Connect with us
Advertisement

DAERAH

Konektivitas di Stadion Harapan Bangsa dan Seluruh Venue Berfungsi Optimal, Semua Berkat Telkom

Published

on

Seluruh jaringan konektivitas di acara Pon Aceh - Sumut terselenggara dengan baik berkat kesiapsiagaan PT Telkom Indonesia (Persero). (ist)

DETAIL.ID, Banda Aceh – Proses pembukaan dan peresmian pekan olahraga nasional (PON) XXI Aceh – Sumut yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh pada Senin, 9 September 2024 lalu berlangsung dengan sukses dan baik.

Dan di balik kesuksesan itu ada keringat para punggawa PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang telah berhasil memastikan kalau jaringan konektivitas dan layanan internet dan telepon atau pun seluler di stadion kebanggan masyarakat Aceh tersebut tetap stabil, aman, dan optimal.

“Kesuksesan ini menjadi bukti komitmen Telkom dalam menyediakan infrastruktur teknologi terdepan untuk mendukung even nasional, yang kali ini dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Pak Jokowi,” kata EVP Telkom Regional 1, Dwi Pratomo Juniarto, kepada para wartawan di Medan pada Rabu, 11 September 2024.

Kata dia, Telkom Indonesia memulai persiapan infrastruktur sejak akhir 2023, sehingga seluruh kebutuhan konektivitas untuk mendukung PON XXI sudah tersedia dan dapat digunakan saat kegiatan dimulai.

Selain itu, ia bilang Telkom memberikan berbagai dukungan infrastruktur teknologi yang komprehensif, termasuk penggelaran jaringan fiber optic di seluruh venue PON di Aceh.

“Jaringan fiber optic ini memastikan akses internet yang cepat, stabil, dan aman bagi seluruh peserta, panitia, serta penonton yang hadir,” tuturnya lebih lanjut.

Selain itu, ungkapnya, anak perusahaan Telkom yaitu Telkomsel, menyediakan Compact Mobile BTS (COMBAT) di lokasi strategis guna memperkuat sinyal seluler dan memastikan kelancaran komunikasi di area dengan konsentrasi tinggi pengunjung.

“Peningkatan kapasitas jaringan ini didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan komunikasi data dan suara selama PON berlangsung,” ujar ia menambahkan.

Tidak hanya itu, Dwi menyebut PT PINS sebagai salah satu anak usaha Telkom, turut mendukung dengan menyediakan perangkat pendukung seperti CCTV di setiap venue, yang berfungsi untuk mendukung keamanan acara.

“Sementara itu, di saat yang sama, Telkomsat memberikan kontribusi besar dengan menyuplai konektivitas satelit guna menjamin komunikasi yang lancar di area yang tidak terjangkau jaringan fiber optic,” kata dia.

“Telkom juga melakukan peningkatan kapasitas jaringan secara signifikan di seluruh area perhelatan PON XXI, baik di Aceh maupun Sumut,” ucapnya.

Ia menjelaskan, peningkatan ini mencakup penguatan bandwidth internet untuk memastikan semua pengguna dapat menikmati layanan internet tanpa hambatan, baik untuk kebutuhan streaming, siaran langsung, komunikasi antar panitia, maupun kebutuhan publik.

“Kami tidak hanya memastikan jaringan tersedia, tetapi juga memastikan keandalannya selama acara pembukaan berlangsung,” ujar Dwi.

Seluruh upaya ini, kata dia, menunjukkan dedikasi Telkom dalam mendukung kesuksesan perhelatan PON XXI, yang melibatkan ribuan atlet dan peserta dari seluruh Indonesia.

Lalu, menurut Dwi, demi mendukung suksesnya PON Aceh – Sumut, Telkom bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Polda Aceh dan Polda Sumut dengan menyediakan perangkat CCTV.

Pihaknya menilai kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan keamanan di setiap venue yang ada, tetapi juga memastikan tersedianya jaringan komunikasi yang terhubung dengan pusat komando.

Dwi bilang, dengan kesiapan teknologi dan infrastruktur yang telah dipersiapkan dengan matang, Telkom kembali menegaskan perannya sebagai penyedia jaringan dan broadband terkemuka di Indonesia.

“PON XXI Aceh Sumut penting bagi Telkom untuk menunjukkan dukungannya terhadap perhelatan olahraga nasional terbesar di tanah air melalui layanan yang berkualitas,” tutur EVP Telkom Regional 1, Dwi Pratomo Juniarto.

Reporter: Heno

Advertisement

DAERAH

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Informasi pertanahan tidak hanya berkaitan dengan sertipikat, tetapi juga mencakup gambaran letak dan bentuk bidang tanah serta nilai tanah di suatu wilayah. Informasi tersebut dapat masyarakat telusuri melalui Bhumi ATR/BPN, platform peta digital yang dikembangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan dapat diakses melalui bhumi.atrbpn.go.id.

“Lewat Bhumi ATR/BPN, masyarakat bisa menelusuri lokasi dan melihat informasi geospasial dengan lebih mudah. Kami berharap platform ini membantu masyarakat mengenali informasi pertanahan di suatu wilayah,” ujar Direktur Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, Hendy Pranabowo, dalam keterangannya pada Jumat, 16 Oktober 2026 di Jakarta.

Salah satu informasi yang bisa diperoleh melalui Bhumi ATR/BPN adalah peta bidang tanah, yang menampilkan gambaran posisi dan bentuk bidang tanah yang telah terpetakan. Selain itu, tersedia informasi Zona Nilai Tanah (ZNT) untuk memberikan gambaran nilai tanah di lokasi tertentu berdasarkan data yang ditampilkan. Bhumi ATR/BPN juga menyediakan data 3D satuan rumah susun (strata title), berupa visualisasi unit rusun dan apartemen di sejumlah menara di berbagai kota di Indonesia, serta informasi geospasial pertanahan dan tata ruang lainnya.

Informasi yang tersedia dalam Bhumi ATR/BPN dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh masyarakat umum, namun juga oleh pemerintah dan kalangan profesional yang membutuhkan data geospasial untuk mendukung kegiatan maupun perencanaan wilayah. Ketersediaan informasi ini sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik di bidang pertanahan.

Meski demikian, masyarakat perlu memahami fungsi dan batasan informasi yang ditampilkan pada Bhumi ATR/BPN. Peta digital tersebut jadi sarana untuk menelusuri informasi geospasial, namun tidak menggantikan sertipikat tanah maupun menjadi penetapan resmi mengenai status hukum suatu bidang tanah.

“Informasi di Bhumi perlu dipahami sesuai fungsi dan peruntukannya. Kalau masyarakat butuh kepastian soal data atau status hukum bidang tanah, silakan lakukan pengecekan ke Kantor Pertanahan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Hendy Pranobowo.

Apabila bidang tanah belum terpetakan atau terdapat informasi yang dinilai tidak sesuai, masyarakat dapat melakukan pengecekan lebih lanjut ke Kantor Pertanahan setempat. Selain itu, masyarakat juga bisa menyampaikan pertanyaan melalui kanal komunikasi resmi Kementerian ATR/BPN, yakni Hotline WhatsApp di nomor 0811-1068-0000.

Dengan memahami fungsi serta batasan informasi yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat menggunakan platform Bhumi ATR/BPN secara tepat dan mengetahui langkah lanjutan ketika membutuhkan informasi pertanahan yang bersifat resmi.

“Masyarakat bisa langsung mengakses Bhumi ATR/BPN untuk menelusuri informasi pertanahan dan tata ruang yang dibutuhkan. Silakan manfaatkan informasi yang tersedia sesuai fungsi dan peruntukannya,” tutur Hendy Pranobowo. (*)

Continue Reading

DAERAH

Suara Mahasiswa UIN KHAS Jember Ikut Warnai Seleksi Calon Rektor

DETAIL.ID

Published

on

Rangkaian pemaparan visi & misi calon rektor UIN KHAS Jember, Senin (19/10/2026). (Foto: Istimewa)

DETAIL.ID, Jember – Pelibatan elemen mahasiswa mewarnai agenda pemaparan visi dan misi calon Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember yang digelar pada Senin, 19 Oktober 2026.

Perwakilan mahasiswa diundang secara khusus dalam forum tersebut sebagai upaya menegakkan prinsip transparansi serta pelibatan aktif seluruh sivitas akademika.

Selepas menghadiri pemaparan, mahasiswa menyatakan komitmen untuk menyalurkan masukan dan catatan kritis terkait program kerja para calon pimpinan kepada Menteri Agama RI.

Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN KHAS Jember, Bahrul Ulum, menyampaiakan apresiasi atas kebijakan Plt. Rektor Prof. Sahiron yang membuka ruang bagi keterlibatan mahasiswa.

Menurutnya, terobosan ini mencatatkan sejarah baru dalam tradisi suksesi kepemimpinan di lingkungan UIN KHAS Jember.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Plt. Rektor, Prof. Sahiron. Terima kasih telah menegakkan prinsip demokrasi di kampus kami dan memberikan ruang bagi suara mahasiswa untuk didengar,” katanya, Senin, 19 Oktober 2026.

Menindaklanjuti pemaparan tersebut, jajaran perwakilan mahasiswa segera menggelar konsolidasi internal untuk membedah gagasan tiap calon rektor secara akademis.

Penelaahan mendalam difokuskan pada kesesuaian antara visi misi yang ditawarkan kandidat dengan realitas objektif kampus saat ini.

“Kita kumpul dan secara serius mengkaji visi misi para calon. Kami membedah apakah gagasan yang ditawarkan relevan dengan kondisi kampus saat ini,” ujarnya.

Dari proses kajian internal itu, mahasiswa merumuskan indikator penilaian hingga susunan pemeringkatan kelayakan kandidat sesuai kebutuhan mendesak lembaga.

Sejumlah poin evaluasi yang ditelaah mencakup sektor fasilitas, tata kelola birokrasi, serta iklim akademik yang dialami langsung oleh mahasiswa.

“Hasil kajian, dan bahkan nama calon dengan visi misi yang paling layak serta progresif dari perspektif kami sebagai mahasiswa, akan segera kami kirimkan sebagai bahan pertimbangan kepada Menteri Agama,” katanya.

Sikap kritis yang ditunjukkan mahasiswa mendapat respons positif dari kalangan tenaga pendidik.

Dosen Pembina DEMA UIN KHAS, Fauzan, mengutarakan rasa syukur dan dukungannya terhadap keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses penjaringan calon rektor tersebut.

“Terus terang, saya sangat sepakat dan mendukung jika mahasiswa juga dapat mendengarkan visi dan misi calon rektornya secara langsung,” tuturnya.

Continue Reading

DAERAH

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Rapat Tindak Lanjut Pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Rapat dibuka oleh Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, dengan menggarisbawahi bahasan utama, yaitu penataan hubungan kerja serta pembagian kewenangan antara Kementerian ATR/BPN dan BRAN.

“Kita tidak sedang mempertahankan struktur atau nomenklatur dari lembaga kita masing-masing, baik ATR/BPN atau BRAN. Rapat ini justru sedang memastikan agar seluruh tugas dan fungsi yang terkait dengan Reforma Agraria, pertanahan, dan tata ruang ke depannya dapat berjalan dengan semakin efektif,” ujar Wamen Ossy.

Terbentuk sejak Rancangan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria disahkan pada September lalu, BRAN diamanahkan tugas dalam tahap perencanaan, pelaksanaan hingga penyelesaian Reforma Agraria. Namun, dalam lingkup tugas BRAN tersebut masih ada tugas yang beririsan dengan kewenangan Kementerian ATR/BPN.

“Ini yang harus kita selaraskan supaya ke depan tidak ada pekerjaan yang dilakukan secara bersamaan oleh kedua lembaga. Saya mohon pertemuan hari ini dimanfaatkan betul untuk memperjelas pembagian kewenangan antara BRAN dan Kementerian ATR/BPN,” tutur Wamen Ossy.

Penyelarasan kewenangan dan penataan kelembagaan ini dinilai Wamen Ossy sebagai langkah penting untuk mempercepat pelaksanaan Reforma Agraria. Upaya ini dilakukan agar kebijakan dan program Reforma Agraria berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan visi Presiden Republik Indonesia, yakni berhasil guna dan berdaya guna.

Dalam rapat ini, Kepala BRAN, Dedi Prasetyo, memaparkan analisis komprehensif mengenai Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BRAN. Paparan tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk merumuskan struktur organisasi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan kewenangan BRAN secara optimal.

“Semangat kita adalah semua bekerja untuk kepentingan rakyat. Sebagaimana amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, itulah landasan filosofi kenapa BRAN ini dibentuk,” kata Dedi Prasetyo.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pertukaran pandangan yang melibatkan para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN serta perwakilan BRAN. Pembahasan ini masih akan dilanjutkan untuk memastikan pembagian tugas dan kewenangan antara Kementerian ATR/BPN dan BRAN tersusun secara jelas, selaras, dan mendukung pelaksanaan Reforma Agraria. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs