Connect with us
Advertisement

DAERAH

Menyatukan Sanad Ilmu dan Server Digital: Formula Dr. Derliana Membawa Pesantren Kauman Melompat ke Masa Depan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Padang Panjang – Di tengah pesatnya gelombang transformasi digital global, institusi pendidikan berbasis agama dituntut untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Salah satu yang tampil sebagai pionir adalah Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Di bawah visi progresif Mudir Pesantren, Dr. Derliana, MA, pesantren yang berlokasi di jantung Kota Serambi Mekkah ini tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi bertekad menjadi garda terdepan dalam digitalisasi pesantren di Indonesia.

Dr. Derliana, MA, sebagai pemimpin pesantren, menegaskan bahwa digitalisasi bukan tujuan, tetapi sarana untuk memperkuat misi keilmuan dan dakwah.

“Digitalisasi pesantren adalah keniscayaan. Ia adalah alat untuk melestarikan khazanah keilmuan Islam klasik sekaligus menyebarkannya dengan cara yang lebih luas, cepat, dan relevan bagi generasi digital,” ujarnya pada Selasa, 6 Januari 2026.

Pesan utamanya jelas: integrasi antara al-muhafazhah ala al-qadim as-shalih (memelihara tradisi yang baik) dan al-akhdzu bi al-jadid al-aslah (mengambil inovasi yang lebih baik). Dalam hal ini, teknologi digital dipandang sebagai “wasilah” (perantara) untuk mencapai keberkahan ilmu.

Komitmen ini telah diwujudkan dalam beberapa terobosan konkret:

  • E-Learning dan Kurikulum Integratif: Pesantren mengembangkan platform pembelajaran daring khusus yang berisi materi tidak hanya pelajaran umum dan agama, tetapi juga kitab kuning yang telah didigitalisasi. Santri dapat mengakses syarah (penjelasan) kitab, video tutorial, dan forum diskusi dengan ustadz/ustadzah secara virtual.
  • Digital Library & Kitab Kuning Digital: Perpustakaan pesantren melakukan digitalisasi terhadap koleksi kitab langka dan arsip penting. Hal ini tidak hanya menjaga warisan intelektual dari kerusakan fisik, tetapi juga membuka akses bagi peneliti dan santri dari seluruh dunia.
  • Pengembangan Keterampilan Santri Millennial: Pesantren memasukkan mata pelajaran dan ekstrakurikuler berbasis digital, seperti desain grafis untuk media dakwah, dasar-dasar pemrograman, content creation, dan jurnalistik digital. Santri didorong untuk menjadi kreator konten yang positif di media sosial.
  • Manajemen Pesantren Berbasis Data: Sistem informasi pesantren terintegrasi digunakan untuk administrasi, keuangan, dan monitoring perkembangan santri. Orang tua dapat memantau aktivitas dan prestasi anaknya secara real-time melalui aplikasi khusus.
  • Dakwah Digital dan Jaringan Global: Melalui kanal YouTube, podcast, dan media sosial resmi, Pesantren Kauman aktif memproduksi konten dakwah yang moderat, substantif, dan menarik bagi kaum muda. Ini memperluas jaringan keilmuan hingga ke tingkat internasional.

Posisi Pesantren Kauman sebagai “garda terdepan” terletak pada kemampuannya menciptakan sintesis yang harmonis. Digitalisasi di sini tidak menggantikan hubungan guru-murid (sanad ilmu) yang sakral, tetapi justru memperkuatnya dengan mempermudah akses dan interaksi di luar kelas formal.

Pendekatan ini sesuai dengan semangat Muhammadiyah yang rasional, terbuka terhadap kemajuan, dan berorientasi pada amal nyata. Pesantren Kauman menunjukkan bahwa pesantren tidak boleh menjadi menara gading, tetapi harus aktif merespons tantangan zaman.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski telah melangkah jauh, tantangan seperti infrastruktur, kesenjangan literasi digital di antara sebagian guru senior, dan kebutuhan investasi berkelanjutan tetap ada. Namun, komitmen kuat dari pimpinan dan dukungan jaringan Muhammadiyah menjadi modal berharga.

Keberhasilan Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang diharapkan dapat menjadi model dan inspirasi bagi ribuan pesantren lain di Indonesia. Mereka membuktikan bahwa dengan niat yang tulus dan perencanaan yang matang, pesantren dapat memimpin perubahan, mencetak santri yang tidak hanya faqih fiddin (mendalam agamanya), tetapi juga mahir berteknologi dan siap berkiprah di masyarakat global.

Seperti kata Dr. Derliana, “Digitalisasi adalah jalan untuk menjadikan pesantren sebagai mercusuar peradaban, yang sinarnya kini dapat menjangkau lebih jauh melampaui batas tembok pesantren, menyinari umat di dunia maya dan nyata.”

Dengan semangat itu, Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang terus bergerak, menjadi garda terdepan yang membawa pesantren memasuki era baru tanpa meninggalkan khittahnya.

Reporter: Diona

Advertisement Advertisement

DAERAH

Dukung Penuh PS Merangin, Bupati M. Syukur Hadiri Pembukaan Gubernur Cup 2026

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Muarojambi – Bupati Merangin, M. Syukur, menunjukkan dukungan penuhnya kepada Tim Sepak Bola PS Merangin dengan menghadiri langsung pembukaan Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup 2026 di Lapangan Swarnabhumi, Kabupaten Muaro Jambi.pada Rabu, 14 Januari 2026.

Bupati M. Syukur yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, bersama Manager PS Merangin yang juga Ketua DPRD Merangin, M. Rivaldi dan Wakil Manager Suherman tiba di Stadion Swarnabhumi sekitar pukul 14.00 WIB.

Begitu turun dari mobil, Bupati M. Syukur langsung disambut oleh pemain dan official PS Merangin. Yang mengenakan jaket dan kostum biru putih dengan dukungan sponsor dari Bank 9 Jambi.

Kehadiran orang nomor satu di Merangin ini menjadi sorotan. Pasalnya mayoritas kontingen kabupaten lain hanya dihadiri oleh perwakilan pejabat setingkat Wakil Bupati atau Sekretaris Daerah.

Dalam keterangannya di sela-sela pertandingan, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk memompa motivasi para atlet agar mampu mengharumkan nama Kabupaten Merangin.

“Kami hadir dalam rangka memberi dukungan penuh agar para pemain kita lebih bersemangat dan termotivasi untuk memenangkan setiap pertandingan. Saya lihat para pemain tampak bugar dan ceria. Harapan saya, fokuslah bermain dan menangkan setiap pertandingan,” ujar Bupati M. Syukur.

Tak hanya sekadar dukungan kehadiran, Bupati juga menjanjikan apresiasi khusus bagi tim jika mampu membawa pulang piala bergengsi tersebut ke Bumi Merangin.

“Jika Merangin berhasil menjadi juara, akan ada bonus kejutan untuk para pemain dan official,” katanya.

Continue Reading

DAERAH

Bukan Sekadar Pesantren Biasa: Menyibak Keunikan Pesantren Kauman Muhammadiyah di Kota Dingin Padang Panjang

Oleh: Taufikkurahman*

DETAIL.ID

Published

on

DI  JANTUNG Kota Padang Panjang, yang dikenal dengan sejuknya udara dan julukan “Kota Serambi Mekah”, berdiri tegak sebuah lembaga pendidikan yang telah menjadi saksi bisu perjalanan panjang dakwah dan pembaruan Islam di Minangkabau. Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Namanya mungkin tak sefenomenal pesantren-pesantren besar lainnya, tetapi siapa sangka, di balik tembok dan bangunannya yang bernuansa masa lalu, tersimpan konsep pendidikan yang justru sangat visioner dan unik, menjadikannya lebih dari sekadar pesantren biasa.

Keunikan Pesantren Kauman berawal dari fondasi historisnya yang kuat. Ia lahir dari pertemuan tiga arus tradisi yang membentuk karakter Minangkabau modern: tradisi surau, sistem pesantren, dan gerakan Muhammadiyah.

Surau: Sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional Minangkabau, surau menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kemandirian, dan kearifan lokal “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

Pesantren: Memberikan kerangka pendidikan yang terstruktur dengan metode bandongan dan sorogan, serta penekanan pada penguasaan kitab kuning dan hidup berjamaah.

Muhammadiyah: Membawa semangat pembaruan (tajdid), pemurnian akidah, dan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan umum untuk kemajuan umat.

Pesantren Kauman Muhammadiyah berhasil menyatukan ketiganya. Di sini, santri tak hanya menghafal Al-Qur’an dan kitab fikih, tetapi juga diajak untuk kritis, melek sains, dan aktif berkontribusi di masyarakat, sebagaimana filosofi pendidikan K.H. Ahmad Dahlan. Inilah yang membedakannya dari pesantren tradisional murni atau sekolah modern sekuler.

Kekhasan utama yang langsung terasa adalah model kurikulumnya. Pesantren ini tidak menganut dikotomi antara “ilmu agama” dan “ilmu umum”. Keduanya disinergikan secara integral.

Pagi hingga Siang: Santri mengikuti pembelajaran formal sesuai kurikulum Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, dengan kualitas yang setara dengan sekolah unggulan. Ilmu matematika, sains, bahasa asing, dan teknologi diajarkan dengan serius.

Sore hingga Malam: Atmosfer berubah menjadi nuansa pesantren. Kegiatan diisi dengan pengajian kitab kuning (seperti Fathul Qarib, Kitab Al-Azhar, dan lain sebagainya), tahfizh Al-Qur’an, diskusi keislaman, dan pembinaan karakter. Kitab-kitab karya ulama Minang juga tak luput dari kajian, menunjukkan penghormatan pada khazanah lokal.

Praktik Ibadah & Kepemimpinan: Kehidupan asrama (boarding) melatih kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan. Santri diorganisir dalam sistem hizbul wathan (kepanduan) khas Muhammadiyah, yang mengasah jiwa sosial, ketangkasan, dan kecintaan pada alam.

Lokasinya di Padang Panjang yang dingin dan tenang bukan sekadar latar belakang. Iklim ini turut membentuk karakter pendidikan. Suasana yang sejuk dan kondusif mendukung konsentrasi belajar yang tinggi, ketenangan dalam bermuhasabah, dan pembentukan pribadi yang santun serta reflektif.

Di sinilah proses kaderisasi Muhammadiyah berjalan intensif namun natural. Santri tidak hanya dicetak untuk pandai secara akademis, tetapi ditanamkan jiwa “Mukmin dan Muslih” – beriman kuat dan menjadi pelaku perbaikan (reformis) di masyarakat. Mereka didorong untuk terampil berorganisasi melalui IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), berpidato, menulis, dan menginisiasi kegiatan sosial. Banyak alumni yang kemudian menjadi tokoh Muhammadiyah, guru, dosen, atau profesional di berbagai bidang, membawa semangat Kauman ke tingkat nasional.

Inilah paradoks yang menarik. Di satu sisi, Pesantren Kauman sangat menghormati tradisi. Arsitektur bagian tuanya yang klasik, penggunaan jas dan peci dalam acara tertentu, serta penghormatan yang tinggi pada guru adalah buktinya. Mereka adalah penjaga warisan intelektual Islam Nusantara.

Namun di sisi lain, mereka terbuka pada modernitas. Penggunaan proyektor, komputer, dan internet untuk pembelajaran sudah menjadi hal biasa. Isu-isu kontemporer seperti literasi digital, lingkungan, dan kesehatan reproduksi remaja dibahas dengan pendekatan keislaman yang kontekstual. Mereka membuktikan bahwa menjadi tradisionalis tidak harus menjadi kolot, dan menjadi modern tidak harus meninggalkan akar.

Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang adalah sebuah “laboratorium pendidikan” yang hidup. Ia berhasil menjadi jembatan yang fungsional antara masa lalu dan masa depan, antara adat dan syariat, antara kesalehan individu dan tanggung jawab sosial.

Keunikannya terletak pada kemampuan untuk tetap autentik tanpa terkucil, dan progresif tanpa kehilangan identitas. Di tengah gemuruh modernisasi yang kadang mengguncang nilai-nilai, pesantren ini tetap tegak bagai Bukit Barisan yang mengelilinginya, memberikan pendidikan yang menyejukkan jiwa dan mencerahkan akal. Bukan sekadar pesantren biasa, melainkan sebuah warisan intelektual yang terus bernafas dan relevan untuk Indonesia masa kini dan mendatang.

Continue Reading

DAERAH

BPK Temukan Catatan Penanganan TBC, Kemas Faried: DPRD Akan Kawal Rekomendasi BPK ‎

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID,‎Jambi – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi terkait efektivitas penuntasan Tuberculosis (TBC) Tahun Anggaran 2024-2025.

Penyerahan LHP yang berlangsung di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jambi, Rabu 14 Januari 2026 tersebut memuat hasil pemeriksaan kinerja atas upaya Pemerintah Kota Jambi dalam penanganan TBC hingga Triwulan III Tahun 2025.

‎Kemas Faried mengatakan, LHP BPK akan menjadi bahan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, khususnya terhadap program kesehatan masyarakat. Menurutnya, sejumlah rekomendasi yang disampaikan BPK perlu ditindaklanjuti agar program penuntasan TBC dapat berjalan lebih efektif.

‎”DPRD akan mengawal rekomendasi BPK, termasuk yang berkaitan dengan peningkatan sarana prasarana dan dukungan anggaran,” kata Kemas Faried.

Ia menambahkan, tindak lanjut rekomendasi LHP akan dilakukan melalui alat kelengkapan dewan, terutama Komisi Komisi IV. DPRD juga akan menjadikan hasil pemeriksaan tersebut sebagai bahan evaluasi bersama dengan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jambi, M Toha Arafat menjelaskan bahwa penyerahan LHP Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) Semester II Tahun 2025 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006.

Ia menyebutkan, LHP disampaikan kepada empat entitas pemeriksaan yakni Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, dan Pemerintah Kabupaten Tebo.

Untuk Kota Jambi, BPK masih menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam penuntasan TBC, di antaranya penguatan komitmen pemerintah daerah, peningkatan layanan kesehatan, serta perbaikan sistem pendataan dan pelaporan kasus.

BPK juga mengingatkan bahwa seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan wajib ditindaklanjuti paling lambat 60 hari sejak LHP diterima sesuai Pasal 20 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs