ADVERTORIAL
Wagub Sani Apresiasi OJK yang Telah Jadikan Sosialisasi Perempuan Jambi Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal
Jambi – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Abdullah Sani, menjelaskan bahwa Sosialisasi Perempuan Jambi Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal, sebagai upaya OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menjadikan perempuan sebagai sasaran prioritas dalam arah strategis literasi keuangan dan sebagai langkah yang diyakini akan menunjang pelaksanaan program pemulihan ekonomi daerah.
Hal tersebut dijelaskan Wagub saat menghadiri Sosialisasi Perempuan Jambi Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal Jambi Besamo – Jambi Berinvestasi di Pasar Modal, bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Jum’at, 17 Mei 2024.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Otoritas Jasa Keuangan yang telah menyelenggarakan Sosialisasi Perempuan Jambi Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal, sebagai upaya OJK menjadikan perempuan sebagai sasaran prioritas dalam arah strategis literasi keuangan dan sebagai langkah yang diyakini akan menunjang pelaksanaan program pemulihan ekonomi daerah dan nasional,” ujar Wagub Sani.
Dikatakan Wagub Sani, Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung kegiatan Sosialisasi Perempuan Jambi Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal Jambi Besamo – Jambi Berinvestasi di Pasar Modal, dalam rangka edukasi meningkatkan pemahaman atau literasi terkait kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan tepat.
“Melalui pasar modal, melalui literasi keuangan, maka stabilitas sistem keuangan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan daerah dan nasional secara inklusif dapat lebih mudah tercapai,” kata Wagub Sani.
Wagub Sani menjelaskan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi Tahun 2021-2026, Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan 3 misi dan visi besar.
“Pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan 3 misi dan visi besar memantapkan tata kelolaan pemerintahan, memantapkan sumberdaya manusia dan salah satu misinya Memantapkan Perekonomian Masyarakat dan Daerah, dalam rangka mewujudkan visi Jambi Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah dan Profesional dibawah Ridho Allah SWT,” kata Wagub Sani.
“Industri Pasar Modal menjadi salah satu penggerak perekonomian Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan peran aktif secara berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional, karena pasar modal merupakan salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi bagi Masyarakat,” ujar Wagub Sani.
Wagub Sani menuturkan jika demi menjadikan sebuah daerah yang maju, tentu tidaklah mudah, upaya yang terarah, terkoordinasi, kerja keras dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, menjadi sesuatu yang dapat diwujudkan.
“Semoga kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan ini dapat meningkatkan literasi perempuan dalam investasi di pasar modal, yang akan membawa pengaruh terhadap cara pengelolaan dan pengambilan keputusan tentang keuangan yang baik, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucap Wagub Sani.
Selanjutnya Wagub Sani mengatakan, sinergisitas yang dilaksanakan sejalan dengan tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs), diantaranya peningkatan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, lapangan pekerjaan, dan pekerjaan yang layak, pengentasan kemiskinan, serta menurunkan kesenjangan masyarakat.
“Semoga dengan meningkatnya sinergi, kolaborasi serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat bersama dengan pihak terkait, maka akan meningkatkan keuangan yang mengakibatkan semakin menurunnya tingkat kemiskinan masyarakat, yang pada akhirnya akan bermuara pada perkembangan perekonomian Provinsi Jambi,” ujar Wagub Sani.
Dalam kesempatan tersebut Wagub Sani juga mengharapkan, melalui sosialisasi ini peserta sosialiasi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap pasar modal.
“Seluruh peserta sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap pasar modal yang dapat memperbaiki pola pikir dan perilaku masyarakat dalam kemampuan perencanaan keuangan yang baik, serta mampu mengelola keuangan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan,” kata Wagub Sani.
Sebelumnya, Deputi Komisioner Hubungan Internasional APU-PPT OJK Bambang Muktiriadi menyerahkan bantuan CSR HUT ke-46 Pasar Modal Indonesia secara simbolis kepada Wakil Gubernur Jambi H. Abdulah Sani berupa Pengadaan 2 unit Kendaraan Fasilitas Ambulance untuk Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya Bambang Muktiriadi menyampaikan bahwa agar masyarakat harus berhati-hati dalam berinvestasi agar tak terjebak.
“Saat ini banyak penipuan berkedok investasi yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu cepat. Selain itu, investasi bodong ini juga memakan korban dari berbagai latar belakang pendidikan. Ini artinya pendidikan tinggi bukan jaminan tingkat literasi keuangannya sudah baik,” ujarnya.
“Kita harus semakin waspada hingga menekan sifat greedy jika menerima tawaran imbal hasil menggiurkan yang tidak masuk akal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menerbitkan berbagai aturan untuk memangkas investasi bodong. Industri keuangan pun telah melakukan literasi dan edukasi sejalan,” tuturnya.
Sementara itu pada sesi wawancara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Carbon merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi menyampaikan, pada saat ini telah bersama-sama mengedukasi pasar modal, selama 2 hari ini telah melakukan sosialisasi.
“Saya sangat mengapresiasi bahwasanya investor Jambi ini, selama 3 tahun berturut-turut 2021 sampai 2023 selalu menempati peringkat 5 besar di Pulau Sumatera. Dan pada tahun 2023 bahkan Jambi berada di posisi ketiga se-Pulau Sumatera yang memiliki laju peningkatan investor terbesar,” ucapnya.
Acara juga dilanjutkan dengan pemaparan oleh beberapa nara sumber, diantaranya Halimatus Sa’diyah selaku Deputi Direktur Pelaksana Edukasi Keuangan OJK, Rena Novita selaku Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi, Lolita Liliana selaku Wakil Kompartemen Pengembangan Dewan APRDI dan terakhir Septarini Geminastitie selaku Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan OJK Provinsi Jambi.
Natuna
Pemerintah Kabupaten Natuna Tegaskan Komitmen Dukung Pengembangan Geopark Natuna
DETAIL.ID, Natuna — Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna terus mendukung pengembangan Geopark Natuna sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran langsung Bupati Natuna, Cen Sui Lan, dalam kegiatan Indonesia’s Geopark Leader Forum yang berlangsung di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta pada Rabu, 3 Desember 2025.
Forum yang dihadiri Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, ini menjadi agenda strategis bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyamakan arah kebijakan terkait pengembangan geopark di Indonesia, termasuk Geopark Natuna yang saat ini terus dipersiapkan menuju penguatan status nasional.
Kehadiran Bupati Cen Sui Lan sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Natuna dalam upaya menjadikan geopark sebagai instrumen pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai pengembangan geopark tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor edukasi, penelitian, dan pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Natuna berkomitmen untuk menyelaraskan seluruh kebijakan pembangunan dengan arah pengembangan Geopark Natuna. Ini bukan sekadar program, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cen Sui Lan juga menyampaikan bahwa Natuna sejalan dengan isi Deklarasi Komitmen Mendukung Pengembangan Geopark yang memuat lima aspek utama, yaitu:
- Menyelaraskan kebijakan geopark dalam perencanaan pembangunan daerah.
- Melindungi dan melestarikan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya.
- Mendorong riset, teknologi, dan pendidikan terkait geopark.
- Menggerakkan ekonomi lokal berbasis pemanfaatan geopark secara berkelanjutan.
- Membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi pengembangan geopark.
Dalam forum tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan bahwa para kepala daerah perlu memahami manfaat geopark secara menyeluruh—baik dari sisi konservasi, edukasi, maupun ekonomi.
“Geopark memberikan nilai strategis bagi daerah. Kepala daerah harus proaktif melakukan konservasi, edukasi, sosialisasi, dan penguatan ekonomi tanpa merusak lingkungan,” kata Mendagri.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah pusat, terutama bagi daerah yang memiliki geopark namun keterbatasan anggaran—sebuah isu yang relevan bagi banyak daerah termasuk Natuna.
Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Bupati Cen Sui Lan menegaskan siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia akademik, lembaga internasional seperti UNESCO, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat pengembangan Geopark Natuna.
Reporter: Saipul Bahari
ADVERTORIAL
Envi Explore 2025: Mahasiswa Teknik Lingkungan UNJA Pelajari Pengelolaan Limbah dan Sistem Energi di Industri Nasional
Mendalo – Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Jambi (UNJA) angkatan 2023 melaksanakan kegiatan “Envi Explore: Kunjungan Industri ke PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan PT DSSP Power V Sumsel” pada 28–29 Oktober 2025. Program ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai proses produksi, pengelolaan limbah, serta penerapan sistem manajemen lingkungan pada industri pupuk dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Dosen pembina Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) UNJA, Dr. Bambang Irawan, S.Pd., M.T., menyambut baik agenda ini dan menegaskan pentingnya penguatan pengalaman lapangan bagi mahasiswa.
“Kunjungan industri merupakan jembatan antara teori dan praktik. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin meningkat kualitasnya,” ujar Dr. Bambang.
Selama kunjungan, mahasiswa mempelajari proses produksi pupuk urea dan NPK, sistem manajemen mutu, penerapan K3 dan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), serta teknologi pengelolaan pencemaran udara, air limbah, dan limbah B3 di PT PUSRI Palembang. Mereka juga meninjau fasilitas pendukung seperti boiler, unit ammonia, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Di PT DSSP Power V Sumsel, mahasiswa melihat langsung operasional PLTU, sistem pembakaran batubara, teknologi electrostatic precipitator (ESP), cooling system, serta pemantauan emisi melalui Continuous Emission Monitoring System (CEMS). Mereka juga mengamati pengelolaan fly ash dan bottom ash (FABA), efisiensi energi, dan penerapan K3L di area pembangkit. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam memahami praktik industri dan pengelolaan lingkungan serta energi.
Perwakilan HSE dan Operasional PT DSSP Power Sumsel menyampaikan komitmen perusahaan terhadap edukasi mahasiswa.
“Kami selalu terbuka untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa, khususnya terkait manajemen lingkungan dan keselamatan kerja. Semoga kunjungan ini membantu mahasiswa memahami tantangan industri energi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Perwakilan HSE dan Lingkungan PT Pusri Palembang juga berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja.
“Industri pupuk sangat erat kaitannya dengan pengelolaan limbah dan efisiensi sumber daya. Kami berharap pengalaman ini dapat menambah wawasan mahasiswa dan menjadi bekal pada saat terjun ke dunia kerja,” katanya.
Mahasiswa juga memberikan tanggapan positif terhadap kesempatan observasi langsung di lapangan. Zaitun Azzahra Munawaroh menyebut kunjungan tersebut memperluas pemahamannya mengenai sistem pengelolaan limbah dan penerapan K3 di industri besar. Rika Aulia menambahkan bahwa meskipun mereka tidak mengunjungi unit IPAL karena alasan operasional, penjelasan yang diberikan tetap membantu memahami alurnya. Sementara itu, Zikra Aulia Putra menilai observasi langsung terhadap pengelolaan limbah B3 memperkuat wawasannya tentang tanggung jawab lingkungan industri.
Secara umum, para mahasiswa menilai kegiatan ini informatif dan bermanfaat, meskipun waktu kunjungan terbatas dan beberapa area pabrik tidak dapat diakses. Program Studi Teknik Lingkungan UNJA berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin serta melibatkan lebih banyak sektor industri. Kunjungan ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pihak industri di masa mendatang.
ADVERTORIAL
Fakultas Peternakan UNJA Dorong Kemandirian Pangan Pesantren melalui Inovasi Pakan Berbahan Lokal
Mendalo – Dalam rangka mendukung percepatan ketahanan pangan sekaligus mendorong minat generasi muda pada sektor peternakan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan bertajuk “Introduksi dan Implementasi Pakan ASU (Aman, Sehat, dan Utuh) Berbahan Ikan Rucah pada Ayam Kampung di Pondok Pesantren Raudhatul Muhajirin Kabupaten Muarojambi.”
Kegiatan pengabdian ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman antara Rektor UNJA dan Pemerintah Kabupaten Muarojambi serta perjanjian kerja sama antara Dekan Fakultas Peternakan dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muarojambi.
Tim pengabdian ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Hj. Nurhayati, M.Sc.agr., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Depison, MP., Nelwida, S.Pt., M.P., Dr. Ir. Gushairiyanto, M.Si., Dr. Yun Alwi, S.Pt., M.Sc., Fauzan Ramadan, S.Pi., M.Si., dan Lisna, S.Pi., M.Si.
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan 10 mahasiswa semester 5 Program Studi Peternakan, yaitu Detti Syaibah, Urooj Arshad, Yesi Ayuselvita Br. Ginting, Arni Septiani, Galuh Pratama, M. Arif Rahman, Muhammad Reza Pahlepi, Rahmat Fauzan, Edward Irawan, dan Nurul Sa’adah.
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Ir. Nurhayati, M.Sc.agr., menjelaskan bahwa budidaya ayam kampung intensif masih terkendala tingginya biaya pakan. Inovasi pakan murah dengan penggunaan bahan lokal menjadi langkah penting untuk mendorong kemandirian peternak.
“Perlu pembuatan pakan yang murah dan tersusun dari bahan yang mudah didapat seperti penggunaan bahan lokal. Pakan murah dan murah yang dihasilkan juga harus berkualitas, memenuhi kebutuhan ayam baik pada fase awal maupun fase akhir,” kata Prof. Nurhayati.
Tim memperkenalkan Pakan ASU (Aman, Sehat, dan Utuh) yang disusun menggunakan bahan lokal yang mudah didapat, yaitu Ikan rucah sebagai sumber protein, dedak sebagai sumber serat, dan jagung sebagai sumber energi. Ketiga bahan difermentasi menggunakan EM4 selama sembilan hari sesuai hasil penelitian sebelumnya. Pakan ASU kemudian diberikan kepada 300 ekor ayam kampung mulai umur dua minggu.
Setelah pemeliharaan delapan minggu, ayam kampung yang diberi pakan ASU mencapai bobot 600–900 gram. Hasil ini menunjukkan bahwa Pakan ASU mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ayam kampung, mendukung pertumbuhan optimal, serta menghasilkan daging berkualitas.
Kegiatan pengabdian ini juga dirancang untuk mengedukasi dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor peternakan unggas sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan masa depan. Melalui implementasi inovasi pakan lokal dan pemberdayaan santri serta mahasiswa, UNJA terus berkomitmen memberi kontribusi nyata bagi pembangunan peternakan di Provinsi Jambi.

