unja
Bersama Sekda Provinsi Jambi, UNJA Lepas 76 Atlet BAPOMI ke Ajang POMNAS XIX Tahun 2025
Jambi – Universitas Jambi (UNJA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung prestasi olahraga mahasiswa di tingkat nasional. Pada Jumat, 12 September 2025, seluruh Wakil Rektor UNJA hadir dalam prosesi pelepasan resmi Kontingen Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Provinsi Jambi yang berjumlah 76 atlet, yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Tahun 2025. POMNAS akan diselenggarakan di Jawa Tengah mulai tanggal 16 hingga 27 September 2025. Acara pelepasan berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Acara ini dihadiri oleh seluruh Wakil Rektor UNJA, yang terdiri dari Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UNJA, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan alumni UNJA, Prof. Dr. Fauzi syam, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., Sekda Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Mat Sanusi, S.Pd., M.Si., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jambi, Novriadi, A.P., M.Si., serta seluruh kontingen dan tim yang tergabung.
Ajang bergengsi tingkat nasional ini membawa Kontingen BAPOMI Provinsi Jambi sebanyak 76 atlet yang didampingi oleh 20 orang official dan pelatih, serta tim pendukung. Kontingen ini akan turun pada 13 cabang olahraga dengan 134 nomor pertandingan yang diperlombakan. Atlet yang menjadi kontingen merupakan mahasiswa berprestasi hasil seleksi ketat dari 14 perguruan tinggi di Provinsi Jambi, diantaranya Universitas Jambi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Poltekkes Kemenkes Jambi, Universitas Muhammadiyah Jambi, Universitas Batanghari, Institut Darul Ulum Sarolangun, serta sejumlah perguruan tinggi swasta lainnya. Komposisi ini mencerminkan kolaborasi dan komitmen perguruan tinggi di Jambi dalam mencetak generasi muda yang tangguh, baik di bidang akademik maupun olahraga.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan alumni UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh atlet telah menjalani persiapan intensif selama beberapa bulan, serta dukungan optimis terhadap Kontingen Jambi.
“Seluruh atlet telah menjalani persiapan intensif selama beberapa bulan, mulai dari latihan teknik fisik, mental sehingga simulasi kompetisi dukungan dari pelatih, tim medis, official dan seluruh perguruan tinggi di Jambi turut menopang kesiapan ini secara optimal. Kami yakin mereka tidak hanya siap secara fisik tapi juga mental dan semangat untuk berjuang di tingkat nasional. Dukungan ini bukan hanya memberikan nilai praktis, tetapi juga menjadi simbol dukungan moral dan kepercayaan dari pimpinan daerah terhadap prestasi olahraga mahasiswa. Kami optimis terhadap Kontingen Jambi dengan membawa harapan, semangat dan mengharumkan nama daerah,” tutunyra.
Sekda Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., mendukung penuh dan terus berkomitmen dalam pengembangan olahraga mahasiswa. Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Jambi mengalokasikan bantuan sebesar Rp100 juta, sama seperti tahun sebelumnya. Tentunya bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan, seragam, serta operasional kontingen selama mengikuti POMNAS. Sekda Provinsi Jambi juga memberikan dukungan dan harapan kepada kontingen yang mengikuti POMNAS.
“Pemprov Jambi baru bisa memberikan sedikit bantuan untuk kelancaran pelaksanaan POMNAS di semarang, mudah-mudahan bisa teragendakan dengan membantu Rp100 juta, mudah-mudahan tertata dan terstruktur kembali, apakah mengajukan pola hibah atau mengajukan bantuan yang bisa disampaikan pak Gubernur sekaligus DPRD Provinsi Jambi. Jaga kesehatan, istirahat yang cukup, mudah-mudahan keberangkatan membawa kebahagiaan, jangan jadikan stress, anggap saja jadikan rekreasi, anggap saja ini eksibisi dan jangan jadikan pertandingan, oleh karena itu tetap membangun kebersamaan, mudah-mudahan para atlet Jambi yang disupport oleh pelatih dan juga official bisa membawa nama harum Provinsi Jambi. Mudah-mudahan bisa masuk dalam 10 besar, sehingga terjelas gambar bahwa prestasi olahraga di Jambi tidak kalah dengan daerah-daerah lain,” ujarnya.
Kontingen BAPOMI Jambi menargetkan dapat meraih peringkat ke-14 dari 34 kontingen perguruan tinggi se-Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, Kontingen Jambi mengharapkan dukungan penuh dari Gubernur Jambi, seluruh pemangku kepentingan terkait, serta masyarakat Jambi.
ADVERTORIAL
Kabar Baik! UNJA Buka Seleksi Mandiri 2026 Pakai Skor UTBK dan SMMPTN Barat
Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Seleksi Mandiri Berdasarkan Skor UTBK-SNBT atau SMMPTN Barat Tahun 2026. Jalur ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang telah mengikuti UTBK-SNBT maupun UTBK SMMPTN Barat 2026 dan ingin melanjutkan pendidikan di UNJA tanpa mengikuti ujian tulis tambahan.
Seleksi dilakukan dengan memanfaatkan skor resmi UTBK-SNBT atau UTBK SMMPTN Barat Tahun 2026. Penilaian dilaksanakan secara objektif, transparan, dan kompetitif dengan mempertimbangkan nilai peserta, daya tampung masing-masing program studi, serta ketentuan yang berlaku di UNJA.
Pembukaan jalur seleksi ini merupakan bagian dari komitmen UNJA dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri. Melalui pemanfaatan skor seleksi yang telah dimiliki peserta, proses penerimaan diharapkan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi prinsip seleksi yang adil dan berkualitas.
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Jambi di https://pmb.unja.ac.id dengan melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan. Peserta juga diimbau untuk memperhatikan jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, serta pengumuman hasil agar tidak melewatkan setiap proses yang telah ditentukan.
UNJA berharap jalur seleksi mandiri ini mampu menjaring lebih banyak calon mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi kesempatan bagi peserta yang belum lolos pada jalur seleksi sebelumnya, skema ini juga menjadi upaya UNJA dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.
Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, tata cara pendaftaran, biaya, serta daftar program studi yang menerima mahasiswa melalui Jalur Seleksi Mandiri Berdasarkan Skor UTBK-SNBT dan SMMPTN Barat Tahun 2026 dapat diakses melalui laman resmi PMB Universitas Jambi di https://pmb.unja.ac.id serta kanal media sosial resmi UNJA. (www.unja.ac.id)
ADVERTORIAL
Mencetak Lulusan Unggul, Pascasarjana UNJA Finalisasi Revitalisasi Kurikulum Berorientasi Capaian
Jambi – Pascasarjana Universitas Jambi (UNJA) menggelar Workshop Penguatan Sistem Pengukuran dan Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) serta Finalisasi Revitalisasi Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Graha Singadekane Pascasarjana UNJA pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi kurikulum agar menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pascasarjana UNJA, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana UNJA, para pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen di lingkungan UNJA. Workshop ini juga menghadirkan Guru Besar Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS sekaligus Tim Ahli Kurikulum Belmawa Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T.
Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si., mengatakan bahwa transformasi kurikulum menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, dosen saat ini tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Sebagai dosen, kita tidak lagi hanya dituntut untuk mengajar, tetapi bagaimana memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyusunan kurikulum harus mampu mengikuti perkembangan zaman sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan relevan.
“Melalui workshop ini, kita ingin membangun kurikulum yang selaras dengan tuntutan zaman. Kurikulum yang kita susun harus solid, efektif, dan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia industri,” katanya.
Dalam pemaparannya, Prof. Syamsul Arifin menjelaskan pentingnya penguatan sistem pengukuran dan evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai bagian utama implementasi Outcome-Based Education (OBE). Ia menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran di perguruan tinggi diukur dari tercapainya kompetensi lulusan melalui kurikulum yang terintegrasi, sistem asesmen yang tepat, serta kesesuaian dengan KKNI dan SN-Dikti.
Melalui workshop ini, Pascasarjana UNJA berharap setiap program studi mampu menyusun kurikulum yang lebih adaptif, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran sehingga dapat menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja. (www.unja.ac.id)
ADVERTORIAL
Resilient Youth for Humanity: LKPM ke-10 UNJA Ajak Generasi Muda Jambi Peduli Sesama
Mendalo – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) unit Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka Lomba Ketangkasan Palang Merah (LKPM) ke-10 Tahun 2026 di Auditorium lantai 1 UNIFAC, Senin, 20 Juli 2026. Mengusung tema “Resilient Youth for Humanity”, kompetisi tingkat Wira dan Madya se-Provinsi Jambi ini diikuti 42 sekolah, terdiri dari 27 kontingen tingkat Wira (SMA) dan 15 kontingen tingkat Madya (SMP), dan berlangsung selama empat hari, 19–22 Juli 2026.
Dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi mewakili Rektor UNJA, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKKS) UNJA, Dr. Guspianto, S.KM., M.KM., menekankan pentingnya jiwa kemanusiaan bagi generasi muda.
“Seorang relawan PMI tidak hanya sekadar terampil secara medis, tetapi harus memiliki ketangguhan mental, kecepatan berpikir, dan empati yang tinggi. LKPM ini bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan wadah untuk mengasah kepedulian terhadap sesama atau humility,” ujar Dr. Guspianto.
Penekanan itu bukan tanpa alasan. Ia membagikan pengalaman pribadinya sebagai relawan kesehatan saat bencana Tsunami Aceh tahun 2004, sebuah refleksi yang menurutnya menggambarkan betapa krusialnya peran relawan PMI di lapangan.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan PMI Provinsi Jambi sekaligus Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNJA, Dr. Tedjo Sukmono, S.Si., M.Si., mengingatkan para peserta akan tantangan kemanusiaan di era digital dan perubahan iklim, termasuk ancaman El Nino yang kini melanda. Ia juga berpesan kepada panitia dan juri agar menjunjung tinggi kejujuran demi menjaga integritas kompetisi.
Ketua Panitia LKPM X, Julian Rifaldo, dalam laporannya menegaskan kembali cakupan peserta dan durasi rangkaian acara. Sebagai bentuk transparansi, panitia juga menggelar pembacaan dan penandatanganan Pakta Integritas Dewan Juri, berisi 10 poin janji di antaranya komitmen menilai secara objektif, menolak segala bentuk praktik KKN, dan menjaga kerahasiaan hasil penilaian hingga pengumuman resmi.
Turut hadir dalam pembukaan ini Pembina KSR PMI Unit UNJA, Eko Nuriyatman, S.H., M.H., serta perwakilan PMI Kota Jambi, Sofian, S.Ag. Acara ditutup dengan ucapan “Siamo tutti fratelli”, yang berarti kita semua bersaudara. Ucapan ini sekaligus menjadi penegasan semangat kebersamaan yang diusung LKPM ke-10, bahwa di balik kompetisi dan penilaian, esensi utama yang ingin dijaga tetap sama: menumbuhkan jiwa kemanusiaan pada generasi muda Jambi. (www.unja.ac.id)



