ADVERTORIAL
UNJA Gelar Sosialisasi SNPMB Tahun 2025 di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin
Jambi – Tak seperti biasanya, Sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2025 di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin yang biasanya diadakan di salah satu sekolah namun berbeda untuk kali ini, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Pemerintah Kabupaten Merangin memfasilitasi kegiatan sosialisasi tersebut, untuk sosialisasi di Kabupaten Sarolangun diadakan di Aula Pemkab Sarolangun pada Kamis, 23 Januari 2025 sedangkan Kabupaten Merangin diadakan di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Merangin pada Jumat, 24 Januari 2025.
Tim sosialisasi dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., beserta 8 tim UNJA, Sosialisasi ini dihadiri oleh H. Hazrian, S.E., M.Si., Asisten 3 Pemkab Sarolangun, M. Isnaini, S.E., Asisten 3 Pemkab Merangin, Henizor, S.Pd., Kadis Pendidikan Kab. Merangin dan seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK/MA/Sederajat yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Selain itu, sebanyak 150 orang terdiri dari guru dan siswa turut hadir untuk mendengarkan sosialisasi ini.
3 materi pokok yang disampaikan dalam sosialisasi ini yaitu materi SNPMB, Profil UNJA, dan ragam beasiswa yang ada di UNJA. Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para Kepala Sekolah yang hadir (atau yang mewakili) dan perwakilan siswa.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., mengatakan pentingnya kegiatan sosialisasi ini sebagai upaya untuk memberikan informasi terkait seleksi masuk perguruan tinggi, khususnya di UNJA.
“Kami ingin menyampaikan informasi mengenai SNPMB, profil UNJA, serta peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa baru,” ujar Prof. Fauzi Syam.
M. Isnaini, S.E., Asisten 3 Pemkab Merangin, memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosialisasi ini dan menyambut baik upaya UNJA untuk memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan oleh UNJA. Hal ini disebabkan: Pertama, UNJA telah mendapatkan akreditasi unggul, ini menjadi bukti bahwa UNJA memiliki standar kualitas tinggi, mengikuti jejak PTN besar lainnya di Indonesia dan Kedua, khusus jalur penerimaan mahasiswa baru melalui SNBP, akan membuka ruang yang seluas-luasnya kepada siswa SMA/SMK/MA khususnya di wilayah Kabupaten Merangin yang memiliki prestasi unggul untuk menempuh pendidikan tinggi di UNJA,” ujar Isnaini.
H. Hazrian, S.E., M.Si., Asisten 3 Pemkab Sarolangun, memberikan apresiasi dan harapan kegiatan sosialisasi ini
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA beserta rombongan, yang berkenan menjadi narasumber dalam acara ini. Ia juga berharap, melalui sosialisasi ini, kita semua dapat memahami jalur-jalur penerimaan mahasiswa baru khususnya di UNJA,” ujar Hazrian.
Sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan guru dan siswa, banyak diantaranya yang mengapresiasi informasi terkait sistem seleksi nasional dan berbagai peluang beasiswa yang tersedia di UNJA.
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



