Connect with us
Advertisement

DAERAH

Wali Kota Hendri dan Wawako Allex Ingin Langsung Bekerja untuk Masyarakat

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Padang Panjang – Setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025 lalu, Wali Kota Hendri Arnis bersama Wakil Wali Kota, Allex Saputra mengikuti Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota pada Senin, 3 Maret 2025.

Acara ini dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Syaiful Bahri, Forkopimda, Kepala OPD, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Hendri mengapresiasi Sonny atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat serta menegaskan komitmen nya untuk membangun Kota Padang Panjang lebih maju.

“Kami siap bersinergi, karena kita sudah pernah bekerja sama sebelumnya. Semakin cepat kita membangun sinergi, semakin cepat pula masyarakat merasakan dampaknya bagi kemajuan dan kesejahteraan. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat tetap terjaga agar visi dan misi kami dapat segera terwujud,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa tidak ada kebijakan mutasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Di bawah kepemimpinan mereka, Hendri berjanji akan membawa Padang Panjang menjadi kota yang lebih maju dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wawako Allex berharap kehadiran dirinya dan Wako Hendri dalam pemerintahan dapat membawa manfaat bagi masyarakat Padang Panjang, yang dikenal sebagai Kota Serambi Mekkah.

Sementara Syaiful Bahri mengingatkan agar program pembangunan yang disusun dapat selaras dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pihaknya juga mengapresiasi kinerja Sonny yang telah membawa berbagai prestasi bagi Padang Panjang serta menjaga hubungan harmonis dengan DPRD.

Prosesi sertijab ini ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan dari Sonny kepada Hendri.

Pada hari yang sama di Balai Kota Padang Panjang, Wali Kota Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Allex Saputra menekankan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder dalam mendukung program pembangunan “Padang Panjang, Kota Serambi Mekkah yang Maju, Sejahtera, dan Bermarwah” selama lima tahun ke depan.

Wako Hendri menyatakan, keberhasilan pembangunan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran aktif masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta berbagai elemen lainnya.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Padang Panjang dengan semangat kebersamaan dan inovasi. Hanya dengan sinergi yang baik, kita dapat mewujudkan visi kota ini,” ujarnya saat bertemu dengan para kepala OPD.

Sementara itu, Wawako Allex menambahkan, setiap program dan kebijakan yang akan dijalankan harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan program yang berpihak kepada masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun infrastruktur. Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi semua pihak sangat kami harapkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendri dan Allex juga menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat nilai-nilai religius dan budaya yang menjadi identitas Padang Panjang.

Dengan semangat baru dan komitmen yang kuat, ia berharap program pembangunan Padang Panjang dalam lima tahun ke depan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Pada malam harinya saat acara ramah tamah dan buka bersama dengan sejumlah stakeholder, tampak hadir, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat Pemko, tokoh masyarakat, pemangku adat, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, kepala BUMN, kepala BUMD, serta para undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendri Arnis menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota dan seluruh pemangku kepentingan membangun Padang Panjang.

“Kami mohon doa dan dukungannya agar kita bisa bersama-sama membangun Padang Panjang. Banyak yang harus dikerjakan, dan besok kita akan mulai berdiskusi mengenai anggaran. Prioritas utama kita adalah bidang pendidikan, kesehatan dan penyediaan makanan bergizi gratis, sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo,” tuturnya.

Dia mengingatkan pesan Presiden Prabowo saat kegiatan retret di Magelang. Yakni, membangun daerah harus dilakukan bersama Forkopimda agar hasilnya lebih optimal.

“Jika seluruh elemen sudah bersinergi, saya yakin Padang Panjang akan menjadi kota yang lebih baik,” ucapnya.

Di sisi lain, Wawako Allex Saputra juga menuturkan pentingnya menjalankan ibadah Ramadan dengan baik. Dia menukil Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” ujarnya.

Reporter: Diona

Advertisement

DAERAH

Ketua TP PKK Merangin Lavita Syukur Berikan Bantuan ‘Genting’

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Ketua TP PKK Merangin Hj Lavita Syukur memberikan bantuan ‘Genting’ (Gerakan orang tua asuh cegah Stunting), kepada balita beresiko Stanting dan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), di Kecamatan Lembah Masurai, Jumat, 23 Oktober 2026.

Pada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tersebut, Bunda PAUD Merangin itu langsung turun mengunjungi rumah sasaran. Pertama Hj Lavita Syukur berkunjung ke rumah Afina, balita beresiko Stanting di Desa Durian Mukut.

Di rumah balita berusia empat tahun itu, wakil ketua III Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stuntung (TPPPS) Merangin tersebut, melihat langsung kondisi anak yang beratnya 12 Kg, tinggi badan 98 Cm dan lingkar kepala 52 Cm.

“Alhamdulillah ini kita bawa telur dan susu dan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). Bantuan ini akan berlangsung tiga bulan berturut-turut, selama 90 hari,” ujar Hj Lavita Syukur.

Nanti lanjut Ketua Posyandu Merangin ini, akan dilakukan pemantauan dan evaluasi pertumbuhan anak atau kondisi kesehatan ibu secara berkala oleh kader Tim Pendamping Keluarga dan kader Posyandu.

Selanjutnya Hj Levita Syukur bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Merangin Ny Sri Rezeki Zulhifni dan rombongan mengunjungi ibu hamil KEK Selina Wulandari di Pasar Masurai. Ibu berusia 16 tahun itu sudah hamil selama 12 minggu, dengan berat badan 40 Kg, tinggi 146 Cm dan lingkar lengan atas 22,5 Cm.

Di rumah Selina Wulandari, Ketua TP PKK memberikan bantuan Susu dan Telur. Hj Lavita Syukur minta Kader Tim Pendamping Keluarga dan Kader Posyandu untuk terus memantau perkembangan kesehatan ibu tersebut.

Turut hadir dalam rombongan Ketua TP PKK itu, Sekdin PPKB Merangin Khaidir, Kepala Bagian TU RSD Kol Abundjani Bangko Fajar Aria Phitra, Camat Lembah Masurai Syarifudin dan Jafung Dinas PPKB Merangin Meileni Sari serta staf Bidang KS Dinas PPKB.

Hadir juga Kapus Pasar Masurai Fairuza, Kades Durian Mukut Boy Krisyanto bersama Kades Pasar Masurai Khairul Amin, Pokja IV TP PKK, Koordinator Balai Penyuluh KB Kecamatan Lembah Masurai Citra Gayatri.

Wakil Ketua III TPPPS Merangin tersebut diketahui sangat intens mengunjungi warga beresiko Stunting. Sebelumnya Hj Lavita Syukur mengunjungi ibu hamil KEK dan Balita beresiko Stuntung di Desa Tiangko Kecamatan Sungai Manau dan tempat-tempat lainnya.

‘Genting’ merupakan program gotong royong nasional yang diluncurkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Republik Indonesia, untuk mempercepat penurunan angka Stunting. (*)

Continue Reading

DAERAH

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Realisasikan Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur dan Konsolidasi Tanah

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Hingga Oktober 2026, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merealisasikan pengadaan tanah untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang totalnya mencapai 159.662 bidang dengan luas 22.966,62 hektare. Dalam periode dua tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN juga melaksanakan konsolidasi tanah untuk penataan kawasan di sejumlah lokasi.

“Realisasi bidang pengadaan tanah untuk kepentingan umum telah mencapai 74,68% dari target 213.798 bidang, sedangkan capaian luas tanah mencapai 61,03% dari total target 37.629,27 hektare,” kata Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Dirjen PTPP), Arief Muliawan, di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Konsolidasi tanah dilakukan untuk menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTR). Program tersebut menjadi salah satu langkah yang difokuskan Kementerian ATR/BPN untuk mewujudkan penataan kawasan yang lebih terencana.

“Dalam kurun waktu dua tahun, sejak Oktober 2024 hingga Oktober 2026, kita berhasil menyelesaikan konsolidasi tanah sebanyak 6.167 bidang yang tersebar di 47 lokasi,” ujar Arief Muliawan.

Capaian konsolidasi tanah tersebut terdiri atas 3.913 bidang di 26 lokasi pada periode Oktober 2024-Oktober 2025, dengan realisasi 85,75%. Sementara itu, pada periode Oktober 2025-Oktober 2026, konsolidasi tanah mencapai 2.254 bidang di 21 lokasi, dengan realisasi 79,62%.

Melalui dua lingkup, yakni pengadaan tanah dan konsolidasi tanah, Kementerian ATR/BPN menjalankan peran dalam menyediakan tanah bagi pembangunan infrastruktur sekaligus menata kawasan sesuai dengan RTR. Keduanya menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang memperhatikan kepastian hukum hak atas tanah dan kebutuhan masyarakat, serta memastikan pembangunan tetap sustainable. (*)

Continue Reading

DAERAH

Masuk Bursa Calon Rektor UIN KHAS Jember, Prof Chotib Usung Konsep Sapta Laksya PASTI

DETAIL.ID

Published

on

Prof. Dr. Moch. Chotib, S.Ag., M.M. (tengah). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Peta persaingan menuju kursi kepemimpinan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kian hangat.

Salah satu bakal calon rektor, Prof. Dr. Moch. Chotib, S.Ag., M.M., memaparkan cetak biru arah pembangunan kampus lewat rancangan bertajuk Sapta Laksya PASTI.

Konsep ini diniatkan untuk membawa institusi tersebut menjadi pusat keunggulan pendidikan serta keilmuan Islam berkelas dunia.

Gagasan ini berpusat pada akronim UIN KHAS PASTI, yakni Progresif, Aspiratif, Solutif, Transparan, dan Inspiratif.

Melalui formula tersebut, Chotib berupaya menggerakkan UIN KHAS Jember menuju Center of Excellence yang melakukan transformasi pendidikan dan keilmuan Islam berbasis kearifan sosial-lokal.

Chotib menilai perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) saat ini berhadapan dengan beragam tantangan zaman di era globalisasi.

Hambatan itu berkisar dari pemisahan antara sains modern dan ilmu agama, hingga tuntutan memperkuat reputasi akademik pada ranah internasional.

“UIN KHAS Jember harus melangkah keluar dari menara gading dan bertransformasi secara radikal menjadi Center of Excellence. Visi ini kami bangun di atas tiga pilar utama: transformasi keilmuan yang de-dikotomis, pengakaran pada kearifan sosial-lokal masyarakat Pandalungan, serta proyeksi reputasi di kancah internasional,” ujar Chotib, Jumat, 23 Oktober 2026.

Terdapat tujuh ranah sasaran kerja yang terangkum dalam Sapta Laksya PASTI.

Bidang-bidang tersebut meliputi sektor pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, peningkatan mutu lulusan, jejaring kemitraan berperadaban, transformasi digital berbasis kampus hijau, serta pembenahan sistem tata kelola kelembagaan.

Di bidang pendidikan, model pembelajaran dirancang secara inovatif, lintas disiplin, dan berwawasan global.

Penyusunan kurikulum menerapkan metode Outcome Based Education (OBE) yang mempertemukan sains modern, kajian ontologi keislaman, serta kearifan lokal.

“PASTI Pendidikan maksudnya adalah penyelenggaraan pendidikan inovatif, integratif-multidisipliner, serta bertaraf internasional. Kurikulum dikembangkan menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE) yang memadukan sains modern, ontologi keislaman, dan kearifan lokal,” tutur Chotib.

Pada ranah riset, Chotib membidik pengembangan penelitian transformatif yang mencakup bidang keagamaan, sains, hingga humaniora.

Integrasi epistemologis sains Islam dikuatkan seiring target peningkatkan publikasi karya ilmiah pada jurnal berreputasi internasional seperti Scopus serta Web of Science.

Mengenai program pengabdian masyarakat, pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR) dijadikan pijakan utama. Metode ini dieksekusi lewat kegiatan “UIN KHAS Membangun Desa”, KKN Tematik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga program kelas internasional.

Langkah ini diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi warga dan mematangkan ekosistem halal.

“Melalui pendekatan ABCD dan PAR, sivitas akademika UIN KHAS Jember akan melebur bersama masyarakat, mengkapitalisasi aset lokal untuk mencapai kemandirian ekonomi, ekologi, dan penguatan ekosistem halal dari akar rumput,” kata Chotib.

Paradigma pengabdian ini mengubah pola lama yang berkarakter karitatif atau model instruktif dari atas ke bawah.

Warga diposisikan sebagai pelaku aktif yang diajak mengenali potensi serta mengelola aset di wilayahnya sendiri.

Mengenai kualitas lulusan, Chotib mendorong lahirnya alumni berkarakter Wasathiyah atau moderat yang siap bertarung di arena internasional.

Nilai karakter tersebut mengambil pilar keteladanan K.H. Achmad Siddiq melalui trilogi ukhuwah, mencakup ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah bashariyah.

Pembinaan ini disokong Ma’had Al-Jami’ah, wadah inkubator bisnis, pengembangan jejaring kompetensi, serta Global Student Mobility.

Kerja sama kemitraan dibangun lewat kerangka Triple Helix antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri demi mendorong hilirisasi hasil riset.

Di samping itu, kolaborasi diperluas melalui konsorsium perguruan tinggi Islam global demi menaikkan nama kampus di mata internasional serta memberi kemanfaatan konkrit bagi masyarakat dan dunia usaha.

Sisi integrasi teknologi diwujudkan melalui Smart Islamic University System untuk memadukan seluruh layanan kampus.

Gagasan ini berjalan seiring dengan gerakan Eco-Campus Initiative berlandaskan Fiqh al-Bi’ah atau teologi lingkungan, sehingga wawasan kelestarian alam menyatu dalam pengelolaan lembaga.

Sementara pada aspek tata kelola kelembagaan, penerapan Good University Governance (GUG) dijadikan target utama.

Agenda utamanya meliputi percepatan alih status kampus dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), serta penguatan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Bertransformasi dari BLU menuju PTN-BH adalah kunci agar kampus kita lincah, mandiri secara finansial, serta bersih melalui penegakan Zona Integritas WBK-WBBM demi mengawal kemaslahatan umat,” ucap Chotib.

Seluruh tatanan dari sektor pendidikan, riset, pengabdian, alumni, kerja sama, teknologi, hingga kelola lembaga ini dirangkai sebagai langkah menjadikan UIN KHAS Jember tanggap terhadap persoalan lokal sekaligus mampu berkiprah di tingkat global.

“Intinya, tagline visi misi saya adalah menuju UIN KHAS PASTI,” kata Chotib. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs