ADVERTORIAL
Gubernur Jambi Fasilitasi Pemberian Tali Asih Kepada Nenek Apsah
Jambi – Selaku pihak Pemerintah Provinsi Jambi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH dan Sekda Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH menghadiri langsung dalam rangka memfasilitasi pemberian tali asih kepada keluarga nenek Hapsah dengan pihak perusahaan PT. Rimba Palma Sejahtera (RPSL) bertempat di ruang VIP Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis, 15 Agustus 2024 siang.
“Pada hari ini sudah disepakati penyelesaian antara keluarga Nenek Hapsah dengan pihak perusahaan PT. Rimba Palma Sejahtera Lestari (RPSL), dimana ada selama ini kita mengetahui polemik itu sudah menjadi perbincangan hangat media sosial. Sekarang ini sudah ditemukan kata sepakat dan perdamaian kedua belah pihak,” ujar Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris juga mengatakan bahwa dengan adanya kesepakatan ini, artinya kedua belah pihak sudah berdamai.
“Dalam masalah ini sudah menjadi perbincangan hangat disemua kalangan, tapi ini semuanya ada puncaknya dan akhirnya, selama ini tentu ada prosesnya, seperti manusia ada lahir tentu ada matinya, dimana pihak perusahaan sudah bersedia memberikan santunan atau tali asih kepada pihak keluarga Nenek Hapsah,” ucap Gubernur Al Haris.
Sementara itu, Gubernur Al Haris mengatakan, dengan bertemunya kedua belah pihak pada Kamis ini, maka terjadi penyelesaian (perdamaian) permasalahan kedua pihak.
“Kedua belah pihak telah sepakat berdamai secara kekeluargaan, artinya selesailah masalahnya. Intinya kita butuh hidup berdamai, berdampingan secara kekeluargaan,” ujar Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris mengakui, selama ini dirinya bukan tidak tanggap atas permasalahan tersebut, karena permasalahan keputusan bukan ditangan Pemerintah Provinsi Jambi.
“Keputusan bukan ditangan pemerintah tetapi keputusan ada di pihak perusahaan, pemerintah ini sebagai mediasi, menolong dan membantu, tentu melalui proses,” kata Gubernur Al Haris.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menyatakan bahwa dirinya sempat berniat jika permasalahan ini tak juga diselesaikan perusahaan maka dirinya secara pribadi yang akan membayarnya. Namun dengan realisasi oleh perusahaan akhirnya dibayarkan dan diselesaikan.
Untuk itu Gubernur Al Haris berharap hal ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagi semua pihak.
“Ini karena nama Pemprov rusak, seolah ini urusan Pemprov padahal kami hanya memediasi atau menengahi antara yang punya rumah dan perusahaan. Namun saya atas nama pemerintah terimakasih kepada keluarga Nenek Hapsah, perusahaan, media dan semuanya. Mudah-mudahan ini bulan baik, dua hari lagi menjelang kemerdekaan RI, agar kita jadi insan yang merdeka dan diberkahi semua, tidak ada merasa terjajah,” kata Gubernur Al Haris.
“Pemerintah Provinsi Jambi juga tidak mau terlalu lama persoalan ini berlarut-larut, ini sebagai pembelajaran bersama bagi kita semua,” tutur Gubernur Al Haris.
Sementara itu, cucu Nenek Hapsah, Faradilla Alkaff mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Al Haris, Sekda Sudirman dan jajaran lainnya baik dari Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Kota Jambi serta kepada para media yang telah 11 tahun bersama memperjuangkan hak Nenek Hapsah, selain itu dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mahasiswa, warganet dan masyarakat lainnya.
“Jelas kita terimakasih kepada Pak Gubernur Al Haris juga yang membersamai, Pak Sekda Sudirman dan jajaran lainnya,” ujarnya.
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



