Connect with us
Advertisement

DAERAH

Pakai Baju Tim Haris-Sani, Fadhil Arief dan Hafiz Fattah Hadiri Pelantikan Tim Haris-Sani Batanghari

Published

on

Al Haris melantik tim pemenangan Haris - Sani di Batanghari pada Sabtu, 10 Agustus 2024. (Ilustrasi)

DETAIL.ID, Jambi – Pasangan calon Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi, Al Haris dan Abdullah Sani melakukan pelantikan tim pemenangan Haris-Sani Kabupaten Batanghari pada Sabtu, 10 Agustus 2024.

Pelantikan tim pemenangan di Batanghari ini dilakukan setelah Al Haris melantik tim pemenangan di Kota Jambi.

Kehadiran Al Haris didampingi Istri Hesnidar Haris di Rumah Pemenangan Haris-Sani Batanghari disambut Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief. Fadhil Arief mengenakkan langsung baju tim Haris-Sani bersamaan dengan 1.500-an tim Haris-Sani.

Tak hanya Fadhil Arief, Hafiz Fattah, Anita Yasmin dan mantan Sekwan DPRD Provinsi Jambi, Amir Hasbi turut hadir pada pelantikan tersebut.

Ketua Tim Pemenangan Haris-Sani Kabupaten Batanghari, Amir Hasbi menyampaikan ada 1.500 tim yang hadir pada pelantikan tim Haris-Sani Kabupaten Batanghari.

“Yang dilantik tim Korkab, Korcam, Kordes, Korlih, Supik Gendis, Milenial, tim Betis dan relawan Haris-Sani. Ada 1.500 dan yang hadir di rumah pemenangan Haris-Sani hari ini,” kata Amir Hasbi.

Amir Hasbi mengatakan dengan melihat komposisi tim dan tokoh-tokoh yang berada di pihak Haris-Sani, ia meyakini Haris-Sani menang di Bumi Serentak Bak Regam Kabupaten Batanghari.

“Kito bertekad untuk memenangkan Haris-Sani di Kabupaten Batanghari. Untuk memenangkan ini harus punya perjuangan yang proaktif di lapangan sehingga 27 November 2024 Haris-Sani menang. Dengan pelantikan ini kami akan kuatkan barisan dengan tim dan seluruh semua relawan, kami akan bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk Haris-Sani,” kata Amir Hasbi.

Selanjutnya, Partai Koalisi pengusung Haris-Sani yang disampaikan Muhammad Fadhil Arief menuturkan agar tidak ada keraguan bagi masyarakat Batanghari untuk mendukung Haris-Sani melanjutkan Jambi Mantap 2024-2029.

“Saya melihat Bang Haris ini punya tekad yang kuat, punya semangat untuk membangun Provinsi Jambi, banyak alasan untuk mendukung Haris-Sani melanjutkan pembangunan di Jambi ini, karena saya tau betul sejak ia dilantik Haris-Sani baru memimpin Jambi 3 tahun 2 bulan, jadi sangat layak kita berikan waktu untuk Haris-Sani melanjutkan pembangunan Jambi ini, dan itu juga alasan kenapa PPP begitu cepat memberikan rekomendasi kepada Bang Haris ini,” kata Fadhil Arief yang kembali maju untuk Bupati Batanghari ini.

Sementara itu, Al Haris menuturkan Al Haris melantik tim pemenangan Haris – Sani di Batanghari pada Sabtu, 10 Agustus 2024 rasa haru dan terima kasih atas dukungan dan kehadiran Fadhil Arief, Hafiz Fattah, semua tokoh dan tim yang hadir untuk Haris-Sani.

“Hari ini luar biaso, Batanghari ini dua bintang iklannya saat ini Fadhil dan Hafiz, kalau ini sudah menyatu Insya Allah menang di Batanghari ini. Saya berharap tim sukses yang dibantuk ini bekerja merangkul untuk pilih Haris-Sani,” ujarnya.

“Saya berharap kita bekerja dalam waktu singkat, harapan kami tunjukkan bahwa kita tim sukses yang bisa merangkul bukan memukul, bisa mengajak masyarakat bukan ego di masyarakat, tunjukkan tim Haris-Sani tim bersatu dalam bekerja, tim yang santun, karena niat kita menyatukan warga Jambi, menyatukan perbedaan bukan untuk memecah belah Jambi,” kata Al Haris. (*)

Advertisement Advertisement

DAERAH

Menembus Batas Zona Nyaman: Kisah Mayanggi Sephira, Santri Kauman yang Diterima di 6 Universitas Luar Negeri

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Padang Panjang — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Muhammadiyah. Mayanggi Sephira, santriwati kelas XII Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, berhasil mencatatkan sejarah pribadi yang gemilang dengan diterima di enam universitas ternama di lima negara berbeda.

Enam universitas tersebut adalah University of Wollongong (Australia) jurusan International Relations, University of Georgia (Georgia) jurusan Business Management, Istanbul Aydin University (Turki) jurusan Political Science and International Relations, University of Otago (Selandia Baru) jurusan Political Science, Curtin University (Australia) jurusan International Relations, serta Cardiff University (Inggris) jurusan International Relations and Politics BA.

Bagi Mayanggi, yang akrab disapa Anggi, pencapaian ini bukanlah kebetulan. Ia meyakini bahwa kunci utama dari keberhasilannya adalah kemauan dan tekad yang kuat untuk keluar dari zona nyaman.

“Semua ini bisa saya capai karena ada kemauan. Kemauan untuk keluar dari zona nyaman, kemauan untuk terus meng-upgrade kemampuan diri,” ujar Anggi saat ditemui di sela-sela kesibukannya.

Putri bungsu dari tiga bersaudara pasangan Bapak Sutikno (pensiunan TNI) dan Ibu Heriani (guru) ini adalah perantau sejati. Berdarah Medan, ia tumbuh dan besar mengikuti orang tuanya yang bertugas di Riau. Kini, ia bersiap untuk kembali merantau, kali ini ke kancah internasional.

Di tengah kebahagiaannya, Anggi tidak melupakan pesantren dan adik-adik kelasnya di Kauman. Ia berpesan agar santri terus berani bermimpi besar dan dibarengi dengan usaha yang sungguh-sungguh.

“Jangan pernah malu untuk berbahasa asing. Bahasa Inggris dan kemampuan komunikasi internasional lainnya adalah salah satu faktor pendukung terbesar kesuksesan saya,” ucap Anggi penuh semangat.

Kabar diterimanya Anggi di enam kampus luar negeri disambut haru dan syukur tak terhingga oleh kedua orang tuanya. Sutikno dan Heriani mengaku sangat bersyukur karena prestasi anaknya tidak hanya menyenangkan hati keluarga, tetapi juga dianggap sebagai berkah yang “menaikkan derajat orang tua”.

“Kami hanya orang biasa. Ibu seorang guru, ayah pensiunan tentara. Melihat anak kami bisa diterima di kampus-kampus hebat di luar negeri, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Semoga Anggi ke depannya lebih sukses dan tetap rendah hati,” ucap kedua orang tua Anggi penuh haru.

Mereka juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang yang telah mendidik dan membentuk karakter putri mereka hingga mampu bersaing di tingkat global.

Prestasi Anggi turut mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan pesantren. Mudir Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, MA, menyampaikan sambutan hangatnya atas capaian yang diraih oleh sang santriwati.

“Atas nama pimpinan pesantren, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mayanggi Sephira. Prestasi ini membuktikan bahwa santri pesantren mampu bersaing di level internasional. Kami sangat bangga,” ujar Dr. Derliana pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian Anggi menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pesantren yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum mampu melahirkan generasi unggul.

“Ini adalah pemutus rantai stigma lama. Santri tidak hanya paham kitab kuning, tetapi juga fasih bahasa dunia dan diterima di kampus-kampus top luar negeri. Keberhasilan Anggi harus menjadi motivasi bagi seluruh santri Kauman untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa,” katanya.

Dengan segudang pilihan berkualitas di tangan, Mayanggi Sephira kini tengah mempertimbangkan universitas mana yang akan dipilihnya. Satu yang pasti, langkahnya telah membuka jalan dan menjadi lentera bagi santri-santri lain di Indonesia: bahwa dari pondok pesantren, kita bisa menaklukkan dunia.

Reporter: Dion

Continue Reading

DAERAH

Mencetak Ulama Global: 142 Santri Kauman Uji Riset dengan Bahasa Inggris-Arab, Didampingi Penguji UIN Batusangkar

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Padang Panjang – Suasana akademik yang khidmat menyelimuti Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang selama dua hari terakhir. Sebanyak 142 santri kelas XII mengikuti Ujian Riset yang berlangsung pada tanggal 13 hingga 14 Februari 2026. Ujian yang menjadi puncak dari proses pembelajaran ini terasa istimewa karena dilaksanakan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren ini menghadirkan kolaborasi akademik yang erat dengan perguruan tinggi. Sebanyak tiga orang penguji ahli didatangkan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, yaitu Yulnetri, M.Pd, Rini Anita, M.Pd, dan Dr. Rizka Widayanti, M.A. Mereka bergabung dengan lima orang penguji internal dari pesantren, yakni Zilan Zolilan, S.Pd, Fikri Hardinata, S.Pd., Feni Herlinda, S. Pd.I, Murdia Aini Muslim, M.Si., dan Yully Hospy, M.Pd.

Para santri secara bergiliran mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan dewan penguji. Salah satu santri yang berhasil menarik perhatian adalah Melani, yang memilih tema “Penggunaan Gadget di Kalangan Santri Pesantren Kauman” dan mempresentasikannya dalam bahasa Inggris.

Melani mengaku senang dan bersemangat dengan pelaksanaan ujian ini. “Ini pengalaman yang luar biasa. Saya memilih tema ini karena gadget adalah isu yang dekat dengan kehidupan kami sehari-hari di pesantren. Saya berharap riset ini bisa memberikan gambaran yang objektif tentang bagaimana kami memanfaatkan teknologi, dan juga menjadi masukan bagi kami semua untuk lebih bijak dalam menggunakannya. Tantangan terbesar tentu presentasi dalam bahasa Inggris, tapi saya sudah mempersiapkannya dengan matang,” kata Melani dengan wajah sumringah seusai ujian.

Sementara itu, Dr. Rizka Widayanti, M.A, salah satu penguji dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, memberikan apresiasinya. “Kami sangat terkesan dengan kualitas riset dan keberanian para santri, terutama dalam mempertahankan argumen menggunakan bahasa asing. Ini adalah langkah maju yang sangat baik. Topik yang diangkat juga relevan dan kontekstual, seperti yang dibawakan oleh Melani tadi. Ini menunjukkan bahwa para santri tidak hanya belajar kitab, tetapi juga peka terhadap isu-isu kontemporer di sekitar mereka. Kami berharap kerjasama seperti ini dapat terus ditingkatkan,” tuturnya.

Mudir (pimpinan) Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, M.A, dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa ujian riset bilingual ini adalah bagian dari komitmen pesantren dalam mencetak kader ulama yang intelek dan berwawasan global.

“Ujian riset dengan dua bahasa ini kami selenggarakan sebagai bentuk ikhtiar kami untuk mempersiapkan santri menghadapi tantangan zaman. Kami ingin lulusan Pesantren Kauman tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan riset yang mumpuni dan kompeten dalam berbahasa asing. Alhamdulillah, antusiasme santri sangat tinggi dan dukungan dari para penguji, terutama dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, sangat berarti bagi kami. Ini adalah bekal berharga bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berkontribusi di masyarakat,” ujar Dr. Derliana.

Ujian riset yang diikuti oleh seluruh santri kelas XII ini masih akan berlanjut pada hari berikutnya untuk menyelesaikan presentasi dari seluruh peserta. Panitia berharap seluruh rangkaian ujian dapat berjalan lancar hingga selesai dan menghasilkan lulusan-lulusan pesantren yang berkualitas dan siap bersaing di kancah global.

Reporter: Dion

Continue Reading

DAERAH

Banjir Berulang, Satgas Tata Ruang Jember Sidak Villa Indah Tegal Besar

DETAIL.ID

Published

on

Satgas Tata Ruang Jember saat menyidak Villa Indah Tegal Besar, Jumat, 13 Februari 2026 dini hari. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Ketua Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, menyidak Perumahan Villa Indah Tegal Besar pada Jumat, 13 Februari 2026 hingga dini hari untuk memeriksa langsung dugaan pelanggaran tata ruang yang memicu banjir berulang.

Satgas turun ke lokasi setelah kawasan perumahan itu berulang kali terendam banjir.

Fauzi menilai persoalan tersebut bukan sekadar faktor alam, melainkan berkaitan dengan kebijakan pengembang.

“Ini bukan musibah, tetapi ini akibat dari kebijakan seseorang (pengembang, red),” katanya.

Fauzi menyebut Bupati Jember, Muhammad Fawait, berdiri bersama warga yang terdampak dan tidak membiarkan persoalan berlarut.

“Gus Bupati berpihak pada korban dan (banjir berulang yang diduga akibat kelalaian pengembang, red) tidak bisa dibiarkan,” katanya.

Pemerintah daerah sebelumnya mempertemukan warga dan pengembang di gedung DPRD Jember, namun pertemuan itu belum menghasilkan titik temu.

Kini, pemerintah menyiapkan langkah cepat sekaligus merancang kebijakan jangka panjang.

Fauzi membeberkan, Gus Fawait mengkomunikasikan langsung persoalan ini kepada para pihak terkait guna mencari penyelesaian konkret.

“Gus Bupati sudah mengkomunikasikan dengan para pihak bagaimana langkah cepat penyelesaian ini. Harus nol rupiah penggantian ketika harus ada relokasi. Itu kewajiban siapa? Pengembang. Kalau tidak, kita akan ngambil langkah-langkah yang sesuai ketentuan,” ucapnya.

Satgas tidak berhenti pada sidak malam itu, Fauzi memastikan pihaknya segera memanggil pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti temuan di lapangan.

“Tugas Satgas adalah secara teknokratis memastikan bahwa di sini bagaimana ketentuannya. Ada pelanggaran? Ya, ada pelanggaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan setiap pelanggaran membawa konsekuensi hukum, meski pemerintah tetap membuka ruang dialog sebagai langkah awal penyelesaian.

“Apa yang harus dilakukan? Masyarakat yang terdampak, korban, harus diselamatkan dulu lewat relokasi. Siapa yang tanggung jawab? Pengembang,” tuturnya.

Warga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang banjir menggantungkan harapan pada langkah tegas Satgas.

Mereka ingin persoalan ini berakhir dengan kepastian, bukan kembali berputar tanpa solusi.

“Alhamdulillah, dari Satgas oleh Pak Fauzi untuk memediasi nantinya antara pengembang dengan warga di sini biar cepat selesai, ada titik temu dan solusi penanganan dampak seperti itu,” ucap salah seorang warga.

Penulis: Dyah Kusuma

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs