Connect with us
Advertisement

DAERAH

Pesantren Kauman Muhammadiyah: The International School of Quran, Science, and Technology – Merajut Sejarah, Turats, dan Teknologi untuk Melahirkan Generasi Pemimpin Peradaban

DETAIL.ID

Published

on

detail.id/ – Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, pesantren seringkali terjebak dalam stereotip: lembaga yang kolot, tertutup, dan terasing dari denyut nadi zaman. Namun, dari jantung Kota yang sejuk yaitu tepatnya di kota Padang Panjang, Pesantren Kauman Muhammadiyah telah hampir seabad berdiri tegak mematahkan semua stigma itu. Berdiri sejak 1928, pesantren ini bukan hanya menjadi saksi bisu sejarah pergerakan kebangsaan dan keislaman, tetapi telah melahirkan tokoh-tokoh nasional yang mewarnai Indonesia. Dengan bangga memegang tagline “The International School of Quran, Science, and Technology”, pesantren ini dengan tegas menyatakan posisinya di garda depan pendidikan global yang mengintegrasikan spiritualitas, sains, dan teknologi. Kini, dengan semangat yang sama seperti para pendirinya dulu, pesantren ini menjadi pelaku aktif dan Pusat Keunggulan Tamaddun (Peradaban) Islam yang modern. Ia membuktikan bahwa kesalehan tradisi dan kecakapan modern bukanlah dua kutub yang bertolak belakang, melainkan dua sayap yang akan membawa para santri terbang tinggi menjemput zamannya.

The International School of Quran, Science, and Technology: Sebuah Manifesto Visi Global
Tagline ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah pernyataan sikap dan manifesto dari visi pendidikan Pesantren Kauman. Setiap kata dalam tagline tersebut dipilih dengan penuh makna:

“The International School”: Menegaskan komitmen pesantren untuk melampaui batas-batas geografis. Kurikulum, perspektif, dan jaringan dibangun dengan standar global. Bahasa Inggris dan Arab dikuatkan tidak hanya sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai alat komunikasi internasional. Pesantren membuka wawasan santri pada isu-isu global dan mempersiapkan mereka untuk berkontribusi di kancah dunia.

“of Quran”: Menjadi pondasi utama yang tidak tergoyahkan. Al-Qur’an tidak hanya diajarkan sebagai bacaan (tilawah), tetapi sebagai sumber ilmu, etika, dan panduan hidup (way of life). Penghafalan (tahfiz), pemahaman (tafsir), dan pengamalan Al-Qur’an menjadi ruh yang menjiwai seluruh aktivitas pembelajaran.

“Science”: Mewakili semangat ijtihad dan eksplorasi terhadap ayat-ayat kauniyah (alam semesta). Sains diajarkan secara integratif, di mana hukum fisika, keindahan biologi, dan logika matematika dilihat sebagai tanda-tanda kebesaran Allah. Santri didorong untuk menjadi ilmuwan Muslim yang mampu berkontribusi pada perkembangan sains modern dengan landasan iman.

“and Technology”: Merupakan alat ampuh untuk berdakwah dan memudahkan kehidupan umat. Teknologi tidak dilihat sebagai ancaman, tetapi sebagai anugerah yang harus dikuasai dan dimanfaatkan untuk kebaikan.

Pemrograman, robotika, dan media digital diajarkan dengan dilandasi etika Islam, mencetak santri menjadi generasi yang melek digital dan kreatif.

Tagline ini dengan sempurna merangkum esensi dari pola “pembelajaran berkemajuan” ala Muhammadiyah: menjadi Muslim yang kokoh akidahnya, unggul dalam sains, dan menguasai teknologi untuk berdaya saing global.

1. Warisan Kepemimpinan Buya Hamka: Fondasi Keulamaan dan Kemodernan

Sebelum menjadi nama besar yang dikenang sepanjang masa, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, atau Buya Hamka, telah meletakkan pondasi kokoh bagi Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang sebagai Mudir (Direktur) pertamanya. Jejak intelektual dan spiritual Buya Hamka menjadi DNA yang terus mengalir dalam denyut nadi pesantren hingga hari ini. Sebagai ulama-ensiklopedis yang menguasai turats klasik sekaligus sastrawan produktif dan pemikir modern, Buya Hamka telah menjadi role model nyata dari tagline “The International School of Quran, Science, and Technology” jauh sebelum konsep itu populer.

Kepemimpinannya mewariskan semangat integrasi ilmu yang sempurna: kedalaman tafsir Al-Qur’an (seperti dalam Tafsir Al-Azhar) berpadu dengan apresiasi sains, sastra, filsafat, dan sejarah. Warisan inilah yang membuat Pesantren Kauman tidak pernah melihat dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Semangat Hamka untuk merangkul kemajuan tanpa kehilangan jati diri keislaman menjadi kompas yang tetap menuntun setiap inovasi kurikulum dan pengembangan karakter santri. Setiap santri dididik untuk mengikuti jejaknya: menjadi pribadi yang faqih fid din, luas wawasan dunianya, dan mampu menyuarakan kebenaran dengan pena dan lisan yang bijaksana.

2. Mematahkan Stereotip dengan Akar Sejarah yang Kuat: Lembaga Berkembang Sejak 1928

Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang adalah sebuah living monument. Sejak didirikan pada 1928 dengan kepemimpinan perdana Buya Hamka, ia telah menjadi episentrum pembaruan pemikiran Islam di Sumatera Barat. Berdirinya tidak lepas dari semangat K.H. Ahmad Dahlan untuk memurnikan tauhid dan memerangi kebodohan, yang kemudian diteruskan oleh para tokoh muda Muhammadiyah seperti Hamka. Pada era itu, pesantren ini sudah menjadi pelopor dengan pola “pembelajaran berkemajuan” ala Muhammadiyah—sebuah konsep yang sangat visioner untuk zamannya.

Yang lebih membanggakan, dari balik dinding pesantren inilah lahir para tokoh nasional yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dan memimpin bangsa di berbagai bidang. Mereka adalah produk dari pola pendidikan yang menekankan pada integritas, kecerdasan, dan kepedulian sosial. Jejak mereka membuktikan bahwa Pesantren Kauman bukanlah menara gading, melainkan bengkel para pemimpin yang sejak awal telah terlibat aktif dalam membangun peradaban bangsa. Warisan sejarah inilah yang terus memompa semangat para santri hari ini untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku sejarah di generasinya.

3. Blended Learning: Simfoni Indah Turats dan Modernitas Warisan Para Pendahulu

Jiwa dari inovasi di Pesantren Kauman terletak pada kurikulum blended learning-nya, sebuah simfoni indah yang memadukan khazanah keislaman klasik (turats) dengan ilmu-ilmu kontemporer. Ini adalah penyempurnaan dari pola “pembelajaran berkemajuan” yang telah diwariskan sejak 1928 dan merupakan implementasi nyata dari tagline Science and Technology.

Struktur Kurikulum yang Terintegrasi:
Kurikulumnya dirancang dengan porsi yang seimbang dan saling menguatkan.

Para santri menyelami samudera ilmu agama dengan pendekatan yang mendalam, meneruskan tradisi intelektual Islam yang kaya. Mata pelajaran Tauhid tidak diajarkan sekadar hafalan, tetapi dengan dialog kritis merujuk pada kitab-kitab muktabar seperti Kifayatul Awam dan Aqidatul Awam. Pelajaran Fikih dibedah dari kitab Fathul Qarib dan Kailani, mendorong santri untuk tidak hanya paham hukum tetapi juga memahami filosofi dan konteks sosialnya. Bahasa Arab diajarkan sebagai living language, menggunakan metode amtsilati yang mempercepat pemahaman nahwu dan sharaf, dilengkapi dengan percakapan aktif dan muhadatsah.

Selepas zuhur, atmosfer berubah. Labor komputer dan berbagai macam kegiatan madrasah menemani para santri. Para santri beralih kepada Matematika, Fisika, dan Biologi dengan perspektif integrasi sains dan Islam. Pelajaran Bahasa Inggris difokuskan pada practical communication dan content creation, mempersiapkan mereka untuk berdakwah secara global. Teknologi Informasi diajarkan bukan hanya sebagai keterampilan teknis (programming, desain grafis), tetapi juga dilengkapi dengan etika digital (digital ethics) dan fikih teknologi.

Integrasi ini menciptakan santri yang tidak gagap agama ketika membicarakan sains, dan tidak gagap teknologi ketika mendalami agama, meneruskan estafet kepemimpinan para alumni pendahulu mereka.

4. Gudangnya Bakat: Lebih dari 57 Ekstrakurikuler untuk Mengasah Potensi Kepemimpinan

Sebagai upaya nyata membentuk insan paripurna sebagaimana para tokoh yang dilahirkannya, Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menghadirkan sebuah festival talenta melalui lebih dari 57 program ekstrakurikuler. Angka ini bukan sekadar kuantitas, melainkan simbol dari keyakinan pesantren bahwa setiap santri memiliki keunikan dan potensi kepemimpinan yang harus digali.

Ragamnya mencakup segala dimensi kehidupan:

  • Seni dan Budaya: Kaligrafi (Khat), Teater Islami, Seni Tradisional Minang, Seni Musik, dan Sastra.
  • Olahraga dan Bela Diri: Sepakbola, Futsal, Voli, Bulutangkis, Bela Diri Tapak Suci, dan Panahan.
  • Sains dan Teknologi: Robotik, Jurnalistik, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan Programming Club
  • Keterampilan Hidup: Tata Boga (melestarikan kuliner Minang), Jahit Menjahit, Tata Rias, dan Lingkungan Hidup.
  • Kepemimpinan dan Dakwah: Debat Bahasa Arab & Inggris, Public Speaking, Kelas Kepemimpinan, dan Manajemen Organisasi.

Melalui lautan pilihan ini, santri tidak hanya ditempa otaknya, tetapi juga dilatih jiwa kepemimpinannya, diperhalus rasa seninya, dan dikuatkan raganya—mempersiapkan mereka untuk menjadi tokoh nasional berikutnya.

5. Life Skill dan Entrepreneurship: Memakmurkan Bumi Sebagaimana Para Pendahulu Memakmurkan Bangsa

Pesantren Kauman memahami bahwa kemandirian ekonomi adalah bagian dari kesalehan sosial dan pilar penting dalam membangun peradaban. Visinya jelas: Menjadi Pusat Keunggulan Tamaddun Islam.

Berbagai program unggulan life skill ditawarkan:

Entrepreneur adalah kegiatan di mana siswa diajak untuk mengembangkan mindset, sikap, dan keterampilan kewirausahaan langsung dalam lingkungan sekolah.

Tujuannya bukan semata untuk mencetak pedagang, tetapi untuk menanamkan jiwa entrepreneur yang mencakup:

Kreativitas dan Inovasi: Menciptakan ide produk/jasa yang unik.

Kemandirian dan Kepemimpinan: Berani memimpin dan mengambil inisiatif.

Kemampuan Memecahkan Masalah: Mengidentifikasi peluang dan mencari solusi.

Manajemen Risiko: Belajar menghitung untung-rugi dan mengelola modal.

Komunikasi dan Kerja Sama: Mempromosikan produk dan bekerja dalam tim.

Jadi, kesimpulannya adalah entrepreneur merupakan laboratorium praktik untuk membekali siswa dengan kemampuan abad ke-21, yaitu berpikir kreatif, kritis, dan berani menciptakan peluang.

Kriya dan Teknologi Kreatif: Workshop desain grafis, editing video, dan sablon digital untuk membuka usaha mandiri.

Dengan bekal ini, para santri diajarkan untuk mandiri, sehingga kelak jika mereka menjadi pemimpin, mereka memimpin dengan integritas dan tidak bergantung pada others.

6. Digitalisasi Pesantren: Dakwah di Era Digital, Meneruskan Semangat Berkembang

Pesantren Kauman tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi juga menghidupkannya dalam ekosistem pesantren, menjadikannya salah satu penanda keunggulan peradabannya.

E-Learning Platform: Seluruh materi pelajaran dapat diakses santri melalui platform Learning Management System (LMS).

Sistem Informasi Terpadu: Administrasi dan monitoring santri terintegrasi secara digital.

Dakwah Digital: Para santri aktif menghasilkan konten dakwah kreatif di media sosial, menjadi mubaligh digital yang menjangkau khalayak global.

7. Model Holistik: Pusat Keunggulan Tamaddun Islam yang Melahirkan Generasi Paripurna

Pesantren Kauman Muhammadiyah, dengan segala inovasinya, telah berhasil merajut sebuah model pendidikan Islam yang holistik dan telah teruji sejak 1928. Ia adalah bukti nyata bahwa pesantren adalah tempat yang tepat untuk mencetak pemimpin. Setiap santri dididik untuk menjadi pribadi yang utuh: berakhlak, mendalam agamanya, menguasai sains, mandiri secara ekonomi, dan kaya akan kreativitas.

Mereka adalah generasi penerus para tokoh nasional yang dihasilkan pesantren ini. Mereka adalah calon-calon pemimpin yang siap memimpin peradaban dengan cahaya ilahi, inovasi yang humanis, dan hati yang berbudaya. Mereka bukan hanya siap menghadapi masa depan, mereka adalah masa depan itu sendiri, meneruskan estafet keunggulan yang telah dirintis sejak hampir seabad yang lalu, menjadi bukti hidup dari tagline “The International School of Quran, Science, and Technology” dan mewarisi semangat keulamaan-modern ala Buya Hamka.

Reporter: Diona

Advertisement

DAERAH

Tingkatkan Tata Kelola, TP-PKK Tulang Bawang Gelar Sosialisasi Kapasitas Administrasi Kelembagaan di Banjar Agung

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID,TulangBawang – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tulang Bawang menggelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengurus TP-PKK dalam Mengelola Administrasi Kelembagaan PKK.

Kegiatan dipusatkan di Balai Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kamis, 29 Oktober 2026.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta profesionalisme pengurus TP-PKK dalam tata kelola administrasi kelembagaan dan penyusunan program kerja yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan.

Kegiatan dihadiri langsung Ketua TP-PKK Kabupaten Tulang Bawang, Herlinawati Qudrotul, S.H., Camat Banjar Agung, Ali Mat Hasan, S.Sos., M.M., Kepala Kampung Tri Tunggal Jaya, Retno Damayanti, S.H., Ketua TP-PKK Kecamatan Banjar Agung, Rina Sari, Ketua TP-PKK Kampung Tri Tunggal Jaya, Ailsa Berliana, serta perwakilan perangkat daerah terkait.

Kedatangan Ketua TP-PKK Kabupaten disambut hangat dan penuh antusias oleh jajaran pengurus TP-PKK se-Kecamatan Banjar Agung, unsur Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kampung.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan drumband “JAYADHAVANI” dari siswa-siswi SD Negeri 1 Tri Tunggal Jaya yang turut memeriahkan acara.

Dalam sambutannya, Herlinawati Qudrotul memberikan motivasi dan arahan kepada seluruh pengurus TP-PKK agar senantiasa meningkatkan semangat pengabdian, kreativitas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas organisasi.

Ia menekankan pentingnya tertib administrasi kelembagaan, penyusunan rencana kerja, serta pelaksanaan program PKK yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, administrasi yang tertata dengan baik merupakan fondasi penting dalam mewujudkan organisasi PKK yang aktif, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salurkan Bansos dan Tinjau Ketahanan Pangan

Sebagai bentuk kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Tulang Bawang juga menyerahkan bingkisan bantuan sosial kepada 10 orang lanjut usia (lansia) dan 10 anak yang mengalami stunting. Pemberian bantuan ini menjadi wujud perhatian dan kepedulian TP-PKK terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Usai kegiatan di Balai Kampung, Ketua TP-PKK bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi program ketahanan pangan yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) PKK Kampung Tri Tunggal Jaya.

Dalam kunjungan tersebut, Herlinawati melihat langsung berbagai jenis tanaman sayuran yang dibudidayakan KWT. Menariknya, tanaman tersebut terlihat tumbuh subur meskipun di tengah kondisi musim kemarau panjang.

Melihat hal tersebut, Herlinawati menyampaikan rasa senang dan bangga atas inisiatif serta semangat para kader PKK Kampung Tri Tunggal Jaya yang mampu menghadirkan inovasi nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.

Ia mengapresiasi kerja keras dan konsistensi para kader dalam memanfaatkan lahan produktif untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi bentuk pemberdayaan perempuan, tetapi juga langkah konkret dalam mendukung kemandirian pangan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan, Herlinawati menilai program ketahanan pangan yang dikembangkan TP-PKK Kampung Tri Tunggal Jaya memiliki potensi besar untuk dijadikan pusat percontohan bagi TP-PKK kampung lainnya di Kabupaten Tulang Bawang.

Pada kesempatan yang sama, Camat Banjar Agung, Ali Mat Hasan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Kampung Tri Tunggal Jaya beserta jajaran yang telah mempersiapkan dan memfasilitasi kegiatan dengan baik.

Ia menilai kesiapan tempat, fasilitas, serta dukungan seluruh unsur Pemerintah Kampung Tri Tunggal Jaya telah memberikan kenyamanan bagi para peserta dan tamu undangan.

Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda sosialisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi program PKK yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat. (*)

Continue Reading

DAERAH

Danramil 426-02/Menggala Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2026 di Polres Tulang Bawang

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Tulang Bawang – Dalam rangka meningkatkan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas, Komando Distrik Militer (Kodim) 0426/Tulang Bawang melalui Danramil 426-02/Menggala, Kapten Inf Hasin menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Mapolres Tulang Bawang, Jalan Lintas Timur Sumatera Km 13, Kelurahan Lebuh Dalam, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Senin, 26 Oktober 2026.

Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin oleh Wakapolres Tulang Bawang Kompol Dede Suheri, S.Kom., selaku inspektur upacara. Kegiatan diikuti sekitar 150 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Apel ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan”.

Dalam amanatnya, Wakapolres Tulang Bawang menyampaikan bahwa Operasi Patuh Krakatau 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polda Lampung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi tersebut mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis, yang didukung dengan penegakan hukum lalu lintas secara elektronik serta pemberian teguran simpatik kepada para pelanggar.

Lebih lanjut, operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya, khususnya yang berpotensi menimbulkan korban jiwa. Adapun sasaran utama operasi meliputi penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan surat-surat kendaraan berupa SIM dan STNK, larangan melawan arus, penggunaan knalpot sesuai ketentuan, serta larangan menggunakan ponsel saat berkendara.

Kehadiran Danramil 426-02/Menggala Kapten Inf Hasin dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap upaya Polri dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas. Sinergitas antara TNI-Polri dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan operasi serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara.

“Seluruh rangkaian Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau Tahun 2026 selesai pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar sebagai bentuk kesiapan personel serta sarana pendukung dalam menyukseskan pelaksanaan operasi di wilayah Kabupaten Tulang Bawang,” tuturnya.

Continue Reading

DAERAH

Bupati Tubaba Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Tulang Bawang Barat —Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu, 28 Oktober 2026.

Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, jajaran Dharma Wanita Persatuan, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tubaba, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan, ketangguhan dalam menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Novriwan Jaya membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sambutan itu mengingatkan kembali pentingnya semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sebagai landasan dalam menjaga keutuhan bangsa dan menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, perkembangan teknologi, maupun kekayaan sumber daya, tetapi juga oleh kualitas manusia yang berkarakter, mencintai tanah air, pantang menyerah, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Tiga nilai utama yang menjadi penekanan dalam peringatan tahun ini adalah patriotisme, kegigihan, dan empati. Patriotisme diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air yang tercermin dalam pengabdian dan tindakan nyata. Kegigihan ditunjukkan melalui semangat untuk terus berjuang, menghadapi kesulitan, serta bangkit dari kegagalan. Sementara itu, empati tercermin dalam kepedulian terhadap kondisi dan kesulitan yang dihadapi orang lain.

Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial serta kesediaan untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sambutan tersebut juga mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan terus mengembangkan kemampuan diri tanpa kehilangan kepedulian terhadap sesama. Keberhasilan pribadi diharapkan dapat berjalan seiring dengan semangat pengabdian dan kontribusi nyata bagi kepentingan bersama.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk memperkuat kembali persatuan di tengah keberagaman serta mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam pembangunan. Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui sikap, karya, dan tindakan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui momentum ini, nilai patriotisme, kegigihan, dan empati diharapkan semakin tertanam dalam diri generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs