ADVERTORIAL
Gubernur Jambi Ucpakan Terima Kasih Kepada Semua Panitia yang Terlibat Dalam Terselenggaranya Ibadah Haji Tahun 2024
Jambi – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atas kerja keras dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas pelayanan kepada jamaah haji, mulai dari keberangkatan sampai kembali lagi ketanah air dengan selamat.
Demikian disampaikannya saat Penyambutan Kedatangan Jamaah Haji Kloter BTH 27Provinsi Jambi, Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Kota Jambi dengan jumlah 444 jemaah bertempat di Asrama Haji Jambi, Kota Jambi, Minggu, 21 Juli 2024.
“Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala keberkahan dan tuntunan-Nya dalam kehidupan kita, serta atas rida-Nya kita dapat melaksanakan Penyambutan Kedatangan Jamaah Haji Kloter BTH 27 Provinsi Jambi. Semoga kita semua mendapat syafaat beliau di Yaumul Mahsyar kelak, aamiin ya Rabbal allamin,” ucap Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris menuturkan, Kedatangan Jamaah Haji Kloter BTH 27 asal Kota Jambi dan Kabupaten Tanjungjabung Barat tidak hanya dinanti oleh keluarga, tetapi juga oleh kami seluruh masyarakat Provinsi Jambi.
“Semoga kesehatan menyertai Bapak dan Ibu sekalian dan menjadi haji yang mabrur, haji yang baik yang diterima oleh Allah SWT. Selesainya pelaksanaan rukun Islam ke-5, perjalanan memenuhi panggilan Allah ke Baitullah, artinya telah menyempurnakan rukun Islam,” ujar Gubernur Al Haris.
“Alhamdulillah pemberangkatan haji tahun ini bagus dan tertib, kita melihat TV sangat banyak dan padat sangat luar biasa dimekah, belum lagi ada jemaah mengunakan paspor lain, tapi berangkat dengan paspor Haji dengan sistem yang benar Maka insya Allah tidak ada masalah selamat pulang pergi,” katanya.
Gubernur Al Haris menuturkan permohonan maaf kepada jamaah haji Provinsi Jambi, Pemerintah dan semua PPIH telah berupaya semaksimal mukin untuk memberikan perlindungan, pelayanan kepada jamaah haji.
“Kami mohon maaf semua petugas sudah berkerja semaksimal mukin, sudah pasti ada kurangnya, pesawatnya kurang, tepat, makannya agak terlambat dan juga orangnya terbatas untuk melayani jemaah yang banyak, untuk itu kami mohon maaf, bahwa semuanya memiliki keterbatasan dalam menghadapi beragam macam orang,” ucap Gubernur Al Haris.
“Terima kasih sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Petugas Haji Daerah (PHD) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) serta petugas lainnya atas dedikasi memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah haji yang tergabung dalam kloter BTH 27 asal Kota Jambi dan Kabupaten Tanjungjabung Barat, serta seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah yang telah bekerja keras agar penyelenggaraan haji dari Provinsi Jambi dapat berjalan lancar dan sukses, dari keberangkatan hingga kedatangan,” kata Gubernur Al Haris
Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, H. Zoztafia menyampaikan Apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan terima kasih pada Bapak Gubernur Jambi Al Haris dan Wakil Gubernur Bapak Abdullah Sani beserta seluruh OPD Provinsi Jambi yang telah memfasilitasi pemberangkatan dan pemulangan.
“Tanpa bantuan Pemerintah Provinsi Jambi, kami sulit menggelolanya pemberangkatan maupun pemulangan. Bapak Gubernur sangat peduli dan terus memantau jemaah haji, menanyakan kondisi haji kita dan pada puncaknya pada sholat idul adha, beliau minta doa kan jemaah haji asal Jambi diberikan kemudahan dan kesehatan dalam melaksanakan haji,” ucapnya.
ADVERTORIAL
IPM Jember Tembus 71,57, Kemiskinan Turun ke Level Terendah 10 Tahun
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyampaikan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember yang mencapai 71,57, Jumat, 3 April 2026.
Angka tersebut naik 3,42 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di posisi 69,20, seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.
Selain itu, Kabupaten Jember juga mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi 8,67 persen atau sekitar 216.760 jiwa, yang menjadi capaian terendah dalam sepuluh tahun terakhir dan berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 9,50 persen.
“Alhamdulillah, ikhtiar kita bersama membuahkan hasil nyata. Fokus kami jelas, mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus menggenjot pendapatan per kapita melalui 43 kegiatan lintas sektor yang menyasar hampir dua juta individu,” ujar Gus Fawait.
Kenaikan IPM didorong oleh peningkatan daya beli masyarakat sebesar 4,18 persen, didukung penguatan sektor UMKM dan perluasan lapangan kerja di daerah.
“Kita tidak hanya membangun fisik, tapi membangun manusianya. Dimensi pengetahuan juga kita genjot melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang pertumbuhannya melompat dari 0,31 persen menjadi 1,53 persen tahun ini,” katanya.
Pada sektor kesehatan, penurunan stunting tercatat dari 30,4 persen pada 2024 menjadi 20,1 persen pada 2025, dengan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,46 persen.
“Kesehatan adalah fondasi. Dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) yang signifikan serta UHC yang hampir 100 persen, kami ingin memastikan tidak ada warga Jember yang takut berobat karena kendala biaya,” tutur Gus Fawait.
ADVERTORIAL
Investasi Jember Melonjak 70 Persen di Tengah Inflasi 3,84 Persen
DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember mencatatkan performa ekonomi yang solid sepanjang tahun 2025 dengan lonjakan investasi yang signifikan di tengah tekanan inflasi yang tetap terkendali.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026 menunjukkan inflasi tahunan Jember berada di angka 3,84 persen.
Meski sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen dan Jawa Timur 3,79 persen, kondisi tersebut masih dalam kategori stabil.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan bahwa pengendalian inflasi terus diperkuat melalui strategi 4K yang dijalankan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.
“Kami terus bergerak cepat di lapangan melalui operasi pasar rutin dan penguatan sinergi lintas instansi. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan stok BBM, LPG, serta bahan pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Gus Fawait, Kamis, 2 April 2026.
Tekanan inflasi terjadi pada sejumlah komponen pengeluaran, terutama perawatan pribadi yang mengalami kenaikan hingga 13,66 persen.
Namun demikian, kondisi tersebut tertahan oleh deflasi pada sektor teknologi informasi dan jasa keuangan sebesar 2,56 persen.
Di sisi lain, realisasi investasi Jember pada 2025 menunjukkan lonjakan tajam.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, nilai investasi mencapai Rp2,57 triliun atau meningkat 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun.
Capaian tersebut bahkan melampaui target RPJMD 2025–2029 yang ditetapkan sebesar Rp1,85 triliun.
Investasi tersebut berasal dari 457 unit usaha, dengan sektor properti dan kawasan industri menjadi kontributor utama, disusul industri makanan, kimia dan farmasi, mineral non-logam, serta perdagangan dan reparasi.
“Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal sebesar Rp 2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru. Fokus kami adalah memastikan investasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
ADVERTORIAL
UHC Jadi Andalan, Pemkab Jember Fokus Turunkan AKI/AKB dan Stunting
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengoptimalkan program Universal Health Coverage (UHC) sebagai langkah nyata dalam menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) serta stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di tahun 2026.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menegaskan bahwa layanan kesehatan yang merata menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Ia menyebut, UHC menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan akses kesehatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Gus Fawait mengingatkan agar data kesehatan tidak dibaca secara parsial.
Menurutnya, perbandingan data harus dilakukan secara menyeluruh dalam satu tahun anggaran agar menghasilkan kesimpulan yang tepat.
“Membandingkan angka tidak bisa hanya per tiga bulan dengan data setahun penuh. Namun, kami pastikan bahwa UHC adalah instrumen utama untuk menurunkan AKI dan AKB. Salah satu faktor ketimpangan saat pertumbuhan ekonomi naik adalah akses kesehatan. Dengan UHC, kita meminimalisir hambatan bagi warga tidak mampu untuk mendapatkan layanan medis berkualitas,” kata Gus Fawait.
Sebagai langkah percepatan, Pemkab Jember menyiapkan program pemeriksaan kesehatan intensif bagi ibu hamil di seluruh wilayah.
Pemerintah menargetkan seluruh ibu hamil sudah menjalani pemeriksaan USG pada akhir April 2026.
“Kita punya target, akhir April ini seluruh ibu hamil di Jember harus sudah di-USG. Ini adalah deteksi dini untuk memastikan kesehatan janin dan ibu, sehingga risiko saat persalinan bisa kita minimalisir sejak awal,” tuturnya.



