ADVERTORIAL
Pemerintah Kabupaten Merangin Terima Hibah Barang Milik Negara dari Kementerian PUPR RI
Jakarta – Pemerintah Kabupaten Merangin menerima hibah barang milik negara dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, yang ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara barang milik negara.
Penandatanganan itu dilakukan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Diana Kusumastuti dan Pj Bupati Merangin H. Mukti, di Lantai 2 Gedung Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta pada Jumat , 14 Juni 2024.
“Alhamdulillah sekarang sejumlah barang milik negara dari Kementerian PUPR Republik Indonesia itu, sudah sah milik Pemkab Merangin,” ujar Pj Bupati usai acara yang berlangsung penuh rasa kekeluargaan tersebut.
Dijelaskan H. Mukti barang milik negara yang dihibahkan Kementerian PUPR kepada Pemkab Merangin itu, pengadaan pemasangan pipa baja berikut dengan aksesorisnya di dua lokasi, kapasitas 50 liter/detik pada IKK Pamenang Selatan (2015 bernilai Rp 13,8 miliar) dan kapasitas 10 liter/detik pada IKK Jangkat (2014 bernilai Rp 5,8 miliar).
Selanjutnya, pengadaan dan pemasangan pipa PVC berikut aksesorisnya yang berlokasi di Batang Merangin Kabupaten Merangin (2012 sebesar Rp 970 juta), di Desa Pulau Rengas Kabupaten Merangin (2012 sebesar 499 miliar).
Instalasi pipa PVC berikut aksesorisnya berlokasi di IKK Renah Pamenang Kabupaten Merangin (2015 sebesar 9,1 miliar), di Bangko Tinggi dan Pematang Kandis Kabupaten Merangin (2012 bernilai Rp 1,9 miliar) dan di IKK Jangkat Kabupaten Merangin (2014 bernilai Rp 5,8 miliar).
Berikutnya, Instalasi pipa PVC berikut aksesorisnya berlokasi, di IKK Tabir Timur Kabupaten Merangin (2014 bernilai RP 1,5 miliar), di IKK Pamenang Selatan dan Renah Pamenang (2015 bernilai Rp 2,3 milar) dan rehab PDAM Kabupaten Merangin (2015 bernilai Rp 5,8 miliar).
Tidak hanya itu, juga dihibahkan pembangunan infrastruktur kawasan Minapolitan Kabupaten Merangin (2016 dua NUP bernilai Rp 5 miliar), pembangunan infrastruktur kawasan strategis Kabupaten Merangin (2017 bernilai Rp 2,7 miliar) dan pengadaan peralatan serta mesin penunjang TPA berupa mobil tangki tinja, buldoser dan excavator (2015, 2018 bernilai Rp 5,7 miliar).
Pada kesempatan itu, Pj Bupati Merangin didampingi Direktur PDAM Merangin H. Zuhdi, Kadis PUPR Merangin dan Kaban BPKAD Merangin Masuri, sekaligus menyerahkan usulan optimalisasi dan pengembangan Perumda Tirta Merangin untuk 2025 kepada Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Republik Indonesia, Ir. Diana Kusumastuti. (EPR/*)
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



