ADVERTORIAL
Wagub Sani: Semoga Halal Bihalal Ini Dapat Jaga Kekeluargaan Antara Pemkab Kerinci dan Pemprov Jambi
Kerinci – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I mengawali kegiatan Halal Bihalal Pemerintah Provinsi Jambi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruangan Aula Kantor Bupati Kerinci dan Aula Kantor Walikota Sungai Penuh, Selasa, 30 April 2024.
Kegiatan Halal Bihalal ini dimulai pada pukul 11.30 wib yaitu Halal Bihalal Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Kerinci.
Halal Bihalal ini juga dihadiri oleh Penjabat Bupati Kerinci, Sekertaris Daerah Kabupaten Kerinci, Jajaran Forkopimda Kabupaten Kerinci, dan Seluruh Camat se-Kabupaten Kerinci.
Setelah itu, kegiatan ini dilanjutkan dengan Halal Bihalal Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kota Sungai Penuh pada Pukul 14.30 Wib.
Wagub Sani langsung disambut oleh Walikota Sungai Penuh Drs. Ahmadi Zubir, MM, Sekretaris Daerah dan jajaran Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Pada Halal Bihalal ini Wagub Sani juga ikut didampingi Staf Ahli Gubernur Jambi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan pejabat lainnya.
Halal Bihalal ini juga diakhiri dengan bersalaman antara Wagub Sani dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Dalam kata sampaiannya Wagub Sani yang mewakili Gubernur Jambi mengatakan bahwa kegiatan Halal Bihalal Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh ini diharapkan dapat menambah rasa kekeluargaan dan kebersamaan serta menjaga dan meningkatkan silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, menguatkan sinergisitas untuk membangun Provinsi Jambi yang lebih maju dan sejahtera.
Wagub Sani menuturkan, sebagai tradisi khas Nusantara yang diwarnai dengan nilai keislaman yang penuh dengan hikmah, Halal Bihalal menjadi salah satu ikhtiar untuk membersihkan dosa dan kekhilafan dengan sesama manusia, agar kita benar-benar kembali fitrah, kembali suci, sebagaimana makna perayaan Idul Fitri.
“Pada kesempatan baik di Bulan Syawal ini, izinkan saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Jambi mengucapkan Taqabalallahu minnaa wa minkum, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H sekaligus memohon maaf lahir dan batin atas semua kekeliruan kata dan perbuatan, khilaf dan kekurangan saya selaku pribadi dan sebagai Kepala Daerah. Semoga Allah SWT menerima puasa kita, senantiasa memberkahi kita dengan kebaikan, serta memasukkan kita semua ke dalam golongan orang-orang yang menang, aamiin ya Rabbal alaamiin,” ucap Wagub Sani.
Wagub Sani juga mengatakan, bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan secara bersama demi kemajuan masyarakat dan Provinsi Jambi yang adil, merata dan berkeadaban.
“Tentu saja selaku Pemerintah Provinsi Jambi, kami membutuhkan kerja sama dan sinergisitas semua pemerintah kabupaten/kota untuk berkolaborasi dan bersinergi, menyamakan gerak langkah, agar program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi dapat mencapai hasil seperti yang kita harapkan bersama,” ujar Wagub Sani.
“Saya berharap kegiatan Halal Bihalal ini dapat sekaligus menjadi upaya kita untuk memperkuat komitmen antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam menjalankan berbagai program pembangunan di daerah, berupaya bahu membahu untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Semoga silaturahmi yang kokoh antar Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi dapat menjadi motor penggerak dan landasan kuat bagi pembangunan dan kemajuan Provinsi Jambi yang lebih baik,” tutur Wagub Sani.
Selanjutnya, Penjabat Bupati Kerinci Asraf, S.Pt., M.Si., mengatakan kegiatan Halal Bihalal merupakan suatu rangkaian penyucian diri di hari yang fitri dengan saling bermaafan dan selalu mempererat hubungan silaturahmi.
“Kita menyadari dalam melaksanakan tugas sehari-hari baik secara kedinasan maupun secara pribadi tidak semua berjalan mulus dan terjadi kesalahpahaman sekecil apapun. Tentu secara pribadi maupun pemerintah daerah kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, minal aidzin walfadzin mohon maaf lahir dan batin,” ucap Asraf.
Sementara itu juga, di waktu dan tempat yang berbeda, senada dengan yang disampaikan Pj. Bupati Kerinci, Walikota Sungai Penuh Drs. Ahmadi Zubir, MM menyampaikan ucapan Minal Aidin Walfadzin, mohon maaf lahir dan batin.
“Kami mohon maaf lahir dan batin baik secara keluarga maupun atas nama Pemerintah Kota. Semoga sikap dan upaya kita membangun kualitas kehidupan masyarakat di Provinsi Jambi umumnya khususnya di Kota Sungai Penuh yang kita cintai ini mendapat ridho dari Allah SWT,” kata Ahmadi.
ADVERTORIAL
Dua Jembatan Gantung Baru Perkuat Akses Warga Pelosok Jember
DETAIL.ID, Jember – Dua jembatan gantung di Kabupaten Jember resmi digunakan setelah diresmikan Bupati Jember, Gus Fawait, Jumat, 28 Agustus 2026.
Infrastruktur yang berada di Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, dan Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti, tersebut diharapkan memperkuat konektivitas sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah pedesaan.
Peresmian dua jembatan itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga kawasan pelosok.
Kehadiran akses penghubung tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas warga, termasuk mobilitas ekonomi dan kegiatan sehari-hari.
Gus Fawait mengatakan pembangunan infrastruktur di Jember membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Pemerintah daerah tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan APBD untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan.
“Kabupaten Jember tidak bisa dibangun jika hanya bergantung pada APBD semata. Kita harus berkolaborasi dengan seluruh pihak. Mulai pemerintah pusat melalui APBN hingga sektor swasta dan komunitas,” ujar Gus Fawait.
Pembangunan dua jembatan gantung tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkab Jember bersama Perhimpunan Sosial Keturunan Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Komisaris Utama PT Pegadaian, Letnan Jenderal TNI (Purn.) A. M. Putranto.
Menurut Gus Fawait, dukungan dari sektor swasta dan komunitas menjadi kontribusi penting dalam membantu pemerintah daerah mengatasi keterbatasan anggaran.
Kolaborasi semacam itu juga membuka peluang percepatan pembangunan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
Selain memperpendek akses antarwilayah, jembatan gantung diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga.
Akses yang lebih mudah memungkinkan masyarakat melakukan mobilitas dengan lebih lancar serta memperkuat hubungan antarpermukiman di kawasan pedesaan.
Gus Fawait menegaskan bahwa pemerataan pembangunan menjadi perhatian Pemkab Jember.
Infrastruktur, kata dia, tidak boleh hanya terkonsentrasi di pusat kota, tetapi harus dirasakan masyarakat yang tinggal jauh dari kawasan perkotaan.
“Kolaborasi bersama ini adalah langkah nyata menuju Jember Baru dan Jember Maju. Pembangunan tidak boleh berpusat di kawasan perkotaan saja, melainkan harus menyentuh masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa,” katanya.
Pemkab Jember pun berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat terus berlanjut sehingga pembangunan infrastruktur dapat menjangkau wilayah lain yang masih membutuhkan akses penghubung.
“Terima kasih kepada Pak Jenderal, PSMTI, dan PT Pegadaian yang telah bahu-membahu membangun infrastruktur ini. Hari ini ada dua titik jembatan yang resmi diresmikan, dan harapan kami ke depan sinergi ini terus berlanjut untuk lokasi-lokasi lain,” tutur Gus Fawait. (*)
ADVERTORIAL
Kapan Peserta JKN Mendapat Surat Kontrol? Begini Alur dan Ketentuannya
DETAIL.ID, Jember – Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang masih membutuhkan pelayanan lanjutan, kepastian jadwal kembali berobat menjadi hal penting.
Melalui surat kontrol, peserta dapat mengetahui jadwal kunjungan berikutnya sesuai kondisi medis, sehingga proses pemantauan dan perawatan dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, menjelaskan bahwa surat kontrol diterbitkan oleh Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), seperti rumah sakit dan klinik utama, setelah dokter penanggung jawab pelayanan melakukan evaluasi terhadap kondisi peserta.
Surat kontrol tersebut memuat jadwal kunjungan berikutnya sebagai acuan peserta untuk melanjutkan pelayanan dan perawatan sesuai kebutuhan medis.
“Surat kontrol tidak dapat diterbitkan hanya berdasarkan permintaan peserta. Penerbitannya harus didasarkan pada kebutuhan dan indikasi medis sesuai hasil pemeriksaan dokter. Apabila surat kontrol diterbitkan tanpa indikasi medis yang sesuai, pelayanan tersebut tidak dapat dijamin oleh Program JKN. Surat kontrol diberikan untuk memastikan peserta mendapatkan kepastian jadwal pemeriksaan lanjutan, baik setelah menjalani rawat inap maupun berdasarkan hasil evaluasi dokter pada pelayanan rawat jalan,” ujar Yessy, Jumat, 28 Agustus 2026.
Yessy menambahkan bahwa surat kontrol juga memudahkan fasilitas kesehatan dalam melakukan verifikasi kepesertaan dan pendaftaran peserta.
Bagi peserta, surat tersebut memberikan kepastian jadwal sehingga pelayanan lanjutan dapat diakses dengan lebih mudah sesuai kebutuhan medis.
“Surat kontrol hanya berlaku untuk satu kali kunjungan. Mulai 1 September 2026, mekanisme penerbitannya akan disesuaikan. Jadi, peserta tidak perlu lagi bingung kapan harus kembali untuk pemeriksaan atau memastikan jadwal dokter. Semua informasi tersebut sudah tercantum dalam surat kontrol. Peserta cukup membawa surat kontrol saat datang ke rumah sakit agar proses verifikasi kepesertaan dan pendaftaran dapat dilakukan dengan lebih mudah, sehingga pelayanan lanjutan dapat diberikan sesuai jadwal,” kata Yessy.
Menurut Yessy, keberhasilan implementasi kebijakan tersebut membutuhkan kesamaan pemahaman dari seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan.
Pemahaman mengenai mekanisme surat kontrol perlu disampaikan hingga ke tingkat pelaksana, mulai dari DPJP, petugas pendaftaran, petugas Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP), hingga petugas pelayanan lainnya.
“Kami mengimbau peserta untuk datang sesuai tanggal kontrol yang telah ditetapkan. Jika berhalangan atau perlu mengubah jadwal, peserta dapat menghubungi petugas di fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penjadwalan ulang. Selain itu, pastikan status kepesertaan JKN selalu aktif agar peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan saat membutuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yessy menjelaskan bahwa surat kontrol hanya berlaku untuk satu kali kunjungan.
Jika peserta masih memerlukan pemeriksaan lanjutan, dokter akan menerbitkan surat kontrol baru sesuai indikasi medis.
Karena itu, peserta diimbau datang sesuai jadwal yang tercantum agar pemantauan kondisi kesehatan dan pemberian pelayanan dapat berjalan sesuai rencana terapi dokter.
“Jika peserta berhalangan hadir sesuai jadwal, sebaiknya segera menghubungi petugas di fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penjadwalan ulang. Hal ini penting agar pelayanan tetap berjalan dengan baik dan peserta dapat memperoleh pelayanan sesuai haknya,” tutur Yessy.
Salah satu peserta JKN asal Kota Jember, Iva Setijanawati (55), mengaku terbantu dengan adanya surat kontrol.
Menurutnya, surat tersebut memberikan kepastian mengenai jadwal pemeriksaan sekaligus tindak lanjut pelayanan kesehatan yang perlu dijalani sesuai dengan kondisi kesehatannya.
“Saya merasa terbantu dengan adanya fitur antrean online pada Aplikasi Mobile JKN. Untuk kontrol, saya cukup memilih jadwal sesuai arahan dokter, kemudian datang ke rumah sakit sesuai waktu yang sudah ditentukan. Jadi, saya tidak perlu datang terlalu awal dan menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan,” kata Iva. (*)
ADVERTORIAL
BPJS Kesehatan dan Polije Siapkan Talenta Unggul untuk Mendukung Program JKN di Wilayah Tapal Kuda
DETAIL.ID, Jember – BPJS Kesehatan memperkuat kerja sama dengan Politeknik Negeri Jember (Polije) untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing di dunia kerja.
Kolaborasi tersebut berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Kampus Polije.
Kolaborasi tersebut melibatkan BPJS Kesehatan Cabang Jember dan BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi sebagai bentuk kerja sama antarcabang di wilayah Tapal Kuda.
Selain memperluas edukasi mengenai Program JKN kepada mahasiswa, kolaborasi ini juga diarahkan untuk membangun talent pool sebagai wadah menjaring mahasiswa yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber daya manusia BPJS Kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda dengan kompetensi dan kemampuan berinovasi agar siap menghadapi dunia kerja.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya mengenal Program JKN dan manfaatnya bagi masyarakat, tetapi juga memahami seperti apa kompetensi dan integritas yang dibutuhkan di dunia kerja. Kami berharap pengalaman ini dapat memberi gambaran kepada mahasiswa mengenai semangat pelayanan yang menjadi bagian penting dalam bekerja di BPJS Kesehatan,” kata Yessy.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, menegaskan bahwa kerja sama lintas wilayah menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia di kawasan Tapal Kuda.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai peran BPJS Kesehatan dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya talenta muda yang siap berkontribusi dalam penyelenggaraan Program JKN,” ujarnya.
Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, menyambut baik kolaborasi dengan BPJS Kesehatan yang dinilai dapat memperkaya pengalaman mahasiswa.
Menurutnya, keterlibatan praktisi dan institusi pelayanan publik dalam kegiatan kampus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal kebutuhan dan tuntutan dunia kerja secara lebih dekat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polije memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Sebanyak 45 industri nasional hadir untuk membuka peluang kerja bagi 699 wisudawan, sekaligus mempertemukan lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri,” ucap Saiful.
BPJS Kesehatan berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat terus diperkuat sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.
Kerja sama antara BPJS Kesehatan Cabang Jember, BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, dan Politeknik Negeri Jember diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang siap berkontribusi dalam pelayanan publik dan mendukung keberlanjutan Program JKN. (*)



