Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

UNJA Optimis Raih Prestasi Nasional Lewat Penguatan P2MW Tahun 2026

DETAIL.ID

Published

on

Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) terus memperkuat pembinaan kewirausahaan mahasiswa melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC, Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., Ketua Satuan Tugas P2MW UNJA 2026 Dr. Novita Ekasari, S.E., M.M., Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Guspianto, S.KM., M.KM., narasumber BIMTEK P2MW Dr. apt. Uce Lestari, S.Farm., M.Farm., dan Dwi Kurniawan, S.E., M.M., beserta dosen pendamping serta mahasiswa peserta P2MW Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Fauzi Syam menyampaikan bahwa kegiatan P2MW di UNJA bukan sekadar program rutin, melainkan bagian dari upaya membangun budaya prestasi di lingkungan kampus, baik bagi mahasiswa, dosen pembimbing, maupun tim pelaksana. Ia menegaskan bahwa setiap pihak yang berprestasi akan diakui, dihargai, serta diberikan penghargaan, khususnya kepada mahasiswa yang berhasil lulus dan menunjukkan capaian terbaik.

“Kegiatan P2MW bertujuan menghasilkan mahasiswa wirausaha yang kita harapkan setelah lulus mampu menciptakan pekerjaan sehingga dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Prof. Fauzi.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas BIMTEK P2MW UNJA 2026, Dr. Novita Ekasari, menyampaikan bahwa program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) UNJA telah berjalan dengan sangat baik selama empat tahun terakhir dengan peminat yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan jumlah proposal tersebut diikuti dengan kualitas proposal serta kualitas prototipe atau produk mahasiswa yang juga semakin baik, baik untuk bisnis berbasis digital maupun non-digital.

“Alhamdulillah dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 setiap tahun pasti selalu ada piala yang kita bawa pulang. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini lebih banyak piala lagi yang bisa kita bawa pulang melalui ajang penyelenggaraan KMI Expo yang merupakan puncak dari kegiatan P2MW. Semua hal tersebut tentu bisa tercapai berkat dukungan yang luar biasa dari Universitas Jambi,” kata Dr. Novita.

Pada sesi materi, Dr. apt. Uce Lestari menjelaskan perbedaan antara P2MW, PKMK, dan KBMK, di mana P2MW diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memiliki prototipe atau produk yang tervalidasi, bukan sekadar ide bisnis. Ia menegaskan bahwa produk yang diajukan harus inovatif, memiliki keunikan dibandingkan produk di pasaran, serta benar-benar merupakan hasil karya sendiri. Selain itu, mahasiswa juga harus cermat dalam memilih kategori usaha, menyusun proposal sesuai panduan, dan menghindari plagiasi agar peluang lolos pendanaan semakin besar.

Selanjutnya, Dwi Kurniawan menyampaikan bahwa proposal P2MW harus menunjukkan kesiapan produk melalui prototipe yang jelas serta telah melalui proses validasi. Ia menekankan pentingnya inovasi berbasis riset, analisis pasar, dan segmentasi konsumen yang terukur agar usaha memiliki daya saing. Selain itu, strategi pemasaran dan perencanaan keuangan yang sistematis menjadi kunci agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan BIMTEK P2MW Tahun 2026 ini, UNJA berharap dapat terus mencetak mahasiswa wirausaha yang inovatif, berdaya saing, serta mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan pekerjaan baru. (www.unja.ac.id)

Advertisement

ADVERTORIAL

Gebrakan Gus Fawait Lindungi PMI: Jember Kini Punya Layanan Administrasi Mandiri dan Cek Kesehatan Termurah se-Jatim

DETAIL.ID

Published

on

Gus Fawait meninjau medical check up di RSD Balung, Senin (27/4/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember resmi memutus rantai birokrasi panjang bagi warganya yang ingin bekerja ke luar negeri.

Melalui instruksi langsung Bupati Gus Fawait, Jember kini menghadirkan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Mall Pelayanan Publik serta layanan pemeriksaan kesehatan (medical check up) mandiri di rumah sakit daerah guna mencegah pemberangkatan pekerja secara non-prosedural.

Dalam peresmian klinik CPMI di RSD Balung pada Senin, 27 April 2026, Gus Fawait menyoroti bahwa selama ini warga Jember terpaksa mengambil risiko melalui jalur ilegal akibat jauhnya lokasi pengurusan dokumen.

Beliau menegaskan bahwa kehadiran layanan ini adalah jawaban atas absennya fasilitas negara di daerah penyumbang PMI terbesar.

“Jember sebagai salah satu daerah penyumbang PMI justru belum memiliki fasilitas tersebut,” ucapnya dengan nada tegas.

Kini, seluruh pengurusan administrasi bisa diselesaikan tanpa harus keluar kota menuju Malang atau Surabaya

Lebih dari sekadar memangkas jarak, Gus Fawait juga membuat kebijakan radikal dengan menekan biaya pemeriksaan kesehatan menjadi Rp450.000 dari tarif normal Rp750.000.

“Ini menjadi biaya atau harga paling murah yang kita lihat bahkan se-Jawa Timur,” kata Gus Fawait saat menjelaskan skema efisiensi biaya tersebut.

Melalui kemudahan akses dan tarif yang sangat terjangkau ini, Pemkab Jember optimis para calon pekerja akan lebih memilih jalur resmi yang menjamin keamanan mereka di luar negeri kelak.

Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah daerah bagi rakyatnya.

“Ini bentuk keberpihakan kami kepada calon PMI dan kami berharap CPMI di Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait.

[post-view]

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Percepat Akses Layanan Publik, Siapkan Empat Titik MPP Mini

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember menyampaikan program MPP Mini dalam acara Pro Gus'e di RSD dr Soebandi, Kamis (23/4/2026) malam. (Foto: Istimewa)

DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan empat titik Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan untuk mempercepat akses layanan publik bagi masyarakat di wilayah dengan jarak tempuh jauh dari pusat kota.

Program ini digagas untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan hingga satu sampai dua jam hanya untuk mengurus administrasi di pusat pemerintahan.

“Kita tahu bahwa jarak seperti di kecamatan Jombang dan tengah kota ini bisa waktu sejam sampai dua jam,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Empat lokasi yang disiapkan sebagai MPP Mini meliputi:

  1. Kecamatan Jombang
  2. Kecamatan Tanggul
  3. Kecamatan Mayang
  4. Wilayah utara (dalam proses, direncanakan di sekitar Kalisat)

Pemkab Jember menempatkan fasilitas tersebut di titik yang mewakili wilayah barat selatan, barat utara, dan timur selatan, serta memperluas jangkauan ke wilayah utara.

Melalui MPP Mini atau Pemkab Jember Mini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik tanpa harus datang ke Kota Jember.

Layanan yang disediakan meliputi perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses pelayanan yang biasanya harus ke kota, hari ini bisa diurus di MPP Mini,” ujarnya.

Gus Fawait menyebut, pengembangan layanan di tingkat kecamatan terus dilakukan agar semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kalau dulu mencetaknya di kecamatan, hari ini akan ditambahi lagi fungsi yang ada di MPP Mini,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik di Kabupaten Jember yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari pegunungan, perkebunan, hingga kawasan pesisir.

“Masyarakat Jember tidak perlu mencari sampai ke Kota Jember, cukup ada di wilayah-wilayah yang sudah kita siapkan,” ucapnya.

Saat ini, Pemkab Jember masih mempercepat proses penyelesaian dan kesiapan operasional MPP Mini, termasuk di wilayah utara yang masih dalam tahap pengembangan.

Gus Fawait menyampaikan, peresmian fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh kesiapan terpenuhi.

“Saya akan mengajak kawan-kawan langsung ke Jombang, Tanggul, dan Mayang di kemudian hari,” ujarnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Raih Penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan dari Beritajatim

DETAIL.ID

Published

on

Kadiskominfo Jember mewakili Bupati Fawait menerima penghargaan dari Beritajatim. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Momentum peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com menjadi catatan manis bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Bertempat di Grand City Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026, Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan validasi data dan aksi nyata di lapangan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

Gus Fawait memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah bersinergi lintas sektor hingga mengantarkannya pada puncak kesuksesan ini.

“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” katanya.

Gus Fawait menekankan bahwa intervensi pembangunan tidak akan berjalan efektif tanpa pondasi data yang akurat.

Ia percaya bahwa dengan menekan angka kemiskinan, maka masalah sosial turunan lainnya akan ikut terurai.

“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs