Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Support Para Pejuang, Al Haris Bagikan Mobil Operasional Kepada Pengurus Veteran Jambi

Published

on

Jambi – Dalam rangka memperingati hari Veteran Nasional tahun 2024 dan HUT PIVERI ke-60, Gubernur Al Haris hadir ditengah keluarga besar veteran Provinsi Jambi yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu, 10 Agustus 2024.

Dalam moment ini, Gubernur Al Haris menyerahkan mobil operasional kepada pengurus Veteran Jambi sebagai bentuk dukungan kepada para perjuangan.

Momen ini juga diwarnai dengan potong tumpeng sebagai simbol perayaan ulang tahun PIVERI yang ke-60 oleh Gubernur Jambi.

Gubernur Jambi Al Haris membacakan pidato Presiden Jokowi yang menyampaikan tema peringatan Hari Veteran Tahun 2024 ini adalah “Veteran RI Bersama Pemerintah Siap Melanjutkan Pembangunan Indonesia Menuju Indonesia Emas”.

“Tema ini mengisyaratkan bahwa sinergi dan kolaborasi antara para Veteran RI dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan dalam membangun Indonesia Emas. Dengan pengalaman dan semangat juang yang dimiliki para Veteran RI, serta dukungan penuh dari pemerintah, berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan efektif. Kolaborasi ini akan menghasilkan sinergi yang kuat, sehingga Indonesia dapat mencapai tujuan pembangunan nasional dengan lebih cepat,” kata Al Haris.

“Alhamdulillah, saat ini Indonesia terus berada pada posisi yang semakin baik. Selama 10 tahun pemerintahan berbagai pencapaian telah diraih termasuk dalam mendukung kesejahteraan Veteran RI. Karena pada prinsipnya, perjalanan negara ini merupakan prestasi yang diukir dengan tidak mudah. Indonesia mengorbankan seluruh potensi komponen bangsa demi tegaknya NKRI, termasuk para Veteran RI. Bagaimanapun juga kedaulatan NKRI harus tetap kita jaga, karena NKRI adalah harga mati,” katanya.

Gubernur Al Haris menuturkan para Veteran RI telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka adalah saksi hidup dari sejarah perjuangan bangsa kita.

Saat ini, di era pembangunan nasional, semangat juang dan pengalaman mereka tetap sangat relevan dan patut dijadikan contoh untuk generasi mendatang.

“Maka dari itu, diperlukan komitmen dan sinergi antara Veteran RI sebagai pelaku pejuang bangsa dengan pemerintah dalam membangun masa depan Indonesia, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

“Sebentar lagi, kita juga akan merayakan HUT RI ke-79. Kita bersiap merayakan 79 tahun Indonesia merdeka di Nusantara baru. Ketika bangsa ini sedang mengalami proses transisi dan transformasi. Transisi menuju Indonesia Emas 2045. Mari menyongsong masa depan dan harapan peradaban Indonesia maju. Kita sama-sama pekikkan kata “merdeka” di Nusantara. Dengan Pancasila kita menjadi inspirasi dunia. Bangsa yang kuat dan bersatu dengan keberagaman,”

“Mandiri berkecukupan dalam pangan, energi, dan ekonomi serta berkepribadian dalam budaya dan kemajuan peradaban. “Nusantara Baru, Indonesia Maju,”

“Saya harap, kerjasama antara pemerintah dengan para Veteran RI akan terus terjalin dan dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas,”

“Sekali lagi, menghormati dan menghargai para Veteran RI adalah wujud penghargaan kita terhadap sejarah dan perjuangan bangsa. Pemerintah selalu memastikan bahwa kesejahteraan Veteran RI terjaga dan terjamin. Dengan memberikan hak-hak Veteran RI, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan yang layak,” kata Al Haris.

Advertisement

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Perketat Regulasi Penjualan Miras

DETAIL.ID

Published

on

Kepala DPMPTSP Jember, Isnaini Dwi Susanti. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember — Praktik penjualan minuman beralkohol secara ilegal di Kabupaten Jember kian beragam.

Baru-baru ini, sebuah outlet di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, kedapatan berjualan miras secara bebas dengan mengandalkan izin dokumen yang dialamatkan di wilayah lain.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas gabungan, pemilik gerai gagal memperlihatkan dokumen izin edar yang sah khusus wilayah hukum Jember.

Pengusaha tersebut hanya menyodorkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang izin lokasi operasionalnya tercatat jauh dari Jember.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember, Isnaini Dwi Susanti, mengungkapkan ketidaksesuaian berkas usaha tersebut usai dilakukan cek silang data.

“Setelah kami cek, NIB memang ada, tetapi bukan untuk Jember. Lokasinya terdaftar di Sidoarjo atau Surabaya,” ujar Santi, Jumat, 14 Agustus 2026.

Temuan ini membongkar celah pengawasan perizinan usaha di tingkat daerah.

Banyak pemilik toko nekat mengedarkan miras hanya berbekal izin ritel toko umum, tanpa mengurus Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) khusus minuman beralkohol sesuai standar regulasi.

Kondisi tersebut mendorong Pemkab Jember untuk segera membongkar ulang Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018.

Langkah penyempurnaan ini dinilai mendesak guna menyesuaikan aturan perizinan daerah dengan skema kewenangan terbaru dari pusat, terutama menyangkut distribusi miras golongan A.

“Kita memang sudah punya regulasi, tetapi harus dievaluasi dan direvisi agar sesuai dengan kebijakan yang baru,” tutur Santi.

Santi menambahkan, kendala mendasar pengawasan di lapangan juga dipicu oleh ketiadaan petunjuk teknis pelaksanaan sejak perda tersebut diterbitkan delapan tahun lalu.

“Perda kita tahun 2018 belum memiliki Perbup, sehingga pengaturannya perlu dibuat lebih rinci,” katanya.

Pihak DPMPTSP kini telah mengajukan surat resmi kepada Sekretaris Daerah Jember untuk mengagenda koordinasi bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Menjelang pengesahan aturan anyar, Pemkab Jember memfokuskan penindakan langsung di lapangan melalui Operasi Pekat yang digelar rutin bersama Satpol PP dan aparat kepolisian. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Bakal Aktifkan Lagi Parkir Berlangganan demi Genjot Retribusi

DETAIL.ID

Published

on

Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, diwawancarai media. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memulihkan skema parkir berlangganan memasuki babak baru.

Setelah penerimaan retribusi parkir terperosok ke angka Rp1,5 miliar pada 2024 akibat penghentian sistem lama, pemerintah daerah kini menargetkan skema berlangganan kembali aktif paling lambat Oktober 2026 dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp23 miliar.

Besaran target tersebut dikalkulasikan dari basis data kendaraan 2023 yang mencatat 958.574 unit roda dua dan 89.327 unit roda empat, dengan asumsi kepatuhan pemilik kendaraan sebesar 60 persen.

Skema tarif yang dirancang menetapkan beban Rp40 ribu per tahun untuk sepeda motor dan Rp80 ribu per tahun untuk mobil.

Payung hukum di tingkat daerah telah diterbitkan lewat Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2026, yang merujuk pada ketentuan PP Nomor 35 Tahun 2023 terkait pemungutan retribusi secara langsung sebelum layanan diberikan.

Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, menyatakan proses saat ini berfokus pada pemantapan koordinasi lintas instansi.

“Kami tinggal melakukan MoU dengan Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kepolisian,” kata Gatot.

Gatot menambahkan, regulasi tertulis juga diselaraskan melalui koordinasi bersama Komisi C DPRD Jember.

Ia menjamin masukan legislatif tidak menargetkan perombakan pada poin utama regulasi yang sudah disahkan.

Langkah pengaktifan kembali skema ini juga direspon positif oleh parlemen daerah.

“Apalagi sebelumnya sejumlah fraksi dalam beberapa sidang paripurna pandangan umum menginginkan parkir berlangganan dikembalikan,” ujar Gatot.

Rekam jejak pendapatan dari parkir berlangganan memang tercatat signifikan.

Pada 2008, penerimaan retribusi parkir Jember berada di angka Rp1 miliar, kemudian melonjak ke Rp6 miliar pada 2009, dan mencapai Rp10,6 miliar pada 2023 sebelum akhirnya anjlok saat sistem diberhentikan.

Penataan teknis dan kerja sama lintas lembaga kini menjadi penentu realisasi target anyar tersebut. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

DPRD dan Pemkab Jember Simak Pidato Kenegaraan, Gus Fawait Tekankan Pemerataan Ekonomi dan Ketahanan Pangan

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawancarai media. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD menggelar Rapat Paripurna Istimewa untuk menyimak pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, Jumat, 14 Agustus 2026.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang turut dihadiri jajaran Forkopimda tersebut menjadi ajang pemetaan ulang fokus pembangunan daerah.

Usai menyimak arahan Presiden, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa tren pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun memberikan sinyal positif.

Kendati demikian, Fawait mengingatkan bahwa capaian angka-angka statistik tidak boleh berhenti sebagai laporan formal, melainkan wajib berdampak langsung pada kesejahteraan warga di tingkat bawah.

“Kita tahu bersama bahwa optimisme ini semakin membesar berdasarkan indikator-indikator dan angka-angka yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Gus Fawait.

Gus Fawait menggarisbawahi poin penting dari pidato Presiden yang meminta agar hasil pembangunan tidak menumpuk di kelompok elite saja.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Jember menyiapkan sejumlah program intervensi publik di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Pesan Presiden jelas, bahwa pertumbuhan ekonomi ini jangan sampai dinikmati oleh segelintir orang. Ini harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” katanya. “Beberapa di antaranya yakni pelayanan kesehatan melalui program homecare, pelayanan kesehatan gratis, serta program beasiswa.”

Selain sektor pelayanan dasar, pembenahan sektor pertanian juga disiapkannya untuk mengantisipasi ketidakstabilan cuaca dan potensi fenomena El Nino.

Langkah mitigasi ini dinilai krusial mengingat Jember berhasil mencatatkan diri dalam posisi tiga besar daerah penghasil padi dan beras nasional pada 2025.

Guna mempertahankan capaian tersebut, Pemkab Jember menggandeng jajaran TNI-Polri serta instansi terkait untuk mempercepat optimalisasi lahan, penyediaan sarana irigasi pompanisasi, hingga pembangunan embung di wilayah-wilayah sentra produksi.

“Dengan perhatian pemerintah kepada Kabupaten Jember, mulai dari pembangunan embung, optimalisasi lahan, bahkan support penuh TNI-Polri, saya yakin kita lebih siap,” tutur Gus Fawait. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs