Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Fokus Percepatan Pembangunan Desa, Bupati Fadhil Arief Resmi Buka Kegiatan TMMD ke-127 di Desa Petajen

DETAIL.ID

Published

on

Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief, SE secara resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dipusatkan di Lapangan SDN 139/1 RT 05 Desa Petajen, Kecamatan Bajubang pada Selasa, 10 Februari 2026.

Pembukaan TMMD ke-127 ditandai dengan upacara resmi yang berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batanghari bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara, menandai dimulainya rangkaian kegiatan pembangunan terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat desa.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Kasiter dan Kasi Log Kasrem 042/Garuda Putih, Pjs Kasdim 0415/Jambi, jajaran Forkopimda Kabupaten Batanghari, perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga Desa Petajen yang antusias mengikuti jalannya upacara.

Dalam sambutannya, Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menegaskan bahwa program TMMD merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor yang selama ini terbukti efektif dalam mempercepat pembangunan desa, terutama di wilayah yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“TMMD ini bukan hanya soal membangun jalan atau fasilitas fisik lainnya, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, gotong royong, serta memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujar Fadhil Arief.

Ia menilai, kehadiran TNI melalui TMMD memberikan dampak ganda, yakni percepatan pembangunan sekaligus penguatan nilai kebangsaan dan persatuan di tengah masyarakat desa.

TMMD ke-127 di Desa Petajen mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Tema ini mencerminkan semangat bahwa pembangunan nasional sejatinya berawal dari desa, dengan menyatukan komitmen seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Batanghari mendukung penuh pelaksanaan TMMD karena sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Adapun sasaran fisik TMMD ke-127 meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa, diantaranya:

  1. Pembukaan dan perbaikan jalan desa
  2. Renovasi rumah tidak layak huni (RTLH)
  3. Pembangunan dan perbaikan tempat ibadah
  4. Pembangunan MCK
  5. Pembuatan pos kamling
  6. Pembangunan sumur bor
  7. Sarana pendukung lainnya yang langsung dirasakan masyarakat
  8. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung layanan pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Selain kegiatan fisik, TMMD ke-127 juga menyasar program nonfisik, berupa penyuluhan dan pembinaan masyarakat, antara lain:

  1. Wawasan kebangsaan
  2. Kesehatan dan posyandu
  3. Pendidikan dan literasi
  4. Ketahanan pangan
  5. Penurunan angka stunting
  6. Pelatihan keterampilan masyarakat
  7. Program nonfisik ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa agar lebih mandiri dan berdaya saing.

Sementara itu, Pjs Kasdim 0415/Jambi Letkol Beni menyampaikan bahwa TMMD merupakan salah satu program unggulan TNI dalam mendukung percepatan pembangunan nasional, khususnya di wilayah pedesaan.

“Melalui TMMD, TNI hadir membantu pemerintah daerah mengatasi berbagai persoalan desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap seluruh rangkaian TMMD ke-127 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Petajen.

Dengan dimulainya TMMD ke-127 ini, diharapkan terwujud pemerataan pembangunan desa, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, serta semakin kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Advertisement

ADVERTORIAL

Di Era Gus Fawait, Warga Jember Gratis Berobat dan Pulang Naik Mobil Cinta

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus memperlihatkan komitmennya dalam upaya meningkatkan kualitas serta keterjangkauan pelayanan kesehatan yang ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, ketika mengikuti rangkaian kegiatan gowes bersama yang mengambil rute dari Kantor Kecamatan Jenggawah dan berakhir di Pendopo Wahyawibawagraha pada Senin, 12 Oktober 2026.

Di dalam kesempatan sambutannya, Gus Fawait memberikan penegasan terkait urgensi pemanfaatan berbagai fasilitas kesehatan yang ada di daerah secara maksimal oleh publik.

Bupati secara khusus mengimbau agar segenap warga masyarakat tidak perlu ragu-ragu untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan diri ke pusat layanan kesehatan terdekat manakala merasakan keluhan.

“Saya minta tolong kepada seluruh warga Jember, jangan sampai ada lagi yang menahan sakit di rumah tanpa penanganan. Seluruh pemegang KTP Jember kini dijamin pelayanan kesehatannya secara gratis, baik di puskesmas maupun di rumah sakit daerah karena premi BPJS-nya telah ditanggung pemerintah,” ujar Gus Fawait.

Lebih lanjut, Bupati memberikan penjelasan detail bahwa program pengobatan tanpa biaya ini dirancang untuk mencakup berbagai macam jenis penyakit medis yang bersifat umum, mulai dari keluhan asam urat hingga masalah kesehatan seperti kolesterol.

Walau demikian, layanan jaminan kesehatan gratis ini tidak berlaku secara universal untuk semua kasus, melainkan dikecualikan bagi kejadian-kejadian khusus seperti tindakan melukai diri sendiri, keterlibatan dalam pertikaian fisik, ataupun kasus overdosis.

Selain menyediakan program pengobatan tanpa biaya sepeser pun, Pemerintah Kabupaten Jember juga meluncurkan sebuah inovasi pelayanan publik berupa fasilitas pengantaran bagi pasien yang telah selesai menjalani masa rawat inap.

Layanan transportasi khusus tersebut diberi nama Mobil Cinta.

Fasilitas armada transportasi gratis ini telah disiagakan secara khusus di sejumlah rumah sakit milik daerah, yang meliputi RSUD dr. Soebandi, RSUD Balung, serta RSUD Kalisat.

“Program Mobil Cinta ini disiapkan khusus untuk mengantar pasien kembali ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Seluruh layanannya murni gratis tanpa dipungut biaya,” tuturnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Gus Fawait Dorong Kesetaraan Pendidikan dan Hak Santri

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, berpidato dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya dalam memberikan kesempatan yang setara bagi santri untuk mengakses pendidikan, pelayanan publik, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Alun-alun Jember pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

Di tengah kemeriahan acara yang dihadiri oleh para ulama, pengasuh pesantren, tokoh lintas agama, dan jajaran pemerintah daerah, Gus Fawait mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap lulusan pesantren yang kerap dianggap terbatas pada bidang keagamaan saja.

Menurutnya, pendidikan di pesantren membekali para santri dengan nilai-nilai pengabdian yang kuat sebagai modal untuk mengisi berbagai posisi strategis di masyarakat.

“Santri pintar ngaji kitab, santri pintar baca Al-Qur’an, santri juga bisa memimpin menjadi bupati,” ujar Gus Fawait di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kesetaraan tidak cukup hanya disuarakan melalui pidato, melainkan harus diwujudkan secara nyata lewat kebijakan yang membuka peluang luas bagi perkembangan santri.

Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah penyediaan program beasiswa pendidikan dari Pemkab Jember guna membantu para santri berprestasi melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Gus Fawait menegaskan, keberhasilan seorang santri tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca kitab kuning atau menghafal Al-Qur’an, sebab prestasi di bidang akademik maupun nonakademik juga memerlukan pengakuan yang adil.

“Kita tidak ingin membeda-bedakan yang santri maupun yang bukan santri, tetapi kita harus memberikan hak santri seutuhnya,” katanya.

Selain sektor pendidikan, perhatian pemerintah daerah terhadap komunitas pesantren juga direalisasikan melalui bidang kesehatan.

Warga ber-KTP Jember kini dapat memanfaatkan akses pengobatan gratis di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia.

Pemkab Jember turut menghadirkan layanan Mobil Cinta yang disiapkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk mempermudah proses pengantaran pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang pendidikan atau lingkungan tempat tinggal mereka.

Di samping itu, Gus Fawait mengingatkan bahwa santri memiliki tanggung jawab yang lebih luas di tengah masyarakat, yakni menjaga persatuan dan keutuhan bangsa serta mengambil peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan negara.

“Saya cerita ini bukan niat sombong. Kita hanya ingin memberikan pesan bahwa santri kalau diberi amanah, insyaallah tidak akan kalah dengan yang bukan santri,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa para santri berhak memperoleh porsi perhatian yang adil dalam pemanfaatan anggaran daerah, baik untuk kebutuhan pendidikan maupun program pembangunan lainnya, sehingga stigma lama dapat dihilangkan sepenuhnya.

“Tidak boleh lagi santri dipandang kelas dua, kelas tiga dan sebagainya. Santri punya hak yang sama mendapatkan perhatian dari APBD Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Gerak Cepat Evakuasi Warga Penderita Ulkus Pedis Kronis di Sumberbaru Jember

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, meninjau pasien Amze Suminah di RSD dr. Soebandi, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, bergerak cepat merespons kondisi kesehatan seorang warga lanjut usia bernama Amze Suminah (71), warga Sumberbaru, yang menderita Ulkus Pedis Kronis.

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026 malam, Gus Fawait mendatangi langsung pasien yang sebelumnya dirawat di rumah untuk memastikan penanganan medis yang optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran terkait seperti pihak puskesmas agar turun tangan secara langsung ke lapangan.

“Pasien sebenarnya telah mendapatkan kunjungan dan layanan Homecare sebanyak tiga kali oleh petugas puskesmas setempat,” katanya.

Namun, pihak keluarga sempat menolak rujukan ke rumah sakit sehingga tim medis menyesuaikan dengan merawat pasien di rumah.

Setelah koordinasi lintas sektor melibatkan kepala dinas kesehatan dan prosedur medis yang komprehensif, keluarga akhirnya sepakat untuk memindahkan pasien agar mendapat perawatan intensif di RSD dr. Soebandi.

Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi warga yang kurang mampu.

Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, pemerintah memastikan seluruh proses pengobatan hingga pendampingan keluarga di rumah sakit akan difasilitasi penuh.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kasus serupa melalui pemerintah daerah. Tujuannya, agar penanganan cepat dapat segera dilakukan,” tuturnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs