Connect with us
Advertisement

DAERAH

Pak Kadis Ngaku Selama Ini Terkendala Anggaran Soal Pagar Tembok SMK 1 Kota Jambi, Kini Usai Roboh Bakal Segera Diperbaiki

Published

on

Kadisdik Provinsi Jambi Syamsurizal (Kiri) bersama Pjs Gubernur Jambi Sudirman dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata di TKP. (DETAIL/Juan)

DETAIL.ID, Jambi – Tragedi robohnya pagar tembok SMKN 1 Kota Jambi masih terus jadi sorotan. Pagar tembok sekolah yang awalnya dibangun pada 1980an tersebut roboh dan menelan 3 korban jiwa yakni

A (5), AA (7), dan HB (15). Serta 1 orang masuk rumah sakit.

Selain itu sejumlah warga sekitar turut terdampak dan harus dievakuasi. Usut punya usut, tembok pagar SMK 1 itu disebut-sebut sudah lama miring alias rentan roboh. Namun tidak ada perbaikan atau renovasi, sebagaimana pengakuan Suheri ketua RT 25, Simpang 4 Sipin, Telanaipura.

Terkait hal ini Pjs Gubernur Jambi Sudirman yang turun ke TKP bersama Kadis Pendidikan Provinsi Jambi Syamsurizal, juga dengan Kabid SMK Zet Herman. Menekankan agar meneliti dahulu penyebab tragedi pagar tembok roboh tersebut.

“Sebaiknya diteliti dulu jangan menduga-duga dulu. Karena ini sudah kejadian, nanti diteliti dulu aslinya seperti apa. Apakah memang sudah miring? Apakah akibat dari hujan lebat yang sangat luar biasa tadi sore ya,” kata Sudirman, Jumat malam, 4 Oktober 2024.

Disinggung soal apakah pagar tembok SMK 1 tersebut bakal segera diperbaiki. Pjs Gubernur tampak memberi sinyal bahwa pihaknya bakal segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Ya. Mudah-mudahan kita akan segera perbaiki karena inikan dalam keadaan bencana ya,” ujarnya.

Sementara itu Kadisdik Provinsi Jambi Syamsurizal, dikonfirmasi terkait permohonan renovasi pagar sekolah yang sudah pernah diajukan oleh pihak SMK 1 Kota Jambi pada 2023 lalu, namun belum direspons oleh Disdik Provinsi Jambi. Beralasan perbaikan pagar tembok terkendala anggaran.

“Ya kan memang kita kan kalau untuk ini kan (anggaran) terbatas juga,” kata Syamsurizal.

Dengan kondisi pasca ambruk, Syamsurizal pun berharap agar pagar tembok sekolah tersebut bisa segera direnovasi.

“Tentu dalam hal ini kita nanti akan perbaiki. InsyaAllah dalam hal ini kan, sekarang kita lagi menyusun nih. Ini dari pak Pjs udah hadir, dari DPR juga udah hadir. Mudah-mudahan kita di APBD 2025 ini bisa kita realisasikan,” ujarnya.

Pasca rombongan Pjs Gubernur, Kadisdik, dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata meninjau TKP dan melayat ke rumah duka salah satu korban. Anggota DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata juga menyoroti insiden pagar tembok sekolah yang seolah tidak diperhatikan pemerintah selama ini.

Disinggung wartawan soal Disdik Provinsi Jambi sebagai OPD dengan dana DAK terbesar namun perawatan infratruktur salah satu sekolah seperti terabaikan atau luput dari pembenahan. Ivan bilang begini.

“Ya secara penganggaran, kalau hal inikan udah musibah. Makanya untuk kedepan betul-betul dikajilah sekolah-sekolah yang umurnya udah lama dan termasuk bagaimana masalah drainase, bagaimana gorong-gorongnya,” katanya.

Artinya, lanjut Ivan, jangan ruang kelas baru aja yang dipikir tapi bangunan-bangunan lama juga harus diperbaiki.

Dia pun mengaku bakal segera menyuarakan masalah ini agar segera dirapatkan di DPRD bersama Disdik Provinsi Jambi.

Reporter: Juan Ambarita

Advertisement

DAERAH

Pemkab dan DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Lima Ranperda

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Pasuruan – DPRD Kabupaten Pasuruan bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar rapat paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Pasuruan Non APBD 2026 di di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan pada Senin, 28 September 2026.

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan Shobi Asrori mewakili Bupati Pasuruan, Ketua Fraksi DPRD, Anggota DPRD, OPD, Camat dan para undangan lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat menyampaikan pihaknya mendengarkan rancangan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah Non APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2026.

Selanjutnya, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyampaikan lima rancangan daerah Non APBD 2026. Lima Raperda yang diajukan di antaranya: Raperda tentang Kerja Sama Daerah, Raperda tentang Perubahan keempat atas Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Pemdes, Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 tahun 2025 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Raperda tentang Penyertaan Modal dan Raperda tentang Pencabutan Raperda No 9 tahun 2010 tentang Perseroan Terbatas Pasuruan Migas.

Shobih Asrori juga menyampaikan bahwa kelima Perda tersebut merupakan upaya dalam rangka Pemerintah Daerah mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif, efisien dan represif.

“Raperda ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola, di samping mempunyai kepastian hukum, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, kemitraan pembangunan dan perekonomian desa serta penyempurna tata kelola BUMD serta kelembagaan daerah,” katanya.

Raperda yang telah disampaikan oleh Wakil Bupati Pasuruan akan direspons oleh fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pasuruan dalam Rapat Paripurna kedua dalam rangka pemandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda Non APBD 2026.

Reporter: Tina

Continue Reading

DAERAH

Ramah Tamah HANTARU 2026, Wamen Ossy: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Transformasi layanan yang dilakukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) diarahkan untuk memberikan kepastian lebih kepada masyarakat. Di momen Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026 pada Kamis, 24 September 2026, Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan mengajak jajaran untuk bersungguh-sungguh dalam bertugas memenuhi kebutuhan masyarakat, sebagaimana tema HANTARU tahun ini, yaitu “Transformasi, Melayani Lebih Pasti”.

“Ini pula momentum kita untuk membuktikan bahwa transformasi ATR/BPN bukan hanya perubahan sistem dan teknologi, tetapi transformasi yang sejujurnya adalah perubahan dari sisi budaya kerja kita dalam menyokong masyarakat. Dari yang tidak pasti menjadi lebih pasti, dari yang rumit mudah-mudahan bisa menjadi sederhana, dari yang tertutup menjadi terbuka, dan dari yang sekadar memastikan berkas menjadi benar-benar memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat,” ujar Wamen Ossy dalam Ramah Tamah HANTARU 2026, di Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Perubahan tersebut telah dijalankan bertahap dalam dua tahun terakhir melalui sejumlah langkah. Di antaranya, dalam Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak, transformasi Organisasi Berbasis Wilayah, serta digitalisasi layanan. Berbagai perubahan terus didorong agar proses pelayanan semakin jelas dan kepastian yang dibutuhkan masyarakat dapat diberikan dengan lebih baik.

Dengan transformasi layanan, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat perubahannya. Kemudahan pelayanan, kepastian atas tanah, proses yang transparan, serta layanan yang diberikan dengan sungguh-sungguh menjadi bagian penting dari ukuran keberhasilan Kementerian ATR/BPN.

“Karena itu, dalam momentum HANTARU tahun ini, jangan kita sekadar memaknai sebagai sebuah perintah pembangunan. Mari kita jadikan bersama sebagai tekad dan momentum kita semua agar ini bisa menjadi titik tolak pembaharuan kita ke depan,” ujar Wamen ATR/Waka BPN).

Kegiatan Ramah Tamah yang jadi rangkaian acara Peringatan HANTARU 2026, berlangsung sesaat setelah upacara selesai dilaksanakan. Dalam kegiatan ini, turut hadir para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN. (*)

Continue Reading

DAERAH

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Di momen peringatan 66 tahun berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali menegaskan pentingnya menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Di hari yang juga bertepatan dengan Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026, Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid mengungkapkan bahwa berdasarkan usulan pemerintah daerah, data LP2B secara nasional kini sudah mencapai 87,63%.

“LP2B secara nasional telah mencapai 87,63%, ini melampaui target 87% sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029,” ujar Menteri Nusron dalam Upacara Peringatan HANTARU yang diadakan di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Capaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 dan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan penetapan LP2B minimal 87% pada 2029, dengan target bertahap 78% pada 2026, 81% pada 2027, dan 84% pada 2028.

Meski sudah melampaui target, Menteri Nusron menegaskan bahwa upaya perlindungan LP2B belum selesai. Seluruh data LP2B yang telah diusulkan pemerintah daerah perlu segera diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Tata Ruang (RTR), baik Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Untuk itu, saya kembali meminta dukungan penuh para gubernur, bupati dan wali kota di seluruh Indonesia untuk mempercepat proses integrasi tersebut,” kata Menteri Nusron.

Menurutnya, integrasi tersebut juga bagian dari upaya menjadikan tata ruang sebagai dasar dalam rencana pembangunan. “Setiap pembangunan harus mengacu kepada RTR agar pemanfaatan ruang berlangsung secara tertib, berkelanjutan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun dunia usaha,” tutur Menteri ATR/Kepala BPN. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs