Connect with us
Advertisement

unja

Berkolaborasi dengan INSPIRIT, UNJA Adakan Lokakarya Peningkatan Etos Kerja

DETAIL.ID

Published

on

Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) mengadakan Lokakarya Peningkatan Etos Kerja, yang berkolaborasi dengan INSPIRIT: Inspirasi Tanpa Batas. Kegiatan ini bertujuan membangun tim yang tangguh dan adaptif, dengan memperkuat etos kerja, kolaborasi, dan kemampuan untuk menghadapi perubahan. Kegiatan diselenggarakan selama 3 hari dengan pembahasan yang berbeda, di Aula Lantai III Gedung Unifac UNJA, pada Rabu – Jumat, 10-12 September 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNJA, Helmi, Ketua dan Sekretaris Senat, Ketua dan Sekretaris Dewan Pertimbangan, para Wakil Rektor UNJA, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, para Dekan dan Wakil Dekan dilingkungan UNJA, Kepala dan Ketua Lembaga dilingkungan UNJA, Kepala Bagian Akademik pada Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Kepala Bagian Umum pada Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum, serta Analis SDM Aparatur Ahli Madya UNJA.

Rektor UNJA, Helmi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan harapannya agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu atas kehadiran pagi ini. Kegiatan ini adalah wujud komitmen kita untuk meningkatan etos kerja di UNJA. Workshop ini dilaksanakan bersama tim INSPIRIT: Inspirasi Tanpa Batas, dan saya berharap ini menjadi awal dari kita untuk terus membangun kolaborasi di UNJA,” ujar Rektor.

Pada sesi awal kegiatan, fasilitator Dani Wahyu Munggoro, membagikan pentingnya metode yang adaptif dalam menghadapi perubahan. Istilah adaptif dan kolaboratif menjadi bahasa sehari-hari, meskipun pada masa itu arti kolaboratif sendiri masih diperdebatkan, apakah bermakna kemitraan, kerja sama, atau gotong royong. Dalam sebuah buku menunjukkan bahwa kunci sukses dari proses adaptasi dan kolaborasi justru terletak pada hal-hal yang bersifat informal.

Lokakarya dengan tema “Mewujudkan Tim Manajemen yang Tangguh dan Adaptif untuk Implementasi Visi Besar UNJA” ini bertujuan membangun tim yang tangguh dan adaptif, dengan memperkuat etos kerja, kolaborasi, dan kemampuan untuk menghadapi perubahan. Kegiatan diselenggarakan selama 3 hari dengan pembahasan yang berbeda, terdiri dari 100 peserta dari manajemen Universitas Jambi.

Hari pertama, membahas “Reafirmasi Visi, Strategi, dan Budaya Organisasi”, yang bertujuan membantu peserta menyelaraskan visi pribadi dengan visi kolektif, menyusun kerangka strategis yang adaptif, dan merumuskan budaya organisasi yang mendukung. Hari kedua, dengan pembahasan “Membangun Etos Pribadi dan Tim Kerja”, yang bertujuan mengidentifikasi kekuatan individu dan tim, serta membangun ketangguhan dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi tantangan. Hari ketiga, membahas “Meningkatkan Produktivitas, Kolaborasi, dan Dampak Berkelanjutan”, yang bertujuan merayakan pencapaian, belajar dari keberhasilan, dan merumuskan strategi berkelanjutan untuk masa depan dengan fokus pada produktivitas dan kolaborasi.

Advertisement

ADVERTORIAL

Kabar Baik! UNJA Buka Seleksi Mandiri 2026 Pakai Skor UTBK dan SMMPTN Barat

DETAIL.ID

Published

on

Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Seleksi Mandiri Berdasarkan Skor UTBK-SNBT atau SMMPTN Barat Tahun 2026. Jalur ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang telah mengikuti UTBK-SNBT maupun UTBK SMMPTN Barat 2026 dan ingin melanjutkan pendidikan di UNJA tanpa mengikuti ujian tulis tambahan.

Seleksi dilakukan dengan memanfaatkan skor resmi UTBK-SNBT atau UTBK SMMPTN Barat Tahun 2026. Penilaian dilaksanakan secara objektif, transparan, dan kompetitif dengan mempertimbangkan nilai peserta, daya tampung masing-masing program studi, serta ketentuan yang berlaku di UNJA.

Pembukaan jalur seleksi ini merupakan bagian dari komitmen UNJA dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri. Melalui pemanfaatan skor seleksi yang telah dimiliki peserta, proses penerimaan diharapkan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi prinsip seleksi yang adil dan berkualitas.

Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Jambi di https://pmb.unja.ac.id dengan melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan. Peserta juga diimbau untuk memperhatikan jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, serta pengumuman hasil agar tidak melewatkan setiap proses yang telah ditentukan.

UNJA berharap jalur seleksi mandiri ini mampu menjaring lebih banyak calon mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi kesempatan bagi peserta yang belum lolos pada jalur seleksi sebelumnya, skema ini juga menjadi upaya UNJA dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.

Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, tata cara pendaftaran, biaya, serta daftar program studi yang menerima mahasiswa melalui Jalur Seleksi Mandiri Berdasarkan Skor UTBK-SNBT dan SMMPTN Barat Tahun 2026 dapat diakses melalui laman resmi PMB Universitas Jambi di https://pmb.unja.ac.id serta kanal media sosial resmi UNJA. (www.unja.ac.id)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Mencetak Lulusan Unggul, Pascasarjana UNJA Finalisasi Revitalisasi Kurikulum Berorientasi Capaian

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Pascasarjana Universitas Jambi (UNJA) menggelar Workshop Penguatan Sistem Pengukuran dan Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) serta Finalisasi Revitalisasi Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Graha Singadekane Pascasarjana UNJA pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi kurikulum agar menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pascasarjana UNJA, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana UNJA, para pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen di lingkungan UNJA. Workshop ini juga menghadirkan Guru Besar Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS sekaligus Tim Ahli Kurikulum Belmawa Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T.

Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si., mengatakan bahwa transformasi kurikulum menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, dosen saat ini tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Sebagai dosen, kita tidak lagi hanya dituntut untuk mengajar, tetapi bagaimana memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyusunan kurikulum harus mampu mengikuti perkembangan zaman sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan relevan.

“Melalui workshop ini, kita ingin membangun kurikulum yang selaras dengan tuntutan zaman. Kurikulum yang kita susun harus solid, efektif, dan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia industri,” katanya.

Dalam pemaparannya, Prof. Syamsul Arifin menjelaskan pentingnya penguatan sistem pengukuran dan evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai bagian utama implementasi Outcome-Based Education (OBE). Ia menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran di perguruan tinggi diukur dari tercapainya kompetensi lulusan melalui kurikulum yang terintegrasi, sistem asesmen yang tepat, serta kesesuaian dengan KKNI dan SN-Dikti.

Melalui workshop ini, Pascasarjana UNJA berharap setiap program studi mampu menyusun kurikulum yang lebih adaptif, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran sehingga dapat menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja. (www.unja.ac.id)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Resilient Youth for Humanity: LKPM ke-10 UNJA Ajak Generasi Muda Jambi Peduli Sesama

DETAIL.ID

Published

on

Mendalo – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) unit Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka Lomba Ketangkasan Palang Merah (LKPM) ke-10 Tahun 2026 di Auditorium lantai 1 UNIFAC, Senin, 20 Juli 2026. Mengusung tema “Resilient Youth for Humanity”, kompetisi tingkat Wira dan Madya se-Provinsi Jambi ini diikuti 42 sekolah, terdiri dari 27 kontingen tingkat Wira (SMA) dan 15 kontingen tingkat Madya (SMP), dan berlangsung selama empat hari, 19–22 Juli 2026.

Dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi mewakili Rektor UNJA, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKKS) UNJA, Dr. Guspianto, S.KM., M.KM., menekankan pentingnya jiwa kemanusiaan bagi generasi muda.

“Seorang relawan PMI tidak hanya sekadar terampil secara medis, tetapi harus memiliki ketangguhan mental, kecepatan berpikir, dan empati yang tinggi. LKPM ini bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan wadah untuk mengasah kepedulian terhadap sesama atau humility,” ujar Dr. Guspianto.

Penekanan itu bukan tanpa alasan. Ia membagikan pengalaman pribadinya sebagai relawan kesehatan saat bencana Tsunami Aceh tahun 2004, sebuah refleksi yang menurutnya menggambarkan betapa krusialnya peran relawan PMI di lapangan.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan PMI Provinsi Jambi sekaligus Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNJA, Dr. Tedjo Sukmono, S.Si., M.Si., mengingatkan para peserta akan tantangan kemanusiaan di era digital dan perubahan iklim, termasuk ancaman El Nino yang kini melanda. Ia juga berpesan kepada panitia dan juri agar menjunjung tinggi kejujuran demi menjaga integritas kompetisi.

Ketua Panitia LKPM X, Julian Rifaldo, dalam laporannya menegaskan kembali cakupan peserta dan durasi rangkaian acara. Sebagai bentuk transparansi, panitia juga menggelar pembacaan dan penandatanganan Pakta Integritas Dewan Juri, berisi 10 poin janji di antaranya komitmen menilai secara objektif, menolak segala bentuk praktik KKN, dan menjaga kerahasiaan hasil penilaian hingga pengumuman resmi.

Turut hadir dalam pembukaan ini Pembina KSR PMI Unit UNJA, Eko Nuriyatman, S.H., M.H., serta perwakilan PMI Kota Jambi, Sofian, S.Ag. Acara ditutup dengan ucapan “Siamo tutti fratelli”, yang berarti kita semua bersaudara. Ucapan ini sekaligus menjadi penegasan semangat kebersamaan yang diusung LKPM ke-10, bahwa di balik kompetisi dan penilaian, esensi utama yang ingin dijaga tetap sama: menumbuhkan jiwa kemanusiaan pada generasi muda Jambi. (www.unja.ac.id)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs