PERISTIWA
Anggota DPRD Kota Jambi 2024 – 2029 Resmi Dilantik
DETAIL.ID, Jambi – Sebanyak 45 anggota DPRD Kota Jambi masa jabatan 2024 – 2029 resmi dilantik di ruang rapat paripurna DPRD Kota Jambi pada Jumat, 23 Agustus 2024.
Pelantikan diawali dengan pembacaan SK Nomor: 634/Kep.Gub/Setda.Pem-Otda/2024 tentang Peresmian Pengangkatan anggota DPRD Kota Jambi, Provinsi Jambi masa jabatan 2024 – 2029 oleh Sekwan DPRD Kota Jambi, Noviarman.
“Meresmikan penetapan anggota DPRD Kota Jambi, Provinsi Jambi 2024-2029. Ke-2, Kepada anggota DPRD Kota Jambi sebagaimana dimaksud pada diktum ke-1 diberikan hak sebagaimana peraturan perundang-undangan,” ujar Noviarman membacakan SK, Jumat, 23 Agustus 2024.
Acara berlanjut dengan pembacaan sumpah janji oleh 45 anggota DPRD Kota Jambi terpilih dengan dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Jambi. Kemudian penandatanganan SK hingga penyematan pin anggota dewan.
Sementara posisi Ketua Sementara DPRD Kota Jambi dijabat oleh Muhili Amin dari Partai Golkar dan Waki Ketua Sementara M Yasir dari Partai Gerindra.
“Saya selaku pimpinan sementara mengucap selamat kepada anggota-anggota DPRD Kota Jambi yang terpilih, semoga kita semua dapat amanah dalam jabatan ini,” kata Muhili.
PJ Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih dalam sambutanya juga mengucap selamat atas dilantiknya Anggota DPRD Kota Jambi masa jabatan 2024 – 2029.
“Selamat atas dilantiknya Anggota DPRD Kota Jambi Periode 2024 -2029, dan selamat purna tugas bagi anggota DPRD Kota Jambi Periode 2019-2024,” kata Sri Purwaningsih.
Pj Wali Kota Jambi itu juga mengingatkan terkait tugas dan fungsi dari anggota dewan dalam menjalankan tugasnya agar mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Yang perlu di garis bawahi, dalam menjalankan tugas, meski partai politik yang mengusung ada, Hendaklah mengutamakan kepentingan rakyat terlebih dahulu,” katanya.
Berikut nama-nama anggota DPRD Kota Jambi masa jabatan 2024 – 2029;
Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Jambi I
- Joni Ismed, SE (Golkar)
- Muhammad Yasir, S.Pd, MM (Gerindra)
- Pangeran HK Simanjuntak, SE, M.Si (NasDem)
- Rio Ramadhan (PAN)
- Djokas Siburian, SE (PDIP)
- Syofni Herawati, SP (PKB)
Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Jambi II
- Efron Purba, SE (Golkar)
- H. Muslim (Gerindra)
- H. Jefrizen, SE (NasDem)
- H. Novrial, SH (PAN)
- Maria Magdalena, SS (PDIP)
- Fahrul Ilmi, S.Pd, M.Pd (PKS)
- Hj. Hendriani, S.Pd (Demokrat)
- M. Ananda Parnas (PPP)
Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Jambi III
- Kemas Faried Alfarelly, SE (Golkar)
- Dyah Kumala Dewi, ZM, SH (Golkar)
- Umar Paruk, A.Md (Gerindra)
- Absar Surwansyah, SH (NasDem)
- Menno Eka Desthya, S.ST (PAN)
- Sumarsen Purba, SE (PDIP)
- Rizqie Satria Prayogie, S.Kom, MM (PKS)
- Sulaiman Syawal, S.Ag (PKB)
Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Jambi IV
- Rubi Salam (Golkar)
- Saiful, SH (Golkar)
- Hermansyah, ST (Gerindra)
- Abdul Gani (Gerindra)
- Riza Delviarista (NasDem)
- Ahmad Faisal (PAN)
- Hendra Bongsu, S.Sos (PDIP)
- H. Muhammad Zayadi, S.Pt (PKS)
- Abdullah Thaif (PKB)
- Abdul Rauf (Demokrat)
- Efendi (Perindo)
Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Jambi V
- Agus Syafarudin, SE, MM (Golkar)
- Muhili Amin, SH (Golkar)
- Kasiono (Gerindra)
- Martua Muda Siregar, SP (NasDem)
- H. Mukhlis, S.Sos.I (NasDem)
- Naim, SH (PAN)
- Azhar (PDIP)
- Hizbullah (PKS)
- Azki Akhyari, M.Pd (PKB)
- RR Nully Kurniasih Kawuri, SE (Demokrat)
- Rudi Yanto, SP (PPP)
- Muhammad Redho Kurniawan, SH (Perindo)
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
Warga Aur Berduri Digemparkan Penemuan Mayat Tertindih Motor
DETAIL.ID, Merangin – Warga Desa Aur Berduri, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin mendadak geger pada Kamis siang, 16 April 2026. Seorang pria ditemukan tak bernyawa dalam posisi tertindih sepeda motor miliknya di ruas jalan PT Sesra Lama, RT 11.
Korban diketahui bernama Pardi (56), seorang buruh tani yang berdomisili di Desa Batang Kibul, RT 05, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekira pukul 12.10 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, Sariman (45), dirinya dihampiri oleh warga yang melintas dan menginformasikan adanya pengendara yang terjatuh.
Bersama saksi lainnya, Sunarto (48), mereka bergegas menuju lokasi dan menemukan korban sudah dalam posisi tertindih sepeda motor Honda Revo bernomor polisi BH 5956 YE. Saat diperiksa, korban sudah tidak bernafas. Atas dasar kemanusiaan, saksi sempat memindahkan motor yang menindih tubuh korban sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Aur Berduri, Yaamar.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Bangko IPTU Adri Sukam, S.Pd. beserta jajaran langsung terjun ke lokasi kejadian (TKP). Area segera dipasangi garis polisi (police line) oleh Personil Piket Pamapta dan Satreskrim Polres Merangin untuk kepentingan olah TKP.
“Sekira pukul 15.30 WIB, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans Desa Sei Kapasa menuju RS Umum Abunjani Bangko dengan disaksikan oleh pihak keluarga,” ujar IPTU Adri Sukam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dr. Aprinal Alfajri, korban diduga kuat meninggal dunia akibat penyakit jantung. Di lokasi kejadian, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya:
- Satu unit sepeda motor Honda Revo (BH 5956 YE).
- Tas hitam berisi dompet dengan uang tunai Rp295.000.
- Identitas diri (KTP, SIM C, dan STNK).
“Saat ini jenazah masih berada di rumah sakit, sementara barang bukti telah diamankan oleh Sat Reskrim Polres Merangin untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek.
Reporter: Daryanto
PERISTIWA
Diduga Gunakan Jalan Desa Tanpa Izin, Warga Semambu Laporkan PT Tebo Alam Lestari ke Polisi
DETAIL.ID, Tebo – Perwakilan masyarakat Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, resmi melaporkan aktivitas PT Tebo Alam Lestari ke Polres Tebo. Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut diduga menggunakan jalan desa tanpa izin sejak tahun 2017 hingga 2026.
Laporan yang dilayangkan pada 12 April 2026 itu menyebutkan, armada truk pengangkut tandan buah segar (TBS) milik perusahaan secara terus-menerus melintasi jalan desa yang berada di kawasan permukiman warga tanpa melalui musyawarah maupun persetujuan pemerintah desa.
”Penggunaan jalan ini dilakukan tanpa izin dan tanpa kesepakatan dengan masyarakat maupun pemerintah desa,” tulis perwakilan warga dalam laporan resmi yang ditujukan kepada Kapolres Tebo.
Akibat aktivitas tersebut, warga mengeluhkan sejumlah dampak serius, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan desa yang dibangun menggunakan Dana Desa, hingga terganggunya akses mobilitas masyarakat. Selain itu, risiko kecelakaan lalu lintas juga meningkat, terutama bagi anak-anak, serta munculnya polusi debu dan kebisingan.
Dalam laporannya, warga juga menguraikan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan. Di antaranya mengacu pada Pasal 257 dan Pasal 521 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait dugaan perusakan dan penggunaan tanpa izin, serta Pasal 63 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan yang mengatur gangguan terhadap fungsi jalan.
Selain itu, warga juga menyinggung Pasal 274 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terkait perbuatan yang menyebabkan kerusakan atau gangguan fungsi jalan.
Dalam tuntutannya, masyarakat meminta aparat kepolisian segera menghentikan aktivitas armada PT Tebo Alam Lestari yang melintasi jalan desa. Warga juga mendesak perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang telah terjadi, serta memproses dugaan tindak pidana yang dinilai merugikan masyarakat.
Sebagai bukti pendukung, warga turut melampirkan dokumentasi berupa foto-foto kerusakan jalan dan daftar tanda tangan masyarakat yang menyatakan keberatan atas aktivitas tersebut.
Laporan ini ditandatangani oleh sejumlah perwakilan masyarakat, di antaranya tokoh masyarakat Akmal, Ketua Karang Taruna Amri, Ketua Lembaga Adat Zakaria, para kepala dusun, serta ketua RT setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Tebo Alam Lestari maupun Polres Tebo terkait laporan tersebut.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
Pengalihan Alur Sungai di Tebo Terus Jadi Sorotan, LP2LH Segera Somasi Dinas LH
DETAIL.ID, Tebo – Aktivitas pengalihan alur sungai di lahan milik Setiardi alias Bagong di Desa Sido Rukun, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, terus menuai sorotan. Kali ini, giliran DPP Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH), Hary Irawan yang angkat bicara.
Ketua DPP LP2LH, Hary Irawan menegaskan, pihaknya telah melakukan investigasi terkait dugaan pengalihan alur sungai tersebut. Hasilnya ditemukan indikasi kuat adanya perubahan fisik aliran sungai di lokasi dimaksud.
”Kami melakukan penelusuran melalui aplikasi digital berbasis geospasial. Dari situ kami mendapatkan titik koordinat yang menguatkan bahwa aktivitas pengalihan alur sungai memang terjadi di lokasi tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Wawan tersebut, Kamis 9 April 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, LP2LH menyimpulkan telah terjadi perubahan signifikan pada alur sungai. Sebelum aktivitas berlangsung, aliran sungai disebut mengarah ke kanan, namun kini telah dialihkan ke sisi kiri.
”Perubahan ini menunjukkan adanya modifikasi fisik yang cukup signifikan, baik sebelum maupun setelah aktivitas dilakukan,” kata Wawan.
Atas temuan tersebut, LP2LH menilai aktivitas itu berpotensi melanggar sejumlah regulasi. Di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, khususnya Pasal 25 dan Pasal 36, dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 71.
Selain itu, dugaan pelanggaran juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, terutama Pasal 67 dan 68 serta Pasal 69, dengan ancaman pidana pada Pasal 98 ayat (1).
Sebagai langkah lanjutan, LP2LH berencana melayangkan surat somasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tebo. Somasi tersebut ditujukan untuk mempertanyakan tindak lanjut pemerintah daerah yang dinilai belum jelas.
”Dalam waktu dekat kami akan menyurati DLH Tebo. Ini sebagai bentuk pertanyaan atas penanganan yang terkesan mandek terhadap kasus ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak, terutama pemerintah, dalam merespons persoalan lingkungan. Menurutnya, jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan publik.
”Kita harus mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan persoalan ini menjadi liar di tengah masyarakat. Jika tidak ditangani serius, kepercayaan publik bisa menurun,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita



