ADVERTORIAL
Hadiri Halal Bihalal di Kecamatan Bram Itam, Bupati Anwar Sadat Berikan Bantuan dan Sampaikan akan Menaikkan Gaji Aparat Desa
Tanjungjabung Barat – Bupati Tanjungjabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M. Ag., menghadiri acara Halal Bihalal bersama masyarakat Kecamatan Bram Itam pada Selasa, 7 Mei 2024.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat berencana akan menaikkan gaji atau tunjangan yang akan didapatkan oleh para Aparat Desa, Kadus, RT dan Kepala Desa, BPD, begitu juga Lembaga Adat Desa.
“Saya sudah meminta staf saya di Pemkab untuk mengkaji kenaikan gaji atau tunjangan Para Aparat Desa, Kadus, RT dan Kepala Desa, BPD, begitu juga Lembaga Adat Desa sebagai bentuk apresiasi kami kepada para aparat desa yang selama ini kita bersama-sama menjalankan roda pemerintahan,” katanya.
Bupati Tanjab Barat menegaskan bahwa kenaikan gaji aparat desa adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat struktur sosial yang mendasari kemajuan wilayah. Ia mengatakan bahwa kenaikan gaji atau tunjangan aparat desa sudah lama tidak naik, terakhir yakni tahun 2020.
“Sudah lama sekali gaji aparat desa serta BPD tidak naik, insyallah akan kita naikan. Sebab Kesejahteraan aparat desa adalah kunci untuk memastikan pelayanan publik yang berkualitas dan efektif kepada masyarakat,” ujarnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya apresiasi terhadap pengabdian panjang yang telah diberikan oleh para aparat desa dalam menjalankan tugas-tugasnya.
“Kami sangat menghargai dedikasi dan pengorbanan mereka dalam melayani masyarakat. Kenaikan gaji ini adalah bentuk penghargaan yang pantas bagi mereka,” ucap Bupati
Selain kenaikan gaji, Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat juga menyoroti langkah-langkah konkrit dalam memajukan sektor pertanian dan perkebunan di Kecamatan Bram Itam. Dalam upaya mendukung sektor ini, Pemkab Tanjung Jabung Barat telah membeli beberapa excavator amphibi untuk membenahi parit, tanggul, dan sungai. Sebagai tanggapan atas tingginya permintaan, beliau berjanji akan menambah 3 excavator amphibi lagi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan kepada seluruh tokoh masyarakat, alim ulama untuk bersama-sama memperhatikan anak-anak dan generasi muda. Ia prihatin dengan maraknya kasus pelecehan anak, narkoba, dan judi online yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Kegiatan Halal Bihalal di Kecamatan Bram Itam juga dirangkai dengan penyerahan bantuan dana CSR Bank Jambi Kuala Tungkal sebesar 25 Juta rupiah kepada Masjid Darul Istiqomah Desa Bram Itam Kanan, Bantuan Program Tanjab Barat Berkah melalui Baznas kepada Masjid Baiturrahim Desa Pantai Gading Kecamatan Bram Itam sebesar 10 Juta Rupiah, bantuan dari BPR Tanggo Rajo sebesar 5 juta rupiah kepada Madrasah Itihadul Wathaniyah Desa Tanjung Sinjulang serta dilakukan Penyerahan Honorarium Petugas Syara’, Da’i Desa, MDTI/Ponpes, bantuan BPJS Ketenagakerjaan, bantuan kepada kaum dhuafa dan anak yatim.
Bupati dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan hadiah lomba Desa tingkat Kecamatan Bram Itam Tahun 2024 kepada Desa Kemuning sebagai terbaik I, Desa Jati Emas terbaik II, Desa Bram Itam Raya terbaik III dan Kelurahan Bram Itam Kiri terbaik I Tahun 2024.
Turut hadir, Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Camat Bram Itam beserta para unsur Forkopimcam, para pimpinan Perbankan, Lurah Bram Itam Kiri, Kepala Desa, Ketua BPD, Perangkat Desa, Da’i Desa, Petugas Syara’, se-Kecamatan Bram Itam, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. (EPR/*)
ADVERTORIAL
Produksi Beras Tertinggi di Tapal Kuda, Jember Jadi Salah Satu Lumbung Pangan Utama Jawa Timur
DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember tercatat sebagai penghasil beras terbesar di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin, 2 Mei 2026.
Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Jember menghasilkan 446.097 ton beras pada periode Januari–Juli 2026.
Jumlah itu menempatkan Jember di posisi ketiga tingkat Jawa Timur setelah Kabupaten Lamongan dengan produksi 508.126 ton beras dan Kabupaten Bojonegoro sebanyak 507.947 ton beras.
Capaian tersebut memperkuat peran Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.
Pada data komoditas padi, Jember juga menempati peringkat ketiga di Jawa Timur dari sisi luas panen.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengapresiasi capaian sektor pertanian yang terus menunjukkan tren positif.
“Tingginya produksi padi di Jember terlihat dari besarnya serapan gabah yang dilakukan Perum Bulog,” katanya.
Gus Fawait juga memberikan apresiasi kepada Bulog Jember beserta seluruh jajaran, termasuk dukungan TNI dan Polri, yang terlibat dalam proses serapan gabah hingga mencatatkan capaian tertinggi di Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Jember saat ini terus menjalankan berbagai program untuk memperkuat sektor pertanian.
Program optimalisasi lahan (Oplah), perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, hingga pengelolaan lahan pertanian produktif terus digencarkan guna meningkatkan hasil panen petani.
Selain itu, Pemkab Jember memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat untuk mendukung kebutuhan petani.
Di sisi lain, luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember pada 2025 bertambah 373,59 hektare dibandingkan tahun sebelumnya.
Penambahan luas lahan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan sektor pertanian daerah.
Pemkab Jember juga bersinergi dengan pemerintah pusat melalui penyaluran bantuan sektor pertanian senilai Rp312 miliar.
Bantuan tersebut meliputi alat dan mesin pertanian modern, benih, bibit, serta pembangunan infrastruktur pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
ADVERTORIAL
Urus Sendiri Tanpa Perantara, Masyarakat Rasakan Perubahan Layanan Pertanahan
DETAIL.ID, Jakarta – Transparansi proses, kejelasan informasi, serta kemudahan akses layanan menjadi hal yang makin dirasakan masyarakat saat mengurus urusan pertanahan di Kantor Pertanahan (Kantah). Pengalaman tersebut membentuk kesan baru bagi masyarakat yang tadinya ragu untuk mengurus secara mandiri karena belum memahami tahapan proses layanan pertanahan dengan pasti.
“Menurut saya perkembangannya sangat luar biasa. Meskipun saya bolak-balik, tapi transparan dan jelas. Menurut saya sudah sangat luar biasa,” ujar Sutrisno (61), pensiunan BUMN yang tengah mengurus peningkatan hak atas tanahnya dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Hak Milik (HM) di Kantah Kota Bogor.
Sutrisno memilih mengurus sendiri proses peningkatan hak atas tanahnya tanpa menggunakan jasa notaris. Keputusan itu diambil setelah dirinya mengetahui proses pengurusan di Kantah bisa dilakukan langsung oleh pemohon dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Pertama saya mau nyoba lewat notaris. Memang harganya mahal. Saya mau merubah HGB ke HM. Itu diminta puluhan juta lewat notaris. Terus nanya ke sini, bisa tidak tanpa lewat notaris, ternyata bisa,” kata Sutrisno.
Proses pengurusan yang dijalani Sutrisno saat ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pengukuran ulang hingga nantinya masuk ke tahap pelepasan hak dan penerbitan sertipikat hak milik. Meski sempat beberapa kali kembali untuk melengkapi persyaratan administrasi, ia menilai seluruh proses dijelaskan secara terbuka oleh petugas.
“Ini saya sudah ke sini dua kali. Yang pertama belum ada batas kanan-kiri untuk memenuhi persyaratannya, kekurangan saya untuk teliti. Lalu balik lagi, kurang bawa saksi. Hari ini sudah komplit untuk minta surat permohonan pengukuran ulang,” ujar Sutrisno.
Pengalaman tersebut berbeda jauh dibandingkan ketika Sutrisno mengurus sertipikat sekitar 15 tahun lalu. Ia merasa kala itu proses layanan pertanahan masih terkesan rumit dan tidak transparan.
Bahkan, Sutrisno pernah mengalami kendala saat menggunakan bantuan pihak lain untuk mengurus sertipikat tanahnya. Urusannya tak kunjung selesai selama satu tahun. Pengalaman itulah yang membuat dirinya ragu untuk mengurus sendiri sebelum akhirnya mencoba datang langsung ke Kantah. Ke depan, ia berharap kualitas layanan pertanahan terus meningkat, termasuk dengan penerapan Sertipikat Elektronik yang menurutnya semakin memudahkan masyarakat dalam mengamankan aset tanah. (*)
ADVERTORIAL
Ekonomi Jember Segera Merata dengan KDKMP
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tengah merancang skema taktis untuk mengintegrasikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai rantai pasok utama (supplier) kebutuhan komoditas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diambil agar seluruh hasil bumi dan produksi pangan petani lokal dapat terserap seutuhnya oleh pasar domestik.
Rencana strategis tersebut dipaparkan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, usai menyerahkan bantuan armada operasional berupa mobil pikap dan truk kepada pengurus KDKMP bersama jajaran Forkopimda di Jember.
“Filosofi koperasi adalah pemerataan ekonomi, pemberdayaan ekonomi mikro, dan penurunan kesenjangan pendapatan. Itu yang menjadi perhatian utama Presiden,” ujar Gus Fawait.
Ia menerangkan, selain diproyeksikan menyokong program MBG, KDKMP mengemban peran vital untuk mengontrol stabilitas harga gabah di tingkat bawah.
Koperasi diinstruksikan melakukan intervensi langsung dengan menyerap hasil panen masyarakat guna memastikan harga gabah tidak dipermainkan oleh spekulan atau tengkulak.
Gus Fawait juga membantah keras anggapan miring yang menyebut KDKMP akan menjadi saingan berat bagi pelaku usaha swasta.
Ia mendesak publik untuk melihat fungsi kehadiran koperasi ini secara objektif sebagai pengisi kekosongan sektor komersial yang selama ini belum terjangkau oleh korporasi besar.
“Jangan terpengaruh persepsi yang salah. Koperasi ini bukan untuk bersaing dengan swasta, tetapi mengisi ruang yang belum terlayani sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih merata,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Komandan Kodim 0824/Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada memaparkan bahwa pembentukan KDKMP di lapangan terus dikebut secara masif.
Hingga saat ini, TNI telah menuntaskan pembentukan di 42 titik atau rampung 100 persen dari target fase awal.
“Kami berharap seluruh target desa dan kelurahan dapat terpenuhi pada Agustus 2026. Kendala saat ini sebagian besar berkaitan dengan ketersediaan lahan yang harus disiapkan masing-masing desa,” tutur Rifqi.



