DAERAH
Ketua Gerindra Taput Sukses Laksanakan Makan Bergizi Gratis di 5 Kecamatan
DETAIL.ID, Tarutung – Program makan bergizi gratis (MBG) yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto didukung banyak pihak, termasuk oleh DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Salah satu bentuk konkret dukungan Gerindra Taput tersebut adalah dengan menggelar program MBG berbagai sekolah di 5 Kecamatan yang ada di daerah yang terkenal dengan julukan kabupaten 1.000 gereja tersebut
Kepada para wartawan pada Selasa, 11 Februari 2025, Erikson Sianipar selaku Ketua DPC Partai Gerindra Taput mengatakan, pelaksanaan program MBG yang dijalankan pihaknya melibatkan sejumlah sekolah dasar (SD) di 5 kecamatan.
“Dan turut dihadiri oleh perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran pemerintah kabupaten (Pemkab) Taput, serta TNI-Polri sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Taput,” kata Erikson Sianipar.
Ia menjelaskan, uji coba makan siang gratis dilaksanakan di 5 SD, yaitu SD Negeri 177924 Silosung di Kecamatan Simangumbang, SDN 173214 di Kecamatan Pangaribuan.
“Selanjutnya di SDN 177049 Parik di Kecamatan Parmonangan, SDN 174570 di Kecamatan Adiankoting, serta di Kecamatan Siborong-borong,” tuturnya lebih lanjut.
Ia merasakan bahagia karena saat pelaksanaan acara terlihat kalau para pelajar merasa gembira dan antusias dengan kehadiran Erikson Sianipar yang ikut berbagi makan siang bersama mereka.
“Anak-anak menyambut baik program ini, yang dianggap bermanfaat untuk meningkatkan gizi dan memberi semangat belajar,” kata Erikson Sianipar
Menurut Erikson Sianipar, program makan siang gratis ini adalah bentuk respon proaktif dari kader Gerindra dalam mensukseskan program strategis pemerintahan Prabowo Gibran yang sungguh-sungguh memberi perhatian terhadap masa depan anak-anak.
Ia berharap program ini dapat dilanjutkan dan diperluas implementasinya, sehingga lebih banyak anak di daerah tersebut yang dapat merasakan manfaatnya.
“Berharap Kepala Daerah Terpilih dapat mempercepat implementasi MBG dengan mengajak seluruh elemen dalam mewujudkannya,” ujar Erikson Sianipar.
Pada kesempatan simulasi, Erikson Sianipar juga mengajak agar orang tua siswa dapat memberi makanan bergizi dan seimbang juga saat makan di rumah, karena anak anak hanya makan satu kali di sekolah.
Dan juga, ia menghimbau agar para petani yang diundang hadir dapat lebih serius bekerja, karena merekalah nanti yang akan menjadi pemasok kebutuhan dapur makan bergizi gratis .
Kehadiran TNI dan POLRI dalam acara ini juga menunjukkan sinergi yang baik antara instansi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi generasi muda.
Reporter: Heno
DAERAH
Demi Pelayanan Terbaik, Pohon di Titik Rawan Dipangkas Petugas PLN Merangin
DETAIL.ID, Merangin – Untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan di Kabupaten Merangin, sejumlah pohon di titik-titik rawan mulai dipangkas petugas PLN. Puluhan petugas PLN dikerahkan di sejumlah titik rawan yang berada di depan Gudang Bulog, Pos Lantas Bukit Tiung dan juga di depan Pasar Rakyat.
Manajer PLN Merangin, Aziz Susanto berkata, pemangkasan pohon besar yang berpotensi tumbang di sejumlah titik sudah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan Kabupaten Merangin.
“Kita mengantisipasi di sejumlah titik, yang terdapat pohon pohon besar. Kalau tidak kita pangkas maka sangat rawan sekali. Jika satu pohon saja roboh dan menimpa kabel induk maka sudah pasti terjadi pemadaman listrik total,” kata Aziz Susanto pada Sabtu, 12 September 2026.
Ia menjelaskan, guna mendukung pemangkasan pohon pohon yang rawan roboh, PLN Merangin dibantu petugas dari Dinas Lingkungan Hidup.
Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin, Syafrani mengatakan, pemangkasan yang dilakukan PLN Merangin didukung penuh sebab dalam pemangkasan pohon-pohon yang berada di kota, harus memiliki standar pemotongan.
“Saya mengapresiasi kerja sama PLN dengan kami. Sudah bahu membahu melakukan pemangkasan di sejumlah titik di Merangin sebab kami memiliki standar pemotongan pohon dalam kota. Ini juga berkaitan dengan keindahan kota,” ujarnya.
Pihaknya juga akan terus melakukan pemangkasan secara bertahap sehingga dalam kota jalur kabel induk bisa bebas dari pepohonan.
Reporter: Daryanto
DAERAH
Bakti Sosial RSUD Grati Pasuruan Hadirkan Skrining Kanker Payudara 3D dengan Teknologi ABUS
DETAIL.ID, Pasuruan – Kanker payudara kini bisa dideteksi menggunakan teknologi 3D ABUS (Automated Breast Ultra Sound). Hal itu terlihat dalam Bakti Sosial yang digelar di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Grati Kabupaten Pasuruan.
Rumah Sakit (RSUD) Grati melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) pada Kamis, 10 September 2026. Total ada 75 pasien yang telah terdaftar sebagai peserta baksos yang dimulai sejak 2-12 September 2026.
Direktur RSUD Grati, dr Dian Arie Setiawati mengatakan total sudah ada 25 pasien yang telah mengikuti deteksi dini kanker payudara dengan menggunakan ABUS. Sedangkan sisanya dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.
“Kalau dengan hari ini baru 25 pasien yang sudah mengikuti deteksi dini kanker payudara dengan menggunakan ABUS, dan semuanya berjalan dengan lancar,” katanya.
Dijelaskan Dian, kegiatan deteksi dini dilakukan di ruang pemeriksaan yang telah disiapkan. Dimana penggunaan ABUS memiliki banyak keunggulan, di antaranya tanpa radiasi lantaran menggunakan gelombang ultrasound.
Selain itu, penggunaan teknologi ABUS dapat mendeteksi kanker dengan peningkatan 35.7% dibanding hanya dengan mammografi serta waktu pemeriksaan singkat dan memberikan rasa nyaman kepada pasien.
“Enggak sakit pokoknya. ABUS adalah teknologi ultrasound pertama dari GE untuk skrining payudara perempuan yang telah disetujui oleh FDA, itu Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat,” ujarnya.
Dengan digelarnya deteksi dini kanker payudara, Dian mengimbau masyarakat untuk lebih aware pada kondisi kesehatannya, khususnya para perempuan yang lebih rentan terkena penyakit.
“Imbauannya, masyarakat harus lebih menyayangi dirinya. Seperti skrining kanker payudara ini, kalau ditemukan di fase dini maka mempermudah diintevensi dan keberhasilan dari terapi lebih bagus,” ucapnya.
Sementara itu, adanya baksos deteksi dini kanker payudara yang digelar RSUD Grati sangat membantu banyak pasien. Salah satunya Dewi dari Kecamatan Grati.
Ia mengaku sengaja mendaftar untuk memastikan kondisi kesehatannya baik-baik saja. “Harusnya awal tahun kemarin, tapi mumpung ini gratis, jadi saya langsung daftar, dan alhamdulillah baik-baik saja,” ujarnya.
Reporter: Tina
DAERAH
Didukung Kolaborasi Lintas Sektor, Penetapan LP2B Nasional Capai 87,52%
DETAIL.ID, Jakarta – Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) secara nasional telah mencapai 87,52%. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) yang berlangsung di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan pada Senin, 7 September 2026, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyatakan bahwa angka tersebut sudah melampaui target penetapan LP2B untuk 2029.
“Setelah kita kerja delapan bulan dengan Kemendagri, BPS, dan semuanya di bawah bimbingan Kemenko Pangan, alhamdulillah secara nasional agregat 87,52%. Jadi, pekerjaan yang harusnya selesai tahun 2029 bisa kita selesaikan tahun 2026,” ujar Menteri Nusron.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN Tahun 2025-2029 dan Perpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, pemerintah menargetkan penetapan LP2B secara bertahap hingga minimal 87% pada 2029. Target penetapannya direncanakan bertahap, yaitu 78% pada 2026, 81% pada 2027, dan 84% pada 2028.
Menteri Nusron mengungkapkan, capaian tersebut meningkat signifikan dibanding kondisi di awal tahun ini. Pada Januari 2026, penetapan LP2B berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi baru mencapai sekitar 68%, sedangkan capaian nasional berdasarkan RTRW Kabupaten/Kota yang telah memasukkan LP2B baru 41,72%.
Untuk mempercepat penetapan LP2B, Kementerian ATR/BPN melakukan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Untuk daerah yang belum mampu memenuhi target secara mandiri, penghitungan capaian dilakukan secara agregat pada tingkat provinsi sehingga penetapan LP2B bisa tetap memenuhi target nasional. Upaya tersebut turut diperkuat melalui kerja sama, salah satunya diwujudkan lewat Surat Edaran Bersama dengan Kementerian Dalam Negeri.
“Ini semua yang kami lakukan untuk menopang ketahanan pangan, swasembada pangan. Karena, swasembada pangan tidak mungkin bisa terjadi tanpa adanya lahan dan air,” tutur Menteri Nusron.
Meski secara nasional telah mencapai 87,52%, saat ini masih ada tujuh provinsi yang capaian penetapan LP2B-nya berada di bawah 87%. Ketujuh provinsi itu antara lain Riau, Jambi, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan waktu kepada daerah tersebut untuk meningkatkan capaiannya dengan tetap mempertahankan angka yang telah ditetapkan sebagai batas minimal.
“Kabar bagus yang dilakukan Menteri ATR/Kepala BPN, LP2B sudah 87% secara nasional. Untuk yang tujuh provinsi (belum sampai batas minimal), kita kasih waktu saja untuk keterlambatan ini untuk bisa lebih, kasih waktu. Tidak boleh kurang dari itu (angka sebelumnya) karena secara nasional sudah memenuhi 87%,” kata Menko Pangan.
Rakor ini turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman; Wakil Menteri Lingkungan Hidup; serta perwakilan kementerian/lembaga terkait. Menteri Nusron hadir dengan didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang, Suyus Windayana; Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN. (*)



