ADVERTORIAL
Wagub Sani Ajak Masyarakat Bersatu Padu Dalam Membangun Jambi Dalam Semua Bidang
Jambi – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, yang juga sebagai Ketua PW-IKA PMII Provinsi Jambi mengajak semua komponen masyarakat untuk terus bersinergi, bersatu padu membangun negeri Jambi dari segala bidang.
Ajakan tersebut disampaikan Wagub saat melakukan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur serta Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW- IKA-PMII), bertempat di Masjid Darussalam SK.4 Kanan Kelurahan Rantau Indah, Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjungjabung Timur, Senin, 1 April 2024 malam.
Safari Ramadhan ini diawali dengan berbuka puasa bersama dirumah Bapak Sisran, salah satu tokoh agama/tokoh masyarakat Kecamatan Dendang yang juga merupakan pengurus IKA-PMII Kabupaten Tanjungjabung Timur, kemudian dilanjutkan dengan sholat Magrib dan Isya serta terawih berjamaah di Masjid Darussalam.
Wagub Sani mengatakan, kegiatan Safari Ramadhan dilaksanakan sebagai ajang merajut silaturahmi, membangun keakraban, kekompakan serta memperkuat persatuan umat.
“Safari Ramadhan merupakan momentum penting dalam meningkatkan kebersamaan antar umat muslim dan ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Ramadhan ini menjadi momentum bagi kami pemerintah provinsi untuk bersilaturahmi dan menyapa umat lebih dekat,” ujar Wagub Sani.
“Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahim, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Semoga kita bisa meraih surga-Nya dengan membina silaturahim antar sesama. Selain itu, kami sebagai penyelenggara pemerintah mohon dido’akan agar mendapat kemudahan dalam membangun Jambi kedepannya untuk mensejahterakan masyarakat.
“Semua komponen masyarakat harus berpartisipasi dalam melaksanakan pembangunan secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, kota dan Provinsi. Keberhasilan pembangunan merupakan sukses bersama yang dirasakan masyarakat Provinsi Jambi jika kita bersatu, bahkan bangsa Indonesia akan lebih maju,” tutur Wagub Sani.
Wagub Sani mengatakan perangkat daerah adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Untuk itu perlu saling bersinergi bersama masyarakat, organisasi kemasyarakatan, guna membantu kepala daerah agar roda pemerintahan dapat berjalan sehingga visi misi yang digagas oleh gubernur bisa tercapai,” tutur Wagub Sani.
Wagub Sani juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jambi terus berusaha membangun pendidikan agama bagi generasi muda, sehingga keberadaan generasi muda suatu investasi yang sangat berharga untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia, serta beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
“Pembangunan SDM berkualitas menjadi mutlak dilakukan menyongsong periode puncak bonus demografi, harus dapat dimanfaatkan untuk mengangkat perekonomian masyarakat,” ucap Wagub Sani.
“Mohon do’a restunya, mudah-mudahan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Pemerintah Kecamatan dan seterusnya diberikan kemudahan dan kelancaran didalam melaksanakan tugas pemerintahan untuk bagaimana berupaya mensejahterakan masyarakat,” pungkas Wagub Sani.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Sani juga menyerahkan bantuan pembangunan masjid melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank 9 Jambi dan BAZNAS Provinsi Jambi, dengan bantuan uang sebesar Rp. 15.000.000 untuk Masjid Darussalam SK.4 Kanan Kelurahan Rantau Indah, Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang diterima langsung secara simbolis oleh pengurus Masjid Darussalam, serta menyerahkan bantuan sembako untuk kaum dhuafa setempat.
ADVERTORIAL
Raker MUI, Nusron Wahid Tekankan Keseimbangan Sistem Penanggulangan Bencana
DETAIL.ID, Cikeas – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LAK-PB MUI) pada Jumat , 1 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron menyoroti pentingnya keseimbangan dalam perencanaan penanggulangan bencana di Indonesia.
“Karena kalau kita perencanaannya kuat, implementasinya tidak kuat, dananya tidak kuat, nanti juga dampaknya tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik,” ujar Menteri Nusron di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Jawa Barat.
Sejalan dengan tema Raker, yaitu “Membangun Sistem Penanggulangan Bencana: Sinergi, Cepat, dan Tangguh”, Menteri Nusron menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Untuk membuat sistem penanggulangan bencana yang tangguh, ia juga mendorong agar setiap lembaga bekerja sesuai fokus dan keunggulannya masing-masing
“Dalam hal penanggulangan bencana adalah terlebih dahulu selain perencanaan ini adalah pertama saya minta pelatihan SDM,” ucap Menteri ATR/Kepala BPN.
Di hadapan para Pengurus MUI, Menteri Nusron yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, menjelaskan tahapan penanganan bencana secara garis besar. “Kalau kita lihat bencana itu kan ada tahap-tahapnya, pertama evakuasi, kedua tanggap darurat dan ketiga adalah recovery dan rehabilitasi,” katanya.
Melihat kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menyadari betapa pentingnya membangun sistem penanggulan bencana. “Seperti kita ketahui bahwa Indonesia ini jalur cincin api pasifiknya begitu sangat kental sekali. Karena itu kenapa Indonesia bencana tinggi,” tuturnya.
Untuk itu, dengan dukungan Kementerian ATR/BPN, lembaga keagamaan ini berharap dapat berkontribusi mempermudah penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah. Terutama, dalam hal penanggulangan bencana banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan bencana geologi seperti tsunami.
Usai pembahasan materi selesai, di akhir Raker kali ini, dilakukan penyerahan atribut dari Ketua Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana MUI, Hasan Basri Sagala, kepada Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Hadir dalam Raker ini, Bendahara Umum MUI, Misbahul Ulum, beserta jajaran Pengurus MUI lainnya.
ADVERTORIAL
Penguatan Sinergi Tata Ruang, Kantor Pertanahan dan PUPR Laksanakan Koordinasi Intensif RTRW Kabupaten Merangin Terbarukan
DETAIL.ID, Merangin – Dalam rangka mendukung penyelenggaraan penataan ruang yang terpadu dan berkelanjutan, Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin melaksanakan koordinasi intensif bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait pembaruan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Merangin, pada Selasa, 28 April 2026.
Bertempat di Ruang Pertemuan, Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan keselarasan antara kebijakan pertanahan dengan arah perencanaan tata ruang daerah, seiring dengan dinamika pembangunan dan kebutuhan pemanfaatan ruang yang terus berkembang.
Tim dari Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten Merangin diterima langsung mewakili Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Merangin yang diwakili Suroso, S.SiT., M.H., selaku Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran yang didampingi Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Karnila, S.P.
Pada Koordinasi ini dilakukan pembahasan terhadap sinkronisasi data spasial dan yuridis, termasuk kesesuaian antara status penguasaan tanah dengan rencana pola ruang yang telah disusun. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap pemanfaatan ruang dan pemberian hak atas tanah dapat berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam kesempatan itu,Suroso, S.SiT., M.H., menyampaikan bahwa pembaruan RTRW harus didukung oleh data pertanahan yang valid dan terintegrasi, sehingga mampu memberikan kepastian hukum sekaligus mendorong iklim investasi yang sehat.
Koordinasi ini juga diharapkan dapat memperkuat fungsi pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara kawasan budidaya dan kawasan lindung, serta mendukung pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan.
Dengan adanya pembaruan RTRW yang terintegrasi dan akurat, Kabupaten Merangin diharapkan mampu menghadirkan tata kelola ruang yang lebih baik, memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, serta menjadi landasan yang kuat dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan. (*)
ADVERTORIAL
Bupati Jember Dorong Kesetaraan Pendidikan Saat Hardiknas 2026
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mendorong kesetaraan pendidikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar melalui talkshow “Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak” di Kabupaten Jember, Sabtu, 2 Mei 2026.
Talkshow tersebut sebagai ruang diskusi peningkatan mutu pendidikan dengan melibatkan sekitar 350 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, pengawas, dan penilik pendidikan.
Forum ini juga menghadirkan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menyampaikan bahwa seluruh jalur pendidikan harus dipandang secara setara.
Ia menyampaikan pengalaman pribadinya sebagai lulusan madrasah untuk memberi gambaran bahwa setiap peserta didik memiliki peluang yang sama untuk berhasil.
“Bupati lulusan madrasah adalah bupati hari ini. Kita semua punya kesempatan yang sama, tidak boleh ada pendidikan yang dipandang sebelah mata,” kata Gus Fawait.
Pada peringatan Hardiknas tahun ini, Pemkab Jember tidak memusatkan upacara di alun-alun kabupaten seperti sebelumnya.
Kebijakan tersebut diambil agar pelaksanaan di masing-masing sekolah berjalan lebih khidmat.
“Saya tahu panjenengan kalau hadir di alun-alun itu nunduk, bukan karena terharu dengan sambutan saya, tapi karena kepanasan,” ujarnya.
Selain membahas pendidikan, Fawait juga mengulas kebijakan pemerintah daerah terkait kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap terjaga serta proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terus dipersiapkan.
Di sisi lain, ia meminta ASN aktif menjalankan verifikasi dan validasi data kemiskinan agar bantuan sosial tepat sasaran. Ia menggambarkan kebijakan tersebut sebagai langkah yang membawa manfaat bagi daerah.
“Kalau manis terus bisa kena diabetes. Maka harus ada yang pahit, tapi menyehatkan,” ucapnya.
Ia juga meminta ASN turun langsung ke masyarakat untuk memastikan akurasi data penerima bantuan.
“Kalau bantuan tidak tepat sasaran, maka tidak akan efektif. Maka saya minta ASN turun langsung, verval 3 sampai 5 rumah,” tutur Gus Fawait.


