangat krusial, terlebih dukungan dana pusat untuk Jember pada tahun ini tergolong signifikan.

“Alhamdulillah, tahun ini anggaran APBN yang masuk ke Kabupaten Jember jumlahnya cukup besar dan perlu kita syukuri,” katanya.

Selain persoalan fiskal, Gus Fawait memaparkan penurunan angka pasien di puskesmas maupun rumah sakit daerah.

Kendati grafik kesehatan membaik, warga diimbau tetap menjalankan perlindungan diri sederhana.

“Tidak perlu panik karena kondisinya sudah menurun, tetapi tetap jaga kesehatan. Anak-anak sekolah yang mengalami gejala flu dianjurkan memakai masker,” tuturnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Pasar Tradisional dan Ritel Tak Lampaui HET

DETAIL.ID

Published

on

Tim Satgas Saber Pangan gabungan saat sidak pasar tradisional, Senin (28/9/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Tim Satgas Saber Pangan gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjung dan ritel modern di Kabupaten Jember untuk mengecek harga serta ketersediaan pasokan komoditas pangan, Senin, 28 September 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pedagang menjual beras sesuai ketentuan pemerintah sekaligus mengantisipasi gejolak harga di pasaran.

Sidak ini menerjunkan personel gabungan dari Polres Jember, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perdagangan, Dinas Pasar, hingga Perum Bulog.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Iptu Harry Sasono, mengatakan pemeriksaan di Pasar Tanjung berfokus pada dua toko besar, yakni UD Utama Sari dan UD Sumber Pangan Barokah.

Di lokasi tersebut, beras premium merek Gokar tercatat dijual Rp14.900 per kilogram dan beras SPHP seharga Rp11.800 per kilogram.

Tim Satgas Pangan selanjutnya melakukan peninjauan ke ritel modern di Lippo Mall Jember.

Di pusat perbelanjaan ini, beras premium merek Punokawan, Be Food Setra Ramos, dan Santap dipatok Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras SPHP dijual Rp12.500 per kilogram.

“Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah lokasi, harga beras yang ditemukan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Tidak ditemukan adanya penjualan beras yang melampaui batas harga tersebut,” kata Harry.

Meskipun tingkat harga terpantau stabil, petugas menemukan ganjalan pada ketersediaan stok.

Pasokan beras medium di ritel modern mulai mengalami keterbatasan, sementara stok beras premium di sejumlah pedagang pasar tradisional menyusut akibat lonjakan harga gabah di tingkat petani yang memicu kenaikan biaya produksi penggilingan.

“Kondisi harga dan pasokan beras perlu terus dipantau untuk mencegah terjadinya gejolak. Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap harga jual, tetapi juga ketersediaan stok,” ujarnya.

Demi menjaga kelancaran distribusi, Polres Jember mengintensifkan koordinasi bersama Pemkab Jember, Bulog, serta pengelola pasar, sembari rutin memberikan sosialisasi kepada pedagang agar tetap patuh terhadap aturan HET.

“Melalui pengawasan ini, kami berupaya memastikan kebutuhan beras masyarakat Jember tetap aman dengan harga sesuai ketentuan. Pemantauan berkelanjutan ini juga untuk mendeteksi lebih awal jika ada gangguan pasokan di pasaran,” tutur Harry. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Lobi Kemensos Soal Bansos dan Disabilitas

DETAIL.ID

Published

on

Kepala Dinsos PPPA dan Kepala Diskominfo Jember saat berkunjung ke Kementerian Sosial RI, Rabu (23/9/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) mendatangi Kementerian Sosial RI pada Rabu, 23 September 2026.

Kedatangan rombongan Pemkab Jember ini bertujuan membereskan persoalan kuota bantuan sosial yang belum terpenuhi sekaligus memperjuangkan bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Kepala Dinsos PPPA Jember, Lingga Diputra, memimpin langsung koordinasi tersebut mendampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Akhmad Helmi Luqman.

Tim Pemkab Jember menggelar pertemuan khusus bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos.

Data evaluasi Pusdatin Kemensos per Agustus 2026 mengungkapkan adanya under kuota sebanyak 9.815 data penerima manfaat di Kabupaten Jember.

Menyikapi selisih angka tersebut, Pemkab Jember mengajukan penyesuaian data agar keterisian kuota bansos di wilayahnya dapat digenjot hingga di atas 80 persen.

“Kami mendorong agar penambahan kuota ini tidak dilakukan secara bertahap, melainkan bisa diselesaikan sekaligus. Namun, pelaksanaannya tentu tetap menyesuaikan dengan kebijakan dan kondisi pembagian kuota bersama kabupaten lain,” kata Lingga.

Di samping pembenahan data bansos, Lingga memaparkan kebutuhan 49 unit alat bantu berupa tangan dan kaki palsu bagi warga kurang mampu.

Dari total usulan tersebut, Kemensos telah memasukkan 20 permohonan ke dalam prioritas desil penerima.

Adapun 29 permohonan alat bantu lainnya masih perlu melewati tahapan pemutakhiran data administratif.

Langkah ini wajib dilakukan agar alokasi bantuan fisik dari kementerian tidak salah sasaran.

“Namun sejumlah 29 usulan sisanya memerlukan perbaikan dan pemutakhiran data administratif agar tepat sasaran, mengingat penerima manfaat berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu,” ucapnya.

Dalam dialog itu, Pemkab Jember juga menyampaikan kebutuhan kaki palsu berbahan carbon bagi atlet sepak bola disabilitas asal Jember yang bertanding di tingkat internasional.

Lantaran pengadaan alat bantu olahraga tersebut memerlukan biaya tinggi dan spesifikasi khusus, Kemensos menyarankan Pemkab Jember untuk turut menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs