ADVERTORIAL
Al Haris Lantik Tim Pemenangan “Jambi Mantap Jilid II” Akhir Juni
Jambi – Para milenial berkumpul dalam simposium dan deklarasi “Sejuta Milenial untuk Al Haris-Sani” di halaman Little Talk Citra Raya City Jambi, Kamis, 13 Juni 2024. Di tengah keriuhan acara, Al Haris, sang calon gubernur, menyempatkan diri untuk mengurus hal penting koordinasi persiapan pelantikan tim pemenangannya.
Al Haris terlihat berdiskusi serius dengan dua tokoh penting di tim pemenangannya. Pertama, Syahrasaddin, mantan Sekda Provinsi Jambi yang kini dikenal sebagai salah satu pilar kuat dalam strategi kampanye Al Haris. Kedua, Adri SH MH, Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jambi, yang turut memberikan dukungan penuh.
Di pojok ruangan, Al Haris, dengan tenang namun penuh semangat, mendengarkan masukan dari Syahrasaddin dan Adri.
Mereka berdiskusi sambil berdiri, sesekali, Al Haris meladeni milenial yang meminta berpose dengannya. Pembicaraan mereka tampak intens, penuh dengan rencana-rencana strategis untuk memastikan kemenangan di pemilihan yang akan datang.
Syahrasaddin, dengan pengalamannya sebagai mantan Sekda, memberikan perspektif birokrasi yang tajam. Sementara Adri, dengan latar belakangnya di Pemuda Pancasila, menawarkan pendekatan yang lebih dinamis dan bersemangat.
Diskusi berlanjut dengan fokus pada detail-detail penting. Syahrasaddin menyarankan beberapa langkah taktis untuk memastikan tim pemenangan bekerja dengan maksimal.
“Kita perlu memastikan semua elemen bergerak sinkron,” ujarnya.
“Kita juga harus memperkuat jaringan dengan para pemuda. Mereka adalah kekuatan kita,” kata Panglima Adri, begitu ia akrab disapa.
Di sela-sela diskusi, Al Haris sesekali tersenyum, menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Namun, sorot matanya tetap serius. “Kita harus pastikan semua siap sebelum pelantikan,” katanya dengan nada tegas.
Semuanya tampak mengangguk, sepakat dengan arahan sang calon gubernur.
“Akhir juni kita lantik ya..coba dipersiapkan…,”tuturnya.
Sementara di luar ruangan, acara simposium terus berlanjut. Para milenial terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka berdiskusi, berbagi ide, dan tentunya, menyatakan dukungan penuh mereka untuk pasangan Al Haris-Sani. Dukungan yang datang dari generasi muda ini menjadi semangat tersendiri bagi Al Haris dan tim pemenangannya.
Kembali ke dalam ruangan, diskusi masih berlangsung. Kali ini, fokus beralih pada pembagian tugas. Syahrasaddin dan Panglima Adri mengusulkan beberapa nama untuk posisi-posisi penting dalam tim pemenangan. Ritas Mairiyanto didaulat membentuk tim pengamanan Al Haris.
Al Haris mendengarkan dengan seksama, memastikan bahwa setiap keputusan diambil dengan pertimbangan matang.
Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat. Jam mendekati tengah malam. Namun, semangat di dalam ruangan itu tidak surut. Al Haris menutup pertemuan dengan pesan singkat namun penuh makna.
“Kita berjuang bersama, dan kita menang bersama,” ujarnya.
Malam itu, di balik keriuhan simposium, Al Haris menunjukkan kepemimpinan yang tenang dan tegas. Bersama Syahrasaddin dan Panglima Adri, ia merancang strategi yang matang untuk memastikan kemenangan di pemilihan mendatang. Simposium dan deklarasi “Sejuta Milenial untuk Al Haris-Sani” bukan hanya menjadi ajang dukungan, tapi juga momentum penting dalam perjalanan politik Al Haris.
Publik menanti dengan harap-harap cemas, bagaimana langkah berikutnya dari tim pemenangan ini. Satu yang pasti, dengan persiapan yang matang dan dukungan kuat dari para milenial, Al Haris siap melangkah menuju hari pemilihan dengan penuh keyakinan.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Bidik Pengentaskan Kemiskinan di Kawasan Hutan dan Perkebunan Jember
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menetapkan kawasan hutan dan perkebunan sebagai titik kritis penanganan kemiskinan saat menjadi narasumber forum Kompas.com Talks di Universitas Jember, Senin, 13 April 2026.
Forum yang berlangsung di Gedung Soedjarwo itu dihadiri akademisi dan pemangku kepentingan.
Diskusi mengulas persoalan kemiskinan di wilayah lahan produktif yang belum tertangani optimal.
Gus Fawait menyebut kemiskinan di Jember masih menjadi persoalan dalam satu dekade terakhir meski angkanya menunjukkan tren penurunan.
Ia menguraikan, wilayah pinggir hutan dan perkebunan kini menjadi fokus utama intervensi.
“Kemiskinan di kawasan pinggir hutan dan kebun menjadi tantangan utama hari ini,” kata Fawait.
Ia menyampaikan target pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2029 dengan mendorong keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, keberadaan BUMN seperti PTPN dan Perhutani perlu diarahkan untuk mendukung upaya tersebut.
“Harapannya sama, zero kemiskinan ekstrem pada 2029, dan Jember sedang berikhtiar ke arah itu,” ucapnya.
Gus Fawait menilai potensi program hutan sosial dengan luasan puluhan ribu hektare dapat dimanfaatkan untuk menekan kemiskinan ekstrem.
“Jika dikelola tepat, hutan sosial bisa menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kategori miskin ekstrem merujuk pada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Ia memperkirakan puluhan ribu kepala keluarga berpotensi keluar dari kategori tersebut melalui intervensi yang tepat.
Gus Fawait juga mengulas perlunya distribusi lahan dan kesempatan kerja di kawasan perkebunan agar berpihak pada masyarakat sekitar.
“Prioritas harus diberikan kepada warga miskin ekstrem di sekitar hutan dan kebun,” ucapnya.
Ia menilai lahan tidur milik perusahaan dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi sektor informal, namun pemerintah daerah belum sepenuhnya dilibatkan dalam program kehutanan sosial.
“Kami berharap ada koordinasi kuat agar program tepat sasaran dan berbasis data,” katanya.
Sementara itu, Guru Besar FEB Universitas Jember, Prof Muhammad Zainuri, menilai persoalan utama terletak pada kurangnya kolaborasi antar pihak.
“Program sudah ada, tapi berjalan sendiri-sendiri tanpa koneksi,” ujarnya.
Ia menguraikan pentingnya integrasi kebijakan, digitalisasi data, serta penerapan reward dan punishment agar program berjalan efektif.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak bersifat karitatif semata, melainkan mendorong pemberdayaan berkelanjutan.
“Kolaborasi yang solid membuka peluang percepatan pengentasan kemiskinan di Jember dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Bupati Fadhil Arief: Pemkab Batanghari Dukung Penuh Percepatan Pembangunan PSEL, Siap Kurangi Sampah dan Hasilkan Energi
Jambi – Bupati Batanghari, Fadhil Arief ikut melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang penyelenggaraan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Wilayah Jambi Raya, pada Sabtu, 11 April 2026 malam.
Penandatanganan kerja sama tersebut digelar di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.
Hadir juga Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris serta kepala daerah yang ikut dalam dalam penandatanganan perjanjian kerja sama itu, seperti Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno, Bupati Tanjungjabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, Wakil Bupati Tanjungjabung Timur Muslimin Tanja.
Fadhil Arief menyebutkan, Pemkab Batanghari sangat mendukung pembangunan Energi Listrik PSEL Waste-to-Energy, terutama persiapan lahan yang menjadi salah satu syarat utama pembangunan.
Dikatakannya, dengan adanya pembangunan PSEL ini bisa mengurangi volume sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan, dan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi.
Sementara, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq memastikan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) wilayah Jambi Raya, Muarojambi, Batanghari, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur dalam upaya menekan jumlah timbunan sampah.
Menurut Hanif, proyek strategis ini akan menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga membutuhkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang hati-hati.
“Pasca penandatanganan, pemerintah pusat akan segera menindaklanjuti dengan proses lelang proyek. Namun, tahapan tersebut diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun,” ujarnya. (*)
ADVERTORIAL
Gubernur dan Wali Kota Dampingi Menteri LH Turun Langsung Gotong Royong Bersihkan Danau Sipin
Jambi – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Jambi, Al Haris, turun langsung mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan kawasan wisata Danau Sipin, pada Sabtu, 11 April 2026 sore.
Aksi bersih-bersih ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi, aparat kepolisian, jajaran Pemerintah Kota Jambi, hingga para siswa Pramuka yang antusias ikut ambil bagian.
Dalam keterangannya, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Ia menyebutkan, arahan langsung Presiden mengharuskan seluruh kepala daerah menggalakkan gerakan kebersihan secara nasional.
“Bapak Presiden mengingatkan kita terhadap pengelolaan sampah di seluruh kabupaten/kota agar bersih. Seluruh kepala daerah diminta melakukan gerakan asri secara nasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor, termasuk TNI dan Polri, dalam mendukung kegiatan kebersihan di berbagai wilayah. Bahkan, aparatur sipil negara (ASN) diminta memulai aktivitas kerja dengan membersihkan lingkungan sekitar.
“ASN juga diminta sebelum masuk kantor melakukan pembersihan di lingkungannya, ini bertujuan menjaga pola hidup bersih,” katanya.
Meski fasilitas pengelolaan sampah di Jambi dinilai cukup memadai, Hanif mengakui capaian kebersihan daerah masih perlu ditingkatkan. Ia menyebut produksi sampah di Jambi mencapai sekitar 500 ton per hari, sehingga membutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan.
Namun demikian, ia optimistis Jambi mampu bertransformasi menjadi daerah yang bersih dan tertata di bawah kepemimpinan Gubernur Al Haris.
“Saya yakin di tahun 2026 Kota Jambi mampu menghadirkan kota yang bersih,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hanif berharap seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Provinsi Jambi segera berbenah, termasuk menghentikan praktik open dumping yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Sementara itu, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa gerakan kebersihan atau “Gerakan Asri” akan terus digalakkan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan ini mengajak semua pihak terlibat, karena sampah memberikan dampak bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memfokuskan penanganan sampah di area publik yang kerap menjadi titik penumpukan. Ke depan, pengelolaan sampah juga akan diarahkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Nanti sampah akan kita olah menjadi kerajinan tangan agar berguna kembali, tentu dengan proses pemilahan terlebih dahulu,” tuturnya. (*)



